MENGEJAR CINTA ANITA

MENGEJAR CINTA ANITA
Bersama Rohan


__ADS_3

Anita memandangi ruang kantor Rohan yang terkesan sangat simpel. Ruangan Rohan cukup luas, dinding ruangan yang dicat warna abu abu memberi kesan kuat pada pemilik ruangan.


Anita melihat pilihan perabotan yang di tidak terlalu banyak,tampaknya Rohan orang yang praktis tidak bertele-tele.


Anita meluruskan kakinya duduk di sofa, sambil tangannya mengambil surat kabar yang tergeletak di atas meja


Rohan duduk di kursinya memeriksa berkas yang sudah diletakkan sekretarisnya di meja,


Sekali kali Rohan melirik ke arah Anita yang tampak tenang.


Hanya saja Rohan melihat Anita agak aneh, dari mulai kemarin hingga hari ini tidak pernah sekalipun Anita memegang hp untuk menelpon ataupun membalas pesan masuk.


" Anita..." panggil Rohan


Anita mendongakkan wajahnya melihat ke arah Rohan.


";iya...'.


" Kemari lah...."


Anita bangkit dan berjalan ke arah Rohan berada.


" Boleh aku lihat ponselmu?"


Untuk beberapa saat Anita terdiam dan akhirnya menganggukkan dan menyerahkan handphonenya pada Rohan.


Rohan menerina hp Anita dan membukanya, karena hpnya tidak terkunci.


Rohan memeriksa nomor kontak yang ada disana.


Rohan mengernyitkan alisnya,.ada no kontak mamanya,Rico,ibunya Anita ,Lina ,dan nama Hardi yang tertera di kolom kontak selebihnya tidak ada lagi.


Rohan bingung dengan isi kontak Anita yang sedikit hingga membuatnya penasaran.


" Apakah kau tidak memiliki kawan selain Lina , An...?" tanya Rohan.


Anita menggeleng," Tidak ada yang sedekat dengan Lina,yang lain hanya kenal saja." kata Anita datar.


Rohan menganggukkan kepalanya ,tampaknya Anita sangat membatasi dirinya untuk bergaul,dan Rohan menyukainya.


Rohan tersenyum tipis.


Rohan memasukan nomor nya pada hp Anita dengan nama My Husband.


Anita menatap hpnya,tapi dia tidak ingin membahasnya,toh dipikir Anita cuma tulisan saja.


" An.......mantan suamimu masih sering menghubungi mu?" tanya Rohann dengan wajah wajah serius.


Anita menatap Rohan sejenak.

__ADS_1


" Semenjak kejadian dihalaman sekolah Rico, Hardi tidak pernah menghubungi ku lagi."


Rohan menatap Anita terkejut,


" Kapan terjadinya?'


" Kurang lebih dua bulan setelah kita menikah,Hardi tidak terima dan mengajak rujuk,tapi aku menolaknya.'


kata Anita dengan nada datar tanpa ekspresi.


" Apakah kamu masih mencintainya .An....?' tanya Rohan dengan rasa was-was..


"Aku tidak tahu." kata Anita menggelengkan kepalanya.


Rohan mengembalikan ponsel Anita dengan perasaan campur aduk.


" Aku akan menunggumu Anita." kata Rohan sambil menatap wajah Anita yang tampak tidak menunjukkan reaksi apapun.


Anita berjalan menuju sofa .Anita tidak ingin memberi harapan pada Rohan,dia tidak tahu apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang.


Rohan kembali tenggelam dalam pekerjaannya.tidak terasa waktu sudah menunjukkan waktu untuk istirahat,Rohan melihat Anita yang sejak tadi masih berkutat dengan surat kabar dan majalah yang ada di meja. Anita sepertinya tidak terlihat bosan saat menunggunya bekerja, Anita tampak serius dengan bacaannya jarang ada yang sanggup seperti itu.


Dan Rohan tidak mendengar keluhan dari Anita sama sekali, saat menunggunya bekerja.


" An.... sebentar lagi makan siang.kita makan dimana?" tanya Rohan berjalan menuju ke sofa, setelah membereskan semua pekerjaannya.


Anita menatap Rohan." Terserah Saija,aku ikut..." kata Anita datar.


Anita hanya bisa mengikuti Rohan,sedikit banyak Anita mulai memahami karakter Rohan.


