
Anita menatap nanar jam dinding yang tergantung di kamar tamu yang sekarang ditempatinya.Anita tidak berniat keluar kamar,dia ingin menenangkan diri dan berpikir sejenak merenungi segala apa yang baru saja terjadi menimpanya.
Anita menutup wajahnya dengan kedua tangannya,"sepertinya aku belum diijinkan untuk bahagia,"gumamnya lirih.
Walau bagaimanapun Anita sangat mencintai suaminya.tapi kejadian hari ini merupakan tamparan telak baginya,dan Anita merasakan sakit yang amat dalam.
"Apakah aku kuat bertahan dalam keadaan seperti ini ." Anita menggelengkan kepalanya .
Kehidupan yang dijalani sangatlah rumit,baru dua tahun dia mengecap kebahagian kini harus mengalami penderitaan lagi,dan penderitaan ini terasa lebih berat dari yang dilaluinya dulu,Apakah dia mampu bertahan? Anita tidak tahu,terlalu banyak kepingan kepingan kejadian yang harus disusunnya sejak awal agar mendapat jawaban yang pasti
Anita diam memikirkan kejadian seminggu yang lalu saat suaminya tidak pulang,dan sepertinya Lina sahabatnya mengetahui tapi tak ingin mengatakannya.
Anita tahu Lina tidak ingin menyakitinya dengan menyampaikan berita itu,tapi Anita menyesalkan kenapa dia tidak tahu dari awal.Hubungan suaminya dengan LiLian mungkin sudah satu tahunan ini,karena LiLian sudah hamil hampir jalan delapan bulan.
Anita tertawa lirih mengingat kebodohannya yang tidak mengetahui siapa ibu mertuanya sebenarnya.
Tak ada tangis bagi Anita,yang ada hanya menyesali kebodohannya.
"Bodohnya aku yang tidak pandai membaca situasi."
"Aku harap kejadian ini tidak akan terulang lagi,aku tidak akan membiarkan mereka menyakitiku lagi,aku harus mengakhiri semua ini dengan caraku,mereka tidak akan menduganya termasuk suamiku,biarlah aku akan terlihat kalah dan menderita dimata mereka,biarlah mereka memandang rendah padaku,aku tidak akan peduli mereka lagi,cukuplah berakhir sampai disini.
"Apakah aku harus mengorbankan harga diriku untuk memperjuangkan cinta suamiku."gumam Anita.
"Tapi itu akan sangat menyakitkan dan menghadapi hinaan seperti tadi siang."
Anita mengambil telpon genggamnya dan segera menghubungi Lina sahabatnya.
"Hallo Anita sayang,"sahut Lina diseberang sana.
"Lina....aku sudah tahu semuanya,walaupun kau tahu lebih dahulu dari aku,terimakasih kau berusaha menjaga perasaanku agar tidak terluka,aku suka kamu yang bisa menjaga rahasia seseorang,tapi kau salah Lin sepandai-pandainya menyimpan bangkai suatu saat pasti akan tercium juga," ucap Anita datar.
__ADS_1
"An...bukan maksudku menutupinya,aku belum bisa untuk mengatakannya,aku juga baru tahu dan itu sangat memukulku An,apalagi kamu.,"sahut Lina terisak.
"Sudahlah Lin..aku ngerti maksud kamu , semuanya sudah jelas,aku sudah tahu ibu mertua ku,aku sudah tahu juga siapa LiLian dan aku juga sudah tahu suamiku."
"An...kamu baik baik aja kan?"tanya Lina dengan nada khawatir.
"Lin...kalau aku bilang baik baik aja,aku munafik,saat ini aku hancur Lin, ragaku saja yang utuh,tapi jiwaku sudah hancur berkeping keping,kau tentu sudah tahu aku kan Lin."jawab Anita sambil terisak.
Hanya Lina lah tempat nya mengadu saat ingin,tempatnya mengeluarkan uneg-uneg yang ada dihatinya,tidak mungkin pada ibunya,karena akan membuat ibunya menderita.
"An tolong jangan menangis ,aku tidak kuat mendengarnya."Ucap Lina dengan suara parau menahan tangisnya.
"Ya ..ya...ya. Lin aku tidak akan menangis,aku harus kuat,aku akan menghadapi semua ini dan aku akan keluar dari penderitaan dan hinaan ini,ternyata cinta itu menyakitkan Lin."
