MENGEJAR CINTA ANITA

MENGEJAR CINTA ANITA
Insiden


__ADS_3

Rohan melangkah ke dalam rumah,Susi tampak bergelayut manja pada tangan Rohan.


" Tumben sudah pulang,Rohan." tegur Ratih.


" Ada berkas yang harus diambil." kata Rohan berjalan langsung masuk ke kamar.


Susi bermaksud mengikuti Rohan ke kamar, tapi segera di tegur Ratih.


'Apa yang kamu lakukan Susi!!!"


" Aku cuma mau nemani kak Rohan, ma.' jawabnya manja.


" Apa kamu tidak malu,Rohan sudah punya istri."


" O....istri ?......kalau tidak salah dia hanya jadi mamanya bocah itu,bukan istri kak Rohan." sahut Susi.


Ratih marah mendengar perkataan Susi yang baginya sudah keterlaluan.


" Jaga mulutmu kalau bicara,Rico itu cucuku,sekaligus ponakanmu, kenapa kamu bisa berkata seperti itu!!!" bentak Ratih.


Rohan yang mendengar perdebatan mamanya dengan Susi segera keluar.


"Ada apa ma?"


Ratih diam dengan kemarahan yang membara,.Anita yang melihat keadaan mertuanya dalam kondisi kurang bagus segera menariknya pelan dan membawa mertuanya masuk ke kamar.


" Ma , kendalikan diri mama," kata Anita sambil mengelus tangan Ratih.


Ratih menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan kuat.


"Kenapa wanita itu selalu menggangguku." kata Ratih.


"Kenapa dia ma?"


"Susi.... adik almarhum Linda,dia selalu berusaha untuk menggantikan kedudukan kakaknya dirumah ini,mama tidak menyukai, dan Susi juga tidak ada rasa sayang pada Rico." Kata Ratih dengan nada sedih.


" Bagaimana dengan Rohan?"


"Rohan tidak pernah menanggapinya,Rohan masih hidup dalam bayang bayang Linda, mama tidak tahu sampai kapan,......Rohan bersedia menikahimu hanya demi Rico...maafkan mama membuat Anita masuk dalam lingkaran masalah ini.'


' Tidak ma, .....Anita menyayangi Rico,seperti anak sendiri.'


"Terima kasih .kamu mau mengurus Rico,mama tidak bisa membayangkan seandainya Rico diurus Susi,walaupun itu tantenya sendiri.'


Anita diam mendengar penuturan mertuanya, tapi tidak berdaya menghadapi kelakuan Susi hanya karena menjaga hubungan baik dengan besannya,walau bagaimana pun,mereka masih ada hubungan darah dengan Rico, cucunya.


"Mama berharap Rohan mau membuka hatinya untuk mu,Anita, tapi......mama tidak tahu kapan itu terjadi,mama masih menginginkan cucu lagi,karena Rohan anak tunggal,mama ingin suasana rumah ini ramai dengan suara anak anak.'


"Ma.....jangan terlalu berpikir keras,maafkan Anita ma, untuk saat ini juga Anita belum siap menerima kehadiran seseorang," jawab Anita sendu dengan mata berkaca kaca.


Ratih melihat ada kepedihan dari tatapan mata Anita.


" Ceritakan lah pada mama, bila Anita tidak keberatan,dan mungkin bisa mengurangi kesedihanmu.' Kata Ratih sambil mengelus kepala Anita dengan penuh kasih.


Anita mengangguk kan kepalanya.


Ratih terdiam setelah mendengar cerita dari Anita, dia tidak menyangka perjalanan rumah tangga Anita yang begitu menyedihkan,dan yang paling tidak disukainya Anita harus menunda kehamilan hanya demi wanita lain.


" Sungguh kejam apa yang mereka lakukan padamu Anita.'


"Tidak apa,ma....mungkin jalan hidup Anita harus seperti ini.'


Sudah sebulan Anita tinggal bersamanya,Ratih perhatikan Anita tidak seperti wanita ,Anita lebih banyak bekerja dan berbuat dalam diam ,hanya beberapa patah kata yang keluar dari mulutnya ,Nami Anita selalu menjawab ataupun menanggapi setiap pertanyaan yang di lontarkan padanya,selebihnya juga Anita adalah pendengar yang baik.

__ADS_1


Karena itu juga yang membuat Rico menyukainya.


Anita sangat memperhatikan apa yang berhubungan dengan Rico, membuat mertuanya merasa tenang membiarkan Rico diasuh Anita.


Ma....istirahat dulu, jangan pikirkan tentang Susi,..... Anita tadi sudah janji mau ngantar Rico beli alat gambar."


" Ya, pergilah.'


Ratih membaringkan tubuhnya di ranjang, kepalamya terasa berat.


Susi melihat Anita yang baru keluar dari kamar Ratih, wajahnya tampak ditekuk.


Berbeda dengan Rohan yang tampak santai seperti tidak terpengaruh.


Rohan mendekatinya Anita, " Bagaimana keadaan mama,?" tanya Rohan.


" Baik,....biarkan mama istirahat.,bisakah bawa keluar Susi dari rumah ini,tampaknya mama maupun Rico sangat tertekan dengan kehadirannya."kata Anita pada Rohan sambil berbisik.


