
Rohan memasuki ruangan miliknya, tampak pa Joko dan beberapa pekerja yang kemarin ikut dengannya sedang duduk di sofa.
" Bagaimana pa Joko, keadaan orang utan kemarin ' tanya Rohan pada pa Joko.
" Sudah ditangani tenaga ahlinya ."
' Saya khawatir kalau kejadian seperti itu terulang lagi pa." kata Rohan sambil memandang satu persatu wajah para pekerja yang ikut dengan pa Joko.
' Lebih waspada lagi." lanjut Rohan.
" Ya...pa.
" Pa Joko ... semuanya sudah sarapan?" tanya Rohan.
" Sudah tadi sama pa Didi." jawab pa Joko
Rohan mengambil amplop berwarna coklat dari dalam lacinya.
" Nanti pulang di antara sama pa Didi ya pa,.tunggu sebentar.....,pa Didi masih dalam perjalanan." kata Rohan sambil menyerahkan amplop berwarna coklat.
Pa Joko menggelengkan kepalanya, " Jangan pa.'
" Bawa saja pa, buat jaga jaga." Rohan memaksa pa Joko menerimanya.
" Bagaimana keadaan nyonya ." tanya pa Joko
" Alhamdulillah tidak apa apa, " kata Rohan.
Tidak lama kemudian pa Didi memasuki ruangan.,dan sesuai dengan apa yang dikatakan Rohan ,pa Joko beserta pekerja lainnya diantar oleh pa Didi
" Kami permisi dulu..."
Rohan menganggukkan kepalanya.
" Hati hati di jalan."
\*\*\*
Rohan merasa pikirannya tidak fokus untuk bekerja, akhirnya Rohan memutuskan untuk pulang ke rumah.
Apa karena lelah atau apapun yang jelas Rohan ingin pulang ke rumah..
Ratih bingung melihat Rohan yang sudah kembali ke rumah,padahal tadi berangkat bekerja.
" Ada apa Rohan....apakah kamu sakit?" tanya Ratih melihat Rohan memasuki rumah.
" Tidak apa ma,Rohan hanya perlu istirahat sejenak,mungkin karena kelelahan." jawab Rohan sambil menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa.
" Bagaimana keadaan Rico ma?" tanya Rohan.
" Rico sudah mulai tenang."
" Dimana sekarang Rico.'
" Ada dikamar
kamu,Rohan,menemani Anita." sahut Ratih.
": Bagaimana keadaan Anita ma?'tanya Rohan.
" Kenapa kamu tanya mama, bukankah kamu yang merawatnya semalam." jawab Ratih.
__ADS_1
" Anita baru sadar tadi pagi ma."
" O....."
" Tadi waktu Rohan tinggal Anita sudah sarapan, setelah itu tidur lagi." kata Rohan sembilan melirik ke kamarnya.
" Kelihatannya sudah agak baikan,tadi mama dengar Rico ngobrol dengan Anita." kata Ratih.
Rohan memejamkan matanya.
" Rohan..... mama kemarin sangat ketakutan melihat kebuasan orang utan itu," kata Ratih dengan suara bergetar.
" Sudah aman ma, orang utan nya sudah ditangani orang orang yang ahli di bidangnya." kata Rohan.
Mamanya menganggukan kepala sambil menarik napas panjang.
" Semoga tidak terjadi lagi hal seperti kemarin" kata Ratih.
" Ma... Rohan ke kamar dulu ya." kata Rohan sambil berdiri berjalan menuju kamarnya.
Di dalam kamar Rohan melihat Anita duduk menyender pada kepala ranjang.Rico duduk di sisi ranjang.
" Bagaimana keadaan Rico." tanya Rohan pada Rico sambil duduk disisi Rico.
" Baik pa.... Rico jadi menyusahkan mama dan papa." kata Rico dengan suara sendu.
" Tidak sayang.....' Rohan memeluk bahu anaknya .
" Semuanya sudah berlalu.' lanjut Rohan.
" Pa.... apakah orang utan nya mati?" tanya Rico.
" Tapi ...papa menembaknya."
" Itu untuk membiusnya Rico,papa tidak membunuhnya." sahut Rohan.
" Benarkah pa,.?"
" Ya, benar,...kalau Rico tidak percaya Rico bisa melihatnya ,tadi malam di antaranya Joko ke balai Konservasi orang utan." jawab Rohan sambil menenangkan Rico.
Rico menganggukan kepalanya.Rico menatap Anita yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan mereka.
" Ma ....orang utan nya tidak mati." kata Rico sambil tersenyum
Anita mengangguk kepalanya.
