
Ratih sedang duduk direstoran tempat dia dan Anita bertemu dua hari yang lalu.
Sengaja Ratih datang lebih awal dari waktu yang dijanjikan.
Beberapa saat setelah menunggu tampak olehnya sosok Anita memasuki ruangan restoran,
Ratih melambaikan tangannya ketika dilihatnya Anita sedang mencari cari dirinya.
Anita melangkah ke tempat Ratih berada.
"Sudah lama.bu?" Anita menyapa Ratih.
"Baru saja,Duduklah."
Anita duduk di depan Ratih.
"Sudah pesan makanan?"
"Belum bu."
"Sama ,kita pesan dulu."
"Ya Bu."
Tidak ada pembicaraan selama mereka makan,keduanya.tampak menikmati hidangan yang tersedia di meja.
Setelah keduanya selesai makan,Ratih menatap Anita yang tampak tenang di hadapannya.
"Bagaimana nak Anita ,kita melanjutkan pembicaraan kita dua hari yang lalu,saya menunggu jawaban dari nak Anita."
Anita memandang Ratih,tampak terlihat dari wajahnya yang mengharapkan jawaban yang memuaskan.
"Baiklah bu,setelah saya pikir dan juga atas pertimbangan dari ibu saya, saya menerima tawaran ibu,tapi saya mempunyai syarat bu.'
"Apa syaratnya,semoga saya bisa memenuhi."
"Selama saya menikah dan menjadi istri dari Rohan papa dari Rico,saya tidak ingin tidur bersama Rohan bu.'
Ratih terdiam , sebenarnya juga Ratih ingin mendekatkan Anita dengan Rohan,tapi baik Anita maupun sepertinya tidak berminat.
"Baiklah,tidak apa,saya juga tidak memaksa kalian untuk sekamar atau tidur berdua,yang penting buat saya Rico bahagia."
"Terimakasih bu"
"Saya yang seharusnya berterima kasih." kata Ratih sambil tersenyum.
"Maaf kalau ibu meminta agar pernikahan ini bisa secepatnya, bagaimana pendapat nak Anita.'
"Saya ikut apa kata ibu,mana yang terbaik."
Ratih tersenyum merasa Anita bukanlah seorang yang banyak tingkah,dan kelihatanya seluruh menerima keadaan.,ada rasa suka dalam diri Ratih, setelah mengetahui siapa Anita sebenarnya.
"Pilihan cucuku memang tepat." kata Ratih dalam hati.
"Kalau pernikahan ini seminggu lagi bagaimana?"
"Saya setuju aja bu.."
sahut Anita datar.
" Baiklah saya akan.mwngurusnya dari sekarang."
__ADS_1
"Bu,maaf kalau boleh saya usul,saat ijab kabun dan syukurannya jangan terlalu banyak orang,cukup keluarga dan mungkar byeman dekat ibu saja, "
"Kanapa Anita.?"
"Biar tidak terlalu merepotkan .saya hanya mengudang sahabat saya,ibu dengan karyawan , tetangga sebelah rumah sudah cukup bu."
Ratih memandang Anita.
"Apakah nak Anita tidak ingin pernikahan ini diketahui orang banyak?"
"Tidak bu,bukan itu maksud saya,hanya tidak ingin merepotkan dan keluar biaya banyak yang penting sebagian orang sudah tahu dan jadi saksinya ,lambat laun nanti yang lain juga akan tahu." Anita menerangkan pada Ratih
Ratih menganggukan memahami pikiran Anita, ada benarnya juga.
"Baiklah kalau keinginan nak Anita seperti itu saya menyetujuinya."
Saat Anita dan Ratih sedang berbincang,Rohan datang menghampiri mereka.
"Duduk lah Rohan,ini Anita,tentu kamu sudah mengetahuinya."
kata Ratih. Ratih sengaja meminta Rohan untuk datang dan bertemu dengan Anita.secara langsung.
Rohan menyalami Anita dan duduk di samping Ratih.
"Kamu mau makan,Rohan?"
"Ngga ma,tadi sudah makan sebelum ke sini."
"Mama mau Minggu depan kalian sudah menikah."
"Apa ma,secepat itu ?"Rohan terkejut dan memandang Anita.
Anita hanya membalas tatapannya dengan dingin .
Ratih menarik napas panjang memperhatikan reaksi Rohan.
"Dan satu hal lagi ,tadi Anita meminta syarat pada mama, dan mama rasa kamu akan setuju."
"Syarat apa ma?" Rohan berpikir pastilah wanita didepannya ini masih nya fasilitas seperti wanita lain yang menginginkannya.
"Anita tidak ingin satu kamar denganmu,karena Anita bersedia menikah denganmu demi Rico ,jadi kamu harus paham itu,!!!"
Rohan memandang Anita yang tanpa ekspresi, seolah mencari kebenaran dari kata kata mamanya.
Anita mengangguk tanda membenarkan perkataan mamanya .
"Apa kamu menyetujuinya Rohan?" tanya Ratih.
'"Rohan setuju ma," sahut Rohan tanpa berpikir dua kali,dia senang walaupun menikahi Anita dia. tidak akan mendapat beban sedikitpun untuk mengurusi Anita.
