
Semenjak pulang sekolah hingga malam hari Rico tidak berbicara sepatah kata pun.
Beberapa kali Ratih memancing pembicaraan walaupun hanya menanyakan bagaimana keadaannya,sama sekali tidak pernah digubris.
Saat makan malam pun,Rico tetap diam membisu,wajahnya ditekuk.
"Ada apa ni anak,ngga seperti biasanya,l" gumam Ratih.
Rico hanya diam ,pandangannya beralih pada papanya, yang tidak peduli dan asik menikmati makan malamnya.
Rico benar benar kesal sama papanya,karena menolak permintaannya tadi pagi.
Rico meninggalkan meja makan tanpa memakan makanannya.
Ratih yang melihat kepergian Rico berbalik memandang Rohan.
"Ada apa dengan Rico,perasaan tadi pagi baik baik saja,apa kamu tahu sesuatu Rohan?
"Tidak tahu ma,sejak dari dijemput pulang sekolah ,ngga ada ngomong sama Rohan, wajahnya juga ditekuk."
"Pasti ada masalah, tidak mungkin Rico bertingkah seperti itu." sahut Ratih.
Ratih buru buru menghabiskan makanannya,dia sangat risau melihat keadaan cucu satu satunya yang dia sayang.
Setelah selesai makan dan membereskan meja makan,Ratih bergegas menuju kamar Rico.
"Boleh nenek masuk?"Ratih mengetuk pintu kamar Rico yang setengah terbuka..
Rico melihat neneknya yang berdiri di depan pintu kamar seolah menunggu jawabannya.
"Masuklah nek,!"
Ratih.melangkah masuk dan duduk disamping Rico yang duduk dilantai beralaskan karpet bulu yang lembut.
Ratih mengelus pundak Rico dengan lembut,Ratih melihat tatapan cucunya yang tampak kosong.
"Ada Rico,apa ada yang mengganggu mu di sekolah tadi?"
Rico menggelengkan kepalanya.
"Terus kenapa Rico diam,ngga mau ngomong sejak pulang dari sekolah?"
Rico menatap neneknya,
"Rico marah sama papa!"
"Marah sama papa,kenapa?"
"Papa ngga bolehkan Rico ketemu dengan Bu Anita,"
Ratih terdiam,"Papa bilang apa ke Rico?'
"Tadi pagi kan Rico bilang mau ketemu Bu Anita,terus papa jawab siapa yang antar,papa sibuk,gitu jawabnya,,kalau papa sibuk Rico kan bisa naik taxi atau ojek,Rico punya alamat rumah Bu Anita." sahut Rico agak emosi.
__ADS_1
" Bilang saja ngga boleh,ngga perlu pakai alasan segala,bikin sebel." ucap Rico ketus.
Ratih tersenyum,"Kalau papa tidak mau ngantar Rico,kenapa nggak ngajak nenek aja." Ratih menawarkan diri.
Mendengar perkataan Ratih ,Rico mengangkat wajahnya yang sedari tadi tertunduk.
"Benarkah nek,?"tanyanya setengah tidak percaya.
'Benar lah,masa nenek bohong."
"Nenek benar benar mau nemani Rico?"
"Iya, nenek juga pengen ketemu seperti apa Bu Anita yang sudah memikat hati cucu nenek sehingga mengabaikan nenek." ucap Ratih sengaja dengan nada sedih.
" Siapa yang mengabaikan nenek,Rico sangat sayang nenek,tunggu!.... apa nanti nenek akan memarahi bu Anita kalau bertemu?"
Ratih tertegun ,sejauh itu pikiran Rico,cucunya takut sekali kalau dia akan memarahi Anita.
"Nggak lah, sayang,yang penting Rico senang." Ratih memeluk tubuh cucunya yang harus akan kasih sayang seorang ibu yang tidak pernah dia dapatkan sejak kecil
"Apa nenek marah kalau Rico menganggap Bu Anita sebagai ibu Rico nek?"
"Tidak," jawab Ratih.
"Rico sebenarnya ingin Bu Anita jadi mama Rico ,nek."
"Kenapa tidak Rico tanyakan ke Bu Anita."
"Tapi Rico takut Bu Anita tidak mau."
Rico mengangguk senang,matanya tampak berbinar binar.
"Rico,kalau Rico ingin ibu Anita jadi mama Rico dan tinggal disini,ibu Anita harus jadi istri papamu lho."Ratih sengaja berbicara begitu memancing reaksi Rico,dia juga tidak terlalu khawatir berbicara seperti itu, karena Ratih tahu cucu nya memiliki pikiran yang lebih dewasa dari anak anak seumurnya,dan mengetahui tentang hubungan antara anak dan orang tua,antara saudara antara hubungan suami dan istri,hubungan kekerabatan,ataupun hubungan sepasang kekasih.