Rohan menatap Anita, apakah benar Anita yang mengucapkan..terlihat pandangan mata Anita yang tajam penuh kemarahan.


Hanya saja Rohan tidak tahu apa yang membuat Anita begitu marah.


" Apa maksudmu?"


"Keluarkan wanita itu dari rumah ini!!!"


"Dengan alasan apa?"


"Apapun alasannya ,saya minta keluarkan Susi saat ini juga." kata Anita tegas dan tidak mau dibantah.


Rohan masih diam mencerna apa maksud dari keinginan Anita


"Kalau tidak bersedia, aku akan lakukan dengan caraku." kata Anita dengan suara datar dan dingin.


Susi yang melihat Rohan dan Anita berbicara tampak serius segera mendekat.


Anita yang mendengar permintaan Susi menjadi emosi,tapi masih bisa ditahannya,menunggu reaksi Rohan.


"Tidak boleh....." sahut Rohan menggelengkan kepalanya.


"Kenapa kak....?Aku kan adikmu juga."


" Kamu adik ipar ku,bukan adik kandung!" jawab Rohan.


" Tapi kan aku bisa menggantikan kakak...."


Rohan menatap tajam Susi.Merasa mendapat tatapan dari Rohan,Susi jadi salah tingkah.


" Maaf kak kalau membuat kakak sedih."


Anita yang mendengar perkataan Susi merasa jijik,bagaimana bisa ada seorang adik berlaku seperti itu pada kakaknya sendiri yang seharusnya dihormatinya.


Anita menjadi tidak sabar untuk mengusirnya keluar.


"Sepertinya mba Susi minta diantar pulang !"


kata Anita ditujukan pada Rohan.


Mendengar Anita berkata seperti itu,Susi terpancing emosinya.


"Kau mau mengusir ku?'


Anita menatap Susi dengan dingin.

__ADS_1


" Kak, Rohan .... ' panggil Susi


" Atau aku yang akan mengantar nya pulang!' kata Anita.


Rohan sedikit bingung dengan pola pikiran Anita, bagaimana Anita bisa berkata seperti itu.


Anita memahami kebingungan Rohan.


" Aku hanya melindungi diri dari orang yang bermaksud merusak rumah tanggaku!!!"kata Anita menatap tajam Susi.


Susi melotot bermaksud hendak memukul Anita,tapi gerakan tangannya kalah cepat dengan Anita," Jangan kau pikir karena kau saudara dari mendiang Linda kau bisa seenaknya berbuat apapun di rumah ini,cepat angkat kaki dari rumah ini,!!!!" ucap Anita dengan tajam.


Rohan terkejut mendengar kata kata Anita.


"Kak Rohan...dia menyakitiku" rengek Susi pada Rohan.


" Seharusnya kamu mendengarkan perkataan Anita.!' sahut Rohan.


" Kak Rohan....kau membelanya?!"


"Tidak." sahut Rohan" Aku hanya tidak ingin ada.masalah"


" Tapi Kak, dia kan....." Susi tidak melanjutkan ucapannya melihat Anita yang marah.


" Aku ingatkan sekali lagi,kalau tidak aku akan berbuat lebih," ancam Anita


Rohan yang.melihat.kemarahan Anita sangat terkejut, dia tidak menyangka.kalau Anita bisa seperti itu, selama sebulan ini bersama tidak pernah Anita menunjukan emosi yang berlebih apalagi seperti sekarang ini.


"Kak...." Susi terus.merengek pada Rohan.


" Aku akan mengantar mu pulang." kata Rohan.


" Tidak mau kak...."


Rohan sebenarnya tidak suka dengan kelakuan Susi,dan jangan berharap Rohan terpikat dengannya,Rohan hanya menganggap Susi sebagai adik,berkali kali ibu mertuanya berusaha menjodohkannya dengan Susi, tapi tidak pernah digubris.


Rohan juga tidak suka dengan perilaku ibu mertuanya itu.Teringat akan bagaimana Linda istrinya yang diperlakukan tidak baik. Membuatnya sakit hati, Linda dan Susi memang bersaudara satu ayah beda ibu.


"Cepat Susi, aku akan mengantarmu pulang.!"kata Rohan.


" Tidak mau."


""Apa aku harus menyeret mu?" tanya Anita dingin


." Apa kamu berani?" tanya Susi menantang Anita.


"Kenapa tidak.....kau pikir aku takut?


Susi bungkam melihat Anita yang memandangnya tajam.


" Kamu tidak akan berani ." kata Susi menantang.


"Aku akan lakukan dan aku akan katakan.pada orang kalau kamu merusak rumah tangga ku," kata Anita dingin dengan penuh ancaman.


Susi diam terpaku,akan sangat memalukan bila hal ini terjadi,akhirnya dengan sangat marah Susi bejalan keluar,' Aku akan membalasmu!” katanya penuh ancaman pada Anita.


Anita menatap kepergian Susi dengan dingin,dan berbalik menatap Rohan.


" Maaf.... saya melakukannya untuk mama dan Rico." kata Anita singkat dan berlalu dari hadapan Rohan


Hawa dingin terpancar dari diri Anita.


Rohan termenung dengan apa yang dikatakan Anita.Rohan masih belum mengetahui kepribadian Anita yang sesungguhnya,Anita begitu tertutup untuknya.

__ADS_1


\*\*\*


"


__ADS_2