Mereka berjalan bergandengan membuat para karyawan Rohan sempat berdecak kagum.


" Baru aku tahu kalau bos sangat sayang banget sama istrinya." kata salah satu karyawan Rohan yang melihat mereka berlalu.


" Suami idaman." sahut yang lain tertawan.


" Kenapa bukan aku yang terpilih ya.." kata salah satu karyawan dengan masang muka sedih,hingga disambut teriakan karyawan lainnya.


Rohan bukannya tidak tahu apa yang dikatakan karyawannya, tetapi dia tidak perduli, baginya saat ini bagaimana nantinya Anita bisa membuka hati untuk menerima dirinya.


Mereka sudah sampai di parkiran,Rohan membukakan pintu mobil untuk Anita dan langsung memasangkan sabuk pengaman, setelah dirasa sudah siap Rohan menutup pintu mobil dan dia juga memasuki mobilnya.


Mereka berdua meninggalkan halaman parkir menuju jalan.


Anita memperhatikan Rohan yang tidak banyak berbicara .Rohan menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.


" An..mau makan dimana?" tanya Rohan sambil matanya terus melihat jalanan yang tampak ramai.


" Bisakah mencari tempat yang agak jauh dari keramaian?" tanya Anita.

__ADS_1


Rohan berpaling menatapnya dan segera mengangguk.


Rohan tahu tempat yang diinginkan Anita.


sepuluh menit berlalu,mereka memasuki halaman parkir sebuah rumah makan Nyang bernuansa alam,dan tempat makan yang terpisah satu satu,sehingga mereka bisa leluasa tanpa terganggu oleh pengunjung lain.


"" Kita sudah sampai An..." Rohan mematikan mobilnya dan segera turun.


Rohan membukakan pintu mobil untuk Anita segera menggandeng tangannya.


Anita hanya bisa mendiamkan ulah Rohan yang sejak tadi sepertinya tidak mau melepaskan dirinya.


Pikir Anita nanti Rohan akan bosan sendiri.


Mereka memilih tempat yang dekat dengan danau kecil yang sengaja dibuat untuk memanjakan pengunjung yang datang,danau yang beberapa bagiannya ditumbuhi bunga teratai yang tampaknya beberapa sedang bermekaran, ditambah dengan barisan angsa yang berenang mengelilingi danau buatan tersebut.


Anita memandang penuh kagum,dia sama sekali belum pernah ke tempat ini,suasana yang tenang membuat siapa saja merasa senang.


" Apakah kamu menyukainya." tanya Rohan sambil merapikan sebagian rambut Anita yang jatuh menutupi wajahnya karena hembusan angin yang sangat kuat.


Anita mengangguk. " Aku suka." kata Anita berpaling ke arah Rohan ..


Tidak beberapa lama,seorang pelayan datang menyodorkan daftar menu pada Rohan.


" An....kamu mau makan apa.." tanya Rohan sambil menyentuh tangan Anita


Anita melihat daftar menu dan menyebutkan pesanannya ,demikian juga Rohan ,pelayan tersebut mencatat pesanan keduanya.


" sebentar kami siapkan dulu.' pelayan tersebut menundukkan kepalanya dan berlalu dari hadapan Rohan dan Anita.


Rohan menatap Anita yang tampak asik melihat pemandangan didepannya .Rohan membiarkan Anita menikmatinya.Tidak beberapa lama pesanan mereka datang.


" An...kita makan dulu."


Anita menganggukan kepalanya .


Keduanya tampak menikmati makan yang mereka pesan.


" Bagaimana An.....apa kamu menyukainya?' tanya Rohan ketika mereka sudah selesai makan.


" Suka ....Terima kasih sudah membawaku ke tempat ini." kata Anita menatap Rohan .


" Tidak perlu berterima kasih,sudah kewajiban ku untuk membawamu,aku akan membawa mu nanti ke tempat yang lain." kata Rohan sambil menggenggam tangan Anita.


Anita diam sesaat ," Jangan .... aku tidak ingin merepotkanmu, ini sudah cukup." kata Anita panik.


" Aku tidak direpotkan.... aku menyukainya....." kata Rohan sambil tersenyum.


" Kita nanti akan mencari tempat yang bagus lagi." kata Rohan sambil menepuk punggung tangan Anita.

__ADS_1


Anita hanya diam membisu,sambil memandang Rohan yang memainkan jari tangannya.


***"


__ADS_2