MENGEJAR CINTA ANITA

MENGEJAR CINTA ANITA
Ingin Bertemu 2


__ADS_3

Anita baru saja pulang dari, Boutique Lina, karena kesibukan dalam satu bulan yang lalu, membuat Anita tidak ada waktu bertemu dengan sahabatnya Lina.


Paling tidak bisa melepaskan rindu, sebenarnya mereka sering aja berhubungan lewat WA maupun VC, tapi keduanya tidak puas bila tidak bertemu langsung.


Baru saja Anita selesai mandi,pintu kamarnya diketuk."Anita ada mbok Har,mau bertemu ." kata ibunya diluar pintu kamar..


"Ya,Bu sebentar." sahut Anita sambil berjalan ke arah pintu kamar dan membukanya.


"Cepat, kasihan mbok Har menunggu," kata Lasmi.


Anita mengangguk dan buru buru berjalan ke ruang tamu.


Mbok Har tampaknya baru pulang dari sekolah.


"Ada apa mbok?"


"Nak,Anita masih ingat dengan anak yang bernama Rico?"


"Masih mbok, ada apa?"


"Rico setiap hari menanyakan nak Anita, sepertinya Rico sangat menyukai nak Anita, sampai mbok kewalahan menjawab pertanyaan Rico.."


Anita terdiam mendengar perkataan mbok Har.


"Apakah Rico membuat masalah mbok?"tanya Anita khawatir.


"Tidak,Rico tidak membuat masalah, hanya saja dia selalu menanyakan nak Anita."


Anita menganggukkan kepalanya.


"Saya juga kadang ingin tahu bagaimana keadaan Rico, tapi kemana saya cari tahu."sahut Anita datar.


"Nak Anita kan bisa telpon Rico."


"Itulah mbok Har, saya lupa minta nomer handphonenya."


"ini , tadi mbok minta kan sama Nak Rico." mbok Har memberikan secarik kertas pada Anita.


" Terimakasih mbok."Anita menyambut kertas yang berikan Mbok Har.


"Kalau begitu mbok, permisi pulang dulu,tadi dari sekolah langsung ke sini."kata mbok Har segera berdiri.


Anita mengangguk pada mbok Har.


Setelah kepergian mbok Har, Anita melihat secarik kertas yang dipegangnya.


Anita segera memasukkan nomor Rico ke handphonenya.


Anita berencana menelpon Rico nanti malam.


***


Pukul tujuh malam, Anita duduk di ranjangnya.Anita mencari nama Rico dilayar handphonenya.


"Rico sedang mengerjakan tugas sekolah, ditemani Ratih neneknya, saat suara handphone miliknya berbunyi.


"Siapa sih telepon malam malam, mengganggu saja."kata Rico agak kesal.


"Ngga ada namanya lagi,"ucapan Rico .


Ratih yang mendengar Rico berbicara dengan nada kesal hanya tersenyum.


'Angkat dulu,Rico, "


"Malas nek,ngga ada namanya nenek aja yang angkat."sahut Rico ketus.

__ADS_1


Ratih akhirnya meraih hp yang sejak tadi berdering.


"Hallo," ucap Ratih.


Anita terkejut ketika mendengar suara wanita yang mengangkat telpon Rico.


"Hallo ,maaf bu.,apa ini nomer hp Rico?'tanya Anita diseberang sana"


"Ya benar, Rico sedang mengerjakan tugas sekolah.ini siapa ya?" tanya Ratih dengan penasaran.


"Oh...maaf kalau begitu saya mengganggu saya Bu Anita, tadi hanya mau tahu bagaimana kabar Rico,"


"O.Bu Anita"ucap Ratih dengan agak keras, sengaja dilakukannya untuk melihat reaksi Ricc


Rico yang mendengar nama tampak bterkejut, dan berusaha mengambil hp yang ada di tangan neneknya.


"Nek kemarilah hp Rico"tampak sekali Rico begitu antusias.


Dalam hitungan detik hp sudah ada di tangan Rico,


"Hallo ibu,Apa kabar,Rico rindu ibu,kapan ibu menemui Rico?"


Anita yang mendengar suara Rico tersenyum kecil.


"Kabar ibu baik,ibu juga Rindu Rico,hanya saja ibu masih sibuk untuk bertemu dengan Rico." sahut Anita diseberang sana.


'Masa ibu sibuk terus? Apa ibu ngga pernah istirahat?"


Anita terdiam, tidak tahu harus berkata apa pada Rico.


"Ya nanti ibu usahakan bertemu Rico, sekarang Rico sedang mengerjakan tugas ya."


"Iya Bu, tapi sudah hampir selesai."


