MENGEJAR CINTA ANITA

MENGEJAR CINTA ANITA
Bab


__ADS_3

Sudah pukul dua siang,Anita berjalan menuju kamar bermaksud membangunkan suaminya yang tidur sejak pulang ke rumah.


Anita membuka pintu kamar,ternyata Hardi suaminya sudah bangun dan sedang duduk di sofa sambil memainkan Hpnya.


*Oh...Abang sudah bangun. tadi aku bermaksud membangunkan Abang,karena waktu makan siang sudah lewat." sapa Anita sambil menyentuh pundak suaminya.


"Ya,Abang sudah bangun,Abang juga lapar ." sahut Hardi sambil mencubit pipi Anita yang terlhat bersih dan mulus tanpa tertutup make up dan menciumnya.


Anita tersipu malu,tampak rona merah menghias pipinya.Selama suaminya selalu memperlakukannya dengan penuh kehangatan.


Tiba tiba Hardi memeluknya sangat erat,dan mencium bibirnya dengan lembut.Anita merasa perlakuan Hardi sangat berbeda.


"Anita....Abang boleh minta sekarang ....Abang tidak kuat menahan hingga malam sayang." bisik Hardi ditelinga Anita.


Anita tersenyum,"Abang ini ada ada aja.aku milik Abang,istri Abang,tiap saat Abang minta aku siap,kecuali ada sahabat bulananku yang datang ,Abang harus puasa." sahut Anita tertawa sambil mencium dada suaminya,tempat yang paling disukainya.


Hardi memeluk erat Anita dan mencium daerah sensitif pada tubuh Anita ,membuat Anita mendesah nikmat.


"Bang,aku juga inginkan Abang." desah Anita.


Perkataan Anita tersebut membuat Hardi semakin liar.


"Anita,,,sayang...kamu sungguh membuatku gila."erang Hardi.


Anita tersenyum dan mencium bibir Hardi sambil tangannya mengelus milik Hardi yang sudah mengeras dari tadi.


Hardi mengangkat Anita dan membaringkannya di tempat tidur, waktu terus berlalu,tak sehelai benang pun menempel ditubuh kedua insan yang sudah berada dalam puncak gairah.


"Sayang...aku ingin kita bersama..apa kamu sudah siap.." Hardi berbisik ditelinga Anita sambil membenamkan wajahnya di cermin leher istrinya


Anita tidak menjawab ,pelukan erat pada suaminya sudah cukup memberikan jawaban bagi Hardi .Keduanya bergerak seirama secara teratur,ada kelembutan dalam setiap gerakan yang memberi nuansa berbeda bagi keduanya,desahan lembut dan tarikan napas mulai tak teratur.


"Bang...aku sudah tak tahan...please ....." desah Anita.


"Ya sayang....Abang juga...kita sama sama sayang...ah...Anita..."


Desahan panjang Hardi dan lengkingan tertahan Anita mengiringi pelepasan bersama yang telah menjadi tujuan sejak awal.


Penyatuan yang menjadikan kenikmatan tersendiri bagi insan berlainan jenis yang terikat dalam ikatan yang sakral yaitu pernikahan akan menjadi sesuatu yang indah tanpa beban.


Anita mengelus dada suaminya yang tampak berkeringat dan mengangkat kepalanya mencium bibir suaminya.Setiap gerakan apapun dari Anita selalu disambut hangat suaminya.


"Aku sayang Abang,jangan tinggalkan aku seperti kemarin ya,aku takut bang."ucap Anita sendu.


Beberapa saat Hardi menatap Anita dengan pandangan yang sulit untuk diartikan.

__ADS_1


"Apa yang harus kukatakan padanya."gumam Hardi dalam hati.


"Kenapa Abang diam...apa aku sudah buat salah bang? Kalau ada salahku tolong kasih tahu bang, jangan diam.' sela Anita.


Hardi menarik napas panjang."Tidak ada yang salah.kamu juga tidak salah,hanya saja akhir akhir ini Abang merasa sangat lelah Anita."


"Kalau gitu Abang harus banyak istirahat."ucap Anita sambil mengelus wajah suaminya.


"Ya...Abang harus banyak istirahat sayang."Hardi mengecup bibir Anita.


Sebenarnya Anita ingin menanyakan perihal ketidak pulangan suaminya tadi malam,tapi karena dilihatnya Hardi yang tampak lelah,diurungkannya niat tersebut.


Anita menarik selimut menutupi tubuh mereka berdua dan membenamkan dirinya dalam pelukan suaminya.


Anita ingin hari ini menghabiskan waktunya hanya berdua dengan suaminya,entah mengapa ada perasaan itu merupakan muncul dalam benaknya.


Dan ketakutan itu datang lagi dalam pikirannya.Anita memeluk erat suaminya.


Hardi yang merasakan pelukan Anita tidak seperti biasanya jadi bertanya tanya dalam hari."Apakah Anita sudah mengetahui?"


"Tidak...jangan sampai Anita mengetahuinya,belum waktunya,aku takut Anita belum siap."


Hardi memejamkan matanya berusaha untuk tidur,karena tampaknya Anita sudah tertidur dalam pelukannya.


