MENGEJAR CINTA ANITA

MENGEJAR CINTA ANITA
Berkunjung ke makam


__ADS_3

Pukul lima pagi,Anita terbangun,Anita menggerakkan tubuhnya yang terasa kaku,karena posisi tidurnya berada dalam pelukan Rohan. Anita mencoba mengangkat pelan tangan Rohan yang memeluknya dengan erat.


Rohan terbangun karena pergerakan Anita," Apakah sudah pagi?". tanya Rohan.


" Sudah pukul lima." jawab Anita.


Rohan segera duduk.


" Bagaiman dengan lukamu." tanya Rohan sambil memeriksa luka pada lengan dan punggung Anita.


Anita diam memperhatikan Rohan yang tampak memeriksa lukanya.


" Sudah mulai mengering., aku ambilkan air hangat dulu ,untukmu membersihkan diri.


Rohan segera beranjak dari tempat tidur menuju pintu kamar dan keluar.


Anita diam terpaku,entah kenapa dia tidak bisa membantah apa yang dilakukan Rohan kepadanya.


Anita merapikan. kembali rambutnya,dia tidak ingin kejadian kemarin terulang kembali.


Anita tidak terbiasa diperlakukan seperti itu.


Tidak beberapa lama Rohan membawa baskom berisi air hangat.


" Bersihkanlah.....,Aku juga akan mandi.' kata Rohan sambil berjalan ke arah lemari pakaian . Anita. memperhatikan Rohan yang kembali ke arahnya dengan membawa pakaian yang bersih dan pakaian dalam miliknya.


Wajah Anita merah padam menerima pakaiannya yang diambilkan Rohan.


Berbeda dengan Rohan sepertnya apa yang dilakukannya adalah hal yang biasa.


Setelah mempersiapkan semua keperluan Anita Rohan menuju. kamar mandi untuk mandi.


Anita segera membersihkan dirinya dan secepatnya berganti pakaian sebelum Rohan keluar dari kamar mandi. Anita juga mengumpulkan pakaian kotornya dan meletakkan dalam keranjang pakaian.


Setelah semuanya selesai Anita melihat Rohan juga baru keluar dari kamar mandi , Anita menarik napas lega.


Anita melangkahkan menuju keluar ni kamar dengan membawa baskom dan pakaian kotornya.


" An.... hati hati...' tegur Rohan.


Anita berbalik melihat ke arah Rohan yang berdiri memandangnya.


" Ya." sahut Anita ,kemudian berjalan meninggalkan kamar. Setelah meletakan pakaian kotor di tempat cucian,Anita menuju dapur,Anita melihat ibu mertuanya sedang memasak untuk persiapan sarapan pagi.


" Ma...... sini Anita bantu." kata Anita mendekati mertuanya.


Ratih memandang Anita sejenak dan melihat ke arah kamar Rohan.


" Apakah Rohan mengijinkan mu keluar kamar?" tanya Ratih dengan nada cemas.


" Iya ma." jawab Anita bingung.


Ratih menganggukkan kepalannya.


" Aman...." kata Ratih sambil tersenyum.


" Kenapa ma?' tanya Anita tambah bingung melihat kelakuan mertuanya.

__ADS_1


" Anak sama papanya tidak beda jauh." kata Ratih sambil tertawa.


Ratih sudah paham betul kelakuan Rohan ,Rico dan almarhum suaminya.


Anita mulai mengerti apa yang di maksud mertuanya, Anita sebenarnya ingin tahu lebih banyak lagi ,tapi untuk menanyakan kepada mertuanya Anita merasa malu.


Anita melihat Rohan menuju ke arah mereka,


" Ma... sesudah sarapan Rohan mau bawa Anita ke luar.' kata Rohan pada mamanya.


" Kemana?"


" Ada yang mau Rohan perlihatkan." kata Rohan acuh tak acuh sambil memandang Anita yang berdiri disamping Ratih.


" Kamu mau kan nemani aku sebentar.?" tanya Rohan mendekati Anita.


" Kemana.?"


" Nanti kamu akan tahu." Rohan kemudian pergi meninggalkan dapur.


" Ma..... Rohan mau ngajak ke mana?" tanya Anita pada Ratih.


" Mama juga kurang tahu,kenapa dia tidak mengatakannya ." kata Ratih dengan bingung.


"Sudahlah,nanti kita akan tahu kemana Rohan mengajakmu Anita."


kata Ratih melanjutkan pekerjaannya.


" Iya ma.'


Keduanya kemudian segera menyiapkan sarapan pagi.


" Rico sengaja bangun siang,katanya memanfaatkan liburannya." kata Ratih sambil tertawa.


