
Pagi ini Rohan sudah bersiap berangkat kerja ketika mamanya memanggilnya.
" Rohan,tunggu Sebentar,....mama mau bicara padamu
Rohan menghentikan langkahnya.
" Ada apa ma?"
" Mama ingin melihat kebun peninggalan papamu,lama sudah tidak ke sana."
Sebenarnya untuk dikatakan kebun tidak juga,hanya sebidang tanah yang luasnya sekitar tujuh hektar yang ditanami pohon karet,tanah tersebut dipercayakan pada orang kepercayaan papa nya Rohan yang biasa di panggil mandor Joko.
Hasilnya juga tidak seberapa semuanya diperuntukkan untuk pa Joko dan beberapa pekerja disana.
Segala pengelolaan dan hasil di berikan kepada mereka.
"Apakah kau ada waktu,Rohan?"
" Nanti Rohan lihat dulu jadwal di kantor ma." kata Rohan.
" Ya Rohan." kata mamanya.
" Kemana Rico dan Anita ma,sejak pagi tidak terlihat ?" tanya Rohan.
" Mungkin di kamar,mama Memnag sejak tadi tjuga tidak melihat,mungkin karena Rico sudah libur sekolah jadi tidak ada yang dilakukan." jawab Ratih.
Rohan mengangguk kepalanya.
" Rohan mau lihat Rico dulu ma." kata Rohan berjalan menuju kamar Rico.
Rohan. melihat ke dalam kamar Rico yang pintunya terbuka,tampak Anita sedang merapikan tempat tidur Rico
Rohan memasuki kamar Rico.
up
" Rico dimana?" tanya Rohan pada Anita.
" Rico lagi mandi.' sahut Anita yang tampak tidak peduli dengan kehadiran Rohan, Anita tidak menghentikan pekerjaannya
Rohan melihat Anita yang merapikan tempat tidur Rico.
" Apa ada rencana untuk liburan untuk Rico." tanya Rohan pada Anita sedikit kaku,karena selama ini ,walaupun satu rumah mereka tidak pernah bertegur sapa.
Anita menghentikan pekerjaannya dan menatap Rohan sejenak,
" Belum tahu, lebih baik tanyakan pada Rico,tunggu ... sebentar lagi Rico sudah selesai mandinya." kata Anita datar.
Terasa sekali hawa dingin menyelimuti keduanya,Tidak beberapa lama Rico keluar dari kamar mandi dan melihat Rohan ,papanya ada di kamar.
" Papa?" sapa Rico dengan dahi berkerut.
" Papa mau tanya Rico,."
" Ya pa.'
"Rico liburan ini mau ke mana?"
Rohan menatap anaknya yang masih berbalut handuk '
Anita tampak mengambilkan pakaian Rico dari dalam lemari.
" Rico ngga ingin kemana mana,dirumah aja pa, yang penting. sama mama Anita dan nenek.' sahut Rico.
Anita menghampiri Rico membawakan pakaiannya ,seolah tidak terpengaruh dengan percakapan ayah dan anak.
Rohan menatap anaknya seolah mencari kebenaran dengan apa yang baru saja dikatakan.
" Riko tidak ingin liburan,jalan jalan seperti teman teman Rico?"
" Tidak pa, Rico hanya ingin dirumah bersama mama dan nenek." sahut Rico menegaskan.
__ADS_1
Rohan menatap Anita yang hanya diam tapi sambil menggosok berambut Rico dengan handuk kecil.
" Baiklah kalau memang itu keputusan Rico,tapi kalau nanti berubah pikiran kabari papa ya ' kata Rohan.
" Ya....pa.'
" Papa berangkat dulu.' Rohan pamit pada Rico sambil matanya menatap Anita yang tidak bereaksi sedikitpun.
Rohan merasa Anita seperti manekin yang sering dipajang di pertokoan,tidak ada ekspresi hanya menatapnya dengan wajah datar.
Rohan segera keluar dari kamar Rico.
" Ma....Rohan berangkat."Rohan pamit pada mamanya.
Ratih menganggukkan kepalanya.
" Hati hati."
Ratih memandang kepergian anaknya Rohan.
***
Rohan memasuki ruang kantor nya seperti biasa.Tidak ada yang istimewa hari harinya, semuanya berjalan seperti biasa., pekerjaan yang selalu menunggu.penyelesaian.
Rohan.menatap nanar figura kecil yang ada diatas meja kerjanya.
Rohan mengambil figura tersebut dan memandangnya dalam diam.
" Linda.....apa yang harus aku lakukan,kenapa kau tega meninggalkanku,meninggalkan anak kita." gumam Rohan dalam hati.