"Apa maksudmu Anita."
"Tekadku sudah bulat,aku akan meninggalkan semua ini."
"Lin ...jauhkan pikiran negatifmu itu,kau pikir aku akan mengakhiri hidupku demi orang orang yang mudah menghancurkan mimpiku,tidak Lin ,jangan berpikir sepicik itu,aku tetap Anita yang dulu,dan jadi Anita yang tak akan tersentuh.percaya padaku."sahut Anita datar.
Lina menarik napas lega,dan membuang segala prasangka yang ada dalam otaknya."Syukurlah kalau begitu An ,aku jadi tenang."
"Lin.maukah engkau membantuku besok?"
"Aku siap membantumu sayangku."
"Bisakah kau jemput aku siang besok jam sebelas."
"Bisa .An.kau mau kemana.?"
"Keluar dari rumah ini!"
__ADS_1
"Maksudmu apa An,"
" Besok ku jelaskan semuanya padamu,jangan lupa besok jam sebelas,sekarang aku mau bersiap siap dulu,bye...Lin." Anita memutus sambungan telpon.
Lina hanya melongo mendengar perkataan Anita,dia tidak tahu apa yang direncanakan sahabatnya.tapi dia akan tahu besok.
Anita meletakan hpnya di ranjang dan menyimpan sebagian pakaiannya dalam tas dan surat menyuratnya ke dalam tas kecil miliknya.
"Semuanya sudah selesai,mulai besok aku tidak akan melihat kalian lagi." gumamnya.
Anita menatap foto suaminya,
"Bang, ternyata mencintaimu sangat menyakitkan ,aku tidak bisa mempertahankanmu bang,aku tahu kau bimbang,tapi harusnya kau bisa memilih,tapi sepertinya kau tidak bisa,dan aku tidak sanggup berjuang sendiri untuk mempertahankan cinta kita,mungkin ini jalan ini yang terbaik agar kau tidak bimbang lagi,kau harus melepaskan salah satu,aku tahu kau mencintaiku,dan ini sangat berat bagi kita berdua,tapi aku tidak ingin Abang dikatakan anak yang tidak berbakti pada orang tua,terlebih dianggap anak yang durhaka,maafkan Anita bang,jodoh kita sampai di sini."ucap Anita lirih.
Anita membaringkan tubuhnya,pikirannya melayang pada LiLian dan suaminya yang mungkin saat ini sedang bahagia.
Anita tersenyum miris,memikirkan kehidupan yang dijalaninya.Dua tahun akan menjadi kenangan manis dan sekaligus menyakitkan baginya,torehan luka yang dalam akan kah bisa sembuh?Anita tidak tahu.sungguh sesuatu yang menyakitkan dan harus dijalani.
Anita mendengar panggilan sayang ibu mertuanya pada LiLian yang sengaja dinyaringkan agar Anita mendengar.
Ibu mertuanya sengaja membuatnya terluka,Anita sudah mengerti maksud dan tujuan ibu mertuanya dengan LiLian.
"Aku akan kabulkan keinginan kalian ,aku tahu kalian ingin aku jatuh terpuruk, terluka,dan menderita, dan kalian tahu aku tidak bisa melawan kalian,tapi ingat setiap perlakuan yang kuterima saat ini ,akan kuingat seumur hidupku,aku memang tidak bisa membalas kalian,tapi aku akan bangkit dengan caraku, dan kau LiLian aku tahu siapa dirimu sebenarnya,aku tahu rahasiamu,tapi aku tidak akan membuka aibmu,orang yang menyayangimu akan kecewa nantinya."ucap Anita lirih.
Anita membaringkan tubuhnya berusaha untuk memejamkan matanya tapi tidak bisa ,bayangan dirinya dan Hardi selama menjalani bahtera rumah tangga yang tenang dan damai,sangat mengganggu pikirannya
Teringat kemesraan yang selama ini mereka jalani menjadi sesuatu yang sangat menyakitkan untuk dikenang.Anita tidak yakin untuk bisa berjalan menapak hari esok.hatinya sangat hancur,cukup dirinya dan Tuhan yang tahu bagaimana kondisinya saat ini.
Anita bertekad,besok dia harus kuat, baik di depan mertuanya,LiLian,ataupun ibu mertuanya.
"Ya Allah...ya Tuhan ku,kuatkan hati ini menghadapi semua ini."pintanya sambil menutup mata.
__ADS_1