MENGEJAR CINTA ANITA

MENGEJAR CINTA ANITA
Ingin Bertemu


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu sejak Anita tidak lagi ke sekolah dasar.


Anita disibukkan dengan membantu pekerjaan ibunya,dan permintaan dari Lina untuk membuakan desain seperti biasa bagi pelanggan Lina.


Karena kesibukan yang banyak menyita waktu dan tenaga Anita, membuat Anita melupakan sejenak tentang Rico, tapi bila malam tiba, saat Anita berbaring ditempat tidur, ingatannya kembali pada Rico, bayangan wajah Rico yang terluka membuat Anita semakin merasa berdosa.


"Kenapa aku lupa, tidak meminta nomer handphone Rico ya, padahal anak itu punya handphone." ucap Anita kesal.


"Kalau sudah begini mau minta ke siapa ya, nomer handphone Rico."


keluh Anita.


Waktu menunjukkan pukul sembilan malam, entah mengapa Anita merasa sangat mengantuk dan akhirnya tertidur.


****


Di tempat lain, dirumah Rico, kamar yang ditempati Rico masih terang benderang.


Rico masih belum tidur, pikirannya tertuju pada Anita.


Rico tidak menyadari kalau pintu kamar dibuka.


"Rico belum tidur?"tanya neneknya.


"Masih belum ngantuk nek.'


"Tidurlah,ini sudah jam sembilan, takut besok bangun kesiangan Rico jadi terlambat sekolah."


"Nek, boleh Rico minta sesuatu pada nenek?"


"Rico minta apa, kalau bisa nenek penuhi akan nenek berikan.'


"Rico ingin ibu Anita tinggal disini bersama Rico, tapi Bu Anita tidak mau."


"Siapa ibu Anita?" mama Rohan.


"Ibu Anita itu,ibu pengasuh dan pengawas Rico dan teman teman.tapi ibu Anita hanya satu bulan bekerja, karena hanya mengganti kan mbok Har yang pulang kampung."


"Sekarang Bu Anita kerja dimana?" mama Rohan jadi penasaran ingin tahu.


"Tidak tahu nek,"


"Mungkin ibu Anita sudah ada pekerjaan lain?"


"Mungkin nek, tapi Rico tidak suka bu Anita kerja ditempat lain.Rico maunya Bu Anita dengan Rico saja, karena Bu Anita milik Rico."


Ratih,nenek Rico menatap tajam cucunya yang baginya perkataan Rico sangat tidak masuk akal.


Bagaimana bisa Rico mengklaim seseorang menjadi miliknya.


Tampaknya sifat Subandi almarhum suaminya diturunkan pada Rohan dan kini pada cucunya.


Ratih menarik napas panjang, bagaimana mana bisa dirinya menemui tiga generasi yang sifatnya tidak jauh beda.


"Mudah mudahan yang satu ini masih bisa diatur walaupun sedikit." gumam Ratih.


" Kalau kamu minta Bu Anita untuk bekerja menemani Rico, ya pasti Bu Anita tidak mau "


"Terus bagaimana cara nya agar Bu Anita mau nek?"


"Maunya Rico Bu Anita itu dijadikan apa,pembantu dirumah atau baby sister yang merawat Rico." tanya Ratih yang penasaran dengan maunya Rico.


Rico terdiam sesaat tampak berpikir dan memandang neneknya dengan agak takut.

__ADS_1


"Maunya Rico Bu Anita jadi mama Rico,." jawab Rico tertunduk menunggu kemarahan neneknya.


Tapi kemarahan dari neneknya tidak ada, membuat Rico mengangkat wajahnya.


"Kenapa Rico mau bu Anita jadi mama Rico? Apakah Rico sudah tahu siapa Bu Anita? "


"Karena Rico suka nek,Bu Anita orangnya diam ngga cerewet kaya ibu teman teman Rico, karena Rico ngga suka mama yang cerewet dan banyak bicara nek,"jawab Rico polos.


Ratih terkejut mendengar perkataan Rico dia tidak menyangka Rico sampai sejauh itu memperhatikan hal yang kadang luput dari pandangan orang dewasa.


"Terus kalau ibu Anita bagaimana?"


"Bu Anita tidak banyak bicara, kalau kami buat salah Bu Anita tidak marah tapi bilang ke kami ,lain kali jangan diulangi lagi,itu perbuatan salah,kalau diulang lagi kalian tidak akan bisa maju, tidak akan jadi orang besar."


Ratih mendengar perkataan Rico.


"Dan satu lagi nek,Bu Anita selama satu bulan dengan kami tidak pernah tersenyum,padahal Bu Anita cantik nek.'


"Bu Anita tidak pernah senyum?"tanya Ratih.


"Ya nek,Bu Anita pelit sekali dengan senyumnya."


Ratih bingung mendengar perkataan Rico," Wanita seperti apa yang disukai Rico , pelit dengan senyum.tidak pernah senyum,tapi kenapa Rico kaya orang jatuh cinta.


dan matanya bersinar terang bila menyebut nama Anita.


