
Rohan tergesa gesa memasuki ruang kantor nya ,hari sudah menunjukkan pukul sepuluh,dia terlambat datang ke kantor karena ada masalah yang harus diselesaikan dilapangan.
Beberapa karyawannya tidak memperhatikan kedatangannya,Rohan kembali keluar karena ada beberapa berkas yang tertinggal dimobilnya.
" Dewi....kamu pernah bertemu dengan istri bos ngga."
"Belum......" sahut gadis yang bernama Dewi.
" Bagaimana dengan kamu,apakah pernah melihat atau bertemu dengan istri pa Rohan...Min?" Dewi balik bertanya kepada Mimin.
" Aku sudah pernah bertemu,saat bos menyuruhku mengambil berkas yang ketinggalan dirumahnya."
" O...... Seperti apa ? Cantikkah?". tanya Dewi penasaran.
" Lumayan Wi.....tapi kayaknya orangnya sombong,angkuh, ngga ada ramahnya." sahut Mimin.
" Hus......hati hati kalau ngomong, kedengaran pa Rohan ****** kamu Min." kata Dewi mengingatkan.
Mimin mengangkat bahunya," Habis aku sebal, disapa tidak ada senyum sama sekali,apa memang ngga bisa senyum tu orang...."sahut Mimin sekenanya.
Dewi menggelengkan kepalanya mendengar perkataan Mimin yang baginya sangat ceplas-ceplos .
" Oh...ya Wi....kemarin aku lihat istri bos ada di swalayan lagi belanja,dan kamu tahu ngga dia ketemuan sama seseorang."kata Mimin memelankan suaranya agar tidak didengar yang lain.
"Biasa lah Min...kan itu tempat umum,tempat orang berbelanja,wajar saja." sahut Dewi.
" Kalau ketemu biasa ngga masalah, mereka membahas masalah perceraian dan tampaknya lelaki itu menyukai istri bos." sahut Mimin.
" Hati hati kalau bicara yang kamu belum tahu masalahnya nanti bisa menimbulkan fitnah." kata Dewi mengingatkan Mimin.
" Mereka juga sempat masuk restoran yang dekat dengan tempat mereka belanja,aku lihat sendiri mereka memasuki restoran." kata Mimin.
" Sudah Min....jangan cerita lagi ,nanti kalau ada yang dengar jadi bahan gosip,kita tidak tahu masalahnya." kata Dewi mengingatkan.
" Aku sebel saja dengan istri bos,kok ngga bersyukur sudah punya suami masih bisa menerima lelaki lain."
Dewi menggelengkan kepalanya." Kamu tu Min....kenapa kamu sewot gitu....pa Rohan saja kelihatannya santai dan selama habis menikah kita juga ngga dengar yang aneh aneh, hubungan mereka adem ayem aja." sahut Dewi dengan santai .
Keduanya tidak menyadari kalau Rohan mendengar pembicaraan mereka.
Seandainya topik yang mereka bahas tidak menyangkut dirinya dan Anita ,tentu dia tidak ambil pusing.tapi ini menyangkut Anita,dan tadi Minim mengatakan melihat Anita bersama lelaki di restoran.setelah tidak ada lagi kelanjutan pembicaraan karyawannya,Rohan segera berlalu menuju ruangannya.
Di dalam ruang kantornya Rohan tidak bisa konsentrasi,pikirannya tertuju pada apa yang didengarnya tadi, dan juga perkataan ibunya beberapa hari yang lalu.
Walaupun pernikahannya hanya diatas kertas tapi pandangan orang umum tentulah mereka pasangan suami istri.Dan setiap apa yang dilakukannya ataupun Anita sedikit banyak jadi perhatian.
Rohan yang selama ini acuh tak acuh menjadi berpikir dua kali,dia tidak ingin reputasinya hancur hanya karena Anita menjalin hubungan dengan lelaki lain di luar sana..
Rohan juga teringat akan perkataan ibunya kalau Anita masih mencintai suaminya.
Apakah lelaki yang ditemui Anita adalah mantan suaminya.Rohan tidak tahu,tapi ada keinginan untuk mencari tahu.
Rohan menelpon seseorang dan memberikan instruksi para Anton orang suruhannya.
***
Rohan menerima telpon dari Anton dan mengatakan tidak ada yang patut dicurigai sampai saat ini, Anita tetap melakukan rutinitas seperti biasa.
__ADS_1
Rohan menarik napas lega.
" Terima kasih..tapi tetap jangan lengah awasi terus.!" kata Rohan
" Siap bos......' sahut Anton diseberang sana.
****
Anita dan Rico sedang duduk di sebuah cafe , karena tadi Rico memintanya mampir ke cafe yang baru beberapa hari ini di buka, suasana cafe tampak sangat ramai.
Anita dan Rico tampak asik membicarakan hal yang sangat menarik,sehingga tidak memperhatikan sekelilingnya.
" Anita....,..' seseorang memanggil namanya.
