MENGEJAR CINTA ANITA

MENGEJAR CINTA ANITA
Bertemu kembali


__ADS_3

Semenjak pulang dari pertemuan dengan Ratih siang tadi,Anita bermaksud menceritakan semuanya pada ibu.


Anita memasuki rumah dilihatnya ibu sedang bersih bersih di rumah.


"Bu,bisa Anita bicara sebentar...…"


Lasmi melihat Anita yang berdiri di pintu,.


"Ada apa?"


Lasmi menghentikan pekerjaannya.


""Duduklah Anita.'


Anita menuju sofa dan duduk diikuti ibunya.


Berat hati Anita mengatakan pada ibunya tentang permintaan Ratih yang bagi Anita sangat tidak masuk akal.


"Tadi,siang ,Ainita bertemu dengan Bu Ratih,beliau menelpon Anita mengajak bertemu.'


Lasmi diam mendengarkan.Anita meneruskan kata katanya.


"Bu Ratih meminta tolong pada Anita ,dan bagi Anita permintaan itu sangat tidak masuk akal."


"Bu Ratih minta tolong apa?


"Bu Ratih minta saya menjadi ibu dari cucunya,Rico, dan sekaligus jadi Istri dari anaknya Rohan',buat Anita itu permintaan aneh dan mengada ada.'kata Anita dengan nada datar.


Anita menceritakan semua isi pertemuan mereka secara detail.


Lasmi memandang anaknya ,teringat akan pembicaraannya dengan. Ratusan g dua hari yang lalu.,rasanya Lasmi tidak percaya kalau Ratih akan melakukannya,dia pikir hanya keinginan sesaat saja kemudian dilupakan.


"Apakah kamu bersedia Aniita ?"


"Anita belum menjawab,Anita minta waktu dua hari untuk menjawabnya."


Lasmi diam, bagaimanapun masalah ini menyangkut masa depan beberapa orang,kalau salah dalam menghilangkan keputusan akan berakibat penyesalan.Dan Lasmi tahu sifat Anita,bila terjadi sesuatu Anita memilih mengalah dengan kerugian berada dipijaknya.


"Sebaiknya kamu pikirkan matang matang,ibu tidak bisa ikut campur,karena Anita lah yang menjalaninya."


"Kalau menurut ibu , bagaimana?"


"Semua keputusan yang Anita pilih ada resikonya.


"Saat Anita menolak,akan ada yang dikorbankan dan Anita tahu,Rico yang akan menjadi korban.Lasmi menghela napas.


"Hal itu akan berimbas pada mental nya dan akan mempengaruhi perkembangan jiwa selanjutnya."


Lasmi memperhatikan Anita yang diam mendengarkan


"Pengaruhnya juga akan berdampak pada Ratih dan mungkin papanya Rico,dan kamu juga pasti akan merasakan kesedihan Rico."


Anita mengangguk membenarkan apa yang dikatakan Lasmi,ibunya.


Lasmi masih melihat Anita yang mendengarkan kata katanya.


" Dan apabila Anita menerima,Rico pasti senang,Ratih juga akan senang kerena apa yang diinginkan cucunya tercapai,tapi dengan mengorbankan Anita juga papanya Rico.'


"Anita bingung bu,harus pilih yang mana,keadaan Anita saat ini sedang tidak baik,dan Anita .Bila Anita bersedia ,Anita akan meninggalkan ibu lagi.


Apabila tidak ,Anita tidak bisa membayangkan keadaan Rico.,


Anita tidak ingin mengecewakan semuanya "


"Tolong bantu Anita untuk memilih ibu"


Lasmi memandang Anita yang bimbang,hanya saja Lasmi tahu bila Anita tidak bersedia,kehidupan Anita akan tetap seperti sekarang ini dan akan selalu tertutup.


Lasmi juga tahu luka yang masih belum sembuh akibat perceraian beberapa bulan lalu.


Anita terlalu pandai menyimpannya sehingga orang akan melihat seolah tak terjadi apa apa, sehingga mereka tidak tahu betapa terpukulnya Anita.


"Saran ibu, lebih baik Anita menerima, paling tidak ada beberapa hati yang bahagia,dari pada Anita menolak,karena semuanya akan terluka."


kata Lasmi dengan lembut sambil menggenggam tangan Anita.


