
Rico sudah menyelesaikan ujian semester, sebentar lagi liburan.
Rico ingin liburan nanti akan dihabiskannya bersama neneknya dan Anita,Walaupun tidak seperti teman temannya yang berencana liburan ke luar daerah, Rico hanya ingin selalu bersama Anita dan neneknya
Anita baru saja keluar dari ruangan kelas, setelah ngambil buku raport semester Rico.
Anita sangat senang karenaa hasil yang dicapai Rico cukup memuaskan.
Anita bermaksud membelikan hadiah untuk Rico.Anita. mampir disalah satu toko yang menjual alat musik.Anita melihat Rico tampak tertarik pada alat musik gesek yaitu biola, dan kebetulan Anita juga pernah mempelajari alat musik tersebut.
Rico mulai tertarik pada biola setelah sering ikut latihan ekstra kurikuler seni di sekolahnya.
Setelah menemukan pilihan yang cocok,Anita meminta tolong pada pelayan toko,untuk dibungkus yang rapi,karena akan dijadikan hadiah.
Anita memasuki halaman rumah,tampak ibu mertuanya sedang duduk santai di kursi teras.
" Assalamualaikum ,ma."
" Wa'alaikum salam,Anita."
Tiba tiba matanya tertuju pada barang yang terbungkus rapi yang dibawa Anita.
" Hadiah.....?" Siapa yang ulang tahun?" tanya Ratih.
" Tidak ada yang ulang tahun ma,ini untuk Rico,ma, ......."
"Rico di mana ,ma..." tanya Anita pada mertuanya.
" Tadi di belakang,main dengan kelinci ."
Anita mengangguk." Ma .Anita ke dalam dulu..."
Ratih mengangguk sambil tersenyum.
Anita secepatnya ke dalam rumah menuju kamar Rico dan segera meletakkan hadiah yang dibelinya tadi di atas meja belajar,dan secepatnya keluar kamar kembali ke teras mendatangi ibu mertuanya..
"An.... terima kasih kamu telah memperhatikan dan merawat Rico selama ini."
" Tidak apa ma, saya suka Rico."
"Mama tidak tahu bagaimana membalas kebaikanmu selama ini " kata Ratih dengan nada terharu.
" Mama jangan berpikir seperti itu,Anita suka ma, jangan jadi beban pikiran mama." kata. Anita dengan nada lembut.
Ratih menganggukan sambil tersenyum.Dia.merasa bahagia karena baginya Anita adalah menantu yang diidam-idamkannya selama ini.
Hanya saja Rohan , anaknya yang masih tertutup matanya jadi tidak bisa melihat kebaikan Anita.
Ratih tidak bisa berbuat banyak. hanya dia lah setiap malam dia panjatkan,agar pintu hati Rohan terbuka.
" Ma...... Nenek..... " suara teriakan. Rohan nyaring terdengar sampai ke teras.
Anita dan Ratih saling berpandangan.Tak beberapa lama Rico muncul dengan hadiah ditangannya .
" Ma..Nek..."
__ADS_1
Ratih dan Anita menganggukan kepala.
"Terima kasih." Rico segera memeluk dan mencium Anita kemudian kepada neneknya.
" Boleh Rico buka?"
" Bukalah sayang,itu dari mama Anita." kata Ratih yang juga.penasaran ingin tahu apa yang diberikan Anita untuk Rico.
Rico membuka bungkusan hadiah tersebut dengan hati hati.
Tidak beberapa lama,Rico menatap dengan pandangan takjub pada hadiah yang ada ditangannya dan memandang Anita dengan penuh kekaguman.
" Ma..... Terima kasih." ucapannya dengan penuh haru.
Ratih yang melihat hadiah pemberian Anita berupa biola tampak bingung.Tapi saat melihat cucunya yang begitu girang akhirnya ikut tersenyum.
Rico segera memainkannya,Ratih yang melihat cucunya bisa memainkan alat musik tersebut terkagum kagum .
" Ma......" Rico menyerahkan biola pada Anita.Meminta Anita mencobanya.
Anita meraih biola itu dan mulai memainkan sebuah lagu wajib yang sering Ratih dengar dinyanyikan anak sekolah.
Ratih memandang takjub pada Anita,dia tidak menyangka Anita bisa memainkan alat musik.
Rico tertawa melihat neneknya bengong.
" Nek,Rico tidak perlu kursus,ada mama yang akan mengajari Rico.' kata Rico sambil memegang tangan Ratih.
Ratih hanya mengangguk sambil membelai kepala Rico.