" Ma....Rico keluar dulu ya.... mama Rico tinggal dulu,ada papa yang jagain mama." kata Rico beranjak pergi
Anita melihat kepergian Rico yang tidak bisa ditahannya.
Anita merasa risih berduaan dengan Rohan.
Anita bermaksud bangun dari tempat tidur Rohan, tapi segera dihalangi Rohan.
" An...kamu istirahat dulu." kata Rohan.
" Tapi aku tidak apa apa." sahut Anita.
" Tidurlah !!!" perintah Rohan.
Anita sebenarnya ingin menjawab tapi dilihatnya Rohan tampak kacau dan terlihat emosi di wajahnya akhirnya Anita mengalah untuk tidak bangun dari tempat tidur.
__ADS_1
Anita menatap Rohan yang menutup wajahnya dengan kedua tangannya , tubuhnya tampak bergetar.
Anita tidak tahu apa yang terjadi pada Rohan ,ingin menanyakan tapi dia ragu.
Anita duduk tangannya menyentuh pundak Rohan.
" Apakah ada yang mengganggu pikiran mu?" tanya Anita pelan.
Rohan berbalik menatap Anita yang duduk tidak jauh darinya..Tiba tiba Rohan memeluk Anita .
" Jangan meninggalkan kami lagi." ucap Rohan dengan suara parau sambil terus memeluk Anita.
Anita yang mendapat perlakuan Rohan secara mendadak sangat terkejut, dan berusaha untuk melepaskan pelukan Rohan tetapi tidak berhasil,justru pelukan Rohan semakin kuat.
Anita merasa aneh dengan kelakuan Rohan.
" Rohan.... ada apa?" tanya Anita lagi.
Tidak ada jawaban dari Rohan yang ada pelukan yang semakin kuat.
Akhirnya Anita hanya mendiamkan apa yang dilakukan Rohan,Anita menunggu Rohan menjadi tenang.
Setelah beberapa lama akhirnya Rohan mengendorkan pelukannya, Rohan menatap wajah Anita
" An.... aku tidak tahu apa yang akan akan terjadi pada Rico seandainya kamu tidak melindunginya." ucap Rohan dengan mata berkaca-kaca .
Rohan sangat ketakutan saat melihat Anita jadi bulan bulanan orang utan tersebut, timbul ada perasaan takut kehilangan yang amat besar seperti saat dia kehilangan Linda istrinya dulu ,Rohan tidak ingin kehilangan untuk kedua kalinya ,dia tidak ingin kehilangan Anita
Anita diam terpaku,tidak ada kata yang bisa dia ucapkan.
Anita hanya bisa mengingat bagaimana dia menarik Rico ke belakang dan tiba tiba tubuhnya sudah di cengkraman orang utan yang sedang marah karena anaknya dilukai pemburu yang tidak bertanggung jawab.
Dan dia melihat Rohan menembakkan senjatanya pada orang utan..yang sempat terpikir olehnya kalau Rohan sudah membunuh orang utan tersebut.
Anita memejamkan matanya,
" Semuanya sudah berlalu." ucapannya pelan .
Rohan menatap wajah Anita yang masih tampak pucat.
" Anita....jangan tinggalkan aku....' kata Rohan berbisik ditelinga Anita.
Anita diam terpaku dan membuka matanya,tampak olehnya wajah Rohan yang begitu dekat dengan wajahnya. Anita menahan napas nya.Bibirnya bergetar.Anita tidak pernah sedekat ini dengan Rohan.
" Apa maksud mu?" tanya Anita.
" Aku minta jangan tinggalkan aku Anita."
Anita bingung dengan perlakuan Rohan padanya,Rohan kan tahu dia tidak akan meninggalkan mereka,selama ini dia lakukan untuk Rico.,dan dia menyayangi Rico.
" Ya.... aku akan tetap di sini." jawab Anita pelan.
Rohan kembali memeluk Anita. hingga membuat Anita menjadi bingung dengan kelakuannya.
" Rohan.... sudahlah tolong lepaskan,nanti dilihat mama.' kata Anita pelan.
"Rohan hanya diam tidak melepaskan pelukannya.
" Aku merasa nyaman seperti ini Anita.' gumam Rohan tidak bergerak sama sekali.
Anita tidak bisa berbuat apa apa,disamping kondisinya memang masih lemah,jadi Anita mendiamkan saja apa yang diperbuat Rohan,percuma saja untuk dibahas. Anita memejamkan matanya membiarkan Rohan berbuat semaunya.
__ADS_1