
Anita sudah tidak mendengar suara kepanikan,Anita sudah tidak merasakan apa apa lagi,semuanya menjadi sunyi.
Rico tampak terguncang memeluk erat neneknya,sedang Ratih masih tampak shock, lutut nya terasa lemas.
Rohan berlari ke arah Anita, diikuti beberapa orang,mereka berusaha mengangkat tubuh makhluk yang sangat besar berwarna kemerahan yang menindih sebagian tubuh Anita.
Mereka. tidak menyangka kalau makhluk yang diketahui adalah orang utan bisa memasuki kebun karet,selama ini tidak pernah terjadi.
Rohan segera memeriksa tubuh Anita, banyak terdapat goresan yang berasal dari cakaran pada tubuh Anita, tampak luka yang ada dipundak Anita mengeluarkan darah,Rohan memeriksa bagian tubuh Anita yang lain seperti tidak apa apa,goresan akibat cakaran pada bahu dan lengan nya mengeluarkan darah.
Setelah melihat keadaan Anita dan menggendongnya .Rohan meminta pada pa Joko dan yang lainnya untuk mengikat orang utan tersebut karena takut mengamuk lagi.
" Pa Joko... tolong segera ikat dengan kuat,saya tidak tahu berapa lama bius tadi bekerja,jangan ambil resiko,setelah diikat langsung diantar ke balai konservasi." kata Rohan.
" Ya pa " jawab Pa Joko segera mengikat orang hutan tersebut di bantu beberapa pekerja.
Rohan membaringkan Anita di pondok, Rohan mengambil kotak P3K yang ada di mobil dan membersihkan luka dengan alat dan bahan seadanya.
Rohan sudah membersihkan luka Anita,Rohan meminta mamanya untuk menjaga Anita karena sampai saat ini masih belum sadar.
" Ma........tolong jaga Anita......Rohan masih mengurus orang utan itu dengan pa Joko." pinta Rohan pada mananya.
" Ya... Rohan." sahut Ratih dengan suara yang masih gemetar.
" Ayo Rico....kita temani mama Anita." ajak Ratih pada cucunya.
" Iya ...nek."
Rico masih menggenggam tangan neneknya. Keduanya masuk dalam pondok dan melihat Anita masih terbaring tidak bergerak.Anita masih pingsan.
Ratih membersihkan wajah Anita .Rico memegang tangan Anita
" Ma...... bangun....." panggil Rico.
Tapi Anita tidak bergeming,hingga membuat takut Rico.
" Nek....mama kenapa ngga mau bangun?" tanyanya pada Ratih.
" Mama Anita pingsan ,Rico, perlu waktu untuk sadar kembali." jawab Ratih sambil mengusap kepala cucunya.
Ratih yang melihat bagaimana Anita jadi bulan bulanan orang utan yang sedang mengamuk,seandainya Rohan tidak menembaknya Ratih tidak tahu apakah Anita akan selamat.Ratih sudah sering mendengar keganasan orang utan kalau makhluk itu sedang marah.
***
Rohan mememinta pa Joko dengan beberapa pekerja untuk mengantar orang utan tersebut ke balai konservasi.
__ADS_1
" Apa yang.membuat orang utan ini marah ?' tanya Rohan pada para pekerja.
" Pa....orang hutan ini betina dan tampaknya masih menyusui," kata salah satu pekerja yang tampaknya mengerti keadaan orang utan tersebut.
Rohan memandang pekerja seolah mencari tahu kebenaran yang diucapkannya .
" Kalau memang betina, dan masih menyusui berarti bayi nya ada disekitar sini.' kata Rohan sambil melihat sekelilingnya.
" Lebih baik kita mencarinya sebelum malam, sepertnya itu penyebab kemarahan orang utan ini." lanjut Rohan.
Semua pekerja langsung.membubarkn diri dan segera berpencar,tidak mudah mencari bayi orang utan di tempat yang sangat luas.Tapi mereka masih berharap menemukannya.
Sudah dua jam mereka berkeliling,rasa putus asa sudah meliputi semua orang.sampa ada teriakan seorang pekerja yang memanggil temannya,semua orang ke arah pekerja yang berdiri di bawah salah satu pohon karet .
" Ini.... anaknya..' pekerja itu duduk jongkok dan menengah makhluk mungil yang ketakutan,ada luka pada kakinya.
Rohan melihat luka yang dialami bayi orang utan itu,
' Sepertinya ada pemburu berkeliaran di sini,bayi ini kena tembak tapi untungnya peluru meleset hanya.meninggalkan goresan di kaki.'
