
Anita memasuki kamar Rico, dilihatnya Rico tidak ada dikamar.Anita keluar bermaksud mencarinya, ternyata Rico ada di ruang keluarga duduk di sofa sambil menonton acara televisi.
" Rico....sudah malam ,waktunya tidur." kata Anita sambil memegang pundak Rico.
" Bentar ..ma Rico mau tunggu papa pulang dulu,Rico mau ketemu papa."
"Papa pulangnya malam, Rico besok sekolah,nanti ngantuk lho di sekolah."
" Ngga ma, Rico ngga akan ngantuk."
Anita duduk di samping Rico." Ada apa Rico kok pengen ketemu papa malam ini,kan besok masih ada waktu."
" Rico pengen minta sesuatu sama papa.'
"Minta apa,Rico, besok kita cari." sahut Anita membujuk Rico.
" Ngga ma, bilang Nene,cuma papa yang bisa kasih Rico."
Anita bingung menatap Rico dengan penuh pertanyaan.Rico mungkinlah sudah meminta pada neneknya tetapi disuruh minta pada papanya.
" Kalau boleh mama tahu, Rico mau minta apa sama papa."tanya Anita penasaran.
"Rico mau minta adek,kata Nenek mintanya sama papa," jawab Rico dengan senyum yang mengembang.
Anita terdiam beberapa saat
" Rico pasti akan bicara pada Rohan malam ini, anak ini keras kepala bila kemauannya belum tercapai dia akan tetap.menunggu ." gumam Anita..Anita tidak sanggup bila harus berada didekat Rico saat dia.mengatakan keinginannya,Apa kata Rohan nantinya.
" Aku harus.menyingkir." gumam Anita.
" Rico......mama kurang enak badan...mama ngga bisa temani Rico nunggu papa,." ucap Anita sambil mengelus kepala Rico.
"Mama tidur aja dulu, Rico berani kok sendiri."
" Benar ... Rico ngga apa apa.,kalau.mama tinggal?" tanya Anita memastikan.
" Benar ma" Rico menganggukan kepalanya
Anita berdiri meninggalkan Rico yang masih duduk di sofa ,perasaannya menjadi tidak enak.Anita tidak tahu apa yang akan dilakukan selanjutnya. Anita membaringkan tubuhnya berusaha memejamkan kedua matanya , tetapi tidak berhasil yang ada justru rasa kantuknya tidak ada.
Jantung Anita berpacu dengan cepat saat mendengar pintu di buka dari luar, Rohan memang sengaja membawa kunci sendiri ,dia tidak ingin membangunkan siapapun kalau dia pulang malam.
Anita mendengar suara Rico yang menyapa papanya " Papa sudah pulang.'
Rohan yang terkejut melihat Rico masih belum tidur.
" Rico ....belum tidur?"
__ADS_1
" Ya....pa,Rico sengaja menunggu papa pulang."jawab Rico.
Rohan tersenyum, pikirannya sudah bisa menebak kelakuan Rico seperti ini ,pasti ada maunya.
"Tumben belum tidur anak papa, yang ganteng ini." kata Rohan duduk di sofa ,sambil melepas kancing baju yang dipakainya.
Rico tertawa, semenjak beberapa bulan terakhir ini,Rico kelihatan sangat ceria,tidak ada lagi sosok Rico yang pendiam dan murung.
Rohan merasa Rico lebih bersemangat lagi.
" Ada apa Rico kok tumben nunggu papa,?"tanya Rohan.
" Rico mau ngomong sama papa...."
Rohan melihat Rico,benar apa yang diduganya.Rohan tersenyum, " Mau ngomong apa?"
" Pa.....tapi. .jangan marah ya.' Rico tampak ragu ragu memandang Rohan
" Tidak....papa tidak marah, Rico bicara aja sama papa." bujuk Rohan
" Rico pengen seperti teman teman Rico pa....."Rico menghentikan ucapannya dan memandang Rohan dengan wajah khawatir.
" Rico mau apa?'
" Rico pengen punya adek pa, biar Rico ada temannya main."
Rohan menenangkan dirinya ,dan berusaha menaikkan gejolak di dadanya.
" Kenapa sekarang Rico mau punya adik?" Tannya Rohan.
" Teman teman Rico semuanya punya pa,hanya Rico yang belum punya adik.'
Rohan meremas rambutnya.