Anita menoleh ke arah datangnya suara.Sejenak Anita terdiam,dia tidak menyangka akan bertdengan Ilham kembali di cafe.
Ilham duduk di depan Anita dan Rico.
Ilham menatap Anita dan Rico secara bergiliran.
" Anita dia.......'
"Ini Rico,anakku ....." sahut Anita dengan nada dingin
" Hai..... apa kabar.?" sapa Ilham pada Rico.
Rico hanya menatap Ilham ,tidak menanggapi pertanyaan Ilham.
Rico sepertinya tidak suka kehadiran Ilham karena kesenangannya yang terusik.
" Ya....Rico ....ada apa?' Anita membelai rambut Rico.
Anita paham Rico merasa tidak nyaman." Sebentar lagi kita pulang." bisik Anita pada Rico
Rico menganggukan kepalanya.
" Anita.....aku minta penjelasan mu." kata Ilham.
"Semuanya sudah jelas,apa lagi yang harus dijelaskan.'
" Bagaimana kau bisa melakukan ini?"
" Semua orang bisa melakukannya,bukan hanya aku," sahut Anita dengan kesal karena Ilham sudah mengurusi masalah yang bukan urusannya.
" Tapi aku kan pernah bilang....aku akan menunggu mu."
" Aku tidak minta kamu melakukannya." sahut Anita sinis
Entah kenapa baginya Ilham sangatlah keterlaluan.
" Ku minta jangan ganggu aku," kata Anita
" Ayo ...Rico.kita pulang.'
Rico segera berdiri ketika Anita mengajaknya pulang. Rico juga tidak menyukai Ilham, dan dia melihat Anita tidak menyukai Ilham juga.
"Anita kenapa kamu menghindari ku?" tanya Ilham.
__ADS_1
" Aku tidak ingin ada masalah dalam rumah tanggaku " sahut Anita menatap tajam Ilham.
Anita dan Rico segera berlalu dari hadapan Ilham.
Keduanya menuju tempat parkir dan segera meninggalkan cafe Rico merasa Anita marah.
" Ma..... kenapa orang itu mengganggu mama?"
" Mama tidak tahu....Rico.kita pulang ya....." kata Anita
" Ya ...ma." Rico menganggukan memandang wajah Anita yang tampak gelisah.
Ilham menatap kepergian Anita dan Rico dengan tatapan tidak percaya.Dia tidak percaya dengan perkataan Anita, Ilham merasa aneh dengan sikap Anita dengan tatapan matanya yang tidak bersahabat.
Ilham merasa Anita menatapnya seperti melihat monster yang sangat ditakutinya.
Apakah suaminya seorang pencemburu,sehingga Anita begitu takut bertemu dengannya tebak Ilham.
****
Rohan baru saja menerima telpon dari Anton dan mendapat kiriman gambar melalu hpnya.
Rohan memperhatikan gambar yang dikirim Anton.Tampak Anita dan Rico sedang duduk berdua di cafe,keduanya sedang asik berbicara,pada gambar kedua tampak seorang lelaki uang berdiri dihadapan keduanya.
Rohan memperhatikan ekspresi wajah Anita yang terkejut.
Beberapa gambar lain yang menunjukkan kalau Anita menunjukkan ekspresi wajah terlihat kesal ..
Rohan menarik napas lega, sejauh ini masih tidak ada hal yang akan membuatnya merasa dipecundangi.
Rohan menelpon Anton untuk menyelidiki siapa lelaki itu.
" Siap Bos...." sahut Anton.
Rohan kembali memperhatikan gambar yang dikirim Anton,entah kenapa dia jadi penasaran dengan Anita. dan ingin tahu lebih kenapa Anita bersedia menikah dengannya .
\*\*""
Rohan baru saja masuk ke dalam rumah ketika Handphonenya berbunyi,Rohan melihat siapa yang menelepon dan segera mengangkatnya.
" Ya Anton.ada kabar?"
" Bos laki laki itu bernama Ilham,dia adalah sepupu mantan suami Anita,...Ilham menyukai Anita sejak dulu,jauh sebelum kehadiran mantan suaminya ..sampai saat ini dia masih mengharapkan kan Anita ."
Rohan terdiam mendengarnya.
" Ilham tidak menyangka kalau Anita sudah menikah dengan bos.dan tampaknya Anita berusaha menghindari Ilham.Anita tidak menyukainya,aman bos."
" Terimakasih infonya," sahut Rohan langsung menutup telponnya.
Rohan melihat Anita berjalan ke kamar anaknya Rico, sepertinya tidak memperdulikan kehadirannya.
Rohan segera menuju kamarnya..untuk membersihkan diri,dan secepatnya beristirahat.
Malam sudah larut tapi Rohan tidak bisa memejamkan matanya,entah pikiran apa yang mengganggunya, kesunyian malam tidak juga bisa membuatnya mengantuk,baru pukul tiga Rohan bisa tertidur.
\*\*"\*
__ADS_1