
Setelah memberikan pengertian pada Lasmi ibunya,Anita bermaksud mencari rumah kontrakan tapi Lina menyarankan untukmu tinggal di boutique nya ,ada kamar di ruko tempatnya yang tidak ditempati.
Sebenarnya Lina ingin tinggal di rukonya,tapi kedua orangtuanya tidak mengijinkan karena Lina anak tunggal.
"Kalau kau menempatinya,kau tak perlu khawatir Hardi datang mencarimu,dia tidak akan tahu,dan aku tidak akan mengatakannya,An."
"Apa tidak akan merepotkanmu,Lin?"
"Tidaklah,hitung hitung ada yang jagain boutique ku saat kutinggal pulang."sahut Lina tertawa.
"Baiklah,tapi benar ni tidak merepotkanmu?"
"Tenang saja An,kalau merepotkan ku akan aku kukatakan padamu ."
"Tadi,bagaimana dengan pengajuan gugatanmu An, kenapa kau tidak pakai pengacara supaya tidak bertemu Hardi nantinya."
"Tidak Lin,aku hanya ingin menjalani seperti orang orang kebanyakan dan lagi kalau pakai pengacara kan perlu dana."
"Terus bukankah nanti pihak PA akan melayangkan surat panggilan,apakah kau sudah memberikan alamat mu?"
"Aku sudah memberikan nomer telpon,dan meminta mereka menghubungiku, jadi tidak perlu surat panggilan,mungkin ke Hardi yang akan mereka kirimkan,tadi aku sudah berikan alamat rumah.Hardi."
" Terus,bagaimana dengan harta Gono gini An?"
'"Aku tidak menginginkannya Lin,terlepas dari masalah ini aku sudah senang."sahut Anita datar.
Lina memandang Anita tak mengerti."Apa benar yang kau katakan An?"
Anita mengangguk"Ya Lin."
Mereka berlalu menuju boutique Lina,Anita mengambil telpon genggamnya yang ada dalam tas,sejak tadi pagi telponnya sengaja di matikan.Anita menghidupkannya.
Anita melihat banyaknya panggilan dan pesan SMS maupun pesan WA yang masuk,dan yang paling banyak dari Hardi.
Anita menatap dingin nama Hardi yang tertera,tak ada niatan untuk membalas chat dari Hardi,Anita memasukan kembali hp ke dalam tas.
Di tempat lain,dirumah Hardi,keadaan Hardi tidak lebih baik,amarahnya ingin meledak mendengar perkataan ibunya yang menghina Anita.
__ADS_1
"Untuk apa kau pikirkan perempuan itu,sudah ada Lilian disin "
"Ibu tolong jangan bicara lagi,aku sudah dibuat pusing dengan masalah ini,aku sudah menuruti apa yang di mau ibu,jadi tolong jangan ikut campur masalahku dengan Anita!"
"Tapi masalahmu dengan dia akan berhubungan dengan Lilian!"
"Hentikan Bu,atau lebih baik ibu dan LiLian kembali ke rumah yang dulu,aku akan rutin mengunjungi seperti dulu."
"Tidak bisa,,Lilian istrimu,dia juga berhak tinggal di rumah ini."
Hardi mengepalkan tangannya menahan marah
Pikirannya sangat kacau dan sejak kepergian Anita tadi pagi ,dia berusaha menghubungi Anita,tetapi hpnya tidak aktif.Hardi takut terjadi sesuatu pada Anita.
Hardi sama sekali tidak berdaya menghadapi ibunya,walaupun keinginan untuk memberontak itu ada.
Hardi memandang LiLian yang tampak santai duduk di sofa,seolah tidak terpengaruh dengan kejadian tadi pagi.
Kalau Lilian tidak dalam kondisi hamil dan mengandung anaknya,sudah diseretnya keluar Lilian dari rumahnya.
Sebenarnya Lilian dulu adalah kekasihnya sewaktu masih sekolah,Lilian juga cinta pertama Hardi dan Hardi sangat mencintai Lilian, dan kedua orang tua mereka juga merestui hubungan mereka,tapi percintaan mereka kandas ditengah jalan karena penghianatan yang dilakukan Lilian tepat seminggu sebelum mereka bertunangan,Hardi memergoki Lilian dan sahabatnya berada di sebuah rumah di pinggir kota yang mereka sewa berdua, Hardi menemukan Meraka berdua sedang bergumul diatas ranjang tanpa sehelai benang.
"Hardi,hentikan."teriak Lilian menarik Hardi agar berhenti memukuli Surya ,lelaki selingkuhan Lilian.