Anita menganggukkan kepala.


sambil terus melanjutkan pekerjaannya.


Tidak berapa lama sarapan sudah siap.


" An...panggil Rohan...untuk sarapan." pinta Ratih pada Anita.


Anita menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju kamar.


Dulu biasanya Ratih yang.memanggil Rohan untuk sarapan,tapi karena Anita sudah bersama Rohan dalam satu kamar,makanya Ratih menyuruh Anita yang memanggil Rohan.


Ratih menatap kepergian Anita dengan senyum kecil.


" Aku tahu Rohan mulai menyukaimu Anita, aku berharap kamu juga mau membuka pintu hatimu untuk Rohan ,anakku." kata Ratih dengan nada penuh harap.


Anita masuk ke kamar., melihat Rohan sedang menelpon , Anita menunggu hingga Rohan selesai menelpon.


Rohan berbalik dan melihat Anita berdiri di belakangnya.


" Sarapan sudah siap." kata Anita.


Rohan mengangguk dan meraih tangan Anita dan menggandengnya keluar kamar.

__ADS_1


Ratih melihat Rohan yang menggandeng tangan Anita tersenyum tipis, walaupun Rohan terlihat kaku ,sebenarnya Rohan sangatlah penuh perhatian.


Anita merasa malu pada mertuanya,tetapi dia tidak bisa melepaskan genggaman tangan Rohan.


Ratih melihat wajah Anita yang memerah menahan malu, dia jadi salah tingkah ,Ratih pura pura tidak tahu dengan apa yang dilakukan Rohan pada Anita.


." Ayo ...kita sarapan dulu." ajak Ratih sambil duduk diikuti Rohan dan Anita.


Meraka sarapan tanpa banyak bicara, beberapa kali Ratih melirik ke arah Anita yang terlihat salah tingkah,berbeda dengan Rohan yang sepertinya tidak terpengaruh


dengan keadaan Anita.


Selesai sarapan Rohan masih duduk di kursi menatap sejenak Anita ,kemudian beralih pada mamanya.


" Aku mau mengajak Anita menemui seseorang ma," kata Rohan dengan suara datar.


" O.....mama pikir tadi mau kemana.' jawab Ratih sambil tersenyum.


Anita berdiri membereskan piring kotor bekas makan yang ada di meja.


Anita bertanya tanya dalam hati ,siapa yang ingin ditemui Rohan dengan membawa dirinya. sebenarnya Anita tidak ingin pergi menemani Rohan ,tapi karena Rohan sejak kemarin membuatnya tidak bisa berkutik untuk melawan . Akhirnya Anita mengikuti saja kemauan Rohan.


Setelah Anita selesai membereskan semua di dapur Anita masuk ke kamar sedang Ratih langsung menuju ruang keluarga .


Anita melihat Rohan yang tampak sudah bersiap siap untuk pergi.


" Bersiaplah....kita akan berangkat.' kata Rohan.


" Sebentar." kata Anita segera mengambil tas dan hpnya yang ada di meja rias.


Rohan menunggu dengan sabar di depan pintu kamar.


Anita berjalan mendekat.


Rohan meraih tangan Anita dan menggandengnya berjalan ke arah luar.


" Ma....kami berangkat dulu


" kata Rohan pada mamanya ketika melewati nanya yang sedang asik menonton acara televisi.


' Ma... kami berangkat " kata Anita.


" Ya....hati hati di jalan,Rohan jagain Anita jangan sampai lepas." kata Ratih tertawa menggoda Rohan.


Rohan hanya diam,kemudian membawa Anita keluar.Sesampai di mobil Rohan membuka kan pintu mobil untuk Anita. setelah dilihatnya Anita duduk dengan nyaman dan memakai sabuk pengaman,barulah Rohan menutup pintu mobil disisi Anita.


Rohan kemudian membuka pintu mobil disamping setir. Rohan masuk dan mulai menjalankan kendaraannya setelah menutup pintu mobil disampingnya terlebih dahulu.


Tidak beberapa lama.merakansudah berada jalan raya,


"Kita mau ke mana?" tanya Anita sambil melihat Rohan yang fokus menyetir di sampingnya.


Rohan melirik Anita sejenak dan menarik napas panjang.


" Sabarlah,nanti kau akan mengetahuinya, Anita." kata Rohan pelan.


Anita diam menganggukan kepalanya,dia tidak ingin bertanya lagi toh nantinya akan terjawab kemana Rohan membawanya pergi.Keduanya diam dengan pikiran masing masing.

__ADS_1


Anita terkejut ketika mereka memasuki area komplek pemakaman umum .Anita terdiam sejenak dengan berbagai pertanyaan yang berkecamuk dalam otaknya.


*****


__ADS_2