
Tidak terasa seminggu sudah berlalu,waktunya menjemput Rico kembali.
Anita dan Ratih sudah bersiap siap berangkat,Rohan melihat Anita dan mamanya akan berangkat segera mendekat.
" Apakah akan lama?" tanya Rohan pada istrinya.
" Tidak akan lama." jawab Anita sambil tersenyum.
" Baiklah.....hati - hati di jalan." kata Rohan,sambil melihat mamanya yang sudah memasuki mobil.
Anita menganggukkan kepalanya.
" Iya."
Perjalan yang di tempuh memakan waktu dua puluh menit dari rumah kediaman Ratih hingga sampai ke sekolah Rico.
Mereka memasuki halaman sekolah dan Anita memarkir kendaraannya.
Anita dan Ratih berdiri mencari sosok Rico diantara banyaknya anak anak yang berlarian mencari orang tuanya masing masing.
Dari kejauhan Anita dan Ratih melihat Rico yang berjalan santai dan tenang,tidak seperti anak anak lain yang berlarian .Dengan barang bawaan yang ditenteng di kedua belah tangannya,Rico berjalan menuju tempat dimana dilihatnya nenek dan mamanya berdiri.
Anita dan Ratih melambaikan tangannya.
Rico melihat dari kejauhan mama dan neneknya sedang menunggu .
Rico tersenyum pada dua orang yang sangat disayanginya.
Setelah dekat barulah Rico mempercepat langkahnya .
"Nenek.....mama.....";Rico meletakkan barang bawaannya.dan membentangkan tangannya memeluk secara beegilir dua orang yang menantinya.
" Bagaimana keadaanmu sayang.?" tanya Ratih sambil memperhatikan seluruh tubuh Rico dari atas sampai bawah.
" Rico baik baik saja,Rico suka nek," kata Rico sambil tersenyum.
Anita senang mendengarnya,dia bisa bernapas lega karena Rico sudah mulai bisa bergaul dan tidak tertutup lagi.
" Nanti kalau ada kegiatan berkemah lagi,Rico ikut lagi ya nek." kata Rico dengan penuh semangat.
Ratih mengangguk sambil tersenyum.
" Ya...sayang.." kata Ratih.
Anita segera memasukan barang bawaan Rico ke dalam mobil,dan tidak beberapa lama kemudian mereka meninggalkan halaman parkir sekolah.
Selama dalam perjalanan pulang baik Ratih maupun Anita mendengarkan cerita apa saja yang telah dialami Rico selama seminggu mengikuti kegiatan kemah bersama.
Anita melihat perkembangan Rico cukup bagus, Rico sudah bisa bergaul secara normal, Rico juga sudah mulai terbuka.
Tidak hanya Anita yang merasakan perubahan Rico.
Ratih pun merasakan perubahan pada Rico,membuat Ratih merasa senang,karena itu suatu kemajuan besar bagi Ratih dan Anita.
Perjalan pulang yang mereka tempuh terasa singkat, karena selama masa perjalanan diisi celotehan Rico yang telah tidak ada habisnya.
__ADS_1
Sepertinya kegiatan sekolah tersebut telah menjadi pengalaman yang berkesan bagi Rico.
Tidak beberapa lama mereka sudah sampai di rumah.
Anita melihat Rohan yang berdiri menunggu kedatangan mereka.
Baru saja mobil berhenti Rico sudah bergegas ke luar berlari mendatang Rohan.
"Papa." kata Rico sambli tersenyum memeluk pinggang Rohan.
" Bagaimana keadaan anak papa,apakah semuanya baik baik saja?' tanya Rohan sambil mengusap kepala Rico.
" Rico baik baik saja,dan Rico sangat senang pa." kata Rico sambil menengadahkan kepalanya pada Rohan.
" Anak papa memeng hebat dan pemberani." kata Rohan dengan tersenyum.
Ratih yang melihat Rohan bersikap hangat pada anaknya menjadi terharu,belum pernah dia melihat Rohan yang begitu perhatian pada Rico. Selama ini sikap Rohan sangat dingin pada Rico dan terkadang acuh tak acuh.
" Kelihatanya Rico sangat menyukai kegiatan sekolahnya dan ini juga pengalaman pertamanya,Rico sangat senang." kata Ratih pada Anita.
" Iya ma." sahut Anita sambil membawa barang barang Rico ke dalam rumah.
Rohan yang melihat Anita membawa barang Rico berbisik pada Rico.
