MENGEJAR CINTA ANITA

MENGEJAR CINTA ANITA
Bertemu lagi 2


__ADS_3

Ratih sudah rapi,begitu juga Rico ,keduanya sedang bersiap berangkat ke rumah Anita sesuai dengan janji.


Rohan segera menghentikan aktivitas membaca koran saat dilihatnya Ratih dan Rico melangkah keluar


" Mau kemana ma?"


" Bukankah kemarin malam mama sudah bilang akan ke rumah Anita."


"Mama serius dengan yang mama katakan kemarin malam?"


"Ya jelas mama serius!"


"Ayo nek....Rico mau cepat ketemu Bu Anita." Rico menarik tangan neneknya dan tidak memperdulikan papanya.


"Baiklah sayang,kita berangkat......"


Ratih meraih tangan Rico.


" Ma,,,Rohan antar ya!" teriak Rohan.


Ratihn berhenti melangkah dan berbalik pada Rohan.


"Kami naik taxi aja.!"


"Rohan antar ma."


"Ya sudah,asal jangan ngomel nanti kalau kelamaan."


Ratih tiba tiba punya pikiran jahil untuk mengerjakan anaknya.


Akhirnya mereka bertiga berangkat menuju rumah Anita.


Sesampai di rumah Anita ,Rico turun dari mobil langsung memasuki halaman Anita,dan tampaknya Anita sudah menunggu kedatangan mereka.


Tampak juga Lasmi ,ibu Anita,.


"Assalamualaikum,' "


"Waalaikum salam."mari bu silahkan masuk.Anita menyalami Ratih demikian juga dengan Lasmi.


Rohan masih diam di mobil , memperhatikan keadaan rumah dan lingkungan sekitar,sambil membayangkan bagaimana Rico anaknya akan dititipkan mamanya di sini.


Rohan menggelengkan kepalanya, dia tidak rela berpisah dari Rico.


"Rico tidak boleh tinggal di sini,tapi bagaimana caranya." Rohan berada dalam kebimbangan.


Ratih merasa Rohan tidak mengikuti mereka,dia melirik sepintas pada mobil yang terparkir disisi jalan,ada senyum kecil menghias dibibirnya.


Di saat Rico dan Anita sedang berbincang tanpa memperhatikan dirinya, Ratih menyentuh tangan Lasmi memberinya isyarat untuk meninggalkan Rico dan Anita.


"Maaf Bu Lasmi,bisakah saya bicara empat mata dengan ibu?" kata Ratih setengah berbisik.


Lasmi memandang Ratih dan mengangguk seraya berdiri diikuti Ratih menuju kedalam ruangan.


Keduanya kemudian duduk di ruang makan.

__ADS_1


"Sebelumnya saya minta maaf,pada ibu juga pada Anita karena kedatangan kami mengganggu waktu ibu berdua,tapi saya juga tidak bisa melihat cucu satu satunya dalam keadaan sedih ,maklum cucu saya sudah ditinggal pergi mamanya sejak kecil,dan sama sekali dia tidak tahu mamanya."kata Ratih dengan suara yang pelan.


Lasmi menggunakan kepalanya."Iya, Anita ada bercerita kepada saya,kasihan Rico."


"Maksud saya berbicara dengan ibu,saya mengharapkan pertolongan dari Bu Lasmi dan Anita.,dan permintaan saya ini mungkin diluar akal."Ratih terdiam terasa berat baginya untuk mengungkapkan.


"Apa yang bisa kami bantu Bu Ratih?"


Ratih menarik napas panjang dan.memandang Lasmi dengan ragu.Lasmi meraih tangan Ratih .


"Katakanlah."


"Saya bermaksud melamar Anita untuk dijadikan istri anak saya,dan


sekaligus jadi ibunya Rico."kata Ratih agak gemetar, karena merasa permintaannya akan menyinggung Lasmi.


Untuk beberapa saat Lasmi terdiam dan memandang lekat Ratih,raut wajahnya tiba tiba murung.


Ratih yang melihat perubahan wajah Lasmi menjadi gugup.


"Maaf kalau sudah menyinggung perasaan Bu Lasmi."


"Tidak Bu,saya tidak tersinggung sedikitpun,saya malah merasa tersanjung, walaupun bagaimana pun masih ada yang menyukai Anak saya."sahut Bu Lasmi.


"Maksud Bu Lasmi?"tanya Ratih dengan wajah bingung.


"Saya tidak tahu apakah ibu akan menerima Anita atau tidak bila ibu tahu keadaan anak saya."ucap Bu Lasmi dengan nada sedih.


"Rico menyukai Anita,tidak mudah bagi Rico untuk menyukai seseorang,dan saya rasa pilihan Rico tidak salah."sahut Ratih.