"Apakah cucu ku sedang jatuh cinta?...Tidak,tadi Rico menyebut keinginannya untuk menjadikan Anita mamanya, aduh bagaimana mana ini,apa Rohan sudah tahu?"tanya Ratih dalam hatinya.


Ratih melihat Rico yang menunggu jawaban darinya.


"Nenek akan bicarakan dengan papamu besok,sekarang Rico tidur dulu." ucapan Ratih menarik selimut menutupi tubuh Rico.


"Besok nenek harus ngomong sama papa ya. "


****


"Rohan,setelah mengantar Rico, pulang dulu ke rumah,jangan langsung bekerja,ada yang ingin ibu bicarakan." kata Ratih.


"Ada apa ma, kenapa tidak bicara sekarang saja."


"Masih ada Rico, kamu antar dulu Rico.,mama tunggu di rumah."


Rohan tidak menjawab mengangguk kan kepalanya.


"Ayo lah lelaki tangguh,kita berangkat,"panggil Rohan pada Rico yang masih membenarkan letak tas sekolah.nya.


Rohan memang selalu menyebut, Rico seperti itu, karena dia ingin Rico kuat dan tidak cengeng,Rohan sudah menggembleng Rico sejak kecil.


Dan itu adalah panggilan kesayangan Rohan pada anaknya..


"ok,,,,"balas Rico.


Ratih tertawa melihat anak dan cucunya.


"Kami berangkat nek, jangan lupa janji nenek tadi malam." ucap Rico mengingatkan.


"Nenek tidak lupa sayang..hati hati dijalan dan belajar yang baik."


Ratih melambaikan tangannya.


****


Satu jam telah berlalu Ratih mendengar suara mobil Rohan Memasuki halaman.

__ADS_1


Tak berapa lama Roh sudah berdiri dihadapan Ratih .


"Ada apa ma, sepertnya ada yang ingin mama bicarakan?"


Ratih menatap wajah Rohan.


"Duduk dulu,Rohan,"Ratih menyuruh Rohan duduk juga dirinya.


"Sebenarnya ini berhubungan dengan Rico, Anak ini merindukan seorang ibu,tadi malam dia mengatakan ingin punya mama."Ratih berhenti sejenak sambil menatap wajah Rohan.


Rohan diam mendengar kan walaupun dia sangat terkejut mendengar perkataan mamanya.


"Mama juga terkejut waktu Rico bilang tadi malam."


"Tapi Rico tidak akan mudah menerima orang lain jadi mama pengganti nya ,dan Rohan juga belum bisa melupakan Linda ."sahut Rohan pelan, teringat akan istrinya yang sudah pergi lebih dahulu meninggalkan dirinya dan Rico masih bayi karena penyakit kanker darah yang dideritanya.


"Mama tahu, tapi masa depan anak mu lebih penting ,Rohan."


"Tapi ma..."


"Mama tahu Rico tidak begitu mudah menerima orang lain untuk dirinya.tapi tampaknya sekarang Rico sudah menemukan wanita yang cocok dengannya."


"Apa ma?!"


"Tadi malam Rico mengatakan pada mama.kalau dia sangat menyukai wanita yang bernama Anita dan menginginkannya menjadi mamanya."


Rohan terkejut mendengar penuturan mamanya.Rohan teringat beberapa minggu lalu Rico juga pernah mengatakan kepadanya,tetapi sampai saat ini dia tidak pernah membahas lagi.


"Apakah kamu mengenal wanita yang bernama Anita itu Rohan?"


"Rohan tidak kenal ma, tapi Rohan pernah bertemu sekali dengannya, saat Rico memukul teman sekolahnya."


"Apa,Rico memukul temannya?"


"Karena mengejek dan berkata yang membuat Rico marah"


"Perkataan apa hingga membuat Rico marah,setahu mama Rico anak yang tenang."


"Temannya itu bilang Rico tidak punya mama.""


"Pantas saja Rico marah,mama juga marah.'


"Dan wanita yang bernama Anita itulah yang membela Rico,selama berada dalam ruangan kepala sekolah Rico tidak melepaskan pegangan tangan nya pada Anita."


Ratih mulai memahami kenapa Rico mau dekat dengan Anita, tampak nya wanita itu punya magnet tersendiri bagi Rico.


"Bagaimana kalau Rico memaksakan kehendaknya,."


"Rohan tidak tahu ma,Rohan juga belum mengenalnya."


"Mama hanya tidak ingin Rico kecewa."


"Rohan akan cari tahu.ma."


"Semoga saja Anita tidak punya kekasih, kasihan cucuku kecewa nantinya."


"Mama jangan terlalu berharap banyak, supaya tidak kecewa juga nantinya."


"Mama berdoa mudah-mudahan Rico mendapat kebahagian."


"Sudah lah ma, Rohan kerja dulu sekalian mencari informasi tentang Anita."


Rohan berdiri meninggalkan mamanya yang masih termenung.

__ADS_1


***


__ADS_2