MENGEJAR CINTA ANITA

MENGEJAR CINTA ANITA
Anita kebingungan


__ADS_3

Anita dan Lina asik mengobrol hingga tidak terasa dua jam telah berlalu mereka habiskan berdua, dan selama mereka berada dikamar Rohan sama sekali tidak masuk ke kamar, karena menemani Malik di luar.


" An....sepertinya kami harus pamit dulu." kata Lina.


" kenapa buru buru,kita baru sebentar ketemunya." kata Anita.


" Tapi ngga enak dan Rohan...juga Malik yang nunggu diluar, nanti k8ta sambung lagi."


Anita akhirnya menganggukan kepalanya.


" Baiklah kalau begitu." kata Anita sambil memegang tangan Lina


" Nanti aku akan main lagi ke sini,tadi tidak ada persiapan sana sekali waktu Rohan menelponku ,saat mengabari keadaan kamu."


" Ya...aku juga tidak mengakan Rohan menghubungi kamu Lin."


Lina menganggukan kepalanya.


" Dia perhatian sekali sama kamu Anita.,sampai bela belain menghubungi aku agar kamu tidak kesepian." kata Lina sambil tertawa


" Kamu bisa aja.,Lin.." kata Anita.sambil menghembuskan napasnya.


" Baiklah An...aku pamit dulu,." Lina memeluk Anita.


Anita bermaksud bangkit dari tempat tidur.tapi dihalangi Lina.


" Jangan bangun An...lebih baik kamu istirahat, tadi kamu bilang Rohan tidak mengijinkan mu bangun apalagi sampai keluar kamar." kata Lina dengan tersenyum..


Anita menatap Lina sambil menggelengkan kepalanya.


" Istirahatlah dan semoga kamu bahagia." kata.Lina berlalu dari hadapan Anita.


" Terimakasih." kata Anita memandang kepergian sahabatnya.


Anita duduk bersandar di kepala ranjang sambil memejamkan matanya.


***


Rohan masuk dalam kamar dengan pelan,matanya melihat Anita yang tampak mememjamkan matanya sambil bersandar di kepala ranjang.


Rohan menyentuh dahinya dengan pelan.


" An....kamu kenapa?" tanya Rohan dengan nada cemas.


Anita membuka matanya dan melihat Rohan dihadapannya menyentuh dahinya.


" Aku tidak apa." kata Anita pelan.


"Bilang kalau kamu merasakan sakit." kata Rohan sambil merapikan anak rambut yang berhamburan menutupi dahi Anita .


Anita memegang tangan Rohan untuk menghentikannya.


" Aku tidak apa apa." kata Anita lagi.


Rohan yang.merasa tangannya dipegang Anita berbalik menggenggam tangan Anita dengan erat.


Anita merasa bingung dengan perlakuan Rohan.

__ADS_1


" Rohan....aku ingin kembali ke kamarku.'


Rohan menatap Anita ,kemudian menggelengkan kepalanya.


" Kamarmu di sini.aku akan memindahkan barang barangmu ke sini."


" Tapi Rohan....." Anita tidak melanjutkan ucapannya karena Rohan menutup mulutnya dengan jari telunjuknya.


" Diam lah. aku akan me mindahkan barangmu." Rohan berdiri dan segera keluar kamar.


Tidak beberapa lama Anita melihat Rico dan Rohan sudah membawa barang Anita termasuk pakaian nya dan memasukannya ke dalam lemari pakaian yang ada dikamar Rohan.


Rohan dan Rico tampak kompak,Anita menatap keduanya dengan bingung, dan tidak mengerti apa yang diinginkan Rohan.


Anita ingin turun dari ranjang tapi dilarang Rohan.


Anita akhirnya hanya bisa melihat apa yang dilakukan ayah dan anak.


***


Berbeda dengan Ratih yang melihat kelakuan Rohan dan cucunya,Ratih tidak berkomentar apapun dan juga tidak ikut membantu karena dia tahu Rohan tidak akan.mengijinkannya.


Tapi Ratih merasakan adanya perubahan pada Rohan dan berharap semuanya berjalan lancar


" Ma....mama perlu sesuatu?" tanya Rico pada Anita yang.memperhatikan mereka.


" Tidak Rico...hanya mama merasa tidak nyaman berdiam diri tidak membantu." kata Anita sambil memandang Rico.


" Mama istirahat saja, biar Rico dan papa yang menyelesaikan semuanya." kata Rico penuh semangat.


Anita hanya diam menatap Rico, dan mengangguk.kepalanya.


