MENGEJAR CINTA ANITA

MENGEJAR CINTA ANITA
Keakraban Rohan dan Rico


__ADS_3

Rohan masih memeluk Anita dengan erat,Anita hanya meletakkan tangannya di dada Rohan, Anita merasakan detak jantung Rohan yang berpacu dengan cepat.


" Rohan..."


" Ya.... Anita...". Rohan tidak melepaskan pelukannya.


" Rohan......nanti ada Rico." kata Anita dengan nada cemas.


" Diam lah...... "


" Tapi....."


" Tenang lah...Rico tidak akan marah kalau mamanya aku peluk. " bisik Rohan.


Anita menengadahkan wajahnya menatap Rohan seakan tidak percaya dengan apa yang dikatakan Rohan.


Rohan dengan tubuhnya yang kekar tetap memeluk erat Anita dan menundukkan kepalanya menatap Anita.


" Tapi..... aku tidak bisa seperti ini,Rohan..."


" Nanti kamu akan bisa..." jawab Rohan sambil merapikan rambut Anita.


Anita merasakan keanehan pada diri Rohan.


Anita tidak tahu betapa Rohan berusaha sekuat tenaga mengendalikan dirinya untuk tidak berbuat lebih pada Anita.


Rohan menatap mata hitam Anita yang tampak kebingungan ,berbeda degan Rohan yang berusaha untuk tidak mencium bibir lembut Anita yang terlihat sangat mengundang di depan matanya.


Rohan masih memeluk tubuh Anita,Rohan tidak menyadari ada sepasang mata melihat dari luar kamar yang pintunya tidak ditutup.


Ratih melihat Rohan menarik Anita dalam pelukannya,Matanya berkaca kaca, Ratih sangat terharu, akhirnya Rohan sudah mulai mau menerima Anita,itu sudah langkah yang sangat besar bagi Rohan.


Tidak terasa air mata menetes dipipinya.Ratih segera mengusapnya takut ada yang mengetahui. Ratih segera berlalu menuju dapur sambil tersenyum sendiri.


" Kalau begitu tolong lepaskan aku Rohan,aku ingin bantu mama, seharian sudah aku disini." pinta Anita.


" Aku sudah bilang ke mama,kamu istirahat dan tidak boleh diganggu.paham.....!!!" kata Rohan sambil memegang dagu Anita.


"Baiklah kalau itu mau kamu, tapi besok aku tidak perlu istirahat lagi." kata Anita.


Rohan memandang ragu pada Anita untuk mengiyakan.


Akhirnya Rohan menganggukan kepalanya.


" Tapi kamu tidak boleh bekerja dahulu." kata Rohan sambil mellonggarkan pelukannya.


Anita membelalakkan matanya mendengar perkataan Rohan.


Bagaimana Rohan bisa memintanya seperti itu.


Anita hanya mengangguk,akan sulit bagnya berbantahan dengan Rohan.


" Sebaiknya kamu istirahat ," kata Rohan.


,"Ya." kata Anita sambil menyandarkan punggungnya npada ranjang.


Anita masih memikirkan sikap Rohan yang sangat jauh berbeda dari waktu pertama berjumpa.


Rohan berubah jadi lembut,yang tadinya acuh tak acuh berubah jadi perhatian.

__ADS_1


"Sepertinya ada yang salah pada Rohan,.... apakah karena merasa aku menyelamatkan Rico hingga dia jadi seperti ini.?" tanya Anita dalam hati.


Sebenarnya kejadian itu bagi Anita tidaklah perlu dibesar-besarkan,kalau tidak ada dirinya tentulah ada orang lain yang menyelamatkan Rico.


Anita bangkit dari tempat tidur menuju jendela kamar, Anita melihat ke arah luar jendela. Sebenarnya Anita ingin keluar kamar,tapi Riohan tidak memperbolehkannya dan menyuruhnya istirahat,. membuat Anita mengurungkan keinginannya.


Anita juga tidak suka berbantahan dengan Rohan dan juga Anita belum mengenal Rohan sepenuhnya.


Anita melihat Rico masuk ke kamar dengan membawa baki yang berisi susu dan beberapa cemilan.


" Ma..... minum susunya dulu." kata Rico sambil meletakakan baki di nakas.


" Rico....tidak perlu seperti ini,mama tidak apa apa." kata Anita.


" Mama harus sehat....ini tadi papa yang siapkan,tadi papa yang bikinkan susu buat mama." kata Rico.


" Apakah papa Rico yang meminta Rico untuk mengantarkan ini pada mama?" tanya Anita sambil menyentuh bahu Rico.