"Katakanlah Bu Lasmi,"


"Sejujurnya Anita anak saya bukanlah gadis lagi,dia janda ,baru cerai beberapa bulan yang lalu."kata Lasmi dengan mata berkaca-kaca,teringat akan nasib yang dialami Anita.


Ratih terkejut mendengar penuturan Lasmi,dan melihat betapa Lasmi yang tampak terpukul.


"Oh....maafkan saya "ucap Ratih serba salah.


"Tidak apa apa,hanya saja saya ingin Bu Ratih mempertimbangkan rencana tadi."


"Saya tidak memperdulikan status Anita,yang saya lihat Anita bisa memberikan apa yang dicari cucu saya jadi Bu Lasmi tidak usah khawatir."


Lasmi terlihat agak lega.


"Tapi bagaimana dengan papanya Rico?"tanya Lasmi ragu.


"Kalau papanya Rico itu bisa saya urus,Bu Lasmi jangan khawatir,yang penting buat saya persetujuan dari Bu Lasmi dulu."


"Saya tidak keberatan ,saya juga mengharapkan yang terbaik buat anak saya." kata Bu Lasmi .


"Terima kasih Bu Lasmi.saya nanti akan berbicara pada Anita,setelah itu saya mohon Bu Lasmi bisa memberikan dukungan padanya.takutnya dia masih trauma."


"Saya akan bantu,saya juga ingin Anita bahagia.'


Keduanya tersenyum dan kembali melangkah keluar,dan terlihat Anita dan Rico masih berbincang.

__ADS_1


Ratih dan Lasmi kembali bergabung.


Tidak terasa waktu berlalu dan saatnya mereka pamit pulang,Anita membungkus kue kering untuk dibawa pulang Rico dan neneknya.


Ratih dan Anita pamit pulang,keduanya berjalan menuju mobil yang diparkir di pinggir jalan,tampak Rohan menunggu di dalam mobil.


Keduanya masuk dalam mobil,dan berlalu meninggalkan rumah Anita.


Ratih memperhatikan Rohan yang tampak muram .Ratih tidak bicara sepanjang jalan hingga sampai ke rumah demikian juga Rico.


Kesunyian menyelimuti ketiganya.


\*\*\*


Malam hari setelah makan malam Rico langsung masuk ke kamarnya,Ratih juga demikian tapi Rohan menahannya untuk bicara.


"Ada apa Rohan,mama sudah ngantuk."kata Ratih menutup mulutnya seolah menguap.


"Apa tadi mama sudah bicara ke Anita?"


"Sudah."


"Apakah Anita menyetujuinya?"


"Anita dan ibunya tidak keberatan menampung Rico."jawab Ratih Sekena dan terlihat santai.


Rohan menggenggamkan kedua tangannya tampak emosi.


"Sebaiknya batalkan keinginan mama untuk menitipkan Rico di sana."


"Tidak bisa Rohan,tadi mama sudah bicara,tidak mungkin membatalkannya."


"Walau bagaimanapun Rico tidak boleh keluar dari rumah ini!!!!"ucap Rohan agak keras.


"Kamu jangan egois,kasian anakmu.!!!"sahut Ratih dengan suara tinggi.


"Rohan tetap tidak setuju Rico bkeluar dari rumah ini."ucapan Rohan dengan napas berat menahan emosi.


"Terus.....Maumu apa?!"


Rohan setuju menikahi Anita,ma, tapi dengan catatan pernikahan hanya status,jangan harap Rohan memperlakukan sebagai istri,jadi jangan harap Rohan bersikap baik padanya, karena tidak ada yang lebih baik dari Linda.' kata Rohan dingin dan datar.


Beberapa saat Ratih terdiam,Rohan memang masih hidup dalam bayang bayang Linda,padahal sudah hampir Sepuluh tahun .Ratih berharap Rohan bisa membuka hatinya .


"Mama melakukan ini demi Rico, terserah dengan apa yang kau lakukan nantinya, yang penting Rico bisa bahagia."


Ratih berjalan meninggalkan Rohan yang masih duduk diam di kursinya.


Ada sorak kegirangan dalam dadanya karena Rohan mau mengikuti sarannya,"Aku harus melanjutkan rencana ini,aku tidak tahu nantinya akan berhasil atau tidak,yang penting harus di coba dulu."gumamnya dalam hati.


Malam telah larut Rohan tidak bisa memejamkan matanya, pikirannya melayang pada Linda istrinya,wajah itu selalu membayangi dirinya di manapun berada pada bersalah yang besar karena tidak bisa menyelamatkan Linda membuatnya sangat terpukul.


"Linda maafkan aku.'tangisnya akhirnya pecah tanpa bisa dibendung,tubuhnya bergetar hebat menahan emosi.


Rohan baru bisa tertidur jam empat subuh.

__ADS_1


__ADS_2