" Rico ngga bantu mama bawa barang barang Rico?" tanya Rohan sambil menunjuk ke arah Anita.
" O..,..iya pa Rico ,lupa." Rico segera bergegas mendatangi Anita .
Rico membawa sebagian barangnya ke dalam rumah.
" Rico mandi dulu ya,."
" Ya ma."
Rico segera berjalan ke kamar mandi.
Anita sudah selesai membereskan semua milik Rico,dan Rico juga sudah selesai mandi . Anita kembali ke kamar.
Saat memasuki kamar Anita melihat Rohan yang sedang duduk di sofa sambil bersandar dengan mata terpejam.
Anita menyentuh bahu suaminya.
" Kalau lelah,lebih baik berbaring tidur.' kata Anita pelan.
Rohan membuka matanya dan menarik Anita sehingga duduk di pangkuannya.
" Aku tidak lelah,aku sedang berpikir." kata Rohan sambil mengelus pipi mulus istrinya.
" Apa yang menjadi pikiranmu?" tanya Anita sambil menyandarkan tubuhnya pada Rohan.
" Bagaimana kamu bisa merubah Rico yang tadinya pendiam dan penyendiri bisa berubah menjadi pribadi yang hangat ." kata Rohan
Anita menatap Rohan.
" Sebenarnya Rico anak yang cerdas,lincah dan penuh semangat."
__ADS_1
Rohan menatap Anita tidak percaya.
" Bagaimana kamu mengetahuinya?" tanya Rohan.
Anita tersenyum memandang suaminya.
" Mungkin selama ini Rico tidak punya teman untuk berbagi cerita,saat dia membutuhkan seseorang untuk mendengarnya tetapi tidak pernah dapatkan, akhirnya Rico hanya memendam semuanya." kata Anita menjelaskan.
Rohan terdiam mendengar perkataan istrinya,apa yang dikatakan Anita memang benar,selama ini Rohan tidak pernah punya waktu untuk anaknya,dia selalu disibukkan dengan pekerjaan sendiri,dan tidak pernah tahu perkembangan Rico sejak bayi hingga saat ini, Yang ada hanya mamanya yang mengurus Rico selama ini
Rohan menarik napas panjang.
" Ya....aku memang mengabaikan Rico selama ini,aku terlalu hanyut dengan keadaanku sendiri tanpa memikirkan keadaan Rico yang memerlukan perhatian ekstra.' kata Rohan mengusap wajahnya dengan penuh penyesalan.
Anita diam mendengar pernyataan Rohan,bukan maksudnya membuat Rohan merasa bersalah.
" Rohan.....aku tidak bermaksud menyalahkan mu."kata Anita dengan nada pelan.
" Tidak ,An,semua yang kamu katakan adalah benar, untunglah belum terlambat untuk memperbaikinya." kata Rohan dengan napas lega.
Anita menatap wajah suaminya dengan perasaan haru.
" Terimakasih,atas semua yang telah kamu lakukan An....." kata Rohan sambil mencium pipi Anita.
"Aku membutuhkan kamu dan juga Rico,aku sayang ....aku cinta kamu An." bisik Rohan ditelinga Anita.
Anita diam mendengar penuturan Rohan. Anita meraih tangan Rohan dan menggenggamnya membawa ke dadanya.
Rohan mengerti apa maksud Anita walaupun Anita tidak mengatakannya. Rohan memeluk Anita dengan erat. Keduanya tenggelam dalam pikiran masing masing.
Hari menjelang malam,Anita berdiri dari pangkuan Rohan.
" Kemana?" tanya Rohan
" Menyiapkan makan malam." kata Anita sambil merapikan pakaiannya.
" Aku masih ingin memelukmu sayang....." pinta Rohan dengan suara memelas.
Anita menggelengkan kepalanya.
" Nanti saja, aku yakin tidak hanya sekedar memeluk....pasti ada yang lain." kata Anita tersenyum.
Rohan menatap Anita dengan kecewa karena keinginannya tidak tercapai.
Anita melihat Rohan seperti itu merasa bersalah .
" Nanti....setelah makan malam." kata Anita mengecup bibir Rohan dan segera berlalu dari hadapan Rohan.
Anita tahu kalau terus berada di kamar Rohan akan menerkamnya, lebih baik secepatnya keluar meninggalkan Rohan.
Rohan menatap kepergian Anita dengan perasaan kesal karena keinginannya tidak terpenuhi.
\*\*\*
.
__ADS_1