MENGEJAR CINTA ANITA

MENGEJAR CINTA ANITA
Benarkah?


__ADS_3

Malam mulai larut, Anita memasuki kamar,dilihatnya Rohan sedang berdiri menatap keluar jendela sepertnya tidak mengetahui kehadiran Anita .Anita berjalan mendekati Rohan tangannya terulur menyentuh pundak Rohan.


" Ada yang mengganggu pikiranmu?" tanya Anita pelan.


Rohan terkejut dan berbalik menatap Anita yang kini berada di depannya.


Tatapan Anita yang lembut dan tenang dibalik mata Anita yang teduh membuat Rohan semakin merasa bahwa wanita di depannya saat ini adalah masa depannya.


Rohan menarik Anita dalam pelukannya,tangannya memeluk erat pinggang Anita.Rohan mencium pucuk kepala Anita dan semakin erat memeluk tubuh Anita seakan ingin membuatnya melebur jadi satu dalam dirinya.


" Rohan....."


" Hem.........."


Anita menengadahkan wajahnya menatap Rohan yang sedang memandangnya.Anita tersenyum....untuk beberapa saat Rohan terpana, untuk kedua kalinya Anta tersenyum padanya setelah yang pertama kali tadi siang saat kejadian di kantor.


Rohan menundukkan kepalannya mencium lembut pipi Anita dan keduan matanya sebelum ciumannya pindah pada bibir Anita yang menggodanya.


Rohan mulai menjelajahi bibir manis Anita, Rohan merasakan bibir Anita yang terbuka dan merasakan Anita membalas ciumannya ,keduanya masih merasa kaku.


" An.....apa yang kamu katakan tadi siang serius?'" tanya Rohan menatap lembut Anita,,sambil tangannya mengusap alis Anita.


" Apakah aku terlihat bercanda?" Anita balik bertanya.


" Tidak...... aku hanya menyakinkan hatiku." sahut Rohan.


" Benarkah?" tanya Anita sambil tersenyum.


" Anita.......aku takut ini hanya mimpi sesaat,dan aku tidak ingin kecewa." kata Rohan dengan nada lirih .


" Rohan....aku juga punya perasaan yang sama, takut kecewa, tapi aku akan coba berdamai dengan keadaaan." kata Anita sambil tangannya mengelus dada bidang Rohan.


"Ya.....An...aku hanya.minta segalanya terbuka,tidak ada yang ditutup tutupi lagi,dan kita bulan anak kemarin sore ,kita sudah pernah mengalami sebelumya." kata Rohan mengusap lembut leher jenjang Anita.


Anita diam menyimak apa yang dikatakan Rohan,benar mereka bukan ABG yang baru mengenal hubungan dengan lawan jenis. Mereka sudah sama sama dewasa dan pernah mengalami hal yang menyakitkan.


" An....ada satu rahasia yang ingin aku beritahu padamu.."

__ADS_1


" Rahasia? ....kalau diberitahukan padaku tentunya tidak akan jadi rahasia." kata Anita sambil mengelus rahang Rohan dengan lembut.


" Ya....rahasia ini aku simpan sejak sepuluh tahun yang lalu,dan aku ingin kami mengetahui.' kata Rohan menatap tajam Anita.


Anita melihat wajah Rohan yang tampak serius,Anita bisa menebak tentulah masalah yang besar bagi Rohan.


"Katakanlah.... kalau kamu ingin mengatakannya,tapi kalau tidak ingin , aku juga tidak memaksa mu untuk mengatakannya.' kata Anita dengan nada pelan.


" Aku akan mengatakannya."


Rohan menarik tangan Anita dan membawanya pada miliknya yang sudah mengeras,Anita terkejut dengan apa yang dilakukan Rohan .Rohan menekan tangan Anita yang sudah berada pada milik Rohan .Rohan memejamkan matanya merasakan kenikmatan sentuhan tangan Anita pada miliknya yang masih tersembunyi di balik celananya.


" Rohan......"


" Aku merasa nyaman Anita," kata Rohan terus menekan tangan Anita.


" Rohan ... jauhkan tanganmu,aku akan melakukannya sendiri." kata Anita dengan setengah berbisik pada Rohan.


Rohan memandang Anita seolah tidak percaya dengan apa yang dikatakan Anita,kemudian mengangguk.


" An..... aku tidak tahu apakah aku mampu melakukannya....." desah Rohan.


Anita menatap Rohan dengan penuh tanda tanya" Apa maksudmu?"