" Tidak ma......Rico yang mau sendiri,tadi kebetulan papa lagi di dapur bikin susu,Rico tanya untuk siapa,papa bilang untuk mama,Rico minta pada papa biar Rico yang ngantar." kata Rico.


" Terimakasih ,mama sudah merepotkan Rico juga papa Rico."


" Tidak merepotkan kok ma,nanti juga Rico dikasih hadiah sama papa." kata Rico tertawa.


" Hadiah?" tanya Anita.


" Iya ,ma."


" Hadiah apa?" tanya Anita penasaran.


" Rahasia ma, nanti akan Rico beritahu pada mama kalau papa membolehkan.'" kata Rico sambil tersenyum meninggalkan Anita.


karena Rico tidak akan memberitahukan padanya.


***


Ratih melihat Rohan dan Rico tampak akrab, selama ini Ratih tidak pernah melihat mereka berdua berbincang serius.


.


Ratih mendekati anak dan cucunya.


" Ada apa,kok serius sekali.' tegur Ratih.


" Rohan dan Rico melihat kedatangan Ratih.


" Tidak ada apa apa,ma,hanya ini bulan depan sekolah Rico akan mengadakan kemah." kata Rohan pada mamanya.


" Apakah Rico akan ikut?' tanya Ratih sambil memandang cucu kesayangannya.


" Rico ingin ikut nek,apakah boleh??"


Ratih memandang Rico yang tampak berharap dia mengijinkan Rico ikut.


" Rico serius mau ikut? Apa nanti Rico tidak mencari mama,papa.juga nenek?' Ratih balik bertanya.


" Tidaklah nek.... Rico sudah besar, Rico ingin belajar sendiri nek." kata Rico dengan semangat.


" Baiklah...nenek tidak melarang ,karena Rico laki laki,kalau perempuan nenek tidak akan mengijinkan." kata Ratih

__ADS_1


Rico melotot mendengar perkataan neneknya,tapi kemudian tersenyum.


" Untung Rico,laki laki." katanya sambil tertawa.


Rohan juga ikut tertawa mendengar perkataan Rico.


Demikian juga Ratih akhirnya ikut tertawa.


Kemudian mereka terlibat pembicaraan yang cukup lama.


Ratih merasakan kembali kehangatan yang dulu pernah hilang, dan juga melihat Rohan yang tampak lebih bersemangat lagi


Rohan dan Rico yang tampak akrab


dan kelihatannya keduanya sangat kompak.


" Rohan..... bagaimana keadaaan Anita.. kenapa tidak keluar?" tanya Ratih ingin tahu.


" Anita baik saja ma, Rohan memintanya untuk istirahat dulu." kata Riohan.


" Tapi kasihan kan Anita sendirian,tidak ada yang menemani,mama mau lihat Anita." kata Ratih.


" Ma....biarkan Anita beristirahat dulu, besok sudah bisa keluar." kata Rohan melarang mamanya.


Ratih diam ,tidak jadi berjalan menuju kamar Rohan.


Ratih kembali duduk dan menatap Rohan seolah meminta jawaban .tetapi Rohan tidak memperdulikan mamanya.


" Rohan...apa yang terjadi pada Anita?" tanya Ratih penasaran.


" Tidak ada apa apa ma."


"Kenapa kalian memindahkan semua pakaian dan barang Anita ke kamar mu ,Rohan."tanya Ratih


" Rohan hanya ingin menjaganya ma,' jawab Rohan.


" Tapi kan tidak perlu dengan memindahkan barang-barang Anita kan ?" tanya Ratih.


Rohan diam tidak menjawab dan memandang mamanya.


" Apakah mama tidak menyukainya?" tanya Rohan .


Ratih terkejut mendengar pertanyaan.Rohan dan segera menggelengkan kepalanya.


" Mama menyukai Anita.....tapi apakah Anita bersedia pindah kamar denganmu?"tanya Ratih.


" Rohan tidak akan melakukan apa apa ma,Rohan hanya ingin menjaganya.' kata Rohan dengan nada sedih.


" Mama tidak keberatan dengan apa yang kamu lakukan,tapi jaga juga perasaan Anita , mama menyayangi kalian semua, dan mama berharap Anita selanya ada dirumah ini." kata Ratih sambil memandang Rohan.


" Rohan juga inginkan seperti itu,Rohan sudah meminta pada Anita." kata Rohan.


Ratih terkejut mendengar pengakuan Rohan.


" Bagaimana reaksi Anita.?" tanya Ratih penasaran sambil membenarkan duduknya.


" Anita bilang dia akan berusaha untuk tetap disini ,dirumah ini,bersama kita" kata Rohan.


Ratih menarik napas lega, paling tidak masih ada waktu untuk membuat keduanya saling cinta.

__ADS_1


\*\*\*\*\*


__ADS_2