Setelah Anita menyelesaikan lagunya dan menyerahkan biola pada Rico ,barulah Ratih berbicara.
" Mama tidak menyangka kamu bisa juga memainkan alat musik,An.'
" Hanya ini yang saya bisa ,ma." sahut Anita," Dan kebetulan Rico juga menyukainya."
" Terima kasih untuk semuanya.' kata Ratih sambil tersenyum.
Ketiganya kemudian terlibat pembicaraan hingga hari menjelang siang.
\*\*\*
Malam hari,waktu menunjukkan pukul sembilan malam, seperti biasa Rohan baru pulang, Ratih sedang berada di ruang keluarga sendirian sambil menonton berita di televisi.
" Belum tidur ma......" tegur Rohan saat melihat mamanya masih menonton televisi.
" Belum....masih belum ngantuk." sahut Ratih sambil memperhatikan Rohan yang baru datang.
" Jangan tidur kemalaman ma...jaga kesehatan." kata Rohan sambil berlalu.memasuki kamarnya.
" Ya...mama tahu,Rohan." sahut Ratih sambil mengambil remote dan mengganti channel TV.
Tak beberapa lama Rohan keluar dari kamar dan duduk disamping mamanya.
" Rico sudah tidurnya?" tanya Rohan.
__ADS_1
" Sepertinya sudah, setelah makan malam tadi Rico langsung masuk ke kamar." kata Ratih.
" Rohan mau lihat Rico dulu ma." Rohan langsung berdiri menuju kamar Rico.
Rohan membuka pintu kamar Rico, cahaya lampu yang temaram berasal dari lampu tidur cukup membuat Rohan melihat Anaknya Rico yang sudah tertidur di atas ranjangnya
Tapi tiba tiba ,matanya menangkap sosok yang terbaring tidak bergerak diatas karpet tidak jauh dari ranjang Rico.
Rohan heran kenapa Anita tidur dilantai hanya beralaskan karpet dengan dengan satu bantal dan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.
Rohan segera keluar, karena takut membangunkan Anita maupun Rico.
" Ma....kenapa Anita tidur di kamar Rico?" tanya Rohan pada Ratih.
" Rico minta ditemani." kata Ratih.
" Tapi kan Anita punya kamar sendiri,dan selama ini Rico juga selalu tidur sendiri."
" Dulu ya..tapi kita tidak tahu bagaimana keadaan Rico yang sebenarnya saat belum kenal Anita."
" Maksud mama?"
"Rico sering terbangun tengah malam dan menangis sendiri, mungkin dia ketakutan tapi tidak berani mengatakannya pada kita." kata Ratih menerangkan.
Rohan diam mencerna kata-kata mamanya.
" Dengan Anita ,Rico bisa bercerita, semuanya,tanpa beban."kata Ratih menarik napas panjang.
" Tapi tidak tiap malam Rico minta ditemani,akhir akhir ini sudah jarang,malam ini mungkin karena Rico terlalu senang hingga tidak mau berpisah dengan Anita.'
' Senang kenapa ma?' tanya Rohan penasaran.
" Rico mendapatkan hadiah dari Anita dan hadiah itu sangat disukainya."
Rohan terdiam selama ini dia tidak pernah sama sekali memberikan hadiah pada anaknya,dan ternyata justru orang lain yang lebih memperhatikan anaknya .Rohan juga tidak tahu kalau selama ini anaknya begitu kesepian,sedang dirinya terlalu asik tenggelam dalam pekerjaan yang tujuannya hanya untuk menghilangkan rasa kesepian semenjak ditinggalkan istrinya.
Rohan baru menyadari ada yang lebih memerlukan perhatian dan kasih sayangnya yaitu Rico,anaknya sendiri.
Ratih yang.melihat Rohan tampak termenung menjadi sangat iba.
" Rohan.....bukalah hatimu sedikit demi sedikit setidaknya jangan sampai kamu telantarkan anakmu, kasihan Rico,mama bersyukur saat ini ada Anita yang.memberinya kasih sayang.";Ratih mengelus tangan Rohan.
Rohan menganggukan kepalanya,"Akan Rohan coba ma..."
Rohan menyandarkan tubuhnya pada sofa dan memejamkan kedua matanya.
" Kalau kau cape,lebih baik istirahat,mama juga mau tidur sekarang." Ratih berdiri dan berjalan menuju kamarnya
Rohan menatap kepergian mamanya.Malam telah larut,Rohan akhirnya berniat untuk tidur.
Rohan melangkah menuju kamar,sambil melihat ke arah pintu kamar Rico.
\*\*\*\*
.
__ADS_1