MENGEJAR CINTA ANITA

MENGEJAR CINTA ANITA
Ibu yang terbaik


__ADS_3

Waktu menunjukan pukul satu siang,Anita dan Lina bersiap siap meninggalkan boutique diiringi Digo,.memang sudah agak terlambat mereka makan siang,karena ada pekerjaan yang tidak bisa di tunda.


Anita memperperhatikan Digo yang tanpa diminta membawakan tas miliknya dan menatanya di mobil Lina,


Kalau diperhatikan Digo termasuk anak yang cekatan dan tetap tanggap dengan sekelilingnya.


"Makasih banyak ya Digo,sudah di bantu."ucap Anita datar memandang Digo .


"Sama sama Tante Anita,Digo cuma bisa bantu bawakan tas aja."sahut Digo sambil tersenyum lebar.


"Kita berangkat sekarang.?!" tanya Lina sambil memainkan kunci mobilnya.


Anita dan Digo mengangguk.


Mereka masuk mobil,tak berapa lama sudah keluar dari halaman boutique menuju rumah makan untuk makan siang.


Perjalanan yang ditempuh memakan waktu sepuluh menit mereka mencari rumah makan yang searah dengan rumah Anita.


Mereka sampai pada tempat yang dituju ,suasana rumah makan masih terlihat rame ,Anita ,Lina ,dan Digo memilih meja yang agak di pojok.


Setelah memesan makanan dan minuman yang diinginkan ketiganya terlibat obrolan ringan sambil menunggu makanan dan minuman disiapkan.


Secara tak sengaja Lina melihat pada seseorang yang sangat dikenalinya .


"An.,tuh mantan suaminya lagi makan sama bininya yang ulat bulu itu."


Mendengar perkataan Lina,Anita mengangkat kepalanya dana mengikuti arah pandangan Lina,


Anita mengenali Lilian,tapi di tidak mengenali sosok yang duduk berseberangan dengan Lilian,karena posisi duduk Anita yang menyamping.


Namun instingnya menyatakan bahwa lelaki itu bukan Hardi mantan suaminya.


"Lin ,perasaanku itu bukan Hardi,tapi orang lain "


"Hah.yang benar An?!"


"Coba kamu perhatikan baik baik."sahut Anita datar.


Digo yang sejak tadi mendengar pembicaraan dua orang yang bersama dengannya agak bingung.


"Kalau boleh tahu Tante berdua sedang membahas apa?"


"Itu pasangan yang duduk dipojok dekat wastafel,"jawab Lina santai.


"Memang kenapa ?"


"Suami perempuan itu saat ini adalah mantan suami Tante Anita,.."


,Hah....apa saya nggak salah dengar Tan,suami,mantan suami,maksudnya apa,Tante Anita pernah nikah?" Digo mencerca Anita dengan pertanyaan seolah tidak percaya dengan wajah yang penuh tanya.


Lina tertawa melihat perubahan wajah Digo,


"Ya ,Digo,Tante sudah menikah dan sudah bercerai,' sahut Anita singkat.

__ADS_1


"Dan yang kamu perlu tahu ,perempuan yang kami bicarakan tadi adalah istri mantan suami Tante Anita,"Lina menambahkan keterangan dari Anita.


Anita hanya mengangguk saat Digo bermaksud meminta keterangan dari Anita membenarkan,membuat Digo lebih melongo lagi.


Digo tidak menyangkan sama sekali tentang Anita.


"Kalau Tante Lina masih singlenya." sahut Anita datar tanpa senyum.


"Kenapa Tante bercerai?" tanya Digo sambil menatap Anita yang tampaknya tidak terpengaruh.


"Mungkin jodoh Tante sudah habis Digo.,yuk kita makan dulu,sudah sangat lapar." sahut Anita ringan ketika makanan yang mereka pesan sudah terhidang manis di meja.


"Ya Tante,."


"kelihatanya makanan ini sangat nikmat, Digo,.' Lina mengalahkan pembicaraan.


Baru beberapa suapan makanan masuk ke dalam mulut Lina,tampak mata Lina melotot.


Melihat ekspresi wajah Lina yang aneh membuat Anita bertanya."Ada apa Lin,apa makanannya kurang enak?"


"Ngga. bukan makanannya, tunggu sebentar.Lina meraih telpon genggamnya dan mengambil gambar lewat kamera handphonenya,


"Yes sudah dapat." ucapan Lina kegirangan.


"Apa Lin.'tanya Anita.


"Nich,coba lihat."Lina menyodorkan handphonenya ke Anita.


Tampak dilayar handphone itu terlihat foto Lilian dengan seorang lelaki yang tidak dikenalnya, dan tampaknya sangat akrab.,terlihat mereka seperti pasangan suami istri .


"Akan ku simpan dan akan kutunjulkan ke Nene lampir itu,apabila dia menyerangnya lagi.' ucap Lina dengan penuh senyum.


Digo yang sejak tadi sudah dibuat terkejut setelah tahu status Anita menjadi tambah penasaran .


"Tan boleh dong lihat " katanya.


