
Anita dan Rohan sudah berada dalam perjalanan pulang.
Selama seminggu akan terasa sepi bagi Anita karena Rico tidak ada di rumah..
Anita merasa heran Rohan tiba tiba menghubunginya tadi dan datang menemaninya berbelanja tidak seperti biasa..
" An.... besok ikut ke kantor ya." pinta Rohan.
Anita memalingkan wajahnya menatap Rohan . Ada angin apa,tiba tiba Rohan memintanya ikut ke kantornya.
"Apa tidak mengganggu pekerjaanmu?" tanya Anita..
" Tidak....paling tidak aku ada teman ngobrol di ruangan." kata Rohan.
" Tanya mama dulu,kasian mama kalau ditinggal sendiri di rumah.' kaya Anita berusaha menghindar.
" Ya,....tapi mama pasti ijinkan." kata Rohan dengan santai,karena dia tahu mamanya pasti setuju.
Anita hanya diam mendengar jawaban Rohan.
Anita merasa akhir akhir ini Rohan begitu mendominasi dirinya,sehingga dirinya tidak bisa berbuat banyak.
Tiba tiba pikirannya teringat akan mantan suaminya yang baru saja ditemuinya secara tidak sengaja.
Penampilan Hardi berbeda jauh dengan dahulu .Tubuhnya. juga agak kurusan dan raut wajahnya yang tidak cerah lagi seperti dulu, ada rasa sedih melihat penampilan mantan suaminya seperti itu,teringat akan dua tahun hidup bersama dengannya penuh kebahagian,tapi siapa yang sangka akan begini akhirnya .
Anita mengusap wajahnya dengan kedua tangannya,berusaha menghilangkan bayangan itu dari pelupuk matanya.
Ada rasa sedih bila mengingat kejadian itu, tapi tidak separah dahulu,kini dirinya sudah bisa menerima sepenuhnya dengan apa yang terjadi,semuanya tinggal kenangan , yang tidak perlu lagi ditangisi.
Saat ini dirinya tidak ingin terlibat lagi dengan masalah asmara ataupun yang akan membuatnya menderita lagi.
Tapi keinginannya ini akan mendapat halangan yang lumayan kuat karena Rohan sepertinya menginginkan hubungan yang lebih dari status yang ada.
Anita menarik napas panjang sambil memejamkan matanya.
" Kenapa An....?" tanya Rohan meraih tangan Anita.
Anita terkejut,dia lupa kalau Rohan ada disampingnya.
" Tidak apa apa." Kata Anita sedikit gugup.
" Kalau ada yang mengganggumu katakanlah.". kata Rohan
Anita menggelengkan kepalanya,dan memalingkan wajah nya melihat pemandangan di sepanjang jalan .Tapi pikirannya sangat kacau.
Rohan masih menggenggam tangan Anita.
Pikiran Anita jadi buntu tidak bisa mencari jalan keluar untuk dirinya sendiri.
"""
Sesudah makan malam Rohan maupun Anita memasuki kamar mereka. Anita seperti biasa akan duduk di sofa sambil menonton acara televisi .
"An..... tadi siang dia menemui mu, apakah ada masalah yang belum kalian selesainya?' tanya Rohan duduk di samping Anita.
Anita terkejut Rohan mengetahui pertemuan mereka yang tidak disengaja.
__ADS_1
" Tidak ada...kami tidak sengaja bertemu.' kata Anita datar.
Rohan diam menatap tajam Anita, seolah mencari kebenaran dari kata kata Anita.
Anita merasa Rohan tidak puas dengan jawabannya ,Anita tidak ingin menambah masalah.
" Tentu ada yang kalian bicarakan.' kata Rohan.
Anita menganggukkan kepalanya.
" Ya ....tapi itu kurasa tidak penting." sahut Anita.
" Penting atau tidak penting, aku mau tahu." kata Rohan sambil menatap Anita,ada penekanan dalam nada bicaranya.
" Aku tidak ingin membuatmu tidak suka." kata Anita.
" Katakanlah,walaupun itu menyakitkan. " kata Rohan.
Anita memandang Rohan dengan ragu.
" Katakanlah."
Anita menarik napas .
" Dia ingin memulai dari awal." kata Anita sambil menatap Rohan.
Rohan mengerti apa yang dimaksud.
" Apakah kau menginginkannya juga?' tanya Rohan.
Anita menggelengkan kepalanya," Aku tidak ingin kembali" kata Anita dengan nada lirih.
" Apakah kamu masih mencintainya, Anita?" tanya Rohan.
" Aku tidak tahu....aku tidak ingin ada hubungan lagi dengannya," kata Anita menggelengkan kepalanya.
Rohan menarik Anita dalam pelukannya.
