
Rohan dan Ratih berjalan menuju ruang makan dimana Anita sudah menunggu mereka.
" Ma......makan dulu....." kata Anita menarik kursi untuk mertuanya.
Ratih mengangguk." Bagaimana keadaanmu? Apakah Rohan menyakitimu?" tanya Ratih menatap Anita yang sejak tadi salah tingkah.
" Tidak ma..... " jawab Anita menundukkan kepalanya dengan wajah memerah.
" Kalau dia menyakitimu bilang sama mama." kata Ratih sambil melihat Rohan yang sejak tadi tidak pernah lepas memandang Anita.
Rohan menatap mamanya dengan pandangan tidak percaya.
" Ma.....' kata Rohan dengan nada sengit.
Ratih tertawa karena berhasil menggoda Anita dan mengerjai anaknya.
" Kita makan dulu....padahal tadi mama sudah sarapan tapi kok masih lapar,apalagi yang tidak sarapan dan baru makan sekarang, padahal sudah bekerja keras dari tadi malam." kata Ratih dengan wajah meringis tanpa dosa.
Anita yang mendengat perkataan mertuanya semakin malu,wajah semakin memerah.
Rohan tahu mamanya meledek mereka berdua,tapi Rohan cuek saja,berbeda dengan Anita yang tampak malu,wajahnya memerah.
" Ma.....sudah.....kasihan Anita, tuh dia jadi malu." kata Rohan pada mamanya.
Ratih tertawa terbahak bahak dia suka melihat Anita yang salah tingkah dan melihat wajah memerah Anita, Ratih meraih tangan Anita dan mengajaknya duduk.
" Sini makan .....mama takut nanti kalau kamu pingsan...kasihan anak mama nganggur,padahal baru satu malam." ledek Ratih sambil mengacak acak rambut Anita sambil matanya menatap Rohan yang tidak berkutik.
" Ma......" Rohan berteriak gemas pada mamanya.
" Diam...Rohan... biar menantu mama makan dulu,kamu makan juga, ngga usah lirik lirik ke Anita." kata Ratih mengingatkan Rohan dengan mata melotot.
Rohan hanya bisa menarik napas panjang.dia akan kalah kalau berdebat dengan mamanya.
Berbeda dengan keadaan Anita yang tertunduk malu karena mertuanya menggodanya.
" Ma..... sini Anita ambilkan makannya." kata Anita sambil mengambil piring yang ada didepan Ratih.
" Makasih sayang...' kata Ratih sambil melirik ke arah Rohan yang diam melongo .
" Sayang punyaku juga." Rohan menyodorkan piringnya pada Anita.
" Mama dulu....kamu belakangan." kata Ratih sambil melotot pada Rohan.
Rohan hanya mengangguk pasrah.
Anita yang.melihat wajah Rohan yang tampak memelas hanya bisa diam, bagaimana bisa mertuanya sengaja mengganggu dirinya dan anaknya.
Ratih tampak tersenyum puas setelah mengerjai anak dan menantunya.
Sekali sekali Rohan melirik Anita yang duduk di samping mamanya. Rohan melihat Anita sangat memperhatikan Ratih,segalanya dilayani,membuat Rohan cemburu melihat perlakuan Anita pada mamanya.
__ADS_1
Tapi Rohan tidak berdaya,dia tidak bisa melawan mamanya.
Ratih yang melihat Rohan tidak berkutik tertawa dalam hati.
" Dengan mamanya aja cemburu berat apa lagi dengan orang lain." gumamnya dalam hati.
" Sebentar lagi Rico pulang,acara berkemah nya tinggal tiga hari, kita siap siap untuk menjemput nya An." kata Ratih pada menantunya.
" Ya ma...bagaimana keadaan Rico ya." kata Anita.
" Kelihatannya Rico baik baik saja,karena kita tidak mendengar keluhan ataupun laporan dari guru pembimbingnya." kata Ratih dengan santai.
" Ya., ma." kata Anita menganggukan kepalanya.
" Rohan ...apakah nantinya ikut menjemput Rico.?" tanya Ratih.
" Nanti lihat keadaan ma,Rohan tidak janji. ..." kata Rohan dengan malas.
Ratih hanya mengangguk,mereka akhirnya selesai makan siang.
Ratih kembali ke kamar,sedangkan Anita membereskan meja makan dan membersihkan semua perabotan yang kotor.
Rohan duduk menunggu Anita menyelesaikan pekerjaannya.
Anita merasa risih karena ditunggu Rohan menyelesaikan pekerjaan di dapur.