Rohan minta pekerja itu mengangkat dan membawa bayi orang utan itu ke induknya.
" Pa Joko tolong antar orang utan itu beserta anaknya,bawalah beberapa pekerja untuk menemani, pa Didi akan mengurus semua keperluan, besok kita ketemu di kantor ." kata Rohan pada pa Joko
Rohan masuk ke dalam pondok.
" Bagaimana keadaaan Anita ,ma?" tanya Rohan dengan nada khawatir.
" Masih belum sadar, apa kita pulang menunggu Anita sadar Rohan? "tanya Ratih.
Rohan memandang Anita yang masih tidak sadarkan diri.
" Kalau kita menunggu Anita,mama takut kalau kita kemalaman." kata Ratih.
Rohan melihat arloji di tangannya sudah menunjukkan pukul lima sore.
" Baiklah ma.... kita pulang sekarang. '
Ratih mengangguk.Ratih menuntun Rico yang masih diam.
" Rico..... sudah tidak apa apa sayang." kata Ratih menghibur cucunya.
Rico memandang neneknya." Tapi kenapa mama ngga bangun bangun nek.?'
" Sudah....tidak apa...ada papa Rico yang menjaga mama....sekarang kita masuk mobil,kita pulang." Ratih membuka pintu mobil dan menyuruh Rico masuk menunggu di dalam.
__ADS_1
" Nenek pamit dulu sama orang di sana ya." kata Ratih menunjuk para pekerja yang masih berkumpul di depan pondok
Setelah berbicara dengan mereka, Ratih kembali ke mobil ,dia khawatir meninggalkan Rico sendiri.
Ratih. membuka pintu mobil depan bagian penumpang agar Rohan bisa langsung mendudukkan Anita .
Ratih melihat Rohan yang menggendong Anita keluar dari pondok menuju mobil dan segera membaringkan Anita di kursi,sandaran kursi dibuat rendah .Rohan memasangkan sabuk pengaman dan kemudian menutup pintu mobil,berjalan kembali ke arah pondok untuk pamit kepada mereka.
Tidak berapa lama Rohan sudah berada dalam mobil dan
menjalankan kendaraannya.
sepanjang jalan terasa sunyi. Rohan melihat mamanya dan Rico tampak kelelahan,kejadian tadi cukup mengguncang Rico maupun mamanya,
Rohan melirik ke spion tampak mamanya dan Rico sudah tertidur.
Rohan melihat ke samping, Anita masih memejamkan matanya.
Tubuh Rohan tiba tiba bergetar teringat bagaimana Anita jadi bulan bulanan orang hutan.
Rohan mengusap wajahnya dengan tangan kirinya, kemudian menggenggam tangan Anita yang terkulai lemah.
Perjalan yang ditempuh cukup lama., Anita sama sekali belum sadar,tiba tiba Rohan merasa takut kalau terjadi sesuatu pada Anita
Pukul sepuluh malam mereka memasuki kota, Rohan melihat Anita yang masih belum sadar.
Rohan melajukan mobilnya menuju rumah, Rohan ingin secepatnya sampai ke rumah.tadi dia sudah menghubungi dokter Fras sahabatnya untuk datang kerumahnya ,dokter Fras mengiyakan .
Rohan memasuki halaman rumahnya dan segera memarkirkan mobilnya.
" Ma......kita sudah sampai." Rohan membangunkan mamanya dan segera mengangkat Rico dari mobil yang sejak tadi tertidur dan membawanya ke kamar.
Ratih segera turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.
" Rohan...Anita....?" tanya Ratih ketika berpapasan di pintudengan Rohan.
" Mama... istirahat saja .. Anita biar Rohan yang mengurus, sebentar lagi dokter Fras datang.' kata Rohan pada mamanya.
Ratih hanya mengangguk dan berlalu,matanya sangat mengantuk dan tubuhnya terlalu cape jadi dia hanya ingin istirahat.
Rohan mengangkat Anita dengan pelan, dan membawanya masuk ke dalam rumahh.,untuk beberapa saat Rohan bingung ,Anita dibaringkan di mana dikamar Anita atau dilamarnya .
Entah kenapa Rohan ingin membawa Anita ke kamarnya , Rohan membaringkan Anita dengan pelan., beberapa saat di memandangi Anita yang terbaring lemah di tempat tidurnya.
\*\*\*\*
__ADS_1