
Anita masih terdiam dalam mobil ketika Rohan sudah membukakan pintu mobil untuknya.
"Anita..., turunlah.""
" Kita kita kemana.?' tanya Anita dengan bingung,dia tidak mengerti mengapa dia diajak ke komplek pemakaman umum.
" Ikutlah ,nanti kamu akan tahu." Rohan melepaskan sabuk pengamannya dan menarik tangan Anita membawanya turun dari mobil.
Anita diam tidak berkata lagi,hanya mengikuti langkah Rohan yang memasuki lahan yang penuh dengan deretan makan.
Tidak beberapa lama mereka sudah berdiri di sebuah makan yang tampak terawat .Anita membaca tulisan nama Linda Puspitasari yang terpampang di batu nisan .
Anita menatap nanar pada baru nisan dan memandang Rohan yang berdiri disampingnya yang juga memandang batu nisan tersebut.
Sesuai dengan perkataan Rohan tadi akan mengajaknya menemui seseorang yang ternyata seseorang itu adalah almarhum istrinya,Anita tidak mengerti apa maksud Rohan membawanya ke sini.
" Rohan....."
" Kemarilah." Rohan kemudian duduk jongkok di depan makam istrinya ,Anita duduk di sampingnya,setelah membaca doa sejenak Rohan menaburkan bunga yang tadi sempat di belinya di depan gerbang komplek pemakaman.
Anita ingin berbicara tapi lidahnya terasa kaku,
Semenjak memasuki area pemakaman Rohan tidak sedikitpun melepaskan tangan Anita.
Anita merasa Rohan memandanginya kemudian beralih pada batu nisan.
Setelah lama berada dalam keadaan diam, Anita mendengar Rohan menarik napas kuat dan menghembuskan juga dengan kuat seolah seolah membuang beban berat yang.menghimpitnya.
" Linda....kurasa kau sudah mengetahui kehadiran Anita diantara aku dan anak kita. Aku sudah putus asa saat aku tidak bisa melepaskan bayangmu dari sisiku,Sepuluh tahun Linda.... berharap kamu merestui kami,... dan kau pasti juga sudah mengetahui anak kita yang memilih Anita untuk dirinya juga untukku.
Aku sudah lelah Linda, aku ingin hidup bahagia bersama Anita dan anak kita,kamu tahu Rico sangat menyayangi Anita dan menganggapnya sebagai pengganti dirimu .Aku harap kamu rela menerimanya.
Aku mencintaimu Linda..... aku juga mencintai Anita ." kata Rohan sambil mencium tangan Anita.
Anita terdiam kaku mendengar perkataan Rohan . Anita melihat Rohan yang menatap tajam pada batu nisan di depannya. Anita shock mendengar pernyataan Rohan,dia masih belum bisa menerima semua ini.
Anita merasa seolah ada yang.melihatnya ,hingga membuat bulu kuduknya merinding.
" Rohan...." katanya pelan dengan suara bergetar.
Rohan menoleh padanya dan tersenyum ,tangannya tiba tiba memeluk pundak Anita.
" Ku katakan tadi akan mengajakmu bertemu dengan seseorang,.... inilah dia, almarhum Linda,mama dari Rico...karena suatu penyakit aku tidak bisa menyelamatkan Linda juga dokter yang merawatnya .
Seberapa kuat kita berjuang bila takdir berkata lain, akhirnya kita juga harus menerimanya.
Aku tahu Linda memilihmu melalui Rico." kata Rohan dengan senyum mengembang.
Anita diam mencerna apa yang dikatakan Rohan.
Tapi Aku tidak bisa Rohan." kata Anita dengan nada datar." Aku tidak ingin." lanjutnya.
Rohan menatapnya dalam dalam.
__ADS_1
" Aku akan sabar menunggumu lagi,sepuluh tahun sudah kulalui." kata masih terus memeluk bahu Anita.
" Kita pulang sekarang." Rohan mengajaknya berdiri.
Rohan memeluk pinggang Anita.
" Linda...maafkan bisa nanti aku jarang berkunjung padamu, kuharap kamu mengerti keadaanku." kata Rohan sambil memeluk erat pinggang Anita.
Mereka melangkah pergi meninggalkan makam Linda,dengan tangan Rohan yang melingkar di pinggang Anita.
Anita tidak habis pikir dengan kelakuan Rohan yang baginya tampak aneh .
Anita masih belum bisa menerima perlakuan Rohan tadi,tapi untuk membahasnya saat ini tidak mungkin .
Anita akan menunggu saat dimana Rohan sudah tenang, Anita tidak ingin masuk dalam masalah yang akan membuatnya susah untuk keluar nantinya.
Rohan membukakan pintu mobil dan membantu Anita memasang sabuk pengaman.
" Rohan.... aku bisa sendiri."
Rohan menatapnya,dengan lembut. tetapi tetap meneruskan memasang sabuk pengaman pada Anita.
