MENGEJAR CINTA ANITA

MENGEJAR CINTA ANITA
Pertemuan kembali


__ADS_3

Anita mendapat pemberitahuan dari Pengadilan Agama melalui pesan singkat lewat WA.,kalau dia diminta hadir pada sidang pertama dengan membawa saksi .


Semula Anita agak bingung untuk mencari saksi, barulah teringat dengan Lina sahabatnya yang mengetahui semuanya.


Anita menemui Lina yang berada di ruangannya.


"Sibuk Lin?"


"Tidak,An.ada apa?"


"Dua hari lagi aku akan menghadiri sidang pertama,mereka minta aku bawa saksi,maukah kau menolongku Lin,untuk jadi saksi?"


"Aku akan jadi saksi An,Tenang saja." sahut Lina.


"Tapi ini akan menyita waktumu Lin."


"Jangan terlalu dipikirkan An.santai saja lah "


"Makasih ya."


"Jangan berterimakasih seperti itu,ini hitung hitung cari pengalaman."


"Ih..pengalaman apa Lin,pengalaman orang cerai? Amit amit Lin jangan sampai terjadi sama kamu."


"Janganlah,aku tidak mau juga An,paling tidak bisa cuci mata ,siapa tahu ada duren di sana."


" Pengadilan Agama bukan pasar buah Lin."


"Ih... siapa juga bilang pasar buah,kamu kurang info An,,kelamaan ngeram di rumah kayak ayam tapi tidak menetas juga,itu duren bukan buah tapi duda keren."sahut lLina tertawa.


Anita hanya nyengir mendengar perkataan Lina.


"Apakah tekadmu sudah bulat An?" Lina tahu sebenarnya Anita masih mencintai Hardi,tidak akan segampang itu untuk bisa melupakan Hardi.


'Kamu tahu keadaanku Lin,kamu tahu aku juga masih mencintainya,tapi aku tidak mau menjadi dinding pemisah antara anak dan orangtua, dan juga aku tidak ingin mendengar hinaan ibunya padaku diketahui ibuku, pasti ibu akan terluka,dan juga kau tahu Lilian adalah cinta pertama Hardi,aku tidak tahu kenapa dulu mereka memutuskan pertunangan dan kembali bersatu saat aku hadir disisi Hardi."


"Tapi An. kau tahu kan kelakuan Lilian selama ini."


"Yang kutahu Lilian bermuka dua dan pandai menghasut,selebihnya aku tidak tahu Lin.'


"Apakah kau masih marah pada Hardi yang telah membohongimu.?"


"Tidak Lin,aku tidak marah dan aku sudah memaafkannya, aku rasa semua ini tidak sepenuhnya kesalahan Hardi,ada orang lain yang ikut serta, dan aku juga terlalu emosi,dan aku juga tidak mengetahui apa yang terjadi sebenarnya,aku terbawa amarah saat itu."


"Apakah kau menyesal?"

__ADS_1


"Tidak Lin.aku hanya berpikir bahwa yang kualami mungkin perjalan hidup yang harus aku tempuh saat ini."


"Bagaimana rencanamu selanjutnya An?"


"Belum ada Lin.aku fokuskan ke sidang ini dulu,kalau sudah selesai semuanya ,barulah aku mengatur dari awal."


Lina menganggukan kepalanya


"An,bagaimana dengan desain yang kuminta,apa sudah selesai?"


"Sudah,aku ambil dulu ya."Anita beranjak dari duduknya.


Lina menatap kepergian. sahabatnya sambil menggelengkan kepala.


"Dasar keras kepala." sungutnya dalam hati.


Tapi biar bagaimanapun Anita tetap sahabatnya yang terbaik.


Hari Senin ,pukul delapan pagi Anita sudah berada di ruang tungga Pengadilan Agama, sedangkan Lina akan menyusul nanti jam sembilan.


Anita sedang fokus menonton berita dari sebuah saluran televisi yang di siapkan di ruang tunggu,sehingga tidak menyadari kehadiran Hardi yang duduk disampingnya.


"Anita."Hardi menyentuh tangan Anita.


"Aku tidak ingin kehilanganmu An,kumohon cabutlah gugatan cerai ini."pinta Hardi mohon.


