
Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh,Anita sedang memperhatikan anak anak yang ada di halaman sekolah,karena waktu istirahat.
Suara handphone Anita berdering,tampak dilayar muncul nama Bu Asti.
Anita mengangkat ."Hallo Bu ,"
Anita tampak serius mendengarkan , suara di seberang ."Baik Bu ,saya akan ke sana sekarang.' Anita menutup pembicaraan.
Benarlah seperti dugaan Rico maupun Anita,anak yang bernama Fajar mengadukan pemukulan yang dilakukan Rico pada orangtuanya.
Anita memperhatikan wanita yang tampak memarahi guru kelas yang berada di ruang kepala sekolah.
Tampaknya guru tersebut tidak bisa berkata apa apa.
Anita memasuki ruangan tanpa mengetuk karena sudah dapat isyarat untuk masuk dari kepala sekolah.
"Pokoknya saya tidak mau tahu,anak itu harus dihukum karena sudah membuat celaka anak saya," ucap wanita itu dengan sangat keras .Anita memperhatikan dandanan menor dengan sejumlah perhiasan yang melekat ditubuhnya,seperti toko mas berjalan,.
"Sabar dulu Bu,kita tanya pada anak nya dulu, agar jelas duduk perkaranya.' ucap Ibu Asti pelan.
Tatapan wanita yang beralih pada Anita. yang hanya diam memperhatikan dirinya.
Tak lama ibu Asti meminta wali kelas menjemput Rico dan Fajar.
"Silahkan duduk dulu bu.kita tunggu mereka sebentar." ucap ibu Asti berusaha menenangkan perempuan tersebut.
Anita memperhatikan sikap angkuh dan pandangan meremehkan yang ditujukan pada Bu Asti.
Anita merasa tidak suka hingga menatap tajam wanita tersebut.Tatapan tajam dan dingin dari Anita dirasakan orangtuanya Fajar.
Ada rasa takut juga melihat tatapan dingin Anita.
.
Suara ketukan pintu mengalihkan perhatian Anita,tampak berdiri seorang lelaki dengan hanya memakai kaos yang sangat ketat ditutupi jaket kulit.
Wajah lelaki tinggi kekar tampak muram.,"Selamat siang ibu kepala sekolah,maaf saya terlambat."
"Silahkan masuk pa Rohan,silahkan duduk," kata ibu Asti mempersilahkan lelaki yang bernama Rohan untuk masuk.
Rohan adalah papanya Rico.
Anita memperhatikan Rohan yang berjalan memasuki ruangan kepala sekolah dan langsung duduk berhadapan dengan orangtua Fajar.
Tidak beberapa lama Fajar dan Rico memasuki ruangan diikuti wali kelas keduanya.
Fajar langsung bergelut manja pada ibunya .berbeda dengan Rico yang tampak diam membeku memandang papanya yang terlibat sangat marah
Rico berpaling pada Anita yang berdiri tidak jauh darinya ,terlihat mata anak itu memancarkan rasa takut .
Anita tahu kondisi Rico yang terpojok karena tatapan papanya
Anita menganggukan kepala memberi isyarat pada Rico.
Rico bergeser mendekati Anita berharap minta perlindungan,bukan kemarahan orang tua Fajar yang dia takutkan,melainkan kemarahan papanya..
Anita mengulurkan tangannya yang dengan cepat diraih Rico.
__ADS_1
Anita merasakan tangan Rico gemetar dan sangat dingin.
Secepatnya Rico menyembunyikan separuh badannya dibelakang Anita.
"Baiklah karena semuanya sudah lengkap sebaiknya kita segera selesaikan masalah ini secepatnya.
"Fajar ibu mau tanya apa benar Rico memukulmu?" tanya ibu Asti dengan lembut.
"Memang anak itu memukul anak saya Bu." sahut ibu fajar.
"Maaf ibu tolong dengarkan,saya menanyakan pada anak ibu,bukan pada ibu,tolong dipahami." ucap Bu Asti.
"oniya Bu.maaf,"sahut wanita itu dengan malu.
"Jawab ibu fajar!" ulang Bu Asti agak keras.
"Ya Bu,Rico memukul Fajar."
"Fajar tahu kenapa Rico memukul Fajar."tanya Bu Asti.
Fajar diam tidak menjawab sesekali matanya melihat pada ibunya,kemudian beralih pada Rico yang berdiri dekat Anita.
Anita menatap dingin pada Fajar.
"Ma ,kita pulang yuk."pinta Fajar pada ibunya.
"Jawab dulu pertanyaan ibu kepala sekolah sayang,setelah ini kita pulang."
