
Setelah Ratih dan Rohan ngobrol sebentar dengan pa Joko yang merupakan pengawas di kebun milik papanya Rohan.
Rohan berjalan menuju mobil mengeluarkan barang bawaan mereka,
Anita segera ikut membantu Rohan mengeluarkan barang bawaan mereka dan membawanya ke tempat yang mereka sebut pondok.
Demikian halnya juga dengan pa Didi ikut membongkar dan menurunkan barang bawaan dari mobil yang dibawanya.
Tampak beberapa orang membantu pa Didi.
Anita badan Rohan membawa barang ke pondok,Anita melihat Rico yang tampak senang memandang sekelilingnya.
" Mama......" Rohan melambaikan tangannya.
Anita balas melambai dan memberi kode dengan mengangkat sebelah tangannya yang memegang bungkusan.
Rico mengangguk tanda mengerti.Anita melanjutkan jalannya menuju pondok,sedang Ratih tampak berbincang dengan pa Joko.
" Anita.......kemarilah...." panghil mertuanya.
" Ya ,ma..." sahut Anita sambil berjalan menuju ke tempat Ratih berada.
" Pa. Joko....Kenalkan ini Anita ,istrinya ,Rohan." Ratih mengenalkan Anita,
Anita mengulurkan tangannya pada pa Joko.
" Saya Anita,. pa." kata Anita mengenalkan diri.
" Saya Joko,nyonya,' Sahut pa Joko.
Ratih kudiam menerangkan pada Anita ,siapa pa Joko dan juga para pekerja yang ada di sana.
Tampaknya mereka sangat menghormati mertuanya,dan juga mereka selalu menyebut almarhum papanya Rohan.Tampaknya mereka sangat akrab.
Dari pembicaraan yang Anita tangkap bahwa mereka bekerja hanya untuk mereka segala hasil dari kebun tersebut tidak pernah mereka serahkan kepada mertuanya ataupun Rohan.
Untuk pengelolaannya diserahkan pada pa Joko. Mereka sangat berterima kasih atas kebaikan mertuanya.
" Anita.... siapkan makan siang yang kita bawa tadi." pinta Ratih pada Anita.
" Ya ma."
Anita segera memasuki pondok,sedangkan Ratih membagikan barang belanjaannya yang dia bawa kepada para pekerja di sana..
Anita melihat sekeliling mencari tempat air untuk mencuci tangan ,tapi tidak ditemukan,Anita berjalan keluar mendatangi mertuanya untuk menanyakan .
" Ma.... kalau cari air dimana?' tanya Anita sedikit bingung.
__ADS_1
" Anita, mama lupa.... disini pakai sumur atau PDAM yang ada air sungai.," Ratih tersenyum sambil menunjuk ke arah Rico.
Anita melihat Rico yang tampak melemparkan sesuatu ke arah permukaan sungai dan tampak senang.
Anita segera mengambil ember yang berada tidak jauh darinya berdiri.
Melihat Anita mengambil ember, segera salah satu pekerja mengambilnya."Biar saya aja nyonya.'
" Tapi...."
" Tidak apa Anita, biar dia bantu mengambilkan air." kata Ratih juga.
Anita akhirnya menganggukan dan.memberikan ember padanya.Tetapi Anita mengikuti nya karena rasa ingin tahunya.
Anita melihat air yang sangat jernih hingga terlihat dasar sungai yang tidak terlalu lebar itu.Rico kelihatanya sedang bermain dengan serangga yang ada dipinggir sungai.
Rico yang menyadari kehadiran Anita segera menarik tangan Anita.
" Lihat ma.....dia bisa berada diatas air tanpa tenggelam." tunjuk Rico.
Anita melihat serangga yang berwarna hijau yang berjalan di atas permukaan air.
" Ya....Rico .." Anita memandang takjub.Jarang sekali dia bisa melihat pemandangan seperti itu.Anita menyentuh air yang terasa sangat dingin.
" Airnya dingin sekali Rico." kata Anita.
' Ya ma. air segar....." kata Rico sambil tersenyum.
" Rico.....kita makan siang dulu.,baru main lagi." ajak Anita.
" Ya ..ma.." Rico beranjak dari sisi sungai.
Anita merasa suasana yang nyaman dan tenang,jauh dari keramaian,tidak ada suara kendaraan yang berlalu lalang,hanya desiran angin yang meniup daun daun pohon menimbulkan irama alam yang merdu,suara kicauan burung juga terdengar sangat jelas dari atas pepohonan.
