
Rohan terus memandangi tubuh lemah yang terbaring di ranjangnya,ingatannya kembali pada kejadian siang tadi, seandainya Anita tidak melindungi Rico, Rohan juga tidak bisa membayangkan kalau Rico yang berada pada posisi Anita.Entah bagaimana nasib anaknya.
Rohan gelisah menunggu kedatangan dokter Fras,sudah dua kali dia menghubungi dokter sahabatnya itu,tetapi masih dalam perjalanan.
Rohan bernapas lega saat didengarnya suara mobil memasuki halaman rumahnya.
" Cepat lah Fras....Anita tidak sadar diri dari siang tadi." kata Rohan dengan nada khawatir.
"Sabar Rohan....kendalikan dirimu." kata dokter Fras sambil tersenyum,dia merasa lucu melihat Rohan dalam keadaaan panik.
Rohan membawanya memasuki kamarnya.
Fras mengernyitkan alisnya dan matanya segera menatap sosok Anita yang terbaring lemah di ranjang Rohan.
Fras segera memeriksanya.,tekanan darah ,detak jantung dan lainnya semuanya normal.
Fras juga memeriksa luka akibat cakaran,semuanya tidak membahayakan.
Fras memberikan obat pada Rohan,
" Ini untuk lukanya .,." semuanya baik baik saja, tidak udah khawatir, dia hanya shock,besok sudah sadar.." kata Fras pada Rohan.
Rohan memandang Anita dan menarik napas lega.
Fras duduk menghadap Rohan di ruang tamu.
" Bagaimana hal ini bisa terjadi?' tanyanya pada Rohan.
Rohan menceritakan semua apa yang terjadi pada Anita .
" Aku tidak bisa membayangkan kalau Rico yang mengalaminya." kata Fras.
" Iya., Anita menyelamatkan Rico, dia memang sangat menyayangi Rico,padahal kalau dipikir Rico bukan darah dagingnya." kata Rohan sambil menyandarkan tubuhnya pada sofa.
" Kurasa Anita adalah ibu yang baik buat Rico.hanya aku tidak tahu apakah dia juga istri yang baik buatmu Rohan." kata Fras sambil tertawa meledek Rohan.
Fras tahu pernikahan seperti apa yang dijalani Rohan. Fras adalah sahabat Rohan dan tempat Rohan mencurahkan isi hatinya selama ini.
Rohan terdiam mendengar kata kata sahabatnya.
" Sudah malam,kamu perlu istirahat,aku pulang dulu,Rohan.' kata Fras sambil berdiri dari duduknya.
Rohan mengantar kepergian Fras.
Setelah Fras pulang Rohan memasuki kamarnya.
Rohan bermaksud membersihkan diri, tapi ketika melihat Anita yang terbaring masih memakai pakaian tadi siang membuatnya terdiam.
Rohan segera mengambil baju Anita di kamarnya dan membawa baskom kecil berisi air hangat untuk membersihkan tubuh Anita.
Rohan bingung , bagaimana pun dia merasa canggung untuk melepaskan pakaian Anita,meminta pertolongan mamanya tidak mungkin,karena mamanya sudah cukup lelah.
Akhirnya Rohan memutuskan untuk melakukannya sendiri.
Rohan mulai membersihkan wajah Anita, kemudian dilanjutkan dengan tubuhnya.Rohan melepas semua pakaian Anita. Tiba tiba pandangan matanya tertuju pada bukit kembar Anita yang tampak kenyal dan sangat mengundang,. Rohan menelan salivanya berusaha menormalkan detak jantungnya yang memacu dengan cepat..
__ADS_1
" Ada apa ini..... biasanya aku tidak pernah seperti ini," gumam Rohan dalam hati.
Ada rasa cemas meliputi dirinya dan yang membuat terkejut sesuatu yang berada di pangkal pahanya seperti berontak.
Rohan memejamkan matanya dan menarik napas panjang, berusaha mengendalikan keadaan dirinya.
Rohan melanjutkan membersihkan tubuh Anita dengan wajah memerah menahan gejolak dalam dirinya.
Rohan memaki dirinya yang telah lancang melepas pakaian Anita walaupun tadinya hanya dengan tujuan membersihkan tubuh Anita.
Sekarang dia harus berhadapan dengan dirinya sendiri.
Rohan menggelengkan kepalanya,semenjak kepergian istrinya semuanya bagi Rohan tidak ada lagi keinginan tersebut, dan sepertnya sudah di bawa Linda semuanya.
Beberapa kali Rohan mencoba,tapi miliknya tidak pernah bersaksi,itulah yang membuat Rohan tidak ingin menikah lagi,Rohan sudah menganggap dirinya tidak normal.
Rohan memandang wajah Anita yang tampak tenang,Rohan sudah selesai dan Anita sudah memakai piyama tidur yang tadi Rohan ambil di kamar Anita.
Rohan menyentuh bibir yang tertutup rapat tanpa polesan lipstik.
Hasrat dalam dirinya begitu kuat mendorongnya untuk menyentuh bibir Anita.
Rohan menundukkan kepalanya dan bibirnya menyapu bibir Anita,pelan Rohan menjilati bibir Anita dan mulai ********** dengan pelan.Rohan tidak ingin Anita mengetahuinya.
Tiba. tiba Rohan merasakan gejolak dalam dirinya yang semakin memanas, Rohan segera menghentikan ciumannya dan segara berdiri memandang wajah Anita,tarikan napas Anita yang teratur membuat bukit kembar Anita bergerak turun naik secara teratur, membuatnya semakin tidak tahan." Aku harus. bisa mengendalikan ini." gumam Rohan.
Rohan segera berlalu menuju kamar mandi ,dia ingin membersihkan diri dan menentramkan gejolak yang ada di dalam dirinya.
Rohan menyiram tubuhnya dengan air dingin,berharap kejadian yang baru dialaminya tadi hanya sebuah mimpi.
Rohan keluar dari kamar mandi ,dan segera memakai celana pendek dan kaos .
Rohan melihat sekeliling kamarnya, bingung dia akan tidur di mana,tapi akhirnya diputuskan untuk tidur di ranjang yang sama dengan Anita.
Rohan membaringkan tubuh nya di samping Anita, