
Siang ini hujan deras mengguyur kota yang sering disebut Bumi Marunting Batu Aji,atau juga sering di sebut kota Manis.
Anita menyuruh anak anak masuk keruangan, melarang mereka bermain di luar,ada beberapa anak yang agak bandel dan tidak ada jg n bermain dengan air hujan ,tetapi setelah ditegur Anita dan mendapat tatapan tajam dan dingin dari Anita membuat mereka segan ,segera memasuki ruangan.
Hujan semakin deras sertai angin kencang dan disertai kilat yang menyambar membuat aliran listrik untuk sementara terputus.
Suara gelegar petir yang memekakkan telinga membuat anak anak terkejut dan berteriak ketakutan.
Masing masing berebut memeluk Anita,
"Ibu, takut." teriak anak yang bernama Desi.
"Kemarilah ,kita kumpul disini,."Anita menggelar karpet yang memang sangat sudah disediakan .
Anita belum hafal semua nama anak anak yang berada dalam pengawasannya.
Semua anak mendekati Anita.
"Sebentar lagi hujannya reda, kalian tidak perlu takut,"ucap Anita pelan.
"Ya Bu," sahut Tito.anak yang paling muda diantara anak yang dalam pengawasan Anita,.
Anak yang berada dalam pengawasan Anita duduk dikelas antara kelas satu sampai kelas tiga.
Dan selama tiga hari mengawasi anak anak tersebut sampai saat ini tidak ada masalah,namun sebaliknya mereka menyukai Anita,walaupun Anita tidak pernah sedikitpun tersenyum atau bercanda dengan mereka seperti mbok Har.
Namun Anita selalu membantu mereka yang kesulitan dalam belajar dan memberikan penjelasan yang membuat anak anak itu paham dalam pelajaran.
Hujan sudah mulai reda anak anak sudah mullai hilang rasa takutnya kembali bermain walaupun di dalam ruangan.
Anita menangkap sosok yang duduk diam tanpa bergerak dipojok ruangan yang sejak tadi tidak mau mendekat berkumpul dengan teman temannya.
Memang sejak hari pertama Anita bekerja,sudah tahu kalau anak yang bernama Rico itu anak penyendiri, dikelas juga tidak ada temannya.
Rico duduk dikelas tiga .
Anita menghampiri Rico yang duduk dipojok sambil memandang Kel luar jendela.
"Rico,kenapa diam,tidak ikut main sama teman teman.?"tanya Anita.
"Rico tidak suka Bu!" sahut Rico ketus.
" Ada apa Rico, cerita sana ibu,"
Rico menatap Anita dengan tajam,Anita yang merasakan tatapan tajam yang memuat kemarahan yang sangat besar.
"Tampaknya anak ini ada masalah."gumam Anita.
"Kalau Rico cerita ,apa ibu akan mentertawakan Rico?" tanyanya khawatir.
"Tidak Rico,ceritakan lah,ibu akan dengar ." ucap Anita pelan sambil memegang kedua tangan Rico.
"Janji ibu tidak akan mentertawakan?"
"Ibu janji"Anita mengangkat tangannya.
__ADS_1
Anita memandang Rico yang tampak ragu ragu untuk berbicara,Rico menatapnya seorang menyakinkan apa yang dikatakan Anita benar.
Anita menganggukan kepalanya"Ceritakan lah Rico."
"Tadi Rico memukul teman Rico, dikelas."
Anita terkejut mendengar pengakuan Rico,"Kenapa Rico
memukulnya?"
"Karena dia menertawakan Rico,"Jawabnya polos.
"Kenapa dia menertawakan Rico?"
tanya Anita pelan.
Anita melihat Rico agak sensitif dan tidak mau bergaul dengan temannya.Rico seperti menyimpan kemarahan yang terpendam.
"Dia bilang Rico.ngga punya mama, dia tertawa mengejek Rico,terus Rico pukul dia."ucapnya polos.
Anita terdiam,ini pasti akan menjadi masalah bila anak itu melapor pada orang tuanya.
"Apalagi yang dia katakan?"tanya Anita pelan.
"Dia bilang akan melaporkan Rico pada mama dan papanya." sahut Rico sendu.
Anita menarik napas panjang.