Tampak terlihat beberapa pekerja yang datang dari arah hutan karet.mereka masing masing membawa peralatan .
Tampak mereka di beritahu kalau Mertuanya datang berkunjung.
Setahu Anita yang dia tangkap dari pembicaraan tadi ,kalau mereka berangkat pagi sebelum matahari terbit dan akan pulang sebelum matahari tenggelam.
Karena kalau sampai pulang terlalu malam akan membahayakan keselamatan jiwa.
Mereka menoreh di setiap pohon karet dan menampung getahnya pada pada tempat yang terbuat dari tempurung kelapa. Kalau penuh dituang ketempat lain dikumpulkan diolah lagi dengan campuran bahan kimia sehingga jadi bantalan karet.
Jumlah pekerja kurang lebih dua belas orang,mereka terlihat sangat akrab dengan ibu mertuanya juga Rohan.Semuanya disuruh kumpul untuk makan bersama.
Anita tadi pagi sempat bingung melihat ibu mertuanya memasak sangat banyak dengan lauk pauknya juga,rupanya untuk ini semua, Anita memandang mertuanya dengan rasa haru,karena begitu murah hati kepada orang lain,pantas saja para pekerja begitu menghormati dan sangat sungkan pada mertuanya.
__ADS_1
Juga pada Rohan ,tampaknya mereka sangat menyukai Rohan, mereka tampak bebas berbincang dengan tidak menghilangkan rasa hormat padanya.
Anita masih menunggu Rico makan,yang lain sudah selesai, Rico memperhatikan para pekerja tersebut,
" Ma....kita belajar buat kaya mereka yuk." Rico menunjuk peralatan yang diletakkan di tanah.
" Ya....nanti kita minta diajari,sekarang Rico selesaikan dulu makannya ya." kata Anita sambil membelai kepala Rico.
Jangankan Rico, Anita juga sebenarnya ingin tahu bagaimana caranya menoreh pohon karet.
Anita akan mengajak Rico pada para pekerja,dan meminta diajari nanti setelah mereka istirahat siang.
" Rico mau tidur dulu?" tanya Anita.
" Tidak ma....tadi sudah tidur di jalan ,Rico pengen main saja mama.."
Anita mengangguk, Rico sudah selesai makan,juga yang lainnya.Anita membereskan semua perabotan dan mencucinya ,kemudian merapikan semuanya dan memasukan ke dalam mobil.
Anita melihat Rico yang sedang bermain dibawah pohon karet sedang berjongkok mengambil buah karet yang berjatuhan di tanah.
" Ma...lihat ini." Rico melambaikan tangannya memanggil Anita,sambil menunjukan biji buah karet yang berwarna coklat kehitaman.
Anita mendekati Rico.
" Ma....bantuin Rico ya.... ini mau Rico bawa pulang." kata Rico.
Anita mengangguk.
" Sebentar mama ambilkan tempat menyimpannya." Anita segera beranjak kembali ke pondok untuk mengambil kantong plastik.
Rohan yang melihat Anita tergesa gesa ke pondok menegurnya.
"Ada apa Anita.?"
" Itu...Rico mau bawa biji karet aku ambilkan kantong plastik untuk menyimpannya." sahut Anita dengan terburu buru.
Rohan diam menganggukan kepalanya ,dan melihat Anita keluar dari pondok dengan membawa kantong plastik berwarna hitam.
Rico memang belum pernah sama sekali melihat buah biji karet,dan itu tidak akan pernah ditemukan dijual di toko.Anita melihat Rico yang kesenangan segera membantu memunguti buah biji karet yang tersebar di tanah.
Rico tampak bersemangat sekali, berlari kesana ke mari .
Rohan yang.menyaksikan Rico dan Anita dari jauh tersenyum,baru kali ini dia melihat anaknya begitu gembira,tertawa lepas seolah tidak ada beban yang menghampirinya.selama ini Rohan hanya melihat Rico anaknya pendiam ,tidak pernah bicara banyak dan selalu tampak murung.
Sedang Rohan sendiri tidak begitu dekat dengan Rico,sehingga dia tidak pernah tahu apa yang terjadi pada Rico.
Rohan menarik napas panjang melihat Rico tampak memeluk Anita layaknya seorang anak kecil memeluk ibunya.Ada rasa perih di dadanya melihat kemesraan itu.
__ADS_1
" Kenapa Rico tidak pernah mau denganku.' gumam Rohan sambil memejamkan matanya.
\*\*\*\*