MENGEJAR CINTA ANITA

MENGEJAR CINTA ANITA
Melamar


__ADS_3

Anita mengambilkan minum untuk Rico,


"Sebaiknya Rico minum dulu,"


"Ya Bu,Rico meraih minuman yang diberikan Anita dan.memeinumnya."


Lina yang sejak tadi penasaran dengan apa yang terjadi akhirnya membuka mulut


"Dek, namanya siapa,?"


"Rico tante,"


"Rico kok dekat sama tante Anita,.?"


"Dekat lah tante,karena ibu Anita akan jadi mama Rico" sahut Rico dengan santai.


Lina memandang Anita berkali kali,seolah tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


"An, ni anak salah minum obat atau kepalanya sudah terbentur sesuatu.' bisik Lina pada Anita


Anita memandang Lina ",Inilah yang mau aku bicarakan padamu tadi,Lin."


"Aku tidak mengerti bagaimana kamu terlibat dengan hal ini?"


"Aku juga tidak tahu,Lin.'


"Sepertinya ada lah penting yang anak ini bicarakan padamu,hingga bela belain datang ke sini mencarimu.'


"Rico,tunggu ibu sebentar ,ibu mau bicara dengan teman ibu,"


Anita menarik Lina dan mengajaknya masih ke ruangan Lina.


Malik yang sejak tadi memperhatikan penasaran.


'Lina, ada apa ini.....?" ada apa ini tanyanya .


"Malik, kemarilah ikut kami,"pintal Lina.


Malik yang dipanggil Lina segera berdiri mengikuti kedua orang sahabat tersebut.


"Ketiganya sudah berada di ruangan Lina,


"Apa yang sudah terjadi An...?"


"Rico ingin aku jadi mamanya." jawab Anita datar.


"Bagaimana bisa An...."


" Aku tidak tahu kenapa Rico begitu."sahut Anita singkat


"Apakah kamu mengiyakan An,?"


Anita menganggukkan kepalanya.


"Aku tidak ada pilihan."


"Terus ibu bagaimana?'


"Menyerahkan semuanya padaku dengan memberi pandangan yang baik dan buruk.'


Lina menghela napas panjang,kenapa perjalan hidup sahabatnya ini jadi rumit begini.


"Aku hanya mendukung semua keputusan mu An,tapi bila satu saat kamu butuh bantuan jangan sungkan untuk menghubungi aku."


"Ya, tapi semoga saja aku tidak meminta pertolongan mu lagi," kata Anita sambil memandang Malik yang sejak tadi mendengarkan pembicaraan mereka.


Karena mulai sekarang tampaknya Lina akan membagi waktunya dengan lelaki yang kini bersama mereka.


"Sejak kapan Lin ,kok kamu tidak pernah cerita?" Anita berbisik pada Lina.


" Belum lama,masih pendekatan." sahut Lina sambil memandang Malik yang sejak tadi tak lepas menatap Lina,Keduanya tersenyum.


Anita yang menyaksikan kedua segera berdiri


"Aku harus menyelesaikan semua ini,tampaknya Rico tak sabar menungguku "

__ADS_1


"Tunggu An,kapan kamu mengenalkan calon suamimu pada kami.?"tanya Lina.


"Belum tahu,karena aku juga belum mengenalnya" sahut Anita singkat.


"Apa........?"


Anita segera keluar diiringi Lina dan Malik yang.masih penasaran.


Timbul sifat iseng pada Lina untuk menggoda Rico.


"Adek manis,namanya Rico ya.?"


"Ya Tante,."


"Kok suka dengan Tante Anita kenapa?"tanya Lina berjongkok dekat Rico yang duduk di sofa."


"Karena bu Anita baik." jawab Rico singkat,membuat Lina tambah ingin menggoda Rico.


"Kalau tante Anita jadi mama Rico,tentunya jadi istri papa Rico dong."


" Ya ,Tante,Rico tahu."


" Berarti Tante Anita jadi ibu tiri Rico dong,apa Rico ngga takut nanti Tante Anita jadi ibu tiri yang jahat.?" tanya Lina sambil menakut nakuti Rico.


Malik yang mendengar perkataan Lina tersenyum melihat Lina yang menggangu Rico.


"Rico.tdak takut,karena Bu Anita baik,dan hanya jadi milik Rico ."


Mendengar jawaban Rico yang terdengar aneh malah semakin membuat Lina penasaran.


"Terus papa kamu bagaimana?"


tanya Lina .


"Tidak masalah,karena itu Rico mau melamar Ibu Anita,untuk lelaki angkuh itu."


"Lelaki angkuh,?!!!?'


Anita dan Lina terkejut mendengar perkataan Rico.


"Lelaki angkuh itu papa Rico,tuh dia menunggu Rico di depan." Rico menunjukan mobil yang diparkir di halaman boutique,tampak kaca bagian supir terbuka,sosok yang dikatakan Rico tampak dengan santainya bersandar pada sandaran kursi sambil mengisap rokok.