" Sudah selesai....kita pulang....atau kamu ingin jalan jalan dulu.' tanya Rohan.
Anita menatap Rohan dengan bingung.
" Jalan jalan....apa kamu tidak bekerja?"
Anita merasa Rohan akan mengikuti apa yang dikatakannya,Anita merasa tidak nyaman,kalau pulang ke rumah pastilah Rohan tidak akan bekerja,apalagi jalan jalan , Anita tidak ingin jadi penghalang bagi pekerjaan Rohan.
Rohan terkejut mendengar permintaan Anita,dia tidak percaya Anita ingin ikut ke kantornya.
" Apa benar yang kamu katakan Anita?"
Anita.memganggukkan kepalanya
' Iya...benar."
" Baiklah....tapi aku takut kamu merasa bosan nantinya."
Anita menggelengkan kepalanya tanpa ekspresi sedikitpun di wajahnya.
Rohan mengaggukkab kepalanya dan menutup pintu mobil dan memutar memasuki pintu mobil samping kanan Anita.
Tidak beberapa lama Rohan dan Anita sudah meninggalkan are komplek pemakaman umum.
Rohan menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang sesekali dia melirik pada Anita yang duduk di kursi penumpang.
Anita memandang lurus ke depan .keduanya diam membisu
hanya saja Rohan sudah terlihat agak santai berbeda dengan Anita yang terlihat kaku.
Pikiran Anita masih kacau,dia masih belum bisa menerima semua kejadian ini.
__ADS_1
Duapuluh lima menit berlalu setelah mereka meninggalkan area pemakaman,kini mereka memasuki halaman kantor milik Rohan.
Rohan memarkirkan mobilnya ditempat parkir khusus untuknya dan segera turun.
Belum sempat Anita membuka pintu mobil Rohan sudah membukanya terlebih dahulu.
Roham meraih tangan Anita dan menggandengnya berjalan menuju kantor.
Beberapa karyawan yang.melihat pemandangan tersebut melongo,karena bagi mereka itu adalah pemandangan yang sangat langka.
Anita berjalan menundukkan kepalanya, dia merasa semua mata tertuju padanya hal itu.membuatnya merasa tidak nyaman.
" Anita....jangan tundukkan kepalamu." bisik Rohan.
" Kamu adalah istri pemilik perusahaan ini dan mereka harus menghormati mu." lanjut Rohan.
Anita terkejut dengan perkataan Rohan,selama ini tidak ada sedikitpun pikiran ke arah situ.Juga saat dia menjadi istri Hardi pemilih salah hotel ternama Anita lebih suka tidak diketahui orang banyak.
" Rohan.... aku tidak bisa..."
" Anita kamu harus bisa dan harus terbiasa." kata Rohan dengan nada penuh penekanan.
Tubuh Anita menjadi tegang.Rohan.merasakan perubahan dalam diri Anita,dia kemudian mengalihkan tangannya melingkar di pinggang Anita dan mulai membawanya berjalan dengan pelan.
" Aku akan mengenalkan mu pada mereka semua." bisik Rohan ditelinga Anita.
Bila dilihat dari sisi lain saat Rohan berbisik pada Anita akan terlihat seolah Rohan sedang mencium Anita,membuat beberapa karyawan Rohan menutup mulut mereka untuk tidak bersuara.
Saat mereka sudah dalam ruangan dan melewati beberapa meja karyawan Rohan tiba tiba berbalik dan menghadap para karyawannya.
" Selamat pagi semuanya " kata Rohan dengan senyum tersungging di bibirnya di sambut dengan riuh karyawannya.
" Maaf saya terlambat mengenalkan pada kalian semua." kata Rohan berhenti sesaat.
" Kenalkan ini Anita....istri saya,.atau Nyonya Rohan.... kami sudah menikah empat bulan yang lalu." kata Rohan sambil menatap Anita.
Perkataan Rohan disambut dengan teriakan kaget dan tidak percaya karyawannya,tapi ada sebagai yang sudah mengetahui hanya senyum senyum.
Anita menganggukkan kepalanya mengiyakan apa yang dikatakan Rohan.
Anita merasa idenya untuk ikut Rohan ke kantor malah membuatnya terjebak seperti saat ini.
Wajah Anita memerah, Rohan menatap Anita dengan tersenyum ,tangannya masih melingkar di pinggang Anita.
Rohan dan Anita menerima ucapan selamat dari semua karyawan .
Setelah acara perkenalan yang mendadak mereka masuki ruang kantor Rohan.
Anita melihat ringan Rohan yang tertata rapi
" Duduklah...aku buatkan minum dulu." kata Rohan melepas pegangan dari pinggang Anita.
" Jangan Rohan, nanti aku bisa buat sendiri." kata Anita dengan lembut.
__ADS_1
\*\*\*