
Rohan dan Anita berjalan meninggalkan ruang kantor,menuju kendaraan yang terparkir di halaman
Rohan memeluk pinggang Anita dengan lembut, wajahnya terlihat senang, senyum kecil terukir dibibirnya
Rohan melirik Anita yang berjalan dengan sampingnya .Wajah Anita tampak datar tanpa ekspresi, berbeda dengan saat tadi waktu.berada di dalam ruangannya.
Rohan berusaha memahami sikap yang Anita yang dingin dan terlihat kaku saat berhadapan dengan orang lain.
Beberapa karyawan yang menyapa mereka hanya dibalas Anita dengan anggukan kepala.
Rohan baru menyadari kalau Anita hanya akan bersikap hangat kepada orang yang sangat dekat dengan dirinya.
Rohan merasa tenang karena.Anita.bisa menjaga dirinya,membuat Rohan semakin mengagumi istrinya .
Membuat Rohan merasa Anita hanya menjadi miliknya sendiri tanpa kecuali
Rohan dan Anita meninggalkan kantor. Sepanjang perjalanan pulang Rohan tersenyum , teringat kejadian tadi di kantor bagaimana Anita merawatnya.
Sebenarnya sakit kepala yang menyerang Rohan tadi di kantor karena sepanjang malam dia tidak bisa tidur,akibat perbuatan Anita yang telah menciumnya.
Rohan merasa bersyukur Anita akhirnya bisa menerimanya,bukan perkara mudah untuk dapat meraih hati Anita.
Pernikahan yang mereka jalani saat sekarang ini karena keinginan Rico anaknya.
Dan Rohan tidak menyangka kalau dirinya akhirnya bisa memiliki perasaan pada Anita.
Rohan melihat Anita yang menatap jalan di depan mereka. Rohan menggelengkan kepalanya , siapa yang menyangka dibalik sikapnya yang dingin ,Anita mempunyai sifat hangat yang menggoda.
Rohan tertawa kecil mengingat semua itu,dia.merasa seperti mendapatkan sebuah hadiah yang sangat berharga.
Suara tawa Rohan mengundang perhatian Anita.
" Hem.......ada yang lucu?" tanya Anita melihat ke arah Rohan.
Tidak ada yang lucu, kau merasa bahagia, dan ingin secepatnya memberikan hadiah pada Rico."
" Hadiah? tanya Anita heran.
" Ya.....hadiah....aku harap bisa secepatnya memberikan pada Rico." kata Rohan sambil tertawa.
Anita menatap Rohan dengan penuh tanda tanya.
Anita kudiam menggelengkan kepalanya,dia tidak perlu tahu,itu urusan Rohan dan anaknya. Anita jadi ingat kalau Rico juga pernah mengatakan tentang hadiah yang akan diberikan papanya kepadanya.
Hari sudah sore menjelang malam,Rohan dan Anita baru saja memasuki halaman rumah mereka,Ratih melihat anak dan menantunya tampak akrab dari biasanya,,kelihatan sekali kalau Rohan begitu memperhatikan Anita.
Ada rasa suka cita saat melihat kemajuan hubungan anak dan menantunya.Ratih juga melihat melihat Rohan tampak bersemangat akhir akhir ini.
" Sudah pulang?' tanya Ratih menyambut keduanya di teras rumah.
__ADS_1
" Ya ma." kata Rohan sambil mencium tangan mamanya diikuti Anita.
" Bagaimana Anita,apakah membosankan ikut Rohan?' tanya Ratih.
" Tidak ma." kata Anita sambil menggelengkan kepalanya.
Anita duduk disamping Ratih.
" Bagaimana keadaan mama?" tanya Anita.
" Seperti yang kamu lihat,An.,tapi memang membosankan saat kita sendiri.' kata Ratih sambil tertawa.
" Mama pikir karena Rico berkemah ,mama ada waktu bersama denganmu,paling tidak kita bisa jalan jalan belanja atau apa,tidak tahunya Rohan sepertnya lebih memerlukan mu ." kata Ratih
sambil melihat ke arah Rohan yang berjalan ke arah mereka.
Anita menatap mertuanya dengan perasaan bersalah.dia merasa tidak nyaman karena meninggalkan mertuanya seorang diri,walaupun masih ada asisten rumah tangga tetapi berbeda rasa dengan adanya anak atau menanru yang menemani.
' Maafkan Anita .ma....' kata Anita memegang lengan mertuanya
" Tidak apa sayang.....yang penting buat mama , anak dan menantu ma bahagia." kata Ratih sambil tersenyum.