"Kenapa Rico harus memukul orang? Rico kan bisa lapor ke wali kelas,Rico ngga boleh main hakim sendiri."ucap Anita mengelus kepala Rico.
"Rico ngga suka dia sebut sebut mama ,Rico memang ngga punya mama Bu," ucap Rico dengan mata berkaca-kaca kaca.
"Mama Rico kemana?"
"Mama Rico sudah pergi jauh,tapi Rico bisa setiap saat mengunjungi mama." sahut Rico polos.
Anita tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Rico.
"Pergi jauh?"
"Ya,mama pergi jauh sejak Rico kecil."
Anita semakin tidak paham dengan apa yang dikatakan Rico.
Rico menatap Anita yang kelihatan bingung.
"Ibu ...ibu masih punya mama?"
"Masih Rico."
Rico terdiam sesaat dan menghela napas.
"Bagaimana rasanya punya mama ya,pasti enak sekali,kalu mau apa selalu ditemani mama."ucap Rico sendu
Anita terhenyak mendengar kata kata Rico.
__ADS_1
Tiba tiba Anita meraih Rico dalam pelukan nya,rasa sesak memenuhi dada Anita,seakan ribuan palu memukul dadanya.
Mendapat perlakuan hangat dari Anita ,Rico terkejut dan secara tidak langsung malas pelukan Anita.
Baru kali ini Rico merasakan pelukan hangat dari seseorang.Pelukan yang selulu dirindukannya.
"Rico ingin mama dekat dengan Rico,tapi tidak bisa Bu."ucap Rico sendu.
"Kalau Rico rindu kan bisa nemuin mama , seperti yang Rico bilang tadi."
"Tapi Rico tidak bisa peluk mama bu.'
"Kenapa?"
"Karena mama Rico ada dibawah tanah."
Tubuh Anita langsung kaku ketika mendengar perkataan Rico.Pantas saja Rico marah ketika diejek temannya,karena sangat menyakitkan untuk didengar.
Anita mencium kepala Rico.Merasa mendapat perlakuan hangat dari Anita membuat Rico semakin memeluk erat Anita.
Anita juga tidak bisa berkata apa apa,setiap kata yang hendak keluar dari mulutnya seakan hilang tertelan kembali,hatinya sangat pilu,membayangkan Rico yang menghadapi semua ini seorang diri.
"Rico,jangan bersedih,bukan kah Rico masih punya papa,?'
"Masih Bu,tapi papa sangat sibuk,Rico dirumah hanya ditemani. nenek ."
Anita menatap sedih Rico yang berada dalam pelukannya.
"Besok pasti papa dipanggil ke sekolah karena Rico mukul teman Rico.,papa pasti marah."ucap Rico dengan khawatir.
"Rico pasti dihukum papa ."
"Ibu tidak akan biarkan Rico dihukum papa,besok ibu akan ngomong sama papa Rico."
"Benarkah Bu."
"Benar Rico,ibu janji,dan besok ibu juga akan menemui ibu kepala sekolah."
Rico menatap Anita,kedua mata bening itu tampak berusaha mencari kebenaran pada Anita.
"Percayalah Rico." Anita menganggukkan kepalanya.
"Terima kasih ibu."
Anita memperhatikan wajah Rico yang kembali bergairah.
\*\*\*\*
Pukul delapan pagi Anita menemui ibu kepala sekolah. dan menceritakan permasalahan yang dialami Rico .Ibu Asti tampak serius mendengarkan penuturan Anita.
"Baiklah bu Anita,kita menunggu laporan dari orangtua anak yang dipukul Rico, kita minta keterangan dari kedua belah pihak dan kedua anak tersebut,agar tidak terjadi kesalahpahaman ."
"Iya Bu,mohon ibu bijak dalam menyikapi kejadian ini." ucap Anita datar.
" ya Bu Anita,masalah anak anak ini memang akan rumit bila orang tua ikut campur dan mau menang sendiri,sudah banyak kejadian di sekolah tersebut ini, anak berkelahi,orang tuanya juga ikut ikutan jadi menambah repot kami sebagai pihak sekolah."
__ADS_1
Anita mengangguk membenarkan,memang kejadian seperti itu sering kali terjadi di sekolah.
"Baiklah bu kita menunggu laporan mereka , kalau begitu saya permisi dulu." Anita berdiri dan beranjak keluar dari ruangan kepala sekolah.