
Ratih melihat kepergian Anita yang mengantar Rico ke sekolah.
Ratih memanggil Rohan
" Rohan. ...apa Rico sudah bertemu dengan mu?"
" "Sudah tadi malam.ma...."
Ratih memperhatikan Rohan seolah mencari tahu apa yang ada dalam pikiran Rohan.
"Kenapa Rico bisa berpikir seperti itu ma....apakah ada yang meracuni pikirannya." kata Rohan sambil menatap mamanya.
" Mama rasa tidak ada,Rohan kan bergaul dengan teman temannya,anak anak kan selalu membanggakan apa yang dimilikinya kadang sebagian menunjukkan pada temannya yang lain.....sifat anak anak selalu
begitu."
Rohan diam sejenak ,teringat dia akan kejadian beberapa bulan yang lalu saat Rohan memukul teman sekolahnya hanya karena mengatakan dia tidak punya mama
Mungkin kah halalkan ini terulang kembali.
" Apa yang akan harus Rohan lakukan ma.... "keluh Rohan.
Ratih menatap anaknya dengan perasaan sedih,dia sangatlah prihatin akan keadaan Rohan,tapi sifat keras kepala Rohan lah yang membuat keadaan menjadi seperti ini.
" Mama tidak tahu harus berbuat apa....."
" Jalan satu satunya hanya adopsi ma" kata Rohan mengagetkan Ratih.
" Bagaimana bisa Rohan.....ada perbedaan antara adopsi dan darah daging sendiri.....kemana jalan pikiranmu" sahut Ratih dengan emosi.
Rohan diam tidak memberi komentar apapun dihatinya membenarkan apa yang dikatakan mamanya.
" Kenapa kamu tidak mencoba membuka hatimu untuk mencari pengganti Linda,sepuluh tahun bukan waktu yang sebentar Rohan."
kata Ratih dengan nada putus asa.
" Maksud mama aku harus menerima Anita?"
" Bukan Anita......" sahut Ratih.
"Kalau bukan Anita siapa ma?"
" Cari orang lain yang kamu cintai...berusahalah untuk kembali seperti dulu."
Rohan bingung menatap mamanya yang terlihat sedih.
" Lalu apa maksud mama ,memaksa Rohan menikahi Anita?'
" Mama melakukannya demi Rico,"
" Tapi ma...." Rohan sama sekali tidak mengerti akan jalan pikiran mamanya.
" Tolong jelaskan ma...?!"
" Anita menerima permintaan mama demi Rico, Karena dia menyukai Rico."
Ratih memandang anaknya dengan pandangan pilu.
" Dan jangan berharap banyak dari Anita,...wanita itu bukan lah seseorang yang mudah digapai,dia masih mencintai mantan suaminya .. hubungan kalian hanya formalitas demi Rico." sahut Ratih memandang tajam Rohan.
Rohan terhenyak mendengar penuturan mamanya.
" Mungkin nanti setelah Rico mengerti akan semuanya ...Anita akan pergi dari rumah ini....dan.mama tidak bisa menahannya...mama tidak tahu bagaimana berterima kasih pada Anita yang mau mengorbankan waktunya demi Rico." kata Ratih
__ADS_1
sambil menarik napasnya.
Rohan menatap mamanya yang tampak sedih.Bagaiman dia bisa menyelesaikannya masalah ini,keadaannya sangat rumit.Selama ini dia tidak pernah juga dekat dengan wanita, baginya tidak ada yang bisa menggantikan kedudukan Linda di hatinya.
Memikirkan semua ini membuat kepala Rohan terasa sakit.
Ratih menatap Rohan yang seperti orang bingung.Walau bagaimana pun masalah ini agak pelik,karena akan mempengaruhi hidup Rohan maupun Rico.
Ratih hanya bisa berharap semuanya membawa kebaikan.
\*\*\*\*
Anita sedang mendorong kereta belanjanya disalah satu swalayan. Hari ini dia berbelanja keperluan rumah tangga yang akan digunakan selama sebulan. Semenjak menjadi menantu di rumah Ratih,semuanya urusan dan keperluan rumah tangga diserahkan pada Anita.
Ratih mempercayakan sepenuhnya pada menantunya.
Seseorang tiba tiba menepuk pundak Anita dari belakang.
" Anita.....'
Anita terkejut dan berbalik.
" Ilham....." kata Anita menyebut nama orang yang menepuk pundaknya.
" Borong,An....kok sendiri....?"
" Iya..., kamu belanja juga?"tanya Anita.
" Iya....ngga ada yang disuruh belanja,makanya belanja sendiri.'
" O......" sahut Anita.
" Bagaimana kabarmu dengan Hardi ,apa aku sudah dapat keponakan?"
Anita menatap Ilham ,seolah mencari tahu akan pertanyaan yang diajukan.
Ilham terkejut menatap Anita,memang hampir satu tahun ini dia berada diluar daerah karena satu pekerjaan, dan dia tidak pernah sama sekali berhubungan dengan Hardi maupun Anita.
" Apa yang terjadi, Anita?"
" Ceritanya panjang, Ham....." sahut Anita pelan .
Ilham menatap Anita ." Sekarang bagaimana keadaanmu?'
" Aku baik baik saja,.'
" Kapan kapan aku akan main ke rumah,sekalian ke temu ibu,lama juga ngga jumpa ibu.'
" Ya..... Ham,tapi aku tidak tinggal bersamanya ibu."
" Kamu tinggal di mana?"
"Aku sudah menikah.....dan aku tinggal di rumah mertuaku.' jawab Anita singkat.
Ilham sangat terkejut mendengar pengakuan Anita, dia tidak percaya kalau Anita sudah menikah.
" Kau bercanda...Anita."
'"Apakah aku pernah bercanda?"
Anita menatap Ilham datar tanpa ekspresi.Tidak ada juga keinginan untuk menjelaskan pada Ilham.Baginya hanya akan menimbulkan pertanyaan pertanyaan lain yang tidak disukainya.
Tapi satu hal,yang tidak Anita sadari sejak tadi,ada seseorang yang sengaja menguping pembicaraan mereka.
__ADS_1
" Bagaimana kamu bisa menikah dengan orang lain?".....bukankah dulu aku sudah pernah meminta padamu kalau terjadi hal apapun dengan mu dan Hardi,aku akan selalu berada disisi mu,kenapa kau tidak menghubungi ku.....kamu malah mencari orang lain?!!!" ucapan Ilham dengan emosi
Anita menatap Ilham,Anita tahu Ilham menyukainya jauh sebelum Hardi,tapi Anita tidak pernah meladeninya,Anita hanya menganggap Ilham hanyalah sahabat tidak lebih.
Disaat dia memilih Hardi,Ilham sempat terpukul, tetapi kemudian mau menerima kenyataan, namun dia mengatakan akan selalu menunggu Anita.
Dan perkataan Ilham itu dianggap Anita hanya angin lalu, tidak pernah sedikitpun untuk hidup bersama Ilham.
" Maaf ,ini tidak seperti yang kamu duga ...._
' Beri aku penjelasan Anita.!' kata Ilham setengah menuntut.
"Aku tidak bisa memberimu penjelasan.terlalu rumit dan kamu tidak akan pernah mengerti."
" Tidak Anita, setelah keluar dari sini,kita ke restoran yang ada disana,...kamu berhutang penjelasan padaku Anita " kata Ilham sambil menyentuh tangan Anita .
Anita menarik tangannya,dan menggelengkan kepalanya." Tidak ada penjelasan"'
Ilham menatap Anita dengan tajam dan seakan ingin menelan habis Anita.
"Beri penjelasan padaku Anita." kata Ilham dengan suara keras sehingga mengundang perhatian pengunjung lain yang berbelanja.
Anita menatap Ilham dengan wajah datar tanpa ekspresi.
" Baik lah."
Setelah melakukan pembayaran ,keduanya berjalan menuju restoran yang dimaksud Ilham..
Ilham berusaha bersikap manis pada Anita, tetapi tidak ditanggapi Anita sama sekali.
Yang ada dalam pikiran Anita adalah cepat'pergi dari tempat itu.
Ilham memesan minuman, " Apa yang ingin kamu ketahui?!!!!!'"
" Atas dasar apa kamu menikah?'"tanya Ilham menatap wajah Anita yang duduk didepannya.
"Sepertinya ini bukan pertanyaan melainkan interogasi." sahut Anita membuang pandangannya ke arah luar restoran.
Ilham menatap wanita yang selama ini dirindukannya.
"Apakah kau mencintainya?" tanya Ilham.Karena sepengetahuan Ilham Anita. bukanlah orang yang mudah jatuh cinta atau mengumbar perasaan secara sembarang.
"Ilham,bisakah kamu tidak campur masalah perasaan ku padanya.?"
Anita menatap Ilham dengan pandangan tidak suka.
" Baiklah,siapa suamimu?"
" Rohan." sahut Anita singkat.
Ilham menatap wajah Anita yang tampak gelisah.
" Ada apa Anita,apa kamu takut ketahuan suami mu karena bertemu denganku?"
Anita menggelengkan kepalanya, "Suamiku bukan orang seperti itu,"
" Lalu kenapa kamu kelihatan gelisah." tanya Ilham penasaran.
" Aku tidak ingin terlambat menjemput Rico,waktunya sudah dekat.' sahut Anita.
" Rico... .. siapa lagi ......?'
" Anakku.....anak dari suamiku.sebentar lagi dia pulang sekolah,aku menjemput nya....maaf Ilham aku harus berangkat sekarang."' Anita segera berdiri dan....meninggalkan Ilham yang masih terkejut mendengar perkataan Anita.
__ADS_1
Waktunya sangat mepet,Anita tidak ingin Rico menunggunya, secepatnya Anita keluar dari halaman parkir meninggalkan Ilham yang masih diam mencerna kata kata Anita.
\*\*\*