Fajar diam tidak menjawab.
" Rico,ibu mau tanya.kenapa Rico sampai memukul Fajar?" tanya Bu Asti.
Rico.melihat papanya dan beralih melihat Anita yang masih menggenggam tangannya.
Anita mengangguk "Katakan semuanya jangan takut,Rico."ucap Anita pelan.
Rohan yang melihat Rico menggenggam tangan Anita sedikit terkejut.dia bermaksud mendekati Rico,,tapi nampaknya Rico sangat takut padanya.
"Fajar bilang,Rico tidak punya ibu,Rico jadi marah dan memukulnya ,Bu kepala sekolah,"jawab Rico dengan pelan
Rohan yang mendengar pengakuan Rico sangat terkejut,bagaimana pun kata kata itu membuat hatinya terasa sakit ,terlebih lagi Rico.
Rohan menatap tajam Fajar yang duduk dipangkuan ibunya.
"Tidak mungkin Fajar berkata seperti itu,"bela ibunya.
"Bu ,tolong tanyakan langsung pada anak ibu." ucap Anita datar memandang dingin wanita pesolek itu.
Mendapat tatapan dingin Anita membuat dirinya takut,tapi rasa gengsinya yang tinggi malah balik bertanya pada Anita.
"Siapa kamu,apa hak kamu bertanya kepada saya." bentaknya.
Tatapan Anita semakin tajam dan dingin, "Saya pengawasan Rico di sekolah ini,dan kejadian terjadi di sekolah ini."jawab Anita dingin dan datar.
"Dan Rico sudah menceritakan pada saya,kalau dia memang memukul anak ibu,tapi pemukulan itu dilakukan tidak dengan tanpa alasan,tanyakanlah pada anak ibu apakah dia berkata seperti itu atau tidak," ucap Anita datar dengan pandangan tajam dan menghujam .
Rohan yang merasa ada aura kemarahan dari tatapan Anita jadi penasaran dengan wanita yang sejak tadi masih menggenggam tangan anaknya.
__ADS_1
Ibu Fajar memandang anaknya,
"Benarkah apa yang dikatakan Rico tadi,Fajar?"
Fajar menganggukkan kepalanya.
Wanita itu tampak kecewa melihat anaknya,mukanya memerah karena malu.
Tadinya dia mau menuntut pihak sekolah dan orang tua Rico tetapi kenyataannya yang diterimanya tidak seperti harapannya..
Dengan terburu buru dan hanya mengatakan maaf ,ibu dan anak keluar dari ruangan kepala sekolah.
Ibu Asti hanya bisa menggelengkan. kepalanya melihat ibu dan anak yang sama kelakuannya.
Rohan menatap Rico,tapi tatapannya tidak lagi menakutkan seperti tadi,ada rasa sedih mendengar anaknya diperlakukan seperti itu.
"Rico,temui papamu dulu," bisik Anita sambil menunduk.
"Tapi Bu,Rico takut."
"Tidak apa,papamu sudah tidak marah lagi.'
"Ya Bu.'Rico berjalan menuju Rohan yang memperhatikannya sejak tadi.
Rohan mengulurkan tangannya memeluk Rico."Maaf kan Rico ya pa sudah mengganggu kerjaan papa Karen datang ke sini."
"Sudahlah ,lain kali jangan diulangi lagi"
"Iya pa."Rico menganggukan kepala.
"Baiklah ,karena masalah ini sudah jelas, jadi tidak perlu lagi dibahas hanya saja ini jadi PR untuk wali kelas."ucap Bu Asti senang..
Anita mengangguk,'Kalai begitu saya permisi dulu Bu,masih banyak yang harus saya siapkan,sebentar lagi anak anak pulang sekolah."
Anita hendak keluar tapi ditahan Rico,
"Bu Rico ikut."
"Rico ngga pulang sama papa Rico?"
"Papa Rico masih kerja nanti sore aja Rico dijemputnya."
Anita melihat Rohan , Lelaki itu hanya diam membisu.
" Saya titip anak saya,nanti sore saya jemput." kata Rohan pada Anita..
" Baik pa." sahut Anita singkat.
Rico tampak senang dan meraih tangan Anita,keduanya keluar ruangan dengan bergandeng tangan.
Rohan menatap kepergian dengan perasaan campur aduk.Bermacam pikiran dan pertanyaan terlintas dikepalainya.
Akhirnya hanya helaan napas saja yang menjadi jawaban untuk sementara waktu.
Setelah pamit pada kepala sekolah Rohan meninggalkan gedung sekolah melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.
\*\*\*\*\*
__ADS_1