Anita hanya diam membeku tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


"Abang minta maaf,Abang salah pada Anita,."Anita menarik napas panjang,sebenarnya dia tidak ingin mendengar perkataan itu lagi,hanya akan membuatnya teringat akan kebodohannya.


""Anita juga minta maaf karena sudah berkata kasar pada Abang."


"Maukah kita memulai dari awal An." pintu Hardi dengan tatapan memohon .


"Tidak bang,aku tidak bisa."


"Kenapa An,"


"Bang,ingat ada Lilian dan anak yang membutuhkan mu."


"Apa karena Lilian? setelah anak itu lahir akan menceraikannya An."


"Kenapa Abang begitu kejam?!"


"Karena aku tidak yakin anak itu darah dagingku,aku dijebak."ucap Hardi penuh amarah.

__ADS_1


Anita terdiam sesaat mencerna ucapan Hardi.


"Apa maksud Abang dengan dijebak?"


"Aku bukan lelaki bodoh yang tidak tahu waktu kehamilan perempuan An.Satu bulan setelah perbuatan terkutuk itu karena keteledoran ku meminum air yang sudah diberi obat oleh kedua orang tua Lilian.aku tidak pernah menyentuhnya ,tiba tiba aku dapat kabar perempuan itu sudah hamil tiga bulan,apakah itu wajar?Bibit siapa yang sudah ditanam dalam perut Lilian sehingga aku yang harus bertanggung jawab."ucap Hardi dengan nada frustasi.


"Kenapa Abang tidak membantah?"


"Bagaimana aku bisa membantah dibawah ancaman orang tua Lilian dan ancaman ayah dan ibu.dengan sangat terpaksa aku menikahinya An."ucap Hardi dengan mata berkaca-kaca .


"Maaf kan Abang An."


"Abang cinta kamu An.abang hanya ingin denganmu."


"Saya juga cinta Abang,tapi sepertinya tidak mungkin lagi kita bersama bang,akan ada banyak hati yang terluka,cukup kita berdua saja yang terluka."


"Tidak ada yang terluka bila kita bersama An,"


" Ada bang,kedua orang tuamu,sejak awal Abang sudah tahu ibu tidak menyukaiku,Abang tetap berkeras dan aku juga tidak tahu diri, aku tidak ingin hal ini terulang lagi.jadi baiknya kita sudahi sampai di sini,aku berharap Abang akan dapat jodoh yang lebih baik dari aku."


" Dan mengenai Lilian ,sesuai dengan keyakinan Abang,pasti nanti


akan terjawab semuanya."


Anita memandang Hardi yang diam,


"Ku mohon Abang tidak keberatan dengan apa yang sekarang aku lakukan.mencintai tidak harus memiliki bang.'ucap Anita datar.


Anita mulai mendapat titik terang masalah yang dihadapi dia dan Hardi,tapi walau bagaimanapun mereka tetap tidak akan bahagia nantinya bila bersama,karena mertuanya tidak merestui mereka,apakah rumah tangga akan bahagia bila tanpa restu orang tua,terbukti sekarang,baru mengarungi bahtera rumah tangga dua tahun keadaan dirinya dan Hardi sudah hancur.Anita tidak ingin hal ini terulang lagi kedepannya,jalan terbaik baginya adalah berpisah walaupun akan meninggalkan luka yang dalam.


Sosok perempuan yang sudah dikenal Anita memasuki ruang tunggu sambil berlari.


"Aku tidak telat kan An."sapanya dengan kedua mata melotot melihat Hardi yang duduk disamping Anita.


"Kalian......'


"Duduklah dulu.aku jelaskan."ucap Anita sambil menunjuk bangku kosong yang ada disampingnya.


Setelah mendengar penjelasan yang panjang lebar Lina mengerti,dan dia mendukung apapun keputusan yang diambil.karena waktu juga tidak bisa diulang. .


Sidang pertama dilalui dengan lancar dan tanpa hambatan dan tampaknya akan langsung final,karena kesepakatan kedua belah pihak,walaupun ada sedikit alot mengenai harta Gono gini,karena Hardi berkeras untuk memberikan pada Anita,tetapi Anita menolaknya.


Lina hanya melongo melihat perdebatan kedua orang tersebut yang baginya sangat aneh.Biasanya harta Gono gini yang jadi rebutan,saling menolak.


"Duh, bikin pusing hakim saja ini orang dua."omel Lina dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2