
Anita tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan Rohan selama beberapa hari ini . Sejak kejadian di kebun beberapa hari yang lalu membuat Rohan berubah drastis.
Anita masih memandang Angsa yang berenang di kolam yang tidak jauh dari mereka berada.Mereka berenang beriringan kelihatan tampak tenang dan damai. Mereka berenang berpasangan.
" An... kita pulang sekarang?" tanya Rohan lembut.
Anita berpaling menatap Rohan.
" Ya....kita pulang sekarang."
Entah mengapa Rohan memperlakukannya seperti barang yang sangat berharga.
" Saat kamu ingin ke sini lagi,kita akan ke sini." kata Rohan menggenggam tangan Anita.
" Aku sudah banyak membuang waktu kerjamu Rohan. Jangan terlalu berlebihan, bersikaplah biasa saja, aku tidak ingin diistimewakan seperti ini." kata Anita lirih .
" Tidak ada waktu yang terbuang,dan semua yang kulakukan tidak ada buang berlebih,semuanya dalam batasan yang wajar." kata Rohan sambil tersenyum.Seandainya dia memperlakukan wanita yang bukan Anita seperti dia memperlakukan Anita, pastilah wanita tersebut dengan mudah menyerahkan diri padanya,tapi sangat berbeda dengan Anita. Wanita ini tidak mudah diraih,dan Rohan sudah mengetahui bagaimana dulu, mantan suami Anita yang bersusah payah mendapatkannya,sayangnya pernikahan tersebut kandas ditengah jalan karena ketidakjujuran dan campur tangan mertuanya.
Dan hal yang paling mengecewakan bagi Anita adalah saat dia disuruh menunda kehamilan,demi mertuanya dia rela.
Karena itulah Rohan sangat berhati hati,dia tidak ingin gegabah dalam bertindak, Rohan tahu Anita bukan sosok yang mudah di rayu atau di iming iming sesuatu.Anita punya prinsip yang tidak mudah digoyahkan.
Rohan mengetahui.semua itu dari Lina, sahabat satu-satunya Anita yang mengerti dan tahu keadaan Anita.
" Aku ingatkan padamu Rohan,Anita sangat kuat memegang prinsipnya dan dia sanggup rugi atau menderita selama prinsipnya tidak dilanggar, Anita masih mencintai suaminya saat dia menggugat cerai suaminya.,tapi dia tetap bersikeras bercerai walaupun dia akan menderita,pesanku ....bila kau berhasil mendapatkannya jangan pernah berbuat kesalahan yang fatal,karena Anita akan pergi darimu." kata Lina,saat Rohan mencari tahu tentang masa lalu Anita.
Rohan mengajak Anita berdiri setelah menyelesaikan pembayaran.
Rohan tetap menggandeng Anita.
" An... bagaimana luka mu...apakah masih sakit.?' tanya Rohan.
" Hanya sedikit nyeri ,mungkin satu atau dua hari ini segera sembuh." jawab Anita.
Tidak beberapa lama kemudian mereka sudah meninggalkan halaman parkir rumah makan.
Anita menatap sepanjang jalan yang mereka lalui.
" Kita pulang sekarang ,kamu harus istirahat." kata Rohan
" Tapi bagaimana dengan pekerjaanmu ?" tanya Anita
" Sudah selesai semua." kata Rohan sambil matanya menatap Anita yang melihat ke depan.
__ADS_1
Anita mengangguk" Baiklah kalau begitu." katanya.
Meraka saling diam sambil mendengar lagu dari radio yang memutar lagu tembang kenangan. yang dinyanyikan duet antara penyayi bernama Broery Marantika dan Dwi Yul
B : Ketika pertama kujumpa denganmu.Bukankah pernah kutanyakan padamu kasih......
D: Takkan kecewa kah kau pada diriku..Takkan menyesal kah kau hidup denganku.....
B:. Memang kau bukan yang pertama bagiku. Pernah satu hati mengisi hidupku dulu...
D:. Dan kini semua kau katakan padaku. Jangan ada.dusta diantara kita kasih.....
B:. Semua terserah padamu aku begini adanya,ku hormati keputusan mu,apapun yang akan kau katakan......
D. Sebelum terlanjur kita jauh melangkah kau katakan saja......
Keduanya tampak tercenung menghayati lirik lagu yang dibawakan penyanyi yang sangat terkenal.
