MENGEJAR CINTA ANITA

MENGEJAR CINTA ANITA
Berpisah


__ADS_3

Hari ini hari terakhir Anita menggantikan pekerjaan mbok Har,Anita berjalan bersama menuju ke sekolah tempat Anita dan mbok Har bekerja.


"Bagaimana keadaan anak anak selama mbok Har tinggalkan nak Anita?" tanya mbok Har yang berjalan di samping Anita.


"Baik aja mbok Har, hanya ada sedikit masalah beberapa waktu lalu, ada anak yang dipukul Rico, tapi sudah diselesaikan." jawab Anita.


"Rico berbeda dengan anak lain, tapi setahu mbok Har, Rico tidak bakalan sampai memukul temannya kalau temannya tidak keterlaluan." sahut mbok Har.


"Iya.memang benar mbok,anak itu mulai lebih dulu." sahut Anita.


"Bagaimana keadaan orang tua mbok ?"


"Alhamdulillah sudah mulai membaik, dan saudara mbok sekarang yang merawatnya."


"Syukurlah mbok, lega juga mendengarnya."


Tak terasa mereka sudah memasuki gerbang sekolah dasar Permata Kecubung.


"Mbok , hari ini hari terakhir saya disekolah ini, saya mau pamitan sama ibu Asti, karena sudah menerima saya selama sebulan di sini."


"Ya,....Mbok langsung ke ruangan dulu ya nak Anita."


"Ya mbok."


Anita melangkahkan kakinya menuju ruangan kepala sekolah.


Anita mengetuk pintunya, setelah mendapat jawaban dari dalam yang mempersilahkan Anita masuk, Anita melangkah ke dalam ruangan.


"Selamat pagi,Bu Asti." sapa Anita.


"Pagi juga Bu Anita,silahkan duduk " Anita melangkah menuju kursi tamu yang tersedia di ruangan itu.


"Maaf Bu saya ijin pamitan, karena tugas saya menggantkan mbok Har sudah selesai." ucap Anita datar tanpa ekspresi di wajahnya.


"ya ,saya tahu Bu Anita,dan saya berterima kasih karena Bu Anita bisa mengawasi anak anak dengan baik." ucap Bu Asti tersenyum.


Ibu Asti tahu bagaimana cara Anita mengatasi anak anak, dengan sikapnya yang dingin dan datar.


Dan satu hal yang Bu Asti dengar Anita tidak pernah berkata dengan nada tinggi pada anak-anak selalu datar dan tidak pernah tersenyum.


Yang membuat Bu Asti tidak habis pikir kenapa anak anak menyukai nya, kalau dilihat Anita bukanlah figur orang yang ramah menurut bu Asti.


" Baiklah ibu, saya ke ruangan mbok Har dulu."kata Anita sambil berdiri.


"Iya,silahkan Bu Anita."


Anita melangkah keluar dari ruangan kepala sekolah.


Anita mendekati mbok Har yang sedang menyapu ,"Sini mbok saya bantu."ucap Anita meraih sapu yang ada ditangan mbok Har.


Hari ini Anita akan berpisah dengan anak anak,dia bermaksud bertemu untuk terakhir kalinya.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul satu siang.


Anita sedang berada diluar ruangan,memperhatikan anak anak yang keluar dari ruang kelas.


tidak


Tidak beberapa lama, semua anak yang berada dalam pengawasan mbok Har sudah berkumpul.

__ADS_1


Mereka tahu kalau mulai hari ini ibu Anita tidak akan menemani mereka lagi.


Ada rasa sedih yang terpancar pada wajah tiap anak.


Semuanya mengungkapkan perasaannya masing masing Pada Anita.


Hanya Rico yang diam dan tidak mau mendekat.


Anita merasakan tatapan mata yang terluka.


Anita hanya berpesan supaya mereka rajin belajar dan tidak nakal.


Setelah semuanya membubarkan diri, Anita berjalan mendekati Rico yang berdiri di pojok tanpa ekspresi.


"Rico,ibu mau pamit."ucap Anita pelan sambil memegang pundak Rico,


"Kenapa ibu tidak mau menerima tawaran Rico?!"


Anita menghela nafas."Anak ini masih belum berubah pikiran juga rupanya."ucap Anita dalam hati.


" Ibu tidak bisa,Rico."


"Kalau tidak bisa, Rico ingin tahu apa alasannya."


Anita merasa seakan berbicara dengan orang dewasa bukan anak kecil berusia sembilan tahun.


