MENGEJAR CINTA ANITA

MENGEJAR CINTA ANITA
Bertemu lagi


__ADS_3

Setelah kedua tamunya pulang.Anita kembali kedalam , membantu pekerjaan ibunya.


"Sudah pulang tamunya?' tanya Lasmi?


"Sudah Bu,"


"Kelihatanya dari jauh ya Anita,tamunya.'


"Sepertinya begitu,Anita juga kurang tahu, Anita yang tahu dengan Rico, selebihnya tidak ada lagi."


"Kok Rico, sampai mau main ke sini,anak lain ngga ada yang main ke sini?"


"Rico agak berbeda dengan anak yang lain bu,"


"Berbeda bagaimana?'


"Rico sedikit pendiam dan penyendiri, tidak punya teman ,bu.'


"Kenapa bisa begitu?"


"Anita kurang tahu, hanya saja Rico dibesarkan oleh neneknya."


"Kemana orang tuanya?"


"Papanya ada hanya ibunya sudah meninggal,sejak Rico masih kecil."


"O..... kasihan sekali,"


"Ibu tidak keberatan kalau Rico main kerumahnya?"tanya Anita khawatir.


"Nggak lah Anita,mama justru senang ,sudah lama mama pengen punya cu........." Lasmi tiba tiba menghentikan perkataannya dan memandang Anita dengan sendu.


"Maafkan ibu, Anita, ibu tidak bermaksud menyakiti mu."ucapan Lasmi lirih dengan wajah sendu


Anita tersenyum getir.


"Tidak apa bu,mungkin jalan hidup Anita seperti ini, tapi Anita tidak akan pernah menyesali apa yang sudah terjadi.' sahut Anita datar.


Lasmi sedih mendengar perkataan Anita yang baginya sangat menyakitkan.


"Kita ambil hikmahnya dari semua kejadian ini dan berharap kedepannya lebih baik lagi ."


"Iya bu...


Anita dan ibunya melanjutkan pekerjaan hingga malam hari


***


Dilamarnya Rico sedang asik melahap kue kering pemberian Anita sambil mengerjakan tugas sekolah.


Ratih memasuki kamar cucunya


"Belum tidur?" tanya Ratih.


"Belum nek,masih belum selesai."


"Bagaimana mau selesai kalau Rico ngemil terus dari tadi nenek lihat.'


Rico tersenyum sambil mengangkat toples yang ada di tangannya.

__ADS_1


"Habis enak nek."


Ratih mengangguk, menatap cucunya yang di sayangnya.


"Kapan kapan kita ke rumah Bu Anita lagi ya nek."


" iya, sayang,"Tiba tiba muncul ide di kepala Ratih.


"Kita ajak papa Rico juga sekalian"


kata Ratih.


"Huh...ngga usah nek,papa tidak bakalan mau." dengus Rico dengan nada kesal.


"Nanti nenek akan bujuk papa supaya mau ngantar kita."


"Terserah nenek.'jawab Rico urung uringan.


"Kenapa kamu nggak suka kalau papa ngantar kita?"tanya Ratih


'Malas aja nek.papa banyak alasan jadi Rico ngga suka "


"Rico,nenek mau bicara serius ,apa Rico mau mendengarkan?"


"Bicara apa nek?"


"Rico benar benar mau Bu Anita jadi mama Rico?"


"Mau nek, kan Rico sudah bilang ke nenek tempo hari."


Ratih menganggukkan kepalaanya,.


"Kalau begitu kita nikahkan papa dengan bu Anita ,supaya cepat jadi mama Rico.."kata Rico dengan wajah polosnya tanpa beban.


Ratih sudah bisa menebak jawaban Rico hanya saja yang membuatnya bingung bagaimana mengatakan pada Rico bahwa satu ikatan pernikahan akan menyatu dua hati yang berbeda dan itu harus melalui proses pendekatan dan perkenalan yang tidak sebentar.


Ratih berpikir bagaimana menyatukan dua insan ini, kedua sangat susah untuk di ajak bicara.


Seperti bicara dengan patung.


"Nanti kalau sudah selesai, langsung tidur ya,nenek sudah ngantuk."


"Ya nek, istirahat aja, nenek sudah capek karena Ngantar Rico tadi siang.'


Ratih tersenyum."Nenek memang sudah capek, tapi bukan capek


karena ngantar Rico,tapi capek mikir." gumam Ratih berlalu dari hadapan Rico.


***


Hari hari dilalui Rico seperti biasa,hanya saja anak itu terlihat lebih bersemangat.


"Rohan,coba kau lihat anakmu.kelihatannya lebih ceria.' kata Ratih setelah makan malam mereka usai.


"Biasa ma,namanya anak anak,ngga ada yang dipikirkan."


