
Anita bermaksud ingin keluar dari kamar,karena waktu sudah menunjukkan pukul satu siang,dia merasa tidak enak berada dalam kamar Rohan, dan juga sampai saat ini dia tidak bertemu dengan ibu mertuanya,Ratih,
Anita ingin melakukan aktivitas seperti hari hari biasa,baru saja Anita menurunkan kakinya di sisi ranjang ,Rohan sudah menegurnya untuk kembali berbaring.
'"Mau kemana .An....kalau kamu perlu sesuatu bilang saja,jangan keluar dari tempat tidur.' kata Rohan.
" Aku hanya ingin bantu mama, tidak enak berbaring terus di sini." jawab Anita.
" Aku sudah bilang sama mama,kalau kamu perlu istirahat dan tidak boleh melakukan aktivitas apapun di rumah ini.!!!" kata Rohan
Anita menatap Rohan dengan penuh tanda tanya.Apa maksud Rohan dengan semua ini.Padahal Anita tidak sakit parah dan juga masih bisa melakukan semuanya tanpa perlu bantuan .Anita melihat Rohan yang menatapnya dengan tajam seolah menyuruh nya untuk berbaring lagi.
" Tapi aku jenuh dengan keadaan seperti ini,Rohan." kata Anita menyandarkan punggungnya ke sandaran ranjang.
" Kalau kamu jenuh,aku akan memanggilkan seseorang untuk bertemu denganmu."
Rohan segera mengambil handphonenya dan berjalan keluar kamar.
Anita tidak tahu siapa yang dihubungi Rohan .Anita memejamkan matanya sambil memikirkan tingkah polah Rohan yang bagi Anita terasa janggal.
Anita juga merasa mertuanya seperti tidak memperdulikannya,tapi disaat Anita ingin keluar selalu di halangi Rohan.
Tapi tadi Anita mendengar perkataan Rohan yang mengatakan dia sudah berbicara dengan mamanya. Anita memejamkan matanya.
\*\*
Berbeda dengan pikiran Anita.
Ratih mertuanya dapat mencium gelagat Rohan,Ratih sangat kenal sifat Rohan, karena itulah dia tidak ambil pusing saat Rohan mengatakan Anita harus istirahat dan jangan diganggu. Walaupun rasa ingin bertemu menantunya amat besar tapi karena permintaan Rohan untuk tidak mengganggu Anita membuat Ratih menahan diri
Ratih melihat Rohan keluar dari kamar sambil menelpon ,tampak Rohan sangat serius berbicara, tidak lama setelah selesai menelpon Rohan berbalik masuk ke kamarnya.
" Sebentar lagi teman mu akan datang," kata Rohan sambil duduk di sisi ranjang.
" Teman...." Anita menatap Rohan dengan bingung.
" Ya.....temanmu yang bernama Lina, aku menyuruh datang ke sini.'
" Apa?" Anita terkejut
" Bukankah dia teman mu?" Rohan balik bertanya.
" Iya...Lina memang temanku,apa kamu cerita apa yang aku alami kemarin?'
" Ya..kenapa...apa tidak boleh.?!"
Anita menggelengkan kepalanya tidak percaya.
" Apa kamu tidak suka aku menceritakannya?' tanya Rohan.
" Bukan itu masalahnya....aku hanya tidak ingin Lina mengkhawatirkan keadaanku." jawab Anita sambil menatap Rohan.
__ADS_1
" Sudah lah kalau begitu,tunggu saja, dia dalam perjalanan.' kata Rohan sambil berdiri.
" Aku ambilkan makanan dulu.kamu belum makan siang.' katanya.
Anita menatap kepergian Rohan dengan sedikit bingung.
Ada rasa senang karena dia akan bertemu dengan Lina sahabat satu-satunya .
Tidak beberapa lama Rohan masuk membawa baki yang berisi makan.
" Kamu makan dulu." kata Rohan menaruh baki di nakas, dan duduk disisi tempat tidur.
Rohan mengambil piring dan menyendok kan makanan.
Anita yang.melihat Rohan hendak menyuapinya menahan tangan Rohan.
" Aku bisa sendiri." kata Anita.
" Biar aku suapi... ' Rohan menyuapi Anita .Anita yang mendapat perlakuan Rohan yang setengah memaksa tidak bisa melawan.
Rohan memperlakukan Anita dengan lembut,saat ada makan yang menempel di sudut bibirnya dengan pelan Rohan menyapunya menggunakan tissue.
Saat ada beberapa helai rambut Anita yang jatuh menutupi pipinya, dengan lembut Rohan menariknya dan menempatkan di belakang telinga Anita.