Hardi mengelus wajah mungil istrinya,wajah yang selama dua tahun ini selalu menemaninya ,wajah yang selalu ceria dan hangat bila berhadapan dengannya,tak pernah sedikit pun menemukan Anita yang berwajah cemberut.


Anita yang selau mengalah .hanya akan menegurnya bila dia buat kesalahan dengan teguran yang membuat siapa saja tidak emosi.


Anita istri yang baik dan penurut,nyaris dikatakan istri yang sempurna.


selama dua tahun menjalankan biduk rumah tangga tidak ada perselisihan diantara keduanya,setiap masalah bagi Anita dihadapi nya dengan senyum, seperti tidak terjadi apa apa.


Ada perasaan tidak karunan dan ketakutan bercampur jadi satu.Masalah yang dihadapinya saat ini bukanlah masalah ringan.karenaj melibatkan beberapa orang.akankah dia bisa menyelesaikannya,atau jadi Maslah yang berkepanjangan.


Hardi memijit dahinya baginya sekarang ini dia berdiri di ruang gelap yang sangat menakutkan,tak ada seorangpun yang bisa membantu.


Rentetan kejadian yang tak pernah habisnya membuatnya terlihat makin dalam.


Hardi menyadari sudah,saat ini dia sudah salah jalan,untuk kembali lagi tidak mungkin,berhenti juga tidak mungkin,dilanjutkan akan sangat menyakitkan.


Pukul empat sore Anita terbangun,dilihatnya suaminya masih berbaring di sampingnya.


"Sudah bangun sayang."


Anita tersenyum."Abang sudah bangun dari tadi ya?"

__ADS_1


"Nda...Abang barusan bangun juga."


Anita bangun bersandar pada sandaran ranjang."Bang boleh aku tanya sesuatu?'


"Tanyakanlah Anita." ucap Hardi seraya mengikuti Anita yang bersandar pada sandaran ranjang.


Anita tampak bingung memandang suaminya.Setelah diam sejenak dia memberanikan diri bertanya pada suaminya.


"Kalau boleh tahu tadi malam Abang ke mana?" tanya Anita sambil menatap wajah suaminya.


Sejenak Hardi terdiam kaku,sebenarnya dia tahu Anita pasti akan menanyakan kejadian kemarin,tapi tidak menyangka secepat ini.


Anita memperhatikan Hardi yang diam tak bergerak bagai patung,Anita dapat membaca kalau suaminya tidak ingin menjawab.bahasa tubuh suaminya sudah menjawab.Hardi tidak memandangnya tetapi malah membuang pandangan ke arah lain.


Anita bukanlah gadis bodoh yang tidak peka.Anita gadis cerdas, Anita tahu ada yang disembunyikan suaminya.tetapi yang belum dia tahu apa yang disembunyikan dan apa maksud disembunyikan.


Anita menarik napas,dia bermaksud mencari tahu,"Mungkin sudah waktunya aku keluar tidak berdiam diri di rumah."gumamnya dalam hati.


Anita masih menunggu jawaban Hardi.tapi kelihatannya Hardi tetap diam.


"Bang.kalau Abang berat mengatakannya sebaiknya tidak Abang katakan,mungkin lebih baik kalau aku tidak tahu." ucap Anita menghibur suaminya.


Anita tidak ingin suaminya tahu kalau dirinya mencurigainya.


Mendengar kata kata Anita,tampaknya Hardi bernapas lega dan menoleh pada Anita di sampingnya.


"Terimakasih.kamu memang istri yang pengertian."ucap Hardi menggenggam tangan Anita dan menciumnya.


Anita merasakan suara Hardi yang penuh dengan kelegaan,tapi justru menambah keingintahuan Anita.


"Bang..bolehkah akan lepas kontrasepsi,aku pengen punya anak,biar tidak kesepian saat Abang kerja,ada yang menemani dan umurku dua puluh lima bukan umur gadis remaja,aku sudah siap jadi seorang ibu,Abang juga kan sudah dua puluh tujuh." ucap Anita penuh pengharapan pada suaminya.


Hardi terkejut mendengar permintaan istrinya.


Sebenarnya permintaan Anita adalah hal yang lumrah apalagi tujuan mereka berumah tangga salah satunya untuk mendapat keturunan,tapi karena permintaan ibunya agar Anita menunda kehamilan jadi mau tidak mau mereka menundanya.


Sebenarnya Hardi masih tidak paham dengan jalan pikiran ibunya,tetapi dia tidak mau ambil pusing jadi diikuti saja apa kemauan ibunya,dan juga Anita juga tidak keberatan karena Anita sangat menghormati dan menyayangi ibu mertuanya


"Baiklah sayang, tapi kita tanya ibu dulu ya,kamu tidak ingin membuat ibu tidak suka kan?"


""Ya bang.tapi Abang yang bilang ke ibu ya,aku malu.' ucap Anita sambil menunduk.


"Ya nanti Abang bilang ibu."


Hardi sudah tahu pasti ibunya tidak akan mengijinkan apalagi situasinya seperti ini.Hardi memutar otak untuk mencari jawaban yang akan di berikan pada Anita.

__ADS_1


"Makasih bang." Anita tersenyum seraya memeluknya.


Hardi memejamkan kedua matanya ,tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya


__ADS_2