Setalah selesai Rohan segera meraih pinggang Anita dan membawanya ke kamar dan segera mengunci pintu kamar.
Anita merasa Rohan sangat agresif.
Rohan tidak memperdulikan panggilan Anita.
" Aku harus menghukum mu!" kata Rohan sambil menarik Anita duduk di sofa yang ada di kamar.
" Menghukum? Aku salah apa?" tanya Anita bingung.
" Tadi kamu tidak memperdulikan aku,kamu hanya peduli dengan mama." kata Rohan sambil mencubit pipi Anita dengan kuat .
" Rohan.....sakit..." kata Anita sambil mengusap pipinya yang memerah.
"Itu hukuman buat istri yang tidak memperdulikan suaminya." kata Rohan
" Ya ampun Rohan....kok cemburu dengan mama sendiri." kata Anita dengan mata.melotot.
" Habisnya kamu lebih memperhatikan mama dari pada aku,sayang." kata Rohan sambil memainkan rambut Anita.
Anita mengambil napas panjang melihat tingkah Rohan yang seperti anak kecil,dia tahu dak bisa membayangkan bagaimana nanti setelah Rico pulang,apakah Rohan akan cemburu juga pada anaknya.
" Jangan bertingkah seperti anak kecil......malu sama mama" kata Anita mengingatkan suaminya.
" Apa tidak boleh aku minta dimanja sama istri sendiri.' kata Rohan menggoda Anita.
__ADS_1
' Tidak salah.....hanya jangan di depan mama,malu." kata Anita tersenyum dan mengecup pipi Rohan.
Rohan tertawa mendapat perlakuan dari Anita,tingkah Anita yang menggodanya membuat Rohan merasa nyaman.
Mendapat perlakuan hangat dari Anita membaut Rohan seakan mendaoat anugerah yang sangat besar.Baginya kini Anita adalah salah satu tujuan hidupnya.
" Terimakasih sudah memberikan kesempatan pada ku sayang....untuk menjalani hidup ini bersama denganmu." kata Rohan sambil menggenggam tangan Anita.
Anita menatap suaminya.
" Aku yang seharusnya berterima kasih padamu,karena kau menerima ku apa adanya." kata Anita dengan nada sendu.
Rohan menarik Anita dan mendudukkan Anita dipangkuan ya.,keduanya kini duduk berhadapan dengan tubuh saling menempel.
Rohan membenamkan wajahnya pada dada Anita yang berada tepat didepannya.
"' Rohan....." Anita memegang erat bahu Rohan.
" Ayolah sayang...." Rohan segera ******* bibir Anita dengan liar membuat Anita tidak berkutik.
" Apakah tidak cape," kata Anita berusaha melepaskan ciuman Rohan,tetapi tidak berhasil.
Keduanya akhirnya terlibat ciuman panas yang panjang.
"Rohan...." Anita berusaha menghentikan Rohan.
" Ayolah An... aku inginkan lagi."
Anita merasakan sesuatu bergerak di bawah bokongnya. Anita menarik napas panjang,walaupun mulutnya mengatakan berhenti tapi tubuhnya lebih menginginkannya .Anita hanya pasrah mengikuti gairah yang ada dalam dirinya.
Tangan dan lidah Rohan terus menjelajahi tubuh Anita yang membuatnya gila.
Keduanya kembali menyatu dalam irama dan desahan panjang yang sangat menggairahkan,penyatuan dua anak manusia yang sudah lama saling merindu membuat keduanya mencapai puncak kebahagian yang indah .
Keduanya masih dalam posisi duduk di sofa.
Rohan mengusap keringat yang membasahi wajah Anita.
Anita merasa seluruh tubuhnya lemas,tapi dia tidak bisa menolak permintaan Rohan tadi ,dan juga dirinya juga menginginkan.
Rohan memeluk Anita.
" Tidurlah.....aku akan membiarkanmu tertidur sekarang ini dalam pelukan ku." bisik Rohan ditelinga Anita
Anita hanya mengangguk lemah dan memejamkan matanya.Rasa kantuk sudah menyerangnya,Anita merasa nyaman dalam pelukan Rohan.
" Aku berharap kau memberikan ku keturunan secepatnya An...." bisik Rohan ditelinga Anita.
Anita tidak menjawab hanya menganggukan kepalanya.
Rohan mengelus punggung Anita dengan lembut,diapun bersandar disofa dan memejamkan matanya.
__ADS_1
Rasa lelah dan kantuk menyerangnya. Rohan tetap memeluk Anita dengan erat '.Keduanya memasuki alam mimpi hampir bersamaan.
\*\*\*\*\*