
.Dua hari sesudah kunjungan Ratih dan Rico yang kedua, Anita tiba tiba mendapat telpon dari Ratih yang mengatakan kalau Ratih ingin bertemu.
Ratih mengatakan ingin berbicara dengan Anita, yang akhirnya disepakati mereka bertemu di sebuah restoran yang tidak jauh dari tempat kedua Anita.
Anita baru saja sampai di restoran yang dituju,ketika sebuah suara menegurnya.
"Mari Anita kita masuk ke dalam." tegur Ratih langsung menggandeng tangan Anita.
Anita merasa tidak enak mendapat perlakuan seperti itu." O ....Iya Bu,'
Keduanya mengambil tempat di sudut ruangan restoran yang agak terlindung.
Ratih segera memesan makan dan meminta Anita juga memilih menu yang di inginkan Anita.
"Pesanlah apa yang nak Anita mau.'
" Baik Bu, terima kasih."
Anita hanya memesan soto saja ,karena dia masih merasa kenyang.
Tiada berapa lama pesanan mereka datang.
" Mari ,makan dulu, setelah ini baru saya menyampaikan niat saya 'kaya Ratih sambil tersenyum.
Anita menganggukan kepalanya.
"Baik bu.'
Keduanya makan dalam diam.
Anita sebenarnya merasa serba salah dengan keadaan yang dihadapinya sekarang.
Banyak pertanyaan berputar putar di otaknya.
Ratih memandang Anita yang duduk di depannya,dia menarik napas panjang.
"Anita,maaf sudah memintamu datang.....saya mau minta tolong kepadamu demi cucu saya."
Anita diam tidak bersuara,dia menunggu Ratih melanjutkan ucapannya.
' Anita saya bukanlah seorang yang bisa berbasa basi......maukah kamu menjadi ibu untuk Rico?"
Anita terdiam sesaat, apakah pendengarannya salah? Bagaimana mungkin Ratih yang baru dikenalnya hanya dalam dua kali bertemu meminta menjadi ibu untuk cucunya dan ini merupakan perkara yang serius bagi Anita,dan dia tidak mungkinlah mengiyakan,terlebih dengan kondisinya saat ini,dalam keadaan normal pun belum tentu.
Anita menatap Ratih yang seolah menunggu jawabannya.Tampak sekali Ratih kelihatan sangat gelisah.
"Bu....maaf.....apakah ibu tidak salah orang,saya tidak pantas menerima tawaran ibu.,saya tidak bisa bu.' kata Anita datar.
Ratih menatap Anita,dengan kecewa,"Bisakah kamu memberikan alasan yang bisa saya terima Anita.....'
Anita ,melihat wanita paruh baya didepannya, bagaimana mungkin bisa terlintas keinginan dalam pikiran Ratih untuk menjadikannya ibu dari Rico, sedangkan Ratih tidak mengenali dirinya.
__ADS_1
"Bu,Anda tidak mengenal saya,kita baru bertemu dua kali saja, bagaimana ini bisa membuat keputusan seperti itu,ibu tidak tahu apakah saya baik atau tidak,pantas atau tidak..."
"Saya tahu kamu baik Anita, kamu menyayangi Rico....kalau kamu keberatan saya minta tolong pada kamu dengan amat sangat demi Rico,selama masa pertumbuhannya,mungkin nanti seiring berjalannya waktu Rico mulai mengerti engkau bisa melepaskannya.'
Anita memandang Ratih dengan penuh tanda tanya." Maksud ibu apa?"
"Ibu meminta tolong padamu untuk menjadi ibunya Rico,selalu mendampingi Rico hingga tak banyak saatnya dia memahami keadaan yang sebenarnya.Ibu hanya ingin nak Anita berperan sebagai ibu sepenuhnya bagi Rico,sesuai dengan keinginan Rico agar nak Anita tinggal bersamanya,saya tahu itu akan mengorbankan kebebasan nak Anita,saya sebenarnya malu untuk mengatakan hal ini,tapi demi cucu saya walau harus berlutut memohon pun akan saya lakukan...."kata Ratih pelan sambil menundukkan kepalanya .
Terbayang wajah cucunya yang sangat mengharapkan Anita,mata yang berbinar setiap kali menyebut nama Anita.
Anita menatap sendu Ratih,apa gejolak dalam dadanya antara kasihan pada Ratih dan malu pada keadaan dirinya.
"Bu, sebaiknya ibu cari orang lain,saya tidak sebaik yang ibu ataupun Rico pikirkan...'
"Tidak nak Anita, ibu berharap nak Anita menerimanya,ibu sudah pikirkan masak masak"
Anita menggelengkan kepalanya.
"Saya tdak pantas bu."
"Kenapa Anita?"
"Saya orang yang gagal,jadi tidak baik untuk Rico...' Anita menghela nafasnya.
" Bagi saya dan Rico,nak Anitalah orang yang pantas.'