" Tadi Rohan sudah minta sama nenek,tapi bilang.nenek tidak bisa beri Rico adik,yang bisa beri Rico adik cuma papa." sahut Rico dengan wajah polos
Rohan bingung harus menjawab apa.Rico belum saatnya tahu hal seperti itu. tapi bagaimana menjelaskannya.
" Rico benar benar mau adik?" tanya Rohan memastikan,dan berharap Rico hanya bercanda atau ngigau.
" Ya pa."
Rohan menarik napas ,memejamkan kedua matanya,bayangan Linda tiba tiba melintas dimatanya.
" Kenapa bisa seperti ini Linda, bagaimana aku bisa mengatasi ini semua." gumam Rohan dalam hati.
"Rico.....sekarang Rico tidur dulu,papa akan pikirkan permintaan Rico." kata Rohan pelan sambil mengusap kepala Rico.
__ADS_1
Rico mandang papanya,dengan ragu,takut permintaannya tidak dikabulkan.
" Tapi pa.....'
" Sudah malam ....Rico tidur dulu,..papa mau ngomong sama nenek ya."
"Tapi papa janji dulu mau kasih Rico adik "pinta Rico.
"Ya ..papa janji."
"Kalau gitu , Rico.mau tidur sekarang pa." kata Rico sambil berdiri dan memeluk Rohan.
Mendapat perlakuan manis dari anaknya membuat Rohan sedikit bingung,karena selama ini Rico tidak pernah bersikap hangat dan manis padanya,yang ada sering aura permusuhan yang dipancarkan
.Rico.
Rohan menatap kepergian Rico dengan pandangan mata nanar.Tapi pandangannya menjadi tidak yakin karena Rico memasuki kamar Anita bukan kamarnya sendiri.
Rohan memeriksa kamar Rico ,dan benar benar kosong,berarti apa yang dia lihat tadi benar.
Rohan berjalan menuju kamar Anita yang pintunya tidak tertutup rapat,masih ada celah bagi Rohan untuk melihat ke dalam.
Rohan melihat Rico berbaring disampingnya Anita dengan kedua tangannya memeluk lengan Anita.
Kelihatannya Anita sudah tertidur.
Rohan segera merapatkan pintu kamar dengan pelan takut membangunkan Anita,dan segera berlalu menuju kamarnya sendiri.
Rohan segera mandi,rasa gerah ditubuhnya semakin bertambah setelah.mengobrol dengan anaknya tadi.
Rohan menyiramkan air dingin pada seluruh tubuhnya, berharap semua yang membuatnya gerah menjadi hilang.
Hampir satu jam Rohan dikamar mandi,kemudian segara keluar dengan tubuh yang hanya dililit handuk sebatas pinggang.Tampak tubuh kekar dengan dada bidang sedang berdiri didepan jendela kamar yang diraihnya belum tertutup.Tubuh Rohan yang terlihat kokoh dengan otot lengan yang bagus,Rohan bukanlah orang yang suka berolah raga ataupun nge-gym.tapi pekerjaannya lah yang membuatnya tubuhnya terbentuk dengan sempurna.Rohan memiliki puluhan armada dan alat berat,yang siap disewa konsumennya.,banyak perusahaan. ataupun perorangan yang sering memakai armada miliar knya.dan Rohan mengutamakan pelayanan yang prima, dia akan terjun langsung mengecek kelayakan armada miliknya apakah layak pakai atau tidak,kepuasan konsumen menjadi yang utama bagi usaha yang dijalaninya saat ini.
Rohan adalah pekerja keras yang handal banyak yang.mengagumi keuletan dan ketelitiannya dilapangkan.
Rohan memang termasuk pengusaha yang sukses,tapi disisi lain Rohan selalu mendapat cibiran karena kehidupan pribadinya berbanding terbalik dengan usahanya yang semakin besar.
Namun Rohan tidak pernah memperdulikan hal itu,selama baginya tidak merugikan orang lain ,dia akan terus menjalaninya.
Tapi malam ini......pikirannya menjadi terganggu.......Rico anaknya seolah membangunkannya dari tidur yang panjang....
Rohan menatap langit yang tampak kelam ,tidak ada bintang satupun sana,selama suasana hatinya saat ini.
Udara dingin malam tidak membuatnya merasa kedinginan
\*\*\*\*
__ADS_1