Untuk beberapa saat Hardi terdiam memandang LiLian yang berdiri didepannya tanpa sehelai benang,inikah Lilian yang akan dinikahinya nanti?perempuan yang akan jadi istrinya?
"Aku tidak ingin melanjutkan rencana kita,Lilian."
"Tidak mungkin Har,undangan sudah disebar,aku tidak ingin orangtuaku malu."jawab Lilian.
"Malu!!!"Apa kau tidak sadar perbuatan yang kau lakukan lebih memalukan lagi."teriak Hardi penuh emosi.
"Tidak Har,aku mohon jangan batalkan."Lilian memeluk Hardi."Aku mencintaimu Har."
Hardi mendorong tubuh Lilian,selama ini dia menjaga dirinya untuk tidak berbuat senonoh pada Lilian,karena sangat mencintainya dan menyayanginya,tapi inikah hasilnya,orang yang benar benar dijaganya ternyata tidak bisa menjaga dirinya sendiri.Hilang sudah harapannya.
"Sekarang kau katakan pada orang tuamu untuk membatalkan rencana pertunangan kita."
__ADS_1
"Tidak Hardi,aku tidak mau."
"Kalau begitu ,aku harus mengatakan kepada orangtuamu kejadian ini,agar mereka membatalkannya."ancam Hardi
Seketika wajah Lilian pucat pasi.
"Jangan Har,aku akan membatalkannya ." sahut Lilian gemetar
"Tapi dengan alasan apa Har."
"Aku tidak tahu,dan aku tidak mau tahu,besok aku harus sudah mendapat kabar pembatalannya." ucap Hardi meninggalkan Lilian dan Surya .
Hardi sangat terpukul dan kecewa karena perbuatan Lilian.padahal dia sangat mencintai gadis itu.
Dan kini Lilian kembali padanya karena usaha kedua orang tua mereka yang tidak pernah berhenti ,dan jebakan kedua orangtua merekalah awal malapetaka sekarang ini,Hardi teringat saat dia berkunjung ke rumah Lilian karena ibunya minta diantar dengan alasan ada urusan bisnis,itulah hari yang naas bagi Hardi.
Hardi tidak tahu kalau semuanya sudah diatur dengan sempurna oleh kedua belah pihak,minuman yang dia minum sengaja disiapkan untuknya .Hardi tidak bisa mengendalikan diri dan perbuatan itu terjadi antara dirinya dengan Lilian. dan kedua orangtua mereka juga terlibat.
Akhirnya Hardi di paksa untuk menikahi Lilian.Setelah mereka menikah Hardi tidak pernah menyentuh Lilian,beberapa kali Lilian mencoba menggodanya tapi tidak pernah berhasil.Tak berapa lama Hardi dapat kabar kalau Lilian hamil.Berita itu sangat mengejutkan Hardi,timbul keraguan apakah anak yang dalam kandungan Lilian adalah darah dagingnya.
Hardi tidak bisa membuktikan untuk saat ini.
Dua minggu berlalu sejak kepergian Anita,Hardi tidak karuan makan dan pekerjaannya banyak terbengkalai.Hardi berusaha menghubungi Anita tetapi tidak pernah di respon.Kehadiran Lilian dan ibunya dirumah juga membuatnya semakin kacau,Hardi sekarang lebih banyak diluar rumah,tidur juga sering di kantor,penampilan nya juga agak berantakan karena tidak ada yang mengurus.Hardi berusaha mencari Anita,ke rumah ibu mertuanya,tapi yang didapatnya hanya jawaban tidak tahu,teman teman Anita juga tidak tahu dan sepertinya mereka berusaha menghindar dari Hardi,terlebih lagi Lina,yang memandangnya dengan amarah.
Hardi baru pulang kerumahnya karena sudah tiga hari dia tidak pulang.Belum sampai Hardi mencapai pintu rumah untuk masuk seseorang datang menyusulnya dengan tergesa gesa.
"Maaf pak,permisi,anda yang bernama Hardi Pratama."
"Ya saya sendiri,"
"Ini ada surat panggilan dari Pengadilan Agama untuk bapa." lelaki itu menyerahkan amplop berwarna coklat pada Hardi.
"Terimakasih"ucap Hardi seraya membuka amplop tersebut.
Hardi terduduk di kursi dengan tubuh gemetar,pikirannya bertambah kacau surat panggilan sidang pertama gugatan cerai yang diajuakan Anita pada dirinya.
"Anita,. sejauh inikah kau menghukum ku atas kesalahan yang aku buat." Isak Hardi pilu
__ADS_1
Rahma yang melihat Hardi menangis,sangatlah iba,tapi dia sudah bertekad menjauhkan Hardi dengan Anita.