MENGEJAR CINTA ANITA

MENGEJAR CINTA ANITA
Aku menyerah 4


__ADS_3

Lita mengetuk pintu ruangan kantor Rohan,setelah mendengar suara Anita yang mempersilahkannya masuk Lita segera membuka pintu


,bersama dengan Dewi yang membawa baki berisikan perlengkapan makan.


Dewi meletakkan baki di meja di depan Anita duduk.


" Terima kasih ya mba, "kata Anita sambil mengelap keringat yang ada di wajah Rohan dengan menggunakan tissue.


" Sama. sama Bu." kata Lita.


" Mba bisa minta tolong mematikan pendingin ruangan ini. " pinta Anita pada Lita.


" Bisa Bu....' Lita segera mematikan pendingin ruangan.


" Terima kasih..... nanti kalau keluar pintunya biarkan terbuka," kata Anita dengan nada pelan.


" Ya Bu. kami permisi Bu." kata Anita diikuti Dewi yang sejak tadi memperhatikan Anita.


" Pantesan bos nempel terus sama Bu Anita,Bu Anita kalem kaya gitu , perhatian lagi, sampai bela belain mangku kepala bos,sejak tadi dari apa ngga pegal ya." kata Dewi.


" Malah tadi Bu Anita memijit kepala pa bos,makanya biasa tidur nyenyak." kata Lita sambil tertawa.


" Enak benar jadi pa bos, diperhatikan.' kata Dewi manyun.


" Sudah ah....mending kita.makan," kata Lita membuka makanan milik mereka.


" Mba Lita.... sering sering begini...lumayan jatah makan siang bisa ditabung.' kata Dewi sambil tertawa.


Lita melotot memandang Dewi,tapi kemudian ikut tertawa.


" Betul juga ya.'


Keduanya kemudian asik menikmati makan siang bercanda.


Beberapa. karyawan yang lalu lalang melintasi depan ruang kantor Rohan yang terbuka pintunya jadi heran .


" Lit..... tumben pintu ruangan bos di buka.?' tanya salah satu karyawan pada Lita.


" Bos lagi sakit,Bu Anita yang. minta dibuka pintunya,Ac-nya di matikan.' jawab Lita sambil melihat ke arah ruang kantor Rohan.


" Sakit apa Bos."


" Kurang tahu kayaknya sakit kepala,soalnya tadi aku lihat Bu Anita memijit kepala.bos."


' Enak juga ya jadi bos, sakit kepala aja di pijitin." kata karyawan tersebut sambil melirik ke dalam ruangan,tampak olehnya kepala Rohan berada di atas paha Anita.


" Wajarlah....Bu Anita kan istrinya.' sahut Lita.


" Tapi istriku ngga kaya gitu.....malah marah kalau aku bilang pusing atau sakit kepala."


Lita dan Dewi yang mendengar perkataan karyawan yang bernama Anto itu tertawa terbahak- bahak.


" Apalagi duduk diam kayak Bu Anita,bisa dicincang aku." katanya dengan tak berdaya.


" Duh...satu lagi korban selain kami berdua,yang iri melihat bos sama istrinya.". kata Dewi.


Akhirnya.ketiganyya tertawa,karena keadaan mereka jauh berbeda.


" Tapi aku heran dengan Bu Anita,sama sekali tidak pernah kulihat tersenyum apalagi tertawa."kata Dewi

__ADS_1


" Mungkin senyumnya hanya untuk pa bos." kata Lita.


" Bisa jadi." kata Dewi sambil mengangguk.


" Kenapa juga kita membahas bos sama Bu Anita ya.' kata Lita sambil menyelesaikan suapan terakhir.


" Habis bikin penasaran." kata Dewi, sambil merapikan bungkus makan dan membuangnya ke tempat sampah.


Di tempat lain,Anita masih menunggu Rohan hingga terbangun


,sesekali Anita mengusap keringat yang ada di wajah Rohan.


Satu jam lewat akhirnya Rohan membuka matanya,rasa sakit dikepalainya sudah hilang,Rohan merasakan tubuhnya berkeringat.


" Sudah bangun?!"


Rohan melihat Anita,dia masih berbaring sambil mengingat apa yang terjadi.


" Makan siang dulu ya."; kata.Anita dengan nada pelan.


Rohan segera bangkit dan duduk disamping Anita,kepalnya sudah tidak sakit lagi.n,hanya tubuhnya berkeringat dan dia merasa gerah.


An...apakah pendinginnya rusak?" tanya Rohan.


" Tidak...pendinginnya masih bagus,aku tadi minta sama mba Lita untuk mematikannnya ." kata Anita sambil memandang Rohan yang tampak berkeringat.


" Kenapa."