Ratih tersenyum." Baiklah bila kalian sudah setuju,mama akan mengajukan lamaran pada Bu Lasmi besok malam."
****
Dan sesuai dengan kesepakatan Ratih mengajukan lamaran untuk anaknya Rohan pada ibu Lasmi.Acara yang diadakan sangat sederhana,.kedua keluarga juga sudah.menwtapkan tanggal pernikahan satu minggu setelah acara lamaran.
Lina yang hadir dalam acara lamaran seakan tak percaya dengan yang terjadi pada Anita.
'Gila lkamu An,apa ngga mikir nanti kedepannya rumah tanggamu seperti apa,kamu sama sekali tidak mengenal calon suamimu."
"Aku memang tidak.mengenalnya....aku hanya.membantu membantu Rico dan neneknya, diluar itu aku tidak mau tahu." kata Anita datar.
__ADS_1
" Tapi bagaimana dengan masa depanmu An?!"
Anita tersenyum sinis,"Aku tidak punya masa depan lagi Lin.,saat ini yang kupikirkan bagaimana aku bisa berbuat baik,itu saja lagi." sahut Anita dengan nada datar dan dingin.
Lina hanya.menggelengkan kepalanya,Anita memang keras kepala dan bila sudah mengambil keputusan sulit bagi siapa saja untuk merubahnya.
"Aku hanya berdoa semoga kedepannya menjadi lebih baik An."
Lina memeluk sahabatnya.dengan perasaan sedih.
Acara lamaran yang sederhana singkat padat dilaksanakan di rumah kediaman Anita hanya berlangsung beberapa jam,setelah semua sepakat beberapa tamu mengundurkan diri.
Malam semakin larut,Anita belum bisa memejamkan matanya , rasa pesimis datang menghantuinya,teringat dengan pernikahannya terdahulu yang akhirnya berantakan,dibandingkan dengan pernikahan nya yang sekarang yang jauh dari bayangannya sama sekali.
Anita tersenyum sinis," Semua ini demi Rico." gumam Anita .
Anita tersenyum,Rico ,anak yang telah.memikat hatinya selama ini,karena itulah dia sanggup melakukan pernikahan ini.
Anita yang sebenarnya ingin punya momongan sejak awal pernikahan,
tetapi karena permintaan mertuanya untuk tidak hamil dulu, Anita mengalah mengikuti permintaan mertuanya,namun ternyata ada hikmahnya juga,perceraian yang terjadi,membuat Anita mengenal Rico.
Seolah mendapat harta tak ternilai disaat Rico datang padanya.
Saat ini hanya Rico yang menjadi tempat tujuannya
Pukul tiga malam Anita barat bisa lelap tertidur.
***
Seminggu kemudian acara pernikahan yang sangat sederhana di gelar di kediaman Anitaztidak banyak tak yang di undang sesuai dengan keinginan Anita,
Acara ijab kabul berlangsung hikmad,dan tampak yang paling bahagia saat itu adalah Rico yang tak pernah melepaskan tangannya dari tangan Anita.
Rico duduk disamping Anita,senyum kecil menghiasai wajahnya saat.melihat Anita dibalut dengan kebaya berwarna crem yang sederhana hanya make up tipis menguasai wajahnya.
Rico berbisik pada Anita,
"Mama cantik ,Rico suka.'
Anita tersenyum pada Rico.
Tapi tidak hanya Anita yang mendengar kata kata Rico,Ratih dan Rohan pun mendengarnya
Rohan sekilas melirik Anita yang memang terlihat cantik malam ini,tubuh Anita yang dibalut kebaya berwarna creambath tampak menyatu dengan kulitnya yang kuning Langsat..Riasan wajah yang sederhana menonjolkan hidungnya yang mancung dan bibirnya yang dipoles lipstik tipis berwarna natural membuatnya seperti patung menakin yang tampak indah,bola mata yang hitam tampak serasi dengan wajah nya,hanya saja mata itu selalu terlihat dingin bagi siapa saja yang menatapnya.
Setelah acara ijab kabul dansemuanya lancar tanpa hambatan para tamu undangan dan keluarga tampak senang dan terharu.
Setalah acara selesai Anita diboyong ke rumah Ratih,mulai malam ini Anita akan tinggal di rumah Ratih .
Rico tampak terlihat berjingkrak kesenangan.
"Akhirnya Rico,mendapatkan mama," Rico memeluk erat Anita.
Ratih yang melihat cucunya yang bahagia sangat terharu,demikian juga Lasmi.
"Lasmi,membisiki Anita,' Jaga dirimu baik baik ,sayang.......,mertuamu orang yang sangat baik,jangan kecewakan dia."
"Ya bu Anita akan selalu ingat pesan ibu." kata Anita penuh haru,karena dia akan meninggalkan ibunya lagi.
Saat semuanya sudah siap,mereka segera meninggalkan rumah kediaman Lasmi
__ADS_1
Lasmi memandang kepergian rombongan dengan disertai doa ,mengharap Anita menemukan kebahagian,tak terasa air mata menghiasi pipinya.
*****