"Tapi semua keputusan ada ditangan Anita" lanjut Lasmi.


Anita menatap ibunya.seolah mencari kekuatan pada wajah paruh baya yang berada didepannya.Lasmi menganggukkan kepalanya seolah memberi kan semangat untuk Anita mengambil keputusan.


"Baiklah bu, Anita akan.menerima permintaan Bu Ratih.," ucapan Anita mantap.


"Ingat Anita,jangan libatkan perasaan nantinya.bila kamu tidak ingin terluka."

__ADS_1


"Maksud Ibu?'


"Anita.....kamu akan jadi Istri papanya Rico, dan kamu harus tahu batasan agar tidak terluka lagi."


"Anita mengerti bu."


”Berusahalah untuk selalu bersifat Arif dan berbuat baik.,Anita."


Anita menganggukan kepalamya,terasa hilang sudah beban yang menghimpit dadanya,Ibunya lah satu satunya orang yang bisa dengan sabar.mendengarkan keluh kesahnya selama ini selain Lina sahabatnya.


Anita belum menceritakan semuanya ini pada Lina,besok dia berencana akan ke boutique ,menemui Lina.


"Bu,Anita mandi dulu."


"Ya," sahut Lasmi memandang kepergian Anita. Lasmi berharap Anita mendapat kebahagian suatu saat.nanti,kadang dia menangis sendiri bila teringat akan nasib Anita.


Kehidupan Anita bersamanya sejak kecil sangat lah menderita,tetapi Anita tidak pernah mengeluh,Anita tidak merasa iri saat dimana teman temannya bermain ,Anita harus berkeliling komplek perumahan berjualan kue,Anita tidak pernah menuntut apa apa darinya,justru selalu membantu.


Ada titik bening menghiasi kedua mata Lasmi ,teringat bagaimana


saat Anita menikah,Anita tampak bahagia dengan suami yang dicintainya...tapi ternyata kebahagian itu tidak bertahan lama,hanya dua tahun dan kebahagian itu terenggut dari tangan Anita,kini Anita kembali ke titik nol lagi.


Lasmi selalu berdoa akan ada kebahagian yang menunggu Anita suatu saat nanti.


Kadang Lasmi merasa kehidupannya dan Anita terasa menoton dan biasa saja tidak ada istimewa dalam keseharian.,semua tampak datar.


Malam hari Anita bisa tidur dengan nyenyak,karena sudah bisa memberikan jawaban untuk Bu Ratih dua hari yang akan datang.


Tidak ada beban lagi yang mengganjal,hanya kedepannya bagaimana dia menjalani kehidupan yang baru ,bersama Rico,Ratih dan Rohan.


"Semoga kedepannya tidak ada masalah."kata Anita dalam hati.


***


Anita baru saja memasuki ruangan boutique milik Lina,ketika matanya menangkap seseorang yang dikenalnya sedang duduk di sofa sambil membuka majalah.yang disediakan disana,juga ada secangkir kopi ada di meja.


Ada beberapa pertanyaan yang.melintas dipikiran Anita yang akan ditujukan pada Lina.


Anita berlalu menuju ruangan Lina,tanpa mengetuk Anita langsung.measuki ruangan.


Lina tampak terburu buru mengambil tas,tetapi terhenti ketika melihat Anita berdiri dengan.memandangnya penuh tanya.


"Mau keluar?'


"Tampaknya kedatanganku di waktu yang salah'' kata Anita datar


"No...no....no. . untuk sahabatku ini selalu akan ada waktu, ada masalah ,?"Lina duduk.di sofa diikuti Anita,


"Hanya mampu nya pendapat mu saja,karena keputusan sudah ku buat."


" Seperti nya aku ketinggalan momen penting." kata Lina dengan dari berkerut.


"Bisa dikatakan seperti itu, karena keadaannya sangat mendadak." sahut Anita datar.


"Boleh tahu?" tanya Lina.


Anita bermaksud mengatakannya, ketika hp miliknya berdering.


Anita melihat nama Rico terpampang dilayar hp miliknya.


"Ya Hallo, Rico, ada apa."


"Ibu,Rico pengen ketemu ibu.....,.'


Beberapa saat Anita terdiam,"


"Ibu ada di boutique milik teman ibu, saat ini,ibu akan pulang."jawab Anita.