"Nich. bentar aja ya. kamu kan masih kecil,belum waktunya tahu urusan orang dewasa, nanti kamu pusing."kata Lina menyodorkan handphonenya ke Digo.


"Lho bukannya ini om Surya.atau orang yang mirip sama on Surya."ucap Digo dengan kening berkerut.


"Apaj?! Lina setengah berteriak.


"Digo,kamu kenal lelaki yang ada di foto itu?!"


"Iya,Tan,kalau tidak salah namanya om Surya temannya om.Malik."


Lina menepuk jidatnya,Anita yang mendengar keterangan Digo juga terkejut.


"Kalau yang perempuan kamu kenal ngga?" Kejar Lina.


"Ngga kenal, tan.kenapa memangnya?!"


Ngga apa,Digo,mari kita lanjutkan makan ,kayanya sudah mulai dingin.

__ADS_1


Mereka makan dalam diam,karena berbagai pikiran dan pertanyaan memenuhi otak karena.


Teringat Anita akan cerita bang Hardi mantan suaminya waktu mereka bertemu di Pengadilan Agama.IApaka lelaki yang bersama Lilian tadi itu yang sudah menanam benih pada rahim LiLian.


Anita menarik napas panjang,pikirannya jadi tidak karuan.berbagai perasaan bercampur jadi satu antara benci,marah ,sedih, dan kasihan .


Berbeda dengan Lina ,dia bermaksud membongkar kelakuan Lilian kepada Hardi,agar Hardi secepatnya menceraikan Lilian..Lina masih teringat dengan Ica,yang ternyata diam diam menyimpan asa pada Hardi.


Selesai makan mereka menuju rumah Anita.Sesampai di rumah Lasmi terkejut melihat kedatangan Anita bersama sahabatnya.


Anita memang sengaja tidak mengabari ibunya.


"Assalamualaikum,"


Anita mencium tangan ibunya yang menyambut mereka di teras rumah yang sederhana.Rumah yang sudah ditempati Anita semenjak masih bayi hingga sekarang.


Rumah yang sama sekali tidak pernah dirobah sejak mereka mulai menempati,walaupun ada keinginan untuk memperbaiki tapi karena terbentur biaya,keinginan itu hanya tinggal keinginan.


"wa Alaikum salam.masuklah,kenapa tidak memberi kabar ibu dulu.nak'" Lasmi memeluk Anita dengan penuh kasih sayang, ada bening menghias kedua mata perempuan paruh baya tersebut,


"Nanti kalau Anita mengabari ibu,ibu pasti sibuk mempersiapkan untuk nyambut Anita kan?'" tanya Anita sambil membalas pelukan ibunya.


Setelah melepaskan pelukannya dari Anita,Lasmi berpindah pada Lina,sahabat anaknya sejak kecil.,


"Bagaimana keadaanmu dan kedua orang tuamu nak,?"


"Baik Bu, Ayah bunda juga baik." sahut Lina.


"Terima kasih nak Lina sudah membantu Anita ,ibu tidak tahu apa yang akan terjadi bila Anita menjalaninya sendirian."


"Sudah lah hi.jangan dipikir dan jangan jadi beban ini.Anita sudah kuanggap seperti saudaraku sendiri, dan ibu juga sama seperti ibuku sendiri."


"Kamu memang anak yang baik,Lin,semoga Tuhan membalaskan kebaikanmu."


Lasmi tiba tiba terdiam ketika melihat anak laki laki yang berdiri di belakang Lina.


Lasmi bermaksud bertanya tetapi sudah didahului Digo.


"Saya ponakan Tante Lina nek,berarti ponakan Tante Anita juga,berarti saya cucu keponakan nenek,"ucapan Digo tanpa malu malu. mencium tangan Lasmi yang masih bingung melihat Digo yang sok akrab.


Setelah bercengkrama beberapa saat sambil melepas rindu,Lina dan Digo pamit pada Lasmi.


"Kok cepat nak Lin."


"Lina masih ada kerjaan bu.,sekalian mau ngantar Digo pulang, kelamaan main nanti dicari." ucapan Lina sambil tertawa memantap yang kelihatannya tampak santai.


Setelah kepergian Lina dan Digo.Lasmi menanyakan keadaan hubungan Anita dengan Hardi.Anita menjelaskannya dengan detail,tidak ada beban lagi dari nada suaranya,semuanya meluncur bagai air.


Lasmi menarik napas lega,"Syukur lah nak,semuanya berjalan lancar, dan tidak ada amarah dan dendam dalam diri kalian,padahal ibu sempat khawatir saat Hardi mencarimu ke rumah ini,tapi sudahlah,semuanya sudah berlalu,anggaplah kejadian ini sebagai pelajaran ,sekarang kamu mulailah membuka lembaran baru menuju masa depan," ucapan Lasmi menasehati Anita.


"Ya Bu." Anita mengangguk memeluk ibunya,


"Ibu memang yang terbaik bagi Anita,tapi Anita.malu sudah merepotkan ibu." ucap Anita sendu

__ADS_1


\*\*\*


__ADS_2