MENGEJAR CINTA ANITA

MENGEJAR CINTA ANITA
Semakin Akrab


__ADS_3

Hari hari yang dilalui Rico bersama Anita terasa lebih berarti,Anita merasa selama ini Rico sangat kesepian,mungkin karena papanya yang sibuk bekerja dan tidak ada teman bermain.


Rico agak tertutup dan tidak terlalu suka bermain dengan temannya. dan cara berpikir Rico lebih seperti orang dewasa.


Kedekatan Rico pada Anita membuatnya sangat tergantung pada Anita,dan Rico akan selalu terbuka pada Anita, tapi dak pada yang lain.


Perubahan perilaku Rico yang. tampak lebih hangat pada papanya juga neneknya menimbulkan tanda tanya bagi keduanya.


"Sepertinya Rico ,mama lihat berubah akhir akhir ini." kata Nene Rico pada Rohan setelah mereka makan malam.


"Rico lebih hangat dan lebih ceria dari biasanya,apakah ada yang mempengaruhinya?"


"Tidak tahu ,ma.Aktifitas Rico sehari hari mama tahu,dan dia tidak pernah keluar rumah untuk bermain."sahut Rohan datar.


"Benar juga. mama suka lihat perubahan Rico."


Rohan hanya diam.tidak menanggapi omongan mamanya.Pikirannya tertuju pada wanita yang bersama Rico diruang kepala sekolah,sampai saat ini Rohan belum tahu siapa wanita itu,jangankan mengenalnya tahu, namanya juga Rohan tidak .


"Kenapa aku sampai tidak mengetahuinya,padahal Rico setiap hari bergaul dengan wanita tersebut,bodoh sekali aku." rutuk Rohan dalam hati.


\*\*\*


Anak anak yang berada dalam pengawasan Anita sangat menyukai Anita,walaupun wanita itu tidak pernah sekalipun tersenyum atau tertawa bersama mereka.


Hanya saja mereka merasakan perhatian Anita, disaat mereka berbicara atau mengadukan satu masalah ,Anita dengan senang hati mendengarkan penuturan mereka sampai selesai,nanti bila sudah selesai barulah Anita berbicara, walaupun untuk memberi saran atau nasehat.


Ketenangan Anita dan kesabaran adalah kunci bagi Anita untuk menghadapi anak anak .


Namun satu hal yang berbeda dari hari hari sebelum kedatangan Anita,disaat anak anak lain sedang bermain, Rico hanya duduk diam dipojok berbeda dengan saat sekarang ini,disaat yang lain bermain Rico selalu berada di sisi Anita, seperti tidak mau berpisah.


Saat tiba waktu pulang pun Wajah Rico menunjukan. ketidakrelaanya berpisah dari Anita.


Anita harus membujuknya untuk itu


***


Anita sedang mengajari salah satu anak yang kesusahan mengerjakan tugas sekolah,dengan sabar Anita menerangkan satu pee satu hingga paham.


Rico yang duduk dekat Anita memperhatikan dengan wajah cemberut.


Anita merasakan tatapan tidak suka yang dipancarkan kedua mata Rico.


Setelah selesai mengajari ,Anita meraih tangan Rico," Ada apa kok cemberut." tanya Anita


"Rico tidak suka ibu dekat dekat mereka!' ucap Rico sambil memanyunkan menjadi mulutnya.


Anita menatap Rico,terlihat sangat sedih.


"Kenapa Rico tidak suka?"


"Rico hanya mau ibu untuk Rico sendiri,yang lain ngga boleh dekat sama ibu."


Anita merasa permintaan Rico agak berlebihan,dan tidak mungkin dia bisa memenuhi keinginan Rico seorang,sedangkan dirinya haeus mengawasi dua puluh dua anak lainnya, itupun hanya sebulan.

__ADS_1


Waktu yang dilalui nya sudah tiga minggu. tinggal satu Minggu lagi.


"Rico,ibu kan hanya bekerja sini menggantikan mbok Har selama sebulan,setelah itu ibu juga akan pergi,jadi Rico sama sama dengan teman lainnya ya.Rico ngga boleh begitu."


Rico diam mempermainkan jemarinya sesekali menatap wajah Anita.


'Kalaiu begitu sesudah dari sini ibu bekerja dirumah Rico ya."


Anita menatap wajah polos didepannya,wajah yang lumayan tampan ,Anita tidak bisa membayangkan nantinya disaat Rico menjadi seorang pemuda, tentulah akan menjadi pujaan bagi gadis gadis,


Namun satu hal yang memuat Anita lega, Rico bukanlah anak yang mudah digapai,dia selalu melindungi dirinya dengan sempurna,tidak mudah untuk mendekati Rico.


"Tidak bisa Rico,ibu sudah ada pekerjaan lain," sahut Anita pelan sambal l membelai kepala Rico.


"Tapi Rico ingin ibu selalu ada dekat Rico."ucapnya memelas.


Anita melihat mata Rico berkaca kaca menatapnya


Anita tidak tahan melihat tatapan itu,Anita memalingkan wajahnya .Anita tahu selama ini Rico kesepian seperti hidup di dunianya sendiri.