Ratih yang mendengar jawaban Rohan menjadi marah.


"Kamu memang keterlaluan Rohan, tidak ada perhatian sama sekali pada anak,apa memang kamu tidak menyayangi Rico?"

__ADS_1


Rohan hanya diam tidak menjawab


'Baiklah kalau memang kamu tidak sayang sama Rico,lebih baik Rico mama berikan pada Anita, karena mama tidak bisa penuh untuk merawatnya.'


"Apa maksud mama?'tanya Rohan terkejut.


'Kamu tahu usia mama sudah tidak muda lagi,tenaga mama juga sudah tidak kuat lagi,mama istirahat


"kata Ratih dengan alasan yang dibuat buat, padahal Ratih tidak terlalu banyak mengerjakan pekerjaan rumah, semuanya sudah ada yang mengerjakan,ada dua asisten rumahtangga yang selama ini membantunya.


"Bagaimana mungkin mama Setega itu memberikan cucu mama sendiri!"Rohan berseru dengan agak keras.


'Bagaimana lagi,Rico perlu kasih sayang dan perhatian juga,sedang kamu tidak pernah memperhatikannya, kamu sibuk dengan pekerjaan ,dan meratapi kematian Linda,kamu tidak memikirkan anakmu,Rohan kamu tidak tahu bagaimana Rico hidup dari kecil tanpa pernah tahu siapa mamanya, bagaimana rasanya disayang dan diperhatikan mamanya,dan sekarang Rico mendapatkannya dari Anita,walaupun Rico berbeda dari yang lain,pola pikirnya yang lebih maju dan anak seumurnya, tapi ada sisi lain dari Rico yang membutuhkan kasih sayang seorang ibu."sahut Ratih agak keras


Rohan terdiam mendengar perkataan mamanya.Membayangkan Rico tinggal dengan orang lain yang tidak dikenalnya,membayangkan hari harinya nanti tidak akan pernah melihat anaknya,Rohan tidak sanggup.walau bagaimana pun Rico anaknya,darah dagingnya, Rohan tidak rela Rico dirawat orang lain selain dirinya dan mamanya.


Rohan memandang wajah wanita yang melahirkannya tampak terlihat sendu.


"Ma,tidak adakah cara lain selain menitipkan Rico pada wanita itu?"


"Tidak ada,semua ini demi kebahagiaan Rico,mama percaya Anita bisa merawatnya dengan baik,mama sudah melihatnya sendiri,walaupun mama merasa berat harus berpisah dengan cucu mama satu satunya, tapi demi Rico mama rela."kata Ratih sendu.


"Pasti ada cara lain ma."


"Cara apa lagi,mama sudah tidak punya jalan keluar lagi."


"Bagaimana kalau mengikuti kata Rico untuk membawa wanita itu ke rumah!"


"Rohan kamu jangan ikuti pikiran Rico,kamu pikir mudah untuk membawa Anita ke rumah ini,Rico sudah berkali kali membujuknya, tetapi tidak pernah bisa.,dan lagi atas dasar apa membawa dia ke rumah ini.'


Rohan terdiam mencerna perkataan mamanya.kepalanya sakit memikirkannya.


'"Apalagi yang harus aku lakukan ma,' Kata Rohan dengan nama frustasi.


"Sebenarnya ada jalan keluarnya hanya saja sangat tidak mungkin dilakukan"Ratih menghela napas


"Apa ma?'


"Jadikan Anita istrimu,dia pasti mau tinggal di rumah ini."


"Apa ma?!'......Rohan tersendat mendengarnya.


'Tidak ma, Rohan tidak ingin menikah , dan Rohan tidak mau menghianati Linda."


Mendengar jawaban Rohan,Ratih sangat terpukul, begitu dalamnya cinta Rohan pada istrinya hingga sanggup mengorbankan dirinya dan anaknya.


"Ya sudah kalau kamu tidak mama,mama tidak akan memaksa,hanya saja tadi mama berharap kamu mau mengorbankan sedikit perasaanmu demi Rico,"


kata Ratih dengan nada sedih.


" Dua hari lagi mama janji mengantar Rico bertemu Anita,'


"Mama akan meninggalkan Rico disana?" tanya Rohan.


"Tidak,mama akan bicara dulu dengan Anita, kalau ada kata sepakat barulah Rico manca antar lagi ke sana.tapi kalau menurut perasaan mama...Anita akan bersedia." kata Ratih memandang raut wajah Rohan yang tampak risau.


Beberapa kali Rohan menggosok kan kedua tangannya ke wajahnya,dan kelihatannya sangat kesal.


"Mama tidur dulu,Rohan,sudah malam."Ratih berdiri dan berlalu meninggalkan Rohan dengan berbagai macam pikiran

__ADS_1


***


__ADS_2