Rico tersenyum sumringah.
"Tinggal nenek bilang ke papa untuk jadikan Bu Anita istri papa,kan nantinya jadi mama Rico."
Ratih menggaruk kepalanya yang tidak gatal,apa yang dikatakan Rico tadi membuatnya tidak bisa bicara, bagaimana dia harus menerangkan kepada Rico,untuk mengatakannya bisa saja ,tapi melaksanakannya bukan perkara mudah.
"Nanti nenek akan bicara sama papamu,sekarang tidurlah,sudah malam."
"Ya nek,"
Ratih keluar dari ruangan Rico dengan bingung.
Ratih berjalan menuju kamar Rohan, dilihatnya Rohan masih belum ridur,.
"Rohan ,mama mau bicara."
"Ada apa ma?"
"Masalah anakmu Rico."
__ADS_1
"Ada apa dengan Rico ma,akhir akhir ini Rico banyak membuat masalah."kata Rohan acuh tak acuh
"Rico anak yang cerdas,seharusnya kamu bangga dengannya."
"Tapi permintaannya itu yang tidak masuk akal."
"Tidak masuk akal bagai mana Rohan?"
"Seperti tadi pagi ,katanya mau bertemu Anita,sedang kita tidak tahu siapa wanita itu."
"Apakah kau sudah mencari tahu tentang Anita?" tanya Ratih.
"Belum ma,"
"Secepat lah kamu cari tahu."
"Kenapa mama begitu antusias?"
"Ini berhubungan dengan Rico, keinginannya supaya Anita jadi mamanya kamu tinggal pikirkan saja lagi kemana arahnya."
"Dan satu hal lagi,mama tidak ingin Rico kecewa,"
"Ini salah ma, bagaimana mana anak ini punya pikiran yang salah." kata Rohan dengan geram sambil mengepalkan genggam kedua tangannya.
"Rico tidak salah,Rohan,anakmu haus kasih sayang seorang ibu,walaupun mama menyayanginya tapi ada perbedaan kasih sayang ibu dan neneknya,dan tampaknya Rico mendapatkan pada Anita.
Rohan menggelengkan kepalanya.
"Ini tidak boleh terjadi."ucap Rohan.
" Kamu jangan keras kepala Rohan,Jangan egois, pikiran masa depan Rico,mama tahu kamu masih belum menerima kepergian Linda,tapi sampai kapan? Buka hatimu sekarang,mama tidak mau cucu mama menderita,cukup kamu saja yang menderita,!" ucap Ratih agak keras dan beranjak meninggalkan kamar Rohan.
Setelah kepergian mamanya Rohan tercenung mengingat Linda istrinya,istri yang sangat disayanginya dan harus diambil darinya tanpa dia bisa mempertahankan.
"Linda, bagaimana ini,apa yang harus aku lakukan, aku tidak ingin menghianati cinta kita,aku mencintaimu"ucap Rohan dengan mata berkaca-kaca .
Tidak ada yang tahu akan kepedihan hati Rohan,sejak ditinggal pergi istrinya,dan sejak kepergian Linda dia menutup dirinya dan tidak seorang pun yang tahu keadaan dirinya kecuali mamanya.
Beberapa kali mamanya meminta untuk mencari pengganti Linda karena kasihan dengan cucunya,tapi tidak pernah di gubris.
Rico kini dihadapkan dengan pilihan yang pelik.antara kondisi dirinya dengan anaknya,salah satu harus dikorbankan,apakah dia mengorbankan Rico demi egonya atau mengorbankan dirinya demi Rico.,.Rohan berada dalam pilihan yang sulit , seperti makan buah simalakama.
Rohan meremas rambutnya dengan keras,kenapa masalah ini muncul disaat dia sudah merasa nyaman dengan kesendiriannya.
Rasa marah dan jengkel bercampur jadi satu.
Hingga larut malam.Rohan belum bisa tidur, pikirannya tidak karuan. berapa kali Rohan mencoba memejamkan matanya tetapi tidak bisa.
Hingga jam tiga pagi Rohan masih belum tertidur hingga akhirnya dia mengambil keputusan mengikuti saran mamanya,
"Linda, maafkan aku.Aku tidak tahu lagi apa yang harus kulakukan "
katanya sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.
__ADS_1
\*\*\*\*\*