Lina mencubit Anita."Kok dia tidak turun menemuimu ,malah menyuruh anaknya yang ke sini,lelaki macam apa itu."


"Papa memang seperti itu,dia sangat angkuh, tapi Rico tidak perduli, walaupun sebenarnya Rico sayang sama papa,buat Rico Bu Anita yang utama.."sahut Rico mengejutkan Lina dan Anita.


"Tampaknya kalian berhadapan dengan seorang anak yang cerdas." celutuk Malik yang sejak tadi diam.


"Aku belum pernah ketemu anak seumur ini memasuki ranah permasalahan orang dewasa.kok bisa ya.' jawab Lina menatap Malik setengah melongo.


"Pasti ada hanya saja langka, ini salah satunya."jawab Malik singkat.


"An,apakah kamu bisa mengatasinya?" tanya Lina prihatin.


'Bisa, Lin."


"Lalu bagaimana dengan lelaki itu yang merupakan papa anak ini.?"


Lina memukul Rohan yang terlihat santai dibelakang kemudi.


"Rohan ,Lin.nama papanya Rico adalah Rohan


"Rohan......"Malik bergumam.


"Sepertinya aku tidak asing dengan nama baik itu."


"Apakah kau mengenalnya?" tanya Lina pada Malik.


"Tidak,hanya nama itu tidak asing bagi pendengarannya."sahut Malik dengan santai.


Anita menggenggam tangan Rico."Sekarang Rico pulang ya," pinta Anita,.


"Tapi bagaimana dengan permintaan Rico tadi?"


"Rico tidak perlu khawatir, permintaan Rico ibu terima,"jawab Anita singkat.

__ADS_1


"Benarkah Bu."


Anita menganggukan. kepalanya dan tersenyum kecil pada Rico.


Rico yang. baru kali ini melihat Anita tersenyum tampak melongo.


'Baiklah Rico pulang,tapi bu Anita pegang janji ya.'


"Iya ,jangan khawatir."Anita mengangguk.


Lantas membimbing.Rico menuju pintu keluar.


"Bu sampai disini saja,Rico bisa sendiri" katanya menolak Anita yang bermaksud mengantarnya sampai ke parkiran.


"Rico berani sendiri?'


"Berani bu ,tadi juga Rico sendiri."


" Ya sudah, hati hati ya.salam untuk nenek ya,.'Anita mengelus pundak Rico .


"ya ,bu.'.Rico melangkah pergi,


"Terimakasih atas waktu yang diberikan Tante dan om.' kata Rico menoleh pada Lina dan Malik.


"Wow.....benar benar anak ajaib.' teriak Lina ketika Rico sudah menghilang dari pandangan.


Anita tidak memperdulikan kata kata Lina,dia melihat kepergian Rico melalui pintu kaca.


Tidak beberapa lama mobil yang dinaiki Rico dan papanya menghilang..


Anita, kamu berutang jawaban' untuk ini....aku dan Malik mau keluar dulu. atau kamu ikut kami.?"


"Aku disini saja,nanti malah jadi obat nyamuk," kata Anita datar.


"Ya Sudah,kami berangkat dulu."


Lina pantas keluar boutique diikuti Malik.


"Kok Kamu punya teman dingin seklii, Lin?'


"Siapa....Anita maksudmu?


"Siapa lagi.."


"Anita memang seperti itu sejak kecil, tapi aku merasa nyaman berteman dengannya."


"Tapi kok,dia sangat kaku. begitu."


"Pembawaannya dari dulu,tidak pernah berubah."


"Kamu juga kok betah,padahal dia tidak banyak bicara.?" tanya Malik.


"Nanti kalau kamu mengenalnya kamu juga akan suka."


Malik diam mendengar penjelasan Lin,keduanya menuju sebuah restoran yang ada di kota manis dengan mengendarai mobil Malik.


"Malik,tadi aku agak bingung kenapa Rohan papanya Rico tidak ikut turun menemui Anita."tanya Lina sambil mengaduk minuman yang harus datang.


" Lin.kamu tidak menyimak apa yang dikatakan Rico tentang papanya? Saat dia mengatakan Ingin melamar Anita?"


"Melamar Anita untuk lelaki angkuh....." ucap Lina spontan.


"Ya,tampaknya calon suami sahabatmu memang lelaki angkuh seperti yang dikatakan anaknya sendiri." sahut Malik sambil tersenyum


Lina menatap Malik dengan tidak percaya, bagaimana bisa Anita terlibat dengan lelaki seperti itu,


Lina menggelengkan kepalanya Malik tertawa melihat kelakuan Lina yang tampak panik.


"Sudahlah kita makan dulu, nanti keburu dingin,masih banyak waktu untuk membahasnya," kata Malik.


Lina menggangukan kepalanya,keduanya makan di selingi canda dan tawa.


\*\*"


"

__ADS_1


.


__ADS_2