
Anita sedang membersihkan kamar Rico ketika pintu diketuk seorang. Anita melangkah keluar kamar menuju pintu.
Anita melihat seorang wanita cantik berdiri didepan pintu,
" Cari siapa ya mba?" tanya Anita.
"Kamu tidak kenal aku ya?'
Anita menggelengkan kepalanya.
" Maaf mba siapaya?" tanya Anita.
" Aku ada ipar Rohan,kenalkan aku Susi." wanita yang angkat bernama susi.menyodorkan tangannya pada Anita
" Oh.....saya Anita."
Susi melangkah masuk.ke rumah dengan leluasa,Anita mengikuti dari belakang.
Anita merasa aneh dengan tingkah Susi yang seenaknya saja masuk kerumah mertuanya tanpa rasa sungkan.
"Ibu Ratih dimana?' tanya Susi pada Anita,
"Ada di kamar, sedang istirahat."
Susi langsung berjalan menuju kamar ibu mertuanya.
" Mba ,beliau baru saja istirahat,tolong jangan diganggu.' kata Anita menghalangi Susi.
" Minggir,apa hakmu melarang saya menemui Bu Ratih?" bentak Susi pada Anita.
Mendengar perkataan kasar yang keluar dari mulut Susi membuat Anita, emosi,tapi berusaha ditahannya,dan dengan pandangan dingin dan tajam Anita menjawab pertanyaan Susi.
" Saya menantu ibu Ratih,dan saya berhak menjaga dan merawat bu Ratih, saat ini beliau sedang istirahat jadi saya harap mbak bisa menunggu untuk bertemu beliau." kata Anita dengan nada formal ,datar ,dan dingin.
" Dan tolong jaga bicara untuk lebih sopan lagi di rumah orang.lain." kata Anita menambahkan.
" Kamu....." Susi menunjuk wajah Anita yang tampak datar tanpa ekspresi.
Anita menatap tajam Susi,tidak ada senyum ramah diwajah Anita.
"Tolong mba tunggu di ruang tamu!!!!"
Susi yang mendapatkan. perlakuan dingin dari Anita jadi emosi.
" Awas kamu nanti akan aku laporkan. pada kak Rohan."
Anita diam tidak membalas dan berlalu dari hadapan Susi,menuju kamar Rico untuk melanjutkan pekerjaannya yang tertunda tadi.
Susi yang merasa tidak dipedulikan Anita semakin marah,tapi dia takut juga merasakan pandangan dingin Anita padanya.
Setelah menyelesaikan pekerjaan merapikan kamar Rico,Anita berjalan menuju dapur untuk memasak,untuk makan siang nanti.
Susi yang melihat Anita menuju dapur bermaksud mengikutinya.
" Tolong mbak ,tunggu diruang tamu.' kata dengan nada dingin.
Entah mengapa Anita merasa kalau Susi bukan orang yang baik.
__ADS_1
"Apa maksudmu hah?!!!!'
"Mbak mau ikuti saya ke dapur mau apa? ..,... .Mau bantu.masak?......
Silahkan kalau mau." sahut Anita
menatap tajam Susi seolah mengintimidasi.
Susi akhirnya duduk kembali,berpikir dua kali dia kalau disuruh.memasak, sedang dia tidak pernah sama sekali memasak.
Anita berlalu tanpa peduli pada Susi.
Selesai sudah pekerjaan Anita di dapur, segera Anita bersiap untuk menjemput Rico dari sekolah, sejak ada Anita ,Rico sudah tidak dititipkan lagi, Anita selalu menjemputnya.
Kehadiran Anita disisi Rico memberi kebahagian tersendiri bagi Rico.
, Rico tidak merasa minder lagi,bila ada temannya yang bercerita tentang ibu mereka.,Rico bisa ikut bercerita..
Tidak beberapa lama Ratih keluar dari kamar.
" An.mau jemput Rico?"
" Ya ,ma.sebentar lagi.,Ini sudah siap siap." sahut Anita.
" Ya, hati hati di jalan."
" Ma.....ada tamu,katanya adik ipar papa Rico." bisik Anita pada Ratih.
" Ada urusan apa lagi dia ke sini.?"tanya Ratih dengan wajah tidak suka.
" Kurang tahu mu, tadi mau masuk ke kamar mama,tapi saya halangi,saya bilang mama sedang istirahat tidak boleh diganggu."kata Anita menerangkan.
" Mama tidak apa,kalau saya tinggal,?"tanya Anita dengan nada khawatir.