" Supaya tubuhmu cepat mengeluarkan keringat ." kata Anita.


" Ya....tubuhku sudah basah dengan keringat,aku harus ganti baju An...." kata Rohan sambil menyeka keringat yang di dahinya .Rohan juga merasa tubuhnya agak enakan rasa sakit dikepalanya juga sudah hilang.


Rohan menuju salah satu ruangan yang merupakan kamarnya yang digunakan bila dia ingin beristirahat di kantor .Rohan mengambil baju yang memang tersedia untuknya.


Anita sudah mempersiapkan makanan di meja.


Rohan mendatangi Anita dan duduk disampingnya.


Kemudian mereka berdua makan siang tanpa banyak bicara,Rohan memperhatikan karyawannya yang berlalu lalang di depan ruangannya,,


" Kenapa pintunya dibuka?" tanya Rohan sambil menatap Anita yang duduk disampingnya.


" Karena Pendinginnya dimatikan ,agar tidak pengap maka aku minta Lita untuk membiarkanya terbuka saat dia mengantarkan makan siang ini."


"Tadi juga Lita mengambil berkas yang kamu suruh ambil untuk diberikan ke klien, tadi baku suruh dia ambil sendiri ." kata Anita .


Rohan menganggukkan kepalanya


dia tahu tadi juga dia tidur di pangkuan Anita,tentulah Anita tidak bisa bergerak.


Mereka selesai makan siang,dan Anita merapikan semuanya. Anita keluar dengan membawa perabot kotor di dalam baki.


Lita yang melihat Anita keluar segera mengambil baki yang ada dalam tangannya.


" Sini Bu....biar saya saja."


Anita mengangguk." Terima kasih mba Lita."


" Sama sama Bu" Lita segera berlalu dari hadapan Anita.

__ADS_1


Anita kembali masuk ruangan.


" Bagaimana....masih sakit kepala?" tanya Anita sambil duduk di samping Rohan.


" Sudah tidak lagi,terima kasih An....."


" Tidak apa...."


" Aku ingin selesaikan sedikit lagi berkas yang ada." kata Rohan berdiri menuju meja kerjanya.


" Kenapa tidak istirahat sejenak," kata Anita mengingatkan Rohan.


Rohan menoleh dan berbalik duduk lagi disamping Anita.


"Sebentar istirahat dulu, nanti kalau sudah cukup baru lanjutkan." kata Anita sambil memandang wajah Rohan yang masih tampak pucat.


" Baiklah....boleh aku berbaring seperti tadi.' pinta Rohan.


Anita menatap Rohan sejenak , akhirnya menganggukkan kepalanya .


Rohan segera membaringkan tubuhnya ke sofa dengan kepalanya di atas paha Anita. Rohan menutup matanya , Anita menatap wajah yang terpejam dalam pangkuannya,Anita menyentuh dahi Rohan untuk mengetahui suhu badannya.


" Sudah normal.sepertinya tadi masuk angin." kata Anita dengan pelan sambil memijit kepala Rohan.


Rohan hanya diam mendengarkan perkataan Anita, matanya sedikit terbuka melihat Anita yang menundukkan melihat dirinya.


" Tidurlah dulu,kalau ingin tidur jangan ditahan,aku akan memijit mu.' kata Anita pelan.


Rohan kembali memejamkan matanya pijitan Anita membuat rasa kantuknya datang dan juga mungkin karena kelelahan .


Anita mendengar napas Rohan yang mulai teratur.


Anita.menyandarkan tubuhnya di sofa mencoba untuk santai,Anita melihat keluar ruangan memperhatikan karyawan Rohan dengan kesibukan masing masing.


Anita melihat Lita berdiri di depan pintu dan berjalan mendekatinya.


" Maaf Bu...ada berkas yang harus ditanda tangani bapa." kata Lita sambil melihat Rohan yang tertidur dipangkuan Anita.


" Mba....bisakah menandatanganinya nanti setelah bapa bangun dari tidur?'


" O....bisa Bu." kata Lita.


" Tolong letakkan di meja bapa ya mba." kata Anita dengan suara pelan.


" Ya bu.saya permisi dulu." kata Lita .


Anita menganggukkan kepalanya.


Lita keluar ruangan dan mendekati Dewi.


"Manja sekali bos kita ini," bisik Lita pada Dewi.


" Kenapa."


" Tuh coba lihat..... tidur lah." mata Lita ngasih kode pada Dewi untuk melihat ke ruangan Rohan.


Dewi melihat ke ruangan dan benar apa yang dikatakan Lita.Dewi tersenyum.


" Bikin orang iri." kata Dewi pada Lita.

__ADS_1


" Ya....ya.....ya....." Lita tertawa.


****


__ADS_2