Anita menganggukkan kepalanya sambil memandang Rohan yang berdiri disampingnya.
"Aku mandi dulu,." kata Rohan
menusuk sambil mengecup pipi Anita di depan mamanya.
" Rohan." katanya sambil melotot,tetapi Rohan tidak memperdulikannya dan langsung masuk ke dalam rumah.
Ratih yang melihat kelakuan Rohan yang seperti ABG hanya tersenyum,Ratih merasa bahagia, melihat perubahan diri Rohan.
" Maaf ma.,'" kata Anita sambil tertunduk malu
" Sudahlah....jangan dipikir,Rohan memang seperti itu,semaunya sendiri dan keras kepala,sama almarhum papanya." kata Ratih sambil tersenyum.
Anita menatap mertuanya dengan diam. Ada rasa takut dalam diri Anita kalau nanti Ratih tidak menyukainya seperti Rahma yang dulu tidak menyukainya walaupun kemudian menyukainya.
Ratih sepertnya tahu apa yang ada dipikiran Anita,dia tidak ingin menantunya menjadi cemas, Ratih meraih tangan Anita.
" Anita,mama ada satu permintaan,apakah kamu mau mengabulkan permintaan mama." kata Ratih menatap Anita.
" Permintaan apa ma?" tanya Anita .
" Mama Ingin kamu mendampingi Rohan selamanya.." kata Ratih memandang Anita penuh harap.
Anita menatap mertuanya,Anita mengganggukkan kepalanya
" Iya ma." jawab Anita .
__ADS_1
Ratih merasa lega dengan jawaban Anita, senyuman terukir dibibirnya.
Hari ini Ratih merasakan kebahagian yang telah lama dia tunggu tunggu.
Anita merasa lega karena Ratih mertuanya menerimanya dengan tangan terbuka,
" Ma.....terimakasih mama telah menerima Anita ," kaya Anita dengan nada penuh haru.
Ratih memeluk Anita,matanya berkaca kaca,dia bahagia. dan sangat bahagia,setelah sekian tahun mengharapkan kejadian seperti ini.
" Sudah sore,mandilah dulu." kata Ratih melepas pelukannya dari Anita.
" Ya ma" Anita mengangguk dan berdiri meninggalkan Ratih yang masih duduk di kursi teras.
Anita masuk ke kamar dilihatnya Rohan sudah mandi dan hanya memakai kaos dan celana pendek.
Anita langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Anita keluar dari kamar mandi,melihat keadaan kamar,tidak terlihat Rohan berada di kamar.
Setelah berpakaian Anita segera keluar,tampak olehnya Rohan sedang berbicara dengan mamanya di ruang keluarga.
Kelihatanya keduanya sangat serius, Anita mengurungkan niatnya untuk ikut nimbrung, Anita berjalan ke dapur dia bermaksud masak untuk makan malam, Anita sudah hampir selesai menyiapkan makanan untuk makan malam.
Anita tidak menyadari kalau Rohan berdiri berdiri dibelakangnya,dan memeluknya dari belakang.
" Rohan....kamu membuatku terkejut.'
Rohan tertawa sambil mencium pipi Anita dengan gemas.
Rohan menekan tubuh Anita ke tubuh nya sehingga Anita merasakan sesuatu yang bergerak dibawah sana.
" Rohan..... " Anita bergumam sambil berusaha melepaskan diri.
Tapi Royan tidak memperdulikan Anita, tangannya mulai bergerilya di tubuh Anita.
" Rohan....malu ...dilihat mama nanti." kata Anita mencubit tangan Rohan.
"Biar.." kata Rohan sambil tertawa
" Kita makan dulu...aku panggil mama dulu." kata Anita akhirnya bisa melepaskan diri dari Rohan dan segera menuju kamar mertuanya.
" Ma.....makan dulu.." kata Anita mengeruk pintu kamar Ratih.
Tidak berapa lama pintu kamar terbuka dan Ratih segera keluar menuju meja makan ,mereka makan malam dengan diisi percakapan ringan mengenai Rico.
Ratih memperhatikan Rohan yang tidak pernah lepas menatap Anita, sejak mereka mulai makan malam.
Anita berusaha untuk tidak salah tingkah didepan mertuanya karena kelakuan Rohan.
__ADS_1
Mereka akhirnya menyelesaikan makan malam,Ratih kembali.ke kamarnya, Anita membereskan perabotan kotor bekas makan malam.
\*\*\*\*