Rohan menatap Anita yang tampak diam membisu ,Rohan meraih tangan Anita dan menggenggamnya dengan kuat.
Anita yang terkejut ketika tangannya digenggam dan merasakan seolah ada aliran hangat yang mengalir dari tangan Rohan,entah kenapa dia juga membalas genggaman tangan Rohan.Anita tidak tahu apakah karena dia terbawa perasaan saat mendengar lirik lagu tadi ataukah ada hal yang lain,Anita belum bisa menebaknya.
Namun genggaman tangan Rohan membuatnya merasa nyaman.
Rohan menarik tangan Anita dan membawanya ke bibirnya. Rohan mencium tangan Anita .
Anita serba salah mendapat perlakuan seperti itu.
Rohan kemudian meletakkan tangan Anita pada pahanya, Anita bermaksud menarik tangannya tetapi di tahan Rohan.
" Biarkan seperti ini!!!.Anita....._ " kata Rohan.
Anita menatap Rohan yang masih fokus menyetir.
" Rohan...kami lagi menyetir,akan sangat berbahaya." kata Anita mengingatkan.
Rohan menggelengkan kepalanya.
" Sebentar lagi kita sampai rumah." kata Rohan yang masih belum melepaskan tangan Anita
Akhirnya Anita hanya bisa mengalah mengikuti kemauan Rohan.
Mobil memasuki halaman rumah.
__ADS_1
" Kita sudah sampai." kata Rohan sambil memarkirkan kendaraannya.
" Sebaiknya kamu langsung istirahat karena seharian menemani saya di bekerja." kata Rohan sambil membantu Anita turun dari mobil.
" Ya." sahut Anita, sebenarnya dia tidak merasa cape tapi karena Rohan yang sepertinya tidak ingin dibantah perkataannya ,membuat Anita mengurungkan niatnya untuk melakukan pekerjaan rumah. Anita masuk ke kamar Rohan yang juga sudah menjadi kamarnya.
Tidak lama Rohan pun memasuki kamar Anita merasa canggung berduaan dengan Rohan, Anita membuka sebagian baju atasnya untuk mengoleskan obat .Rohan datang mendekat dan membantunya mengoleskan obat.
" Sudah kering,kata dokter Fras ,bila sudah kering,maka sudah bisa terkena air.." Rohan meletakkan obat di nakas.
" Ya terima kasih."
Rohan mengangguk kan kepalanya.
Rohan berdiri menuju kamar mandi .Anita mendengar bunyi air yang mengalir.
Tampaknya Rohan sedang mandi.
Anita duduk sambil memikirkan kejadian tadi pagi yang membuatnya Anita terkejut ,dia tidak menyangkan Rohan mengajaknya ke makam istrinya.
Tapi Anita bingung melihat Rohan yang berbicara pada nisan istrinya seolah itu adalah Linda.
Anita tahu Rohan sangat mencintai Linda istrinya, hingga sampai saat ini Rohan belum bisa melupakan Linda.
Dari kuburan Linda yang sangat terawat Anita tahu Rohan sering ke sana.
Hanya saja Anita masih bingung dengan perkataan Rohan tadi pagi bahwa dia masih mencintai Linda dan juga mencintai Anita., bagaimana hal itu bisa terjadi.Anita tidak mengerti jalan pikiran Rohan. Di satu sisi Rohan memintanya untuk mendampinginya tapi disisi lain dia masih mencintai Linda.
Anita menggelengkan kepalanya,memikirkan semua iru. membuatnya sakit kepala.
Anita memijit dahinya yang terasa berdenyut. Anita menyandarkan tubuhnya pada kepala ranjang. dan memejamkan matanya,
Anita tidak tahu saat Rohan keluar dari kamar mandi dan mendapati dirinya sedang bersandar pada kepala ranjang.Setelah memakai bajunya Rohan mendekati Anita dan duduk di sisi ranjang.
" An.....kamu tidak apa apa?".tanya Rohan sambil memegang dahi Anita.
Anita membuka matanya dan melihat Rohan yang duduk di dekatnya.
" Aku tidak apa apa.,jangan khawatir." kata Anita sambil membenarkan posisi duduknya di ranjang..
" Kalau kamu merasa sakit jangan ditahan,katakan padaku biar aku panggil dokter ." kata Rohan.
Anita menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
\*\*\*