MENGEJAR CINTA ANITA

MENGEJAR CINTA ANITA
Punya keponakan.


__ADS_3

"Terimakasih,sudah memberi pelajaran pada ponakan saya,nona Lina."ucap Malik sambil berdiri dan melambaikan tangan pada tiga pelajar menyuruh mendekat.


Ketiganya tampak bergegas mendatangi Malik .


"Kalian minta maaf langsung pada Tante Lina!" perintah Malik.


"Iya om."


"Tante,Digo minta maaf.sudah tidak sopan pada Tante."Digo mengulurkan tangan pada Lina.


"Saya juga memiliki minta maaf Tante,"ucap Wawan sambil mengulurkan tangan pada Lina.


"Saya juga minta maaf,Tante."Fras mengulurkan tangannya menyalami Lina.


"Sudah Tante, maafkan,tapi besok besok jangan diulangi lagi ya.." Ucapan Anita tersenyum.


"Ya Tante." jawab ketiganya bersamaan.


" Bolehkah kami ikut gabung di sini?"Tanya Digo sambil memandang Malik yang berdiri diseberangnya.


Malik melotot pada Digo yang berdiri cengengesan.


"Ya, duduk lah,' ucap Lina mempersilahkan.


Akhirnya mereka berenam duduk satu meja,terlihat tampak sekali Digo yang paling berbicara,dan tampaknya ada sedikit perhatian lebih Digo pada Lina.


"Tante Lina rumahnya dimana,boleh ngga Digo main ke rumah Tante."


" Boleh aja.tapi Tante jarang di rumah,adanya kalau malam hari,kalau siang Tante di boutique."


"O..Tante kerja di boutique?"


" Tante Lina Yang punya boutique." sahut Anita datar,yang sejak tadi tidak ada mengeluarkan suara sedikitpun.


" Om boleh dong nanti aku ajak Tante Cici main ke boutique Tante Lina.


"Terserah kamu." sahut Malik agak kesal,


"Siapa Tante Cici?"


"Adik papa yang paling bontot,tuh adiknya om Malik," Jawab Digo sambil tertawa.


Lina bernapas lega setelah


mendengar jawaban Digo.


"Ajak aja main ke tempat Tante."


"ok. Tante."Digo tersenyum lebar.


"Satu lagi Tan,mau nngga Tante jadi Tante aku?"


"Maksud Digo?


"itu. tunjuk Digo dengan bibir yang dimonyongkan ke arah Malik."


Seketika juga wajah Lina memerah mengetahui maksud Digo,berbeda dengan Malik yang melotot ke arah Digo.


Ingin sekali Malik menyeret Digo,karena kelancangannya,Digo yang merasa bahaya mengancam secepatnya berbisik pada Lina.


tapi dengan nada keras. hingga terdengar yang lain.


"Tan ,kayanya aku butuh pertolongan deh."


"Apa.?"

__ADS_1


"Digo minta antar pulang dengan Tante,bolehkan."


"Lho ,kan ada om Malik ,?"tanya Lina heran.


"Takut ikut om."


"Kenapa takut?!"


Digo mengarahkan telunjuknya di leher dan memiringkannya.


Lina melotot mengarahkan pandangannya pada Malik yang salah tingkah.


Anita yang sejak tadi memperhatikan kelakuan Digo dapat menangkap maksud yang tersembunyi dari Digo yang ingin mendekatkan Lina pada Malik.Digo tampaknya mengetahui Malik ada perhatian pada Lina,makanya pamannya sengaja dikerjai,membuatnya salah tingkah.


" Dasar ponakan yang usil." gumam Anita


"Tante,boleh dong Digo minta nomer Tante,nomer pribadi Tan.bukan nomer boutique." seraya Digo menyodorkan hp nya ke Lina.


Malik yang melihat kelakuan Digo dibuat jengkel,dan Digo tahu. sengaja dia bertingkah polah seperti anak kecil.


"Om.kalau mau minta nomer Tante Lina,sini sekalian,kalau nanti om mau minta sama Digo ,ngga bakalan Digo kasih" Digo mengulurkan tangannya meminta Hp Malik.


Walau dengan agak ragu Malik menyerahkan Hpnya pada Digo yang tersenyum penuh kemenangan.


"Aku akan membalasmu nanti ,anak bengal"umpat Malik dalam hati.


Setelah selesai Lo Ina menyerahkan hp Digo juga hp Malik,.


"Baiklah kami pamit dulu,";ucap Malik pada Anita dan Lina.


Keduanya menganggukan kepala .


Anita dan Lina menatap kepergian empat lelaki yang baru saja mereka kenal.


"Lin , sepertinya aku akan dapat keponakan baru dan saudara ipar."bisik Anita pada Lina.