Anita yang mendapat perlakuan Rohan seperti itu merasa risih.
Tidak ada pembicaraan lagi diantara keduanya yang ada hanyalah gerakan tangan Rohan yang menyuapi Anita dan pandangan mata kedua yang kadang saling bertemu.
Lina menyaksikan bagaimana Rohan memperlakukan Anita dengan sangat lembut.Ada rasa haru dan berharap Anita mendapatkan kebahagian.
" Hmmm......' Lina berdehem membuat Anita maupun Rohan mengalihkan pandangan ke pintu
" Apa aku mengganggu?" tanya Lina
sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Tidak....masuklah." kata Rohan langsung berdiri karena Anita juga sudah menghabiskan makanannya.
" Minumlah dulu." Rohan menyodorkan gelas yang berisi air pada Anita.
Anita meminumnya dan menyerahkan kembali pada Rohan yang menunggunya.
" Kalian ngobrol lah, aku bawa ini keluar.
" Maaf.... tadi aku ke sini bawa teman, dan dia ada di luar ,apakah akan mengganggu?" tanya Lina .
" Kalau teman,kenapa tidak di ajak masuk?" tanya Rohan.
" Dia ....namanya Malik." kata Lina dengan wajah memerah.
Rohan paham apa yang.dimaksud Lina,tadi saat. dia menelpon Lina memintanya datang,Lina mengatakan masih bersama dengan temannya.
__ADS_1
" Baiklah.....aku akan menemaninya." kata Rohan berlalu dari hadapan Lina dan Anita.
Kedua sahabat itu saling pandang .keduanya saling berpelukan melepas rasa rindu karena lama tidak bertemu.
" Aku tadi terkejut saat Rohan menelponku dan menceritakan apa yang baru saja kamu alami." kata Lina dengan wajah cemas.
" Aku tidak apa apa, hanya saja Rohan terlalu berlebihan,malah sekarang aku dikurung di kamar ini,tidak boleh keluar." kata Anita menggelengkan kepalanya.
" Artinya dia takut kamu ada apa apa." kata Lina tertawa.
" Aku tidak apa apa Lin, aku tidak paham dengan pikirannya Rohan." kata Anita sambil menghembuskan napas.
" Sudahlah....jangan dipikirkan perlakuan Rohan... toh tidak merugikan kamu." kata Lina sambil tertawa,tapi Lina tahu kalau Rohan sepertnya sangat protektif pada Anita,hanya Anita saja yang tidak peka.
' Iya... aku tidak rugi, tapi kan aku disini numpang, tidak enak sama mertuaku Lin,beliau sangat baik dari pagi tadi sampai sekarang aku tidak bertemu beliau karena aku dilarang keluar kamar sama Rohan,aku hanya bertemu Rico, itupun karena Rico yang.mendatangiku ke kamar." kata Anita panjang lebar.
Lina melongo mendengar.penuturan Anita.
Lina hampir tidak percaya kalau Rohan sampai segitunya menjaga Anita.
"Berarti Rohan sayang banget sama kamu, An."
" Sayang apanya...."
" Buktinya dia jaga kamu sampai seketat ini."kata Lina tersenyum.
" Dia masih sayang sama istrinya,Lin, dan lagi dia hanya merasa berterimakasih pada ku karena melindungi Rico,anaknya." kata Anita datar.
Tapi Lina tidak mempercayai perkataan Anita,dan tampaknya Anita tidak perduli atau tidak peka,atau mungkin masih ingat dengan Hardi,mantan suaminya.
" Sudahlah... yang penting kamu sudah tidak apa apa....nanti kamu juga tahu.jawabnya....perlu waktu An." kata Lina sambil tersenyum.
" An....selama ini kamu tidak pernah
******* dengan Rohan." tanya.Lina.
" Apa?'??? jangan mikir yang aneh lah Lin,aku melakukan semua ini karena Rico,aku suka anak itu,saat pertama.melihatnya." kata Anita
" Aku juga tidak tahu kenapa Rohan membawaku ke kamarnya,padahal aku punya.kamar sendiri,seandainya aku tidak pingsan aku tidak akan berada di sini." lanjut Anita.
" Semoga saja berlanjut kamu suka papanya Rico." kata Lina sambil tertawa.
Anita menggelengkan kepalanya.
" Aku tidak ingin Lin.....cukup sudah dengan apa yang ku alami, aku... tidak ingin terulang lagi." kata Anita dengan nada sendu.
Lina merasakan ada luka dari kata kata yang diucapkan Anita.
Lina juga merasakan bagaimana keadaan Anita.dulu.
\*\*\*\*
__ADS_1