Perasaannya sangatlah sakit,dan.kepergian Linda meninggalkan luka yang sangat dalam.Hampir sepuluh tahun dilaluinya dengan kesendirian.Beberapa kali Rohan mencoba menjalin hubungan dengan wanita tetapi semuanya kandas ditengah jalan.
Hingga akhirnya Rohan sudah tidak ada lagi keinginan untuk memiliki pendamping hidup ,membangun rumah tangga seperti kebanyakan orang.
Sama halnya dengan Ratih,mamanya, beberapa kali memperkenalkan anak gadis teman dan sahabatnya, tetapi tidak ada satu pun yang bisa membangkitkan keinginan Rohan untuk berumahtangga.
Hingga Ratih menyerah.
Sebenarnya Rohan ingin bertanya pada Anita, tetapi waktu dan kesempatan tidak ada, terlebih lagi Anita selalu menjaga jarak dengan dirinya.
Rohan meletakkan kembali foto Linda pada tempatnya,entah kenapa ada perasaan ingin menyimpan foto tersebut dalam laci mejanya.Rohan kembali meraih foto Linda dan memasukan dalam laci mejanya.
Rohan menghembuskan napas lega.
Seperti dia baru. saja melepaskan beban yang berat.
Rohan akhirinya memutuskan hari minggu pagi dia akan mengantar mamanya untuk menjenguk kebun peninggalan papanya.
\*\*\*
Karena Rico tidak ingin kemanapun saat libur sekolah,jadilah mereka hanya dirumah.
" An....mama ada rencana mengajakmu dan Rico menjenguk kebun peninggalan papa Rico.." kata Ratih pada Anita disaat mereka makan siang.
" Di mana ma?"
"Di desa X. dari sini kita menempuh perjalanan empat jam,kalau tidak ada aral melintang.'
Anita menganggukkan kepalanya sambil menatap Ratih.
" Apakah kamu mau menemani mama?' tanya Ratih.
" Ya ma,,Anita mau, tapi bagaimana dengan Rico,ma?"
" Kita hanya sehari saja,Rico tentu mau."jawab Ratih.
" Iya, ma."
" Nanti mama yang akan bicara sama Rico,An."
Anita mengangguk memandang Ratih yang terlihat senang.
__ADS_1
Keduanya melanjutkan kan makan siang dengan tenang, Rico tadi bilang masih kenyang jadi tidak ikut makan.
***
Ratih mendekati Rico yang sedang asik memainkan biolanya,
" Rico....."
"Ya ,nek."
"Rico mau ikut nenek melihat kebun kakek?"
Rico menghentikan permainannya.
" Kebun kakek? Dimana nek? " tanya Rico dengan antusias.
" Di desa X.,jauh dari sini.."
" Di sana rame ngga nek."
" Rico..... disana sepi, seperti hutan,tapi hutan karet." kata Ratih sambil tertawa.
" Oh...Kalau sepi Rico mau nek."
" Benarkah Rico mau ikut nenek?"
Rico menganggukan kepalanya," Mama Anita ikut juga kan nek?"
" Ya...mama Anita ikut sayang."
Rico menganggukan kepalanya.
"Nanti papa yang antar kita." kata Ratih pada Rico.
" Ya ..nek."sahut Rico sambil kembali memainkan biolanya.
Ratih meninggalkan Rico karena tidak ingin mengganggu kesenangan cucunya.
Ratih bermaksud mempersiapkan segala keperluan yang akan dibawa ke kebun,tadi baru saja Rohan menelponnya mengatakan bahwa mereka bisa. menjenguk kebun papanya. pada hari Minggu pagi.
Ratih segera memberi tahu Anita kalau mereka akan berangkat pada hari Minggu pagi.
' Kita akan berangkat pada. hari Minggu pagi.' Kata Ratih pada Anita.
Minggu pagi berarti tinggal dua hari lagi.
" An....nanti temani mama belanja ya,untuk oleh oleh pak Joko sama pekerjaan di sana.' pinta Ratih.
" Iya...ma."
" Mama mau mandi dulu,setelah itu kita belanja.' kata Ratih.
Anita mengangguk kepalanya menyetujui.
**"
Anita heran melihat mertuanya sangat banyak berbelanja,tapi dia tidak berani bertanya kepada mertuanya.Dia hanya mengikuti dan membawa barang barang yang dibeli mertuanya.
Tidak terasa hampir tiga jam Ratih dan Anita berbelanja dan semua belanja sudah memenuhi mobil sampai ada yang diletakkan didepan,sehingga, mertuanya untuk duduk saja tidak biasa.
Setelah semua yang dicari lengkap, mereka pulang.
Ratih tampak kelelahan, setelah memborong begitu banyak barang.
" Lumayan capek hari ini..." kata Ratih sambil.menyandarkan tubuhnya di kursi penumpang,sedang Anita menyetir.
" Kita pulang An....'
"Ya ma..."
****
__ADS_1