" Jujur An....selama ini ,selama sepuluh tahun milikku tidak pernah bangun seperti ini,aku sudah mencoba ,tidak sedikit perempuan yang hadir dalam hidupku,tapi semuanya tidak ada yang bisa membangunkannya,aku sempat frustasi An.....aku berpikir diriku sudah tidak normal lagi,aku impoten,walau mereka menunjukkan tubuhnya tanpa sehelai benang pun,di depanku ,dia tidak bersaksi An."


Anita menatap Rohan terkejut,dia tidak menyangka Rohan mengatakan hal tersebut padanya.


" Aku hampir mengakhiri hidupku,aku pikir aku sudah tidak bisa apa apa lagi,aku juga sudah berobat dan terapi tapi semuanya nihil." Rohan menarik napas sambil memejamkan matanya, dia menikmati sentuhan tangan Anita yang mengusap miliknya dengan lembut.


Anita diam mendengarkan penuturan Rohan.


" Karena itulah aku tidak setuju ketika mama dan Rico memintaku untuk menikahi mu,aku takut rahasiaku akan terbongkar dan kamu akan menertawakan ku."


Anita melotot mendengar pengakuan Rohan akan dirinya .Anita mencubit lengan Rohan,seolah mengingatkan bahwa dia bukan orang seperti itu.


Rohan menatap wajah tenang dihadapannya.

__ADS_1


" Tapi semuanya berubah ketika malam setelah kejadian itu, saat aku merawat mu,karena tidak ada siapapun yang bisa aku mintai tolong untuk mengganti pakaian yang kamu kenakan akhirnya aku sendiri yang melakukan." Rohan tersenyum teringat dengan apa yang dilakukannya beberapa waktu yang lalu.


Rona merah menghiasi wajah Anita mendengar penuturan Rohan.


" Saat itulah aku tahu merasa milikku bangkit kembali." Rohan tertawa


" Tidak ada yang.mengetahui selain diriku, termasuk mama,selama ini." Rohan menarik napas lega.


Anita merasa pengakuan Rohan sangatlah mengejutkan, dia bisa membayangkan bagaimana tersiksanya Rohan selama ini .Anita menekan milik Rohan yang sejak tadi mulai mengeras.


" Inikah rahasia yang selama ini kamu simpan?" tanya Anita mengangkat tangannya dan membuat cepol rambutnya sehingga terlihat leher jenjang yang mulus,tampak beberapa helai rambut yang jatuh memberi kesan seksi pada Anita.


" Ya .....An.....tapi aku masih belum yakin bisa melakukannya." kata Rohan menundukkan mencari bibir Anita . Keduanya terlibat ciuman yang panas dan panjang .


Rohan melepaskan ciumannya. dan menatap Anita dengan penuh gairah.


" Malam itu aku mencuri satu ciuman darimu,aku melakukannya saat kamu masih belum sadar, dan aku harus menahannya" kata Rohan tersenyum.


Anita menatap Rohan." Aku juga melakukannya Rohan ....tadi malam." kata Anita dengan wajah memerah.


" Aku tahu,karena ciuman mu membuatku tidak bisa tidur sampai pagi,hingga sakit kepala menyerang ku di kantor tadi siang." kata Rohan tersenyum.


" Hah..... Rohan....kamu mengetahui apa yang kulakukan?" Anita terkejut , membuat.wajahnya semakin merah karena malu.


Rohan tertawa lepas, Anita tidak bisa berkata apa apa lagi .Rohan memeluk erat Anita dan menariknya duduk di pangkuannya.


Rohan memainkan helaian rambut Anita yang jatuh menggantung.Satu tangannya yang lain mulai bergerilya didalam menyentuh bukit kembar yang sangat menarik Rohan. Anita memejamkan matanya saat lidah Rohan mulai bergerilya dilehernya.Anita merasakan sentuhan panas dan lembut di sepanjang leher hingga mulai turun ke dadanya.


Rohan meremas kedua bukit kembar Anita dengan pelan dan lembut.


Rohan merasakan tubuh Anita memegang,tangannya Anita juga bergerilya pada tubuhnya.


" Rohan..,...." Anita bergumam


" Ya...... kita akan melakukannya kan....sayang......kita akan melakukannya dengan cantik sayang." Rohan berbisik ditelinga Anita,kedua tangannya sudah melepas kancing baju Anita .Tampak terlihat bukit kembar Anita yang ditutupi bra berwarna hitam .Rohan melepaskan kaitnya dan tampak jelas pemandangan yang memabukkan matanya.


\*\*\*\*

__ADS_1


__ADS_2