"Tidak Bu,saya tidak pantas." sahut Anita sendu.
" Tidak ada yang istimewa di hati saya bu.'
"Apa yang membuat nak Anita menolak?Apakah nak Anita nanti berpikir saya akan mengekang kebebasan nak Anita setelah jadi mamanya Rico?.......Saya tidak melakukan itu,nak Anita bebas kalau mau bekerja,hanya saja saya ingin. disaat Rico memerlukan nak Anita selalu ada bersamanya."
Anita terdiam mendengarkannya,tetap baginya itu hal yang tidak masuk akal.
Bagaimana bisa dia menerima ide yang sangat tidak masuk akal .
"Anita.......,"
"Maukah kamu membantu saya untuk kali ini?"
"Menikahlah dengan Rohan,papa Rico,saya mohon Anita,demi Rico."
kata Ratih dengan nada memelas.
Anita diam tak bisa berbicara,kini dia dihadapkan pada persoalan pelik
"Bu,saya bukan orang yang cocok untuk Rico maupun papanya,saya orang yang gagal ."
"Jangan memandang diri rendah seperti itu Anita,tidak ada manusia yang sempurna."
"Bu ,saya bukan gadis lagi,saya pernah berumahtangga tapi berakhir dengan perceraian,tolong ibu pikirkan baik baik,keadaan saya hanya akan merusak nama baik Rico dan papanya,"
__ADS_1
"Saya tidak peduli nama baik,atau apapun juga,saya peduli kebahagian cucu saya.'
"Tapi saya juga tidak bisa menikah dengan papa Rico,saya tidak mencintainya dan juga tentunya papa Rico tidak mencintai saya"
"Pernikahan ini hanya status.....'
"Saya tahu kalian tidak saling cinta,bahkan mungkin belum pernah bertemu ataupun saling kenal."
Anita diam tanpa menyela sedikitpun.
"Saya memperjuangkan ini demi Rico,kalaupun kamu dan Rohan menikah,tidak akan terjadi apa apa,saya janji,pernikahan kalian hanya diatas kertas,Rohan juga sudah berjanji tidak akan mengganggu ataupun ikut campur dengan segala macam kegiatanmu."
'Tapi kenapa kami harus menikah bu?"
"Karena Rico pasti akan.memperkenalkan kamu kepada teman temannya ataupun keluarga lainnya bahwa kamu adalah mamanya,saya tidak ingin Rico sedih dan dicemoohkan orang kalau mama yang diperkenalkan itu statusnya tidak jelas.!" kata Ratih menegaskan.
Anita merasa apa yang dikatakan Ratih ada benarnya,dan dia juga tidak ingin berpisah dari Rico.,karena Ricolah yang telah membuat hatinya berangsur membaik sejak perceraian yang dialaminya,dengan Rico dia merasa sangat nyaman,tapi bagaimana dengan papanya Rico, Anita hanya pernah berbicara satu kali.saat.mereka bertemu di sekolah Rico waktu itu.
"Bagaimana dengan papanya Rico?"
"Rohan bersedia demi Rico,dan jangan khawatir Rohan tidak akan mengganggumu atau memaksamu untuk memenuhi kewajiban seorang istri."
Anita menatap Ratih ragu,seolah mencari kebenaran dengan apa yang dikatakan Ratih.
"Apa yang saya katakan benar,saya jamin Rohan tidak akan menuntut mu untuk melayaninya."
Anita mengerutkan kedua alisnya."Maksud ibu?"
"Sama halnya dengan dirimu,Rohan juga mengalami kegagalan hanya beda kejadian,dan sampai saat ini Rohan hidup dalam bayang bayang Linda , istrinya yang meninggal dunia karena penyakit yang dideritanya.Linda ,mama dari Rico.'
"Rohan juga sebenarnya menolak ide saya karena dia menganggap dirinya telah menghianati Linda,tapi saya tidak bisa melihat Rico menderita karena ego papanya."
Anita menyimak kata kata yang diucapkan Ratih,Anita merasa Rohan berada dalam dunianya sendiri,berarti nanti tidak akan ada interaksi yang terlalu sering
saat bersama Rohan .
"Bagaimana nak Anita?"
"Beri saya waktu dua hari untuk berpikir bu, saya juga mesti minta.pendapat ibu saya."
"Baiklah,saya harap saya mendapatkan jawaban yang.memuaskan,Karana kebahagian cucu saya bagi saya sangatlah penting
Tak lama kemudian keduanya meninggalkan rumah makan dan berjanji akan bertemu lagi ditempat yang sama.
Anita memandang kepergian Ratih dengan perasaan masih galau.
****
Anita berjalan kaki menelusuri trotoar,dia belum ingin pulang.Anita ingin mencari tempat yang tenang yang bisa membuatnya berpikir jernih. Anita menuju taman kota yang tidak jauh dari tempatnya berada sekarang.
\*\*\*\*
__ADS_1