Setelah semua barang Anita tersusun rapi,Rohan duduk dekat Anita,wajahnya penuh dengan keringat.


" Rohan....kamu berkeringat." kata Anita.


" Sebentar lagi aku akan mandi." kata Rohan.


Anita.menganggukkan kepalanya


" Iya..."


" Kamu tidak apa apa An?" tanya Rohan.


" Aku tidak apa, jangan terlalu mencemaskan aku." kata Anita datar.


" Aku juga ingin mandi." kata Anita.


" Jangan.... lukamu belum terlalu kering,kalau kamu merasa gerah,pakai lap basah atau tissue basah saja,seperti tadi malam." kata Rohan.


" Baiklah....maaf aku semalam sudah merepotkan mama,." kata Anita.


" Tidak...mama juga kecapean juga semalam." Rohan menggelengkan kepalanya.


Anita terkejut mendengar perkataan Rohan.


" Terus yang......." Anita tidak jadi melanjutkan perkataannya karena Rohan sedang.menatapnya.

__ADS_1


" Apa kau....." Anita menutup mulutnya, rona merah menyebar ke seluruh wajahnya ,Anita melihat Rohan sepertnya tidak terpengaruh.


" An..... mau pakai tissue basah apa aku ambilkan air hangat."


" Pakai air hangat saja." kata Anita.


Rohan langsung berdiri keluar kamar,meninggalkan Anita yang terbengong bengong.


Tidak berapa lama Rohan sudah membawa baskom berisi air hangat dan meletakkannya di nakas.,kemudian berbalik menuju lemari.


Anita melihat Rohan membawa handuk,dan pakaian untuknya,semua lengkap hingga pakaian dalam wanita miliknya sudah diletakkan Rohan di ranjang.


Muka Anita memerah melihat apa yang dilakukan Rohan.


" Bersihkanlah.....aku juga akan mandi." kata Rohan berjalan menuju kamar mandi.


Anita melihat Rohan yang menghilang di kamar mandi,secepatnya Anita membersihkan dirinya, takut kalau Rohan segera keluar dari kamar mandi.


Anita sudah rapi dengan baju yang tadi sudah dipilihkan Rohan,Anita duduk di sisi tempat tidur sambil merapikan pakaian yang bekas dipakainya tadi untuk dibawa dan di cuci.


Rohan baru keluar dari kamar.mandi melihat Anita yang sudah duduk segera mendatanginya.


" Anita . ...sini ... "Rohan mengambilnya dan menaruh di dekat pintu kamar.


Anita menatap Rohan dengan bingung,karena Rohan juga belum mengenakan pakaian tapi hanya handuk yang dililitkan di pinggangnya.


Rohan berjalan ke meja rias Anita yang sudah dipindahkan dari kamar Anita ke kamarnya. Rohan mengambil sisir yang ada di meja rias dan berjalan menuju Anita yang masih duduk.


" Kemarilah...." kata Rohan sambil duduk di samping Rohan.


Anita hanya menurut saja, tapi Anita sangat terkejut ketika Rohan mulai menyisir rambutnya dengan pelan


" Rohan..... aku bisa lakukan sendiri." kata Anita.


" Diam lah. " kata Rohan sambil terus menyisir rambut Anita dengan pelan seolah takut menyakitinya.


Anita merasa tidak nyaman ,apalagi keadaan Rohan tanpa baju hanya memakai handuk yang dililitkan di pinggangnya.


Anita juga merasakan tangan Rohan yang beberapa kali menyentuhnya.


" Sudah selesai..... tidak terlihat kusut lagi," kata Rohan setelah memasang penjepit pada rambut Anita.


" Terimakasih,." kata Anita dengan. pelan hampir tidak terdengar.


Rohan menatap Anita dalam dalam


" Apakah kamu ingin sesuatu?" tanya Rohan mengangkat wajah Anita dengan tangannya.


" Tidak ada....terimakasih untuk semuanya.' kata Anita dengan suara bergetar.


Rohan mengangguk ." An...berjanjilah untuk tidak meninggalkan aku..... kami...." kata Rohan dengan nada lirih.


Anita melihat pada mata yang tampak lelah menatapnya,sejenak Anita terdiam tidak tahu apa yang harus dikatakannya.


" Aku tidak berani berjanji.....tapi aku akan selalu berusaha untuk tetap disini,disini menemani Rico....juga mama." kata Anita dengan pelan.


" Terima kasih."tiba tiba Rohan meluknya Anita sangat erat.

__ADS_1


\*\*\*\*


__ADS_2