Anita dituntut untuk memberikan alasan, sungguh hal yang diluar perkiraan Anita.


Bagaimana hal ini bisa terjadi.


Anita menatap wajah Rico yang tampak menunggu jawaban.


"Kenapa, ibu tidak bekerja berat dirumah Rico, ibu hanya menemani Rico saja."sahutnya lirih


Anita menatap Rico, bagaimana anak ini mempatkanya pada posisi yang rumit.


"Ibu tahu Rico, tapi bagaimana pun juga hal ini berhubungan dengan Nenek dan papa Rico, jadi Rico tidak bisa ambil keputusan sendiri, harus dirundingkan dulu."jawab Anita lembut.


"Rico sudah bilang papa," jawab Rico.


"Terus papa Rico bilang apa?"


"Rico diam, sesaat."


"Papa ngga bilang apa apa." jawab Rico tertunduk.


"Tapi Rico mau ibu Anita ada dirumah Rico."pintanya memelas


" Begini saja,Rico sabar dulu ya, kita cari jalan keluar nya nanti."ucap Anita membujuk Rico yang keras kepala.


Anita .belum bisa mencari jalan keluar untuk masalah Rico, kemana dia harus berdiskusi, dan lagi Anita tidak mengenal nenek dan papanya Rico..


Yang membuat Anita bingung, bagaimana anak seusia Rico bisa mengambil keputusan seperti itu..


"Anak ini dewasa sebelum waktu." gumam.Anita dalam hati.


"Rico,ibu pamit dulu, Rico baik baik d sama mbok Har,jangan nakal harus rajin belajar ya,biar jadi kebanggaan nenek dan papa Rico.' Anita mengusap kepala Rico dan menciumnyam


Berat rasanya Anita meninggalkan Rico, yang selalu menyendiri tanpa teman.

__ADS_1


Demikian juga Rico ,merasa sangat kehilangan.


Anita melihat tatapan mata terluka, dengan langkah berat Anita meninggalkan Rico yang berdiri di pojok ruangan.


Anita merasa seluruh tubuhnya lemas,rasa sakit menghujam di ulu hatinya.


Tak terasa air mata menetes menghias pipa nya.


"Ya ,Tuhan kenapa aku merasa sangat kehilangan,kenapa sakit sekali,kenapa aku begitu kejam meninggalkan anak itu sendiri,kenapa aku begitu tega," Anita mengusap wajahnya dengan kedua tangan nya.


Sementara di sudut lain Rico menangis tertahan sambil memeluk kedua lututnya.


"Kenapa ibu meninggal kan Rico?apa salah Rico?"


"Kenapa ibu pergi lagi,ibu tidak sayang Rico ?Kenapa Bu?"


Mbok Har yang melihat keadaan Rico yang tampak terpukul setelah kepergian Anita, sangat sedih', walaupun bagaimana pun Rico masih membutuhkan kasih sayang seorang ibu, dan itu didapakannya dari Anita.


"Rico, kenapa menangis,? Mbok Har menyentuh pundak Rico.


"Ibu Anita tidak my bekerja di rumah Rico, mbok."jawab Rico tersedu.


"Mungkin ibu Anita ada pekerjaan yang lain."


"Kalau begitu Rico tidak akan pernah bertemu ibu Anita lagi ,mbok."


"Rico bisa ketemu Bu Anita.Rico main aja ke rumah Bu Anita."


Seketika wajah Rico berubah cerah, ketika mendengar mbok Har menyebutkan rumah ibu Anita.


"Benar mbok, kenapa Rico tidak berpikir ke sana ya mbok."


"Sekarang jangan sedih lagi."


bujuk mbok Har.


"Ya mbok.Rico tidak sedih lagi, tapi Rico tidak tahu rumah ibu Anita."


"Ini ibu beri alamat rumah ibu Anita," mbok Har menulis alamat rumah Anita pada selembar kertas dan menyerahkan pada Rico.


"Rumah Bu Anita dekat dengan rumah mbok."


"Benarkah mbok?"


"Iya ,mbok tetangga an dengan Bu Anita."


"Rico akan ke rumah ibu Anita,."


"Ya , datang lah kalau Rico kangen sama ibu Anita."


"Rico akan datang."


Rico tampak senang.dan tidak terlihat sedih lagi.


Mbok Har menarik nafas lega.


Bagaimana pun anak ini sudah menyukai Anita,dan tampaknya Rico lebih bersemangat lagi.


\*\*\*

__ADS_1


__ADS_2