"Lin jangan marah dong, masa ada ikan mendekat tidak ditangkap,apa nunggu masuk perangkap dulu Lin."


"Gila An.aku belum siap.juga belum tahu siapa dia." ucap Lina yang paham dengan maksud dari perkataan Anita.


"Sebentar lagi kamu akan tahu,kaya aku ngga kenal kamu aja."


”Iya sih."ucap Lina sambil menggaruk kepala yang tidak gaal.


*Apalagi Digo,ponakannya kayanya mendukung kamu,sepertinya itu anak suka dengan kamu Lin.makanya melamar jadi ponakan kamu."


"Melamar.....memangnya pekerjaan."


"Bisa jadi," sahut Anita


"Apa kamu tidak tertarik pada Malik?"" Lina bertanya pada Anita.


"Tidaklah Lin.Aku baru saja habis bercerai,kamu. kan tahu."


"Iya.aku tahu."


"Tampaknya Malik lelaki dewasa Lin,dan sudah matang,cocok buat kamu."ucap Anita datar.


"iya ,An..


Keduanya diam selama perjalan menuju boutique Lina.


Sesampai di boutique,Anita langsung mengerjakan beberapa desain untuk Lina yang sudah tertunda karena urusannya.


Pikiran Anita sudah tenang,kini tinggal memikirkan langkah selanjut nya ke depan,

__ADS_1


Tidak terasa waktu sudah menunjukkan jam empat sore,Anita terlalu asik dengan kegiatannya sehingga sampai lupa waktu.


Anita segera bergegas turun,sebentar lagi boutique akan tutup biasanya Anita akan membantu beres beres sebelumnya tutup.


Perhatiannya tiba tiba teralih pada pintu masuk,matanya menangkap sosok yang tadi siang bertemu mereka di rumah makan.


"Ada apa anak ini ke sini ya.?"tanya Anita dalam hati.


"Digo, kamu di sini?"


"Ya tam,Tante Lina ada?"


"Ada ,itu diruangan."


"Boleh aku masuk.?"


*Ketok pintunya dulu." kata Anita datar mengingatkan Digo,karena anak ini suka sembarangan .


"Ya tan.makasih."Digo segera berlalu dari hadapan Anita.


Anita memperhatikan Diga,kelihatannya Digo anak yang baik,,mudah bergaul,hanya sedikit urakan,sehingga memberi kesan nakal bagi mereka yang baru mengenalnya.


Digo sudah menghilang dibalik pintu,entah tujuannya menemui Lina,Anita mengangkat bahunya dan melanjutkan pekerjaan.


Karyawan Lina sudah pulang semua,kini yang tinggal hanya mereka berdua,biasanya Lina terakhir pulang.


Tak beberapa lama Anita melihat Digo keluar dari ruangan Lina dengan wajah penuh senyum


"Hai Tante makasih ya, saya permisi pulang dulu ya." ucap Digo berlalu dari hadapan Anita.


Anita memandang Digo,"Aneh kelakuan anak ni,kok tidak sama dengan anak anak yang seumur dia,tingkahnya masih kekanak-kanakan dan masih bterlihat manja." Gumam Anita..


Tidak beberapa lama Lina keluar dari ruangannya.


"Ada urusan apa Digo mencarimu.An?"


"seminggu lagi Tante yang bernama Cici ulang tahun,dia minta buatkan gaun yang spesial ,dan meminta selesai sehari sebelum hari H .nya."


"Kok tidak Tantenya aja yang langsung ke sini Lin?"


"ini untuk kado."


"Perhatian sekali itu anak Lin."


"ya An.kager juga tadi aku, padahal kalu lihat penampilannya itu anak urakan dan tidak peduli,malah cenderung suka membulat."Lina jadi teringat kelakuan Digo tadi siang.


"An.tolong bantu desain kan.ya,ini Tantenya Digo,yang namanya Cici."


Lina memperlihatkan foto seorang perempuan cantik dengan kulit putih wajahnya lumayan centik.kalau dilihat,kalau dilihat bentuk tubuh dan tingginya hampir sama dengan Lina.


"Besok pagi sudah selesai Lin."


"Apa,kamu serius An."


"Ya, aku serius."


" Kok bisa secepat itu?"


"Tidak tahu.tapi desainnya Sudah ada di otakku tinggal menuangkannya dikertas."


"Mantap Lin,kamu memang bisa diandalkan."ucap Lina tertawa.


"Kalau begitu aku pulang dulu An."


"Ya Lin.hati hati dijalan."

__ADS_1


Setelah kepergian Lina,Anita segera menutup pintu boutique.


"Hari ini sangat melelahkan,aku istirahat dulu.," ucap Anita menuju ke kamarnya


__ADS_2