"Rico mau ketemu ibu sekarang,minta alamat teman ibu,Rico langsung ke sana,ini Rico masih di jalan.


"Ya,"


Anita menyebutkan alamat boutique Lina, Rico tampak mendengarkannya .


" Ok...Rico ke sana sekarang Bu Anita cantik kesayangan Rico."


Rico langsung.menutup telponnya.


Lina.memandang Anita dengan penuh tanya.


"Dari siapa An,


"Inilah yang mau aku ceritakan sama kamu Lin."

__ADS_1


"Mungkin sebentar lagi aku akan menikah Lin."kata Anita datar.


Lina terkejut mendengar perkataan Anita,, bagaimana bisa Anita berkata seperti tidak terjadi apa apa.


"Kamu ngigau atau salah minum obat ,An.?"


"Tidak ada angin tidak ada hujan tiba tiba mau menikah.,"


"Aku juga tidak tahu," sahut Anita.


" Bagaimana bisa kamu tidak tahu,kamu barusan mengatakannya.'


"Aku tidak tahu mengapa ini bisa terjadi." sahut Anita datar


Lina menatap Anita tidak mengerti.


Anita terlihat biasa saja,seolah tidak terjadi hal besar dalam dirinya.


"Tunggulah beberapa saat,kamu akan tahu masalah yang aku hadapi,dia sedang ke sini."


"Aku jadi penasaran seperti apa orang yang membuatmu bersedia menikahinya."


Kamu akan terkejut nantinya, tunggu saja dulu "


"Lin,kalau boleh tahu itu,om nya Rico ngapain ke sini?"


Lina tersenyum,rona merah menghiasi wajahnya yang cantik dengan kedua mata yang dihiasi bulu mata lentik dangan. mata yang jernih.


"Kami rencana mau makan." .sahut Lina tersipu malu.


"O......" Anita ber O,


"Tampaknya akan ada kelanjutan setelah peristiwa pemukulan dahulu."kata Anita tersenyum kecil.


Sepertinya Lina sahabatnya ada kemajuan. sekarang.


"Masih tahap awal An,aku takut gagal nantinya,jadi aku tidak mau terlalu dalam mengenai hubungan ini."


Anita mengangguk paham, dia tahu Lina selalu berhati hati dalam setiap hubungan.dan peran orangtuanya juga ikut andil.


Tak beberapa lama terdengar suara agak ribut di depan.


"Ada apa Lin?"


"Aku tidak tahu,kita ke depan yuk." ajak Lina.


Keduanya keluar ruangan Lina,dan Lina terkejut melihat ada anak yang berdiri dengan cemberut di tempatnya,kelihatannya anak tersebut sedang marah.


Anita yang.melihat keadaan Rico kurang baik segera.menghampiri.


"Ada apa Rico,?"


"Tadi Rico dilarang sama mba yang disana masuk" tunjuk Rico pada Lili yang berada di meja resepsionis.


"Tidak apa...,Dia tidak tahu Rico datang,tadi ibu lupa memberitahunya,sudah jangan ngambek lagi,nanti tidak ganteng


." bujuk Anita.


Rico memanyunkan bibirnya,


"Ada apa ,kelihatannya penting,padahakan Rico bisa telpon ibu."


Lina memperhatikan n Anita yang tampak membujuk anak yang bernama Rico.


"Bu kemarin nenek bilang sudah bicara dengan ibu,apakah ibu setuju?"


Anita terdiam,tampaknya anak ini lebih tidak sabar lagi untuk mendapatkan. jawaban dari Anita.


"Ibu minta dua hari untuk berpikir pada nenek "


" Jawab sekarang saja Bu,agar Rico bisa langsung melamar ibu"" kata Rico dengan suara keras.


Lina yang mendengar percakapan Anita dan Rico terkejut, bagaimana mungkin anak sekecil ini mau melamar Anita, sahabatnya .


"Apa?" teriak Lina membelalakkan matanya.


Malik yang sejak tadi mendengar pembicaraan juga terkejut.


Anita jadi geli mendengar keterkejutan Lina dan Malik.


Anita menuntun tangan Rico,


"Duduklah dulu,ibu ambilkan minum "

__ADS_1


\*\*\*\*


__ADS_2