
Hampir satu jam Rohan sudah tertidur, tampaknya dia Memeng kelelahan.
Anita menatap wajah yang tertidur pulas di pangkuannya,saat tidur membuat Rohan terlihat lebih kelihatan lebih muda dari umurnya saat ini.
Anita merasakan gerakan kecil Rohan,Anita tahu Rohan sudah terbangun dari tidurnya.
Rohan menatap wajah Anita yang memandanginya.
" Sudah bangun.....'
Rohan menatap wajah Anita yang terlihat cemas.
" Jangan melihatku seperti ini." kata Rohan sambil tersenyum tanpa mengalihkan pandangannya pada Anita.
Wajah Anita memerah,tanpa mengatakan apa apa.
Rohan mengangkat kepalanya dari pangkuan Anita.
" Aku sudah tidak apa apa." kata Rohan.
" Terimakasih,tampaknya kau sudah membuat ini kantor ini memandang iri pada kita." kata Rohan sambil tertawa.
Anita melihat Rohan,wajahnya jadi semakin merah," Aku tidak bermaksud begitu, pikiran ku tidak sampai ke arah sana." kata Anita datar.
" Tidak apa.....aku menyukainya,dan aku tidak perduli apa kata.mereka." kata Rohan sambil merapikan rambut Anita yang jatuh terjuntai menutupi pipinya menariknya pelan ke belakang telinga Anita.
Perbuatan Rohan tersebut tertangkap Indra penglihatan Dewi yang secara tidak sengaja menatap ke arah ruangan Rohan.
" Rupanya bos bisa juga seperti itu , padahal selama ini bos kelihatanya sangat dingin sama lawan jenisnya,bahkan menutup mata." gumam Dewi sambil tersenyum.
" Kapan ya aku juga punya pasangan......' katanya dalam hati.
Rohan menyandarkan tubuhnya di sofa sambil menghembus napasnya ," Aku lanjutkan sedikit pekerjaan lagi,kemudian kita pulang." katanya pada Anita.
" O...ya. tadi Lita menaruh berkas dimeja untuk ditandatangani." kata Anita saat melihat Rohan bangkit berdiri.
Rohan mengangguk dan berjalan ke arah meja kerjanya.
Anita memperhatikan Rohan dari tempat duduknya.
Saat berada dekat Rohan dirinya merasa aman dan nyaman .Dan tadi saat mengetahui kondisi Rohan yang kurang sehat membuatnya merasa cemas, dan rasa takut yang tidak dia mengerti
Anita menatap wajah Rohan yang tampak serius memandangi berkas yang ada di tangannya.
Entah dorongan dari mana membuatnya melangkah mendekati Rohan yang sedang bekerja.Dadanya tiba tiba berdebar,jantungnya terasa berpacu dengan cepat,pikirannya agak kacau.
Anita memejamkan matanya berdiri di samping Rohan.
Rohan yang menyadari kehadiran Anita di sisinya mendongak melihat Anita yang menatap dengan tatapan yang tidak bisa diartikan .Anita sebenarnya sudah sejak tadi malam memikirkan perasaan dirinya pada Rohan, Anita berusaha mengukur perasaannya pada Rohan apakah hanya karena nafsu sesaat ataukah perasaan yang tumbuh tanpa disadarinya.
Anita sadar kalau dia memiliki perasaan kepada Rohan ,saat tadi dia begitu mencemaskan keadaan Rohan.
" Ada apa Anita.?"
" Rohan.....aku menyerah....."kata Anita dengan pelan.
__ADS_1
Rohan tidak mengerti dengan perkataan Anita,rasa cemas meliputi,bayangan Anita akan meninggalkan dirinya tampak di depan matanya.
" Apa maksudmu Anita." kata Rohan dengan suara parau.
Anita menundukkan kepalanya mendekati wajah Rohan dan menyentuhnya,
" Aku menyerah ,aku mengakuinya." kata Anita langsung mencium bibir Rohan dan mengisapnya tanpa Rohan menyadarinya.
Rohan yang mendapat perlakukan begitu mendadak dari Anita terkejut,tapi belum sempat Rohan membalas ciuman tersebut,Anita sudah melepaskannya dan segera berdiri.
Rohan meraih pinggang Anita.
" Anita...kau benar benar menggodaku," geram Rohan berusaha menarik Anita duduk di pangkuannya,tetapi Anita menarik dirinya, dan berjalan menjauh dari Rohan.
Rohan melihat Anita tersenyum ke arahnya,sesaat Rohan terpaku,selama ini dia tidak pernah melihat Anita tersenyum,senyum yang sangat menggodanya,
" Kita lanjutkan nanti.' kata Anita dengan senyum mengembang dengan pandangan mata yang menggoda Rohan.