"Rico lanjutkan lagi ya."


"Rico kan sudah punya nomer ibu, nanti kalau sudah selesai Rico bisa telpon ibu."


"Iya Bu,"


"ibu tutup dulu ya,selamat belajar."


Tak berapa lama sambungan terputus.


Ratih yang mendengar percakapann singkat Rico dan Anita agak bingung, dan melihat bagaimana Rico yang begitu senang setelah menerima telpon dari Anita.


Bagaimana bisa Rico tiba tiba menyukai orang yang baru dikenalnya,apa kelebihan wanita yang bernama Anita itu,


Ratih sangat mengenal cucunya itu,Rico tidak mudah menerima orang asing.


Dari percakapan yang didengarnya tadi, tidak ada kata kata istimewa


dari Anita dan pembicaraan juga sangat singkat.


Ratih ingat perkataan Rico tadi malam, kalau dia tidak suka wanita yang cerewet.


Sepertinya Anita type wanita yang disukai Rico.


"Rico suka ibu Anita?"tanya Ratih.


"Suka nek,"


"Tapi kan Rico baru kenal sama Bu Anita,Rico belum tahu apa Bu Anita orang jahat apa orang baik."kata Ratih.


"Jelas orang baik nek.'

__ADS_1


"Tahu dari mana?"


"Tahu dari sini"Rico menunjuk dadanya.


Ratih paham apa yang dimaksud Rico. "Tampaknya akan timbul masalah baru." gumam Ratih.


\*\*\*


Pagi hari sebelum berangkat ke sekolah Rico masih sempat menelepon Anita,hanya untuk menyapa saja.


Ratih melihat itu segera menarik Rohan,"Rohan lihat anakmu seperti orang yang lagi dimabuk cinta, pagi pagi sudah menelepon Anita."


Rohan memperhatikan Rico yang tampak bersemangat.


"seperti orang yang jatuh cinta."ucap Ratih.


Rohan melotot mendengar omongan mamanya.


Bagaimana bisa mamanya berkata seperti itu, dan ditujukan pada cucunya sendiri.


"Mama kalau ngomong yang benar,masa cucu sendiri dibilang seperti itu."ucap Rohan setengah emosi.


"Lah itu buktinya."


"Sudah ma,bikin pusing ,biarkan saja nanti berhenti dengan sendirinya,cuma anak anak "


"Kalau tidak berhenti?"


"Pasti berhenti ma,jangan diikuti terus kemauan anak kecil,bikin repot."jawab Rohan tak acuh.


Rohan meninggalkan mamanya dan memanggil Rico untuk masuk ke mobil.


Sepanjang perjalanan menuju ke sekolah tidak ada pembicaraan antara ayah dan anak,memang sejak dulu keduanya tidak pernah akrab seperti layaknya hubungan ayah dan anak.


"Pa, boleh Rico main ke rumah Bu Anita?"


"Kamu kan sekolah!"


"Sesudah pulang sekolah."


"Siapa yang akan mengantar,papa tidak bisa,papa sibuk." sahut Rohan acuh tak acuh.


Rico kesal mendengar jawaban Papanya.


"Ya sudah,kalau memang ngga boleh,ngga usah banyak alasan." sahut Rico agak keras dan turun dari mobil sambil membanting pintunya dengan keras berlari meninggalkan Rohan yang terkejut melihat sikap Rico.


Rohan sempat berdiam diri sejenak mengingat perilaku Rico.


Baru kali ini Rico bertingkah seperti tadi sepertinya ada yang salah pada anaknya.


Perlahan Rohan meninggalkan halaman sekolah dengan pikiran yang kacau.ada rasa takut teringat perkataan mamanya tadi pagi.


"Semoga saja tidak terjadi apa apa"gumam Rohan dalam hati.


Rohan menjalankan mobilnya dengan perasaan tidak menentu,"Apa yang sudah dilakukan wanita itu sampai Rohan sepertinya tidak lepas dari sisinya,aku harus cari tahu secepatnya,jangan sampai terlambat."ucap Rohan dengan penuh rasa khawatir.


\*\*\*\*\*


Berbeda dengan Rohan,Ratih senyum senyum sendiri teringat dengan cucunya.


"Sepertinya cucuku sedang mancing,semoga saja ikan nya memakan umpan." ucap Ratih masuk kedalam rumah sambil tertawa.


"Aku tidak tahu siapa Anita,semoga secepatnya aku akan mengetahui nya,tapi kelihatannya Rico tampak nyaman dengan wanita itu."


"Tinggal nunggu kabar dari Rohan saja lagi."

__ADS_1


Ratih menarik napas panjang.


\*\*\*


__ADS_2