"ibu akan main main ke rumah Rico nanti,"ucap Anita memeluk pundak Rico.


"Rico mau,ibu tinggal sama Rico."


Anita terdiam mendengarnya,bagaimana mungkin dia bisa memenuhi keinginan Rico,


Anita hanya mengenal Rico, tidak mengenal keluarganya yang lain.yang dia tahu hanya Rohan ,papanya Rico,itupun baru satu kali bertemu setelah ada kejadian Rico memukul temannya.


Sejujurnya Anita sudah jatuh hati pada Rico, Anita menyukai Rico karena anak ini tidak banyak tingkah,tidak terlalu banyak bicara,intinya Rico berbeda dengan anak lain, Rico juga termasuk anak yang cerdas dan tenang.


"Apa ibu tidak suka dengan Rico?"


Ibu suka Rico,ibu sayang Rico, tapi rasanya tidak mungkin ibu tinggal di rumah Rico.' kata Anita pelan sambil menghela nafas.


Anita tidak bisa mencari kata kata yang tepat untuk menerangkan pada Rico.


Hati Anita juga terluka,karena Rico sudah mengisi hari harinya yang sepi.


Semakin hari tingkah laku Rico semakin lengket Anita,kemana Anita melangkah ke sanalah Rico mengikuti, seperti takut kehilangan.


Beberapa.anak yang juga mengetahui mereka sebentar lagi akan berpisah dengan Anita merasa sedih mereka sudah merasa nyaman dengan Anita.


"Ibu jangan pergi ya, temani kami di sini saja." ucap Dita dengan wajah memelas.


"Ibu ngga bisa, ibu hanya menggantikan Mbok Har," Sahut Anita.


"Tapi kami sayang ibu."


Anita memandang wajah anak.yang dalam pengawasannya satu per satu


"Ibu juga sayang kalian." ucap Anita.


Anita melihat perubahan wajah mereka,tapi Anita tahu dengan berjalannya waktu mereka akan melupakannya,mereka akan menemukan orang orang baru ,jadi kesedihan mereka hanya sementara.

__ADS_1


Namun hal ini tidak berlaku bagi Rico yang sangat keras kepala dan tangguh.Rico bukan anak yang mudah dibujuk ataupun di rayu,Rico punya keinginan tersendiri pada Anita.


Keinginannya hanya satu supaya Anita terus berada didekatnya.


***


Malam hari Rico mendekati papanya yang sedang memeriksa pekerjaannya.


"Pa ,Rico ingin bicara,' ucap Rico.


Rohan menoleh sesaat pada Rico,kemudian kembali memalingkan wajahnya pada lembaran kertas yang dipegangnya


"Duduk,dan bicaralah!"


Rico memandang kesal pada papanya dan menghempaskan pantatnya pada sofa di depan Rohan.


"Bisakah papa berhenti dulu bekerjanya!"


"Bicaralah,papa akan mendengarkan." sahut Rohan tanpa mengalihkan pandangan nya dari lembaran kertas yang dipegangnya.


"Pa....'ucap Rico agak keras


"Bicara Rico,papa masih punya telinga untuk mendengarkan!'


Rico tambah emosi.melihat papanya tidak terlalu menggubris dirinya.


"Rico mau ajak ibu Anita tinggal dirumah ini!"


Mendengar kata kata Rico,Rohan tersentak memandang tajam Rico seolah mencari kebenaran dan ucapan anaknya dengan pernyataan aneh.


Ada apa dengan Rico,Perkataan Rico berhasil menghentikan aktifitas Rohan.


"Siapa ibu Anita,dan kenapa kamu mau ajak dia tinggal dirumah ini,apa dia tidak punya rumah?!


"Ibu Anita adalah pengawas yang jaga Rico dengan teman teman Rico., ibu Anita punya rumah,tapi Rico mau ibu Anita tinggal disini,menemani Rico!"


Rohan mulai.mengerti , ternyata wanita itu bernama Anita,yang telah berhasil memikat Anaknya Rico.


"Ibu Anita kan bekerja,tidak mungkin mau tinggal di sini."


"Sebentar lagi ibu Anita berhenti bekerja,Bu Anita hanya.menggantikan mbok Har selama sebulan."


Rohan menatap anaknya, sepertinya hubungan Rico dengan Anita sudah sangat dekat.


Tampaknya wanita itu sudah memenuhi pikiran anaknya,apakah berdampak baik atau tidak,Rohan belum tahu.


Dan satu hal lagi Rohan tidak bisa menolak permintaan Rico,karena bila tidak dipenuhi Jangan harap Rohan mendapat teguran atau sapaan dari anaknya.


"Nanti papa pikirkan,sekarang kami tidur dulu ,sudah malam "


Rico berdiri beranjak dari duduknya menuju kamar.


Rohan memandang kepergian anaknya dengan berbagai macam pertanyaan.menghela napas dan menyandarkan tubuhnya pada sofa yang didudukinya.

__ADS_1


"


****


__ADS_2