" Tidak apa, pergilah." kata Ratih.
Anita mengangguk dan berlalu.
Anita berjalan.keluat tanpa menghiraukan Susi yang ada ditubuh tamu.Merasa tidak dipedulikan Susi menegur Anita dengan nada ketus.
" Mau ke mana kamu.?"
Anita melihat Susi sekilas, tidak menanggapinya dan terus berlalu.
" Ih....sombong sekali.' umpat Susi
Anita yang.mendengat umpatan Susi hanya berbalik menatap dengan tatapan dingin yang seakan. membuat beku lawan bicaranya.
Susi terkejut merasakan tatapan dingin Anita,hal itu membuatnya gemetar.
Susi berbalik masuk ke dalam seolah dia seperti yang punya rumah .
Anita memarkir mobil Ratih di tempat biasa, dia.menunggu. Rico dari dalam mobil,dari kaca depan dia tahu kalau Rico keluar kelas, karena arah parkirnya langsung menghadap pintu kelas Rico
"Berbeda dengan ibu ibu lain yang menjemput anaknya,yang berkumpul bersama sambil ngobrol .Anita tidak suka,, .dan juga bingung apa yang akan dibicarakan sama mereka,Anita tidak punya topik untuk di bahas.
Tak beberapa lama,pintu kelas terbuka, beberapa anak berlarian keluar,Anita turun dari mobil menuju kelas Rico,Anita akan menunggu Rico di depan kelasnya seperti biasa.
__ADS_1
Rico melangkah dengan wajah ceria ketika dilihatnya Anita sudah berdiri menunggu.
" Mama.........."
Anita melambaikan tangannya.
Setelah dekat keduanya bergandengan tangan berjalan menuju parkiran mobil.
Mobil memasuki halaman rumah Ratih, setelah terparkir Anita dan Rico segera turun.
" Rico, ganti baju dulu, istirahat sebentar lalu makan siang ya.' kata Anita.
"Iya,ma......"
Langkah Rico terhenti ketika.melihat Susi yang sedang duduk di ruang tamu..
Rico hanya menatapnya kemudian berlalu meninggalkan Susi yang juga.melihatnya, tidak ada sapaan. yang keluar dari mulut Susi maupun Rico.
Demikian juga Anita berjalan masuk ke dalam seolah tidak ada seorangpun berada di ruang tamu .
Susi yang.merasa diabaikan menjadi marah.Apalagi mendapati kalau ternyata Anita adalah istri Rohan,sedang dia sudah sejak dulu berharap setelah kematian kakaknya dia yang menjadi istri Rohan.
Dia ke rumah mertua Linda ingin melihat langsung wanita yang dianggapnya saingannya.,dan ingin mengetahui apa kelebihan Anita.
"Rico, tidak menyapa tante Susi?" tanya Anita pada Rico saat mereka berada dalam kamar Rico.
" Malas ma,"jawab Rico acuh tak acuh.
Anita memperhatikan ketidaksukaan Rico pada Susi
"Ada apa ini.'gumam Anita.
Sama halnya dengan mertuanya yang tidak menyukai Susi.,tapi bila melihat kelakuan Susi seperti tadi ,Anita juga tidak menyukainya
Saat makan siang sangat tampak terlihat kelakuan Susi yang seolah olah dialah.menantu Ratih, Susi bersikap manis dengan.melayani Ratih, tapi Ratih tampak acuh tak acuh dan tidak banyak bersuara.
Suasana ruang makan terasa kaku.,dari awal hingga selesai makan tidak ada pembicaraan ,Anita membereskan meja makan,dan langsung mencuci perabotan yang kotor,sebenarnya sudah ada asisten rumah tangga yang membantu ,tapi Anita tetap turun tangan sendiri.
Ratih sebenarnya melarang Anita ,tapi karena Anita tidak terbiasa akhirnya mertuanya mengalah.
"Ma,...tadi Rico minta antar untuk membeli peralatan gambar." Anita berbicara pada mertuanya.
" Ya,....An, temani Rico ."
Suata mobil memasuki halaman,Anita mengenali itu suara mobil Rohan.
Terdengar suara Susi yang memanggil Rohan dengan nada manja.
Ratih dan Anita saling pandang.Ratih tersenyum sinis,
" Tidak punya malu." kata Ratih dengan nada murah.
Anita melihat kemarahan dalam bola mata Ratih.
***"
Tapi Anita tidak tahu apa yang membuat mertuanya marah.
__ADS_1
.
"