" Lupakanlah semua itu hanya masa lalu, sekarang hadapi masa depan yang akan datang....aku akan selalu sisi mu, karena aku sangat memerlukan mu,Anita." bisik Rohan ditelinga Anita.
Anita merasa nyaman berada dalam pelukan Rohan .Entah kenapa semenjak berada didekat Rohan dirinya seperti anak kecil,apa karena Rohan yang terlalu memanjakannya .
" Rohan....lepaskan aku...."
" Diamlah Anita....." Rohan semakin mengeratkan pelukannya.
Anita bukannya tidak tahu apa yang akan terjadi bila dia tidak lepas dari pelukan Rohan.Mereka bukan anak kecil atau remaja yang masih ingusan,mereka sudah punya pengalaman,dorongan biologis itu hal yang wajar,dan mereka juga sudah terikat dalam ikatan pernikahan, tapi Anita tidak ingin melakukannya.
" An ...aku menginginkanmu." kata Rohan dengan suara parau.
" Jangan Rohan. aku tidak ingin kamu menghianati cintamu pada Linda." kata Anita mencoba bersikap tenang,walaupun jantungnya berpacu dengan cepat.
Untuk beberapa saat Rohan terdiam seolah menyadari apa yang baru saja dia lakukan.
"Ya ....aku mencintai Linda,...karena cintaku pada Linda membuatku jadi tidak normal An."
Anita merasakan Rohan mulai melepaskan dirinya.
__ADS_1
" Tapi aku.mencintaimu An."
Anita menggelengkan kepalanya.
" Tidak mungkin Rohan."
" Aku mencintai kalian berdua,tetapi dalam waktu yang berbeda."
" Apa maksudmu Rohan?"
" Linda adalah masa lalu dan dia membayangi kehidupanku selama sepuluh tahun membuatku sangat menderita" kata Rohan sambil meremas rambutnya.
Anita mencoba menyentuh pundak Rohan.
" Aku mencintai mu saat ini,aku ingin bersama dengan mu An."
Rohan menatap Anita.
" Aku mohon An...jangan libatkan Linda bersama kita...dia ada di dunianya sendiri,dia hanyalah masa lalu yang sesekali muncul."
Anita mulai mencerna apa yang dikatakan Rohan.
" Rohan...maafkan aku.....aku tidak bermaksud mengungkit,hanya saja aku merasa tidak pantas bersama mu."
Rohan memeluk Anita." Siapa yang mengatakan itu padamu?" tanya Rohan dengan nada tinggi
" Tidak ada,hanya perasaanku." kata Anita.
" Kau milikku....dan selamanya akan jadi milikku." kata Rohan.
" Rohan...jangan terlalu berlebihan.' kata Anita.
" Aku akan menunggu mu sampai kamu bisa melupakan mantan suamimu,aku akan menunggu Anita,Aku tidak ingin memaksamu.,aku ingin kamu ikhlas menerimaku."kata Rohan dengan nada sendu.
Anita merasa terpukul mendengar perkataan Rohan,yang akan terus menunggunya.
" Sudah malam, kita tidur,besok temani aku kekantor." kata Rohan sambil mencium pucuk kepala Anita, dan membawa Anita ke tempat tidur.
Rohan membaringkan Anita kemudian dia juga ikut berbaring,tidak beberapa lama Anita mendengar tarikan napas yang teratur. Rohan sudah tertidur. Anita menatap Rohan dengan perasaan campur aduk.
Anita tidak tidak bisa tidur hingga larut malam,dia masih memikirkan kata kata Rohan tadi,yang akan selalu.sabar menunggunya. Anita bisa mempercayai Rohan karena selama mereka sekamar Rohan tidak ada berbuat yang tidak-tidak,padahal secara agama ataupun hukum Rohan berhak melakukannya,Anita juga merasa nyaman berada dekat Rohan.
Teringat bagaimana Rohan merawatnya beberapa hari yang lalu membuat Anita malu.
Entah dorongan dari mana,Anita mengangkat tangannya dan menyentuh wajah Rohan yang terlihat tenang dalam tidurnya.
Anita tidak menyadari kalau perbuatanya itu telah mengusik tidur Rohan,tetapi Rohan pura pura tidur,dia ingin tahu sejauh mana Anita berbuat pada dirinya.
Dengan pelan Anita mengusap dada bidang Rohan kemudian memandang wajah yang masih tertidur.
Anita mengangkat wajahnya dan dengan pelan mencium bibir Rohan.
Rohan menahan diri untuk tidak membalas ciuman Anita,
" Ya Tuhan... Anita kamu menggodaku," teriak Rohan dalam hati,sekuat tenaga dia mengendalikan diri.
Anita kembali pada posisinya hanya saja tidurnya menghadap ke arah Rohan yang terlentang.
__ADS_1
Anita memejamkan matanya. dengan senyum kecil terukir di bibirnya.
\*\*\*\*