Rohan baru menyadari ada sisi dari Anita yang begitu hangat.
Secara tidak sengaja,perbuatan Anita yang menggodanya tadi sudah membangunkan miliknya,Rohan merasakan denyutan semakin lama semakin kuat.
Rohan menekan dahinya berusaha mengalihkan perhatian tetapi tidak berhasil.
" Anita."
Anita melihat ke arah Rohan yang menatapnya,Anita mengerti apa arti tatapan itu.
" Anita.....kau sudah membangunkannya,kau harus bertanggung jawab.' kata Rohan dengan suara bergetar karena berusaha mengendalikan diri.
Rohan melongo melihat Anita yang bersikap menggodanya," Kapan.?"
" Nanti malam." kata Anita
" Maukah kamu duduk disini bersamaku.?" pinta Rohan pada Anita sambil menepuk pahanya.
Anita menggelengkan kepalanya.
" Kalau aku duduk di situ,kamu tidak akan menyelesaikan pekerjaanmu,Rohan,tapi pekerjaan yang lain yang kau kerjakan." kata Anita
" Cepat lah selesaikan ,agar kita bisa cepat pulang," lanjut Anita sambil melihat jam di hpnya.
Rohan menarik napas dengan kuat.
" Atau kau mau puasa dulu." kata Anita sambil tertawa.
Rohan melotot mendengar tawa Anita yang sengaja menggodanya.
Rohan segera memeriksa berkas kembali sambil menahan miliknya yang agak sulit untuk dikendalikan.
Anita mengalihkan perhatian dengan membaca ,dia tidak ingin menghilangkan konsentrasi Rohan,cukup tadi saja dia menggoda Rohan .
Rohan kembali tenggelam dalam pekerjaannya,tampaknya dia sudah bisa menguasai dirinya.
Anita memperhatikan Rohan dari tempat duduknya.
__ADS_1
Waktu sudah menunjukan hampir jam empat, sebentar lagi waktunya pulang,Rohan masih tenggelam dalam pekerjaan.
Sebenarnya pekerjaaan Rohan seperti dah selesai kalau tadi dia tidak sakit kepala dan tidur hampir dua jam.
Anita menunggu dengan sabar sampai Rohan selesai.
Tidak ada keluhan sedikitpun keluar dari bibirnya.
Sikap Anita yang seperti itulah membuat Rohan merasa tenang, dan nyaman.
Rohan akhirnya meyelesaikan pekerjaannya,
Rohan menatap Anita yang asik membaca majalah yang ada ditangannya.
Rohan masih tidak percaya Anita bisa sehangat tadi,dan Rohan melihatnya tersenyum dan bahkan tertawa.
Rohan tersenyum sendiri teringat tadi bagaimana Anita mengejutkan dirinya , dan dengan mudah membangkitkan gejolak yang ada dalam dirinya,
Hanya saja Rohan sedikit heran,kenapa dengan Anita keinginan itu tak timbul dan seperti tidak terkendali.
Selama sepuluh tahun ini keinginan itu seperti mati,dulu Rohan pernah mencobanya tetapi tidak berhasil, bagaimana dia melihat dengan nyata dan menyentuh wanita yang berdiri didepannya tanpa sehelai benangpun,tetapi keinginan itu tidak ada seakan mati, berkali kali Rohan mencobanya namun tidak pernah berhasil,akhirnya dia sendiri yang memvonis dirinya sakit.
Tapi kini Anita membangkitkan jiwanya yang selama ini tidur yang panjang.
Anita telah membangunkannya,Anita sudah memberi semangat dalam hidupnya kini.
Anita merasa Rohan sedang menatapnya dan segera berbalik melihat ke arah Rohan.
" Sudah selesai?"tanya Anita
Rohan mengangguk.
" Kamarilah." kata Rohan dengan suara pelan.
Anita bangkit mendekati Rohan .Setelah dekat Rohan meraih Anita dan menariknya duduk di pangkuannya.
" Rohan....ini.... kantor." kata Anita mengingatkan.
" Aku tahu." kata Rohan sambil menggenggam sebelah tangan Anita dan tangan lainnya memeluk pinggang Anita.
Rohan mencium punggung Anita yang duduk dalam pangkuannya
" An.....,.' panggil Rohan dengan suara parau .
" Rohan.....kita pulang sekarang.' kata Anita.
Anita tahu keadaaan Rohan,tapi Anita tidak ingin melakukannya di ruangan kantor Rohan, Anita merasakan sesuatu yang bergerak dibawanya.
" Rohan kita pulang sekarang."
Rohan mengangguk,tampak terlihat perubahan pada wajahnya.
Anita menarik napas panjang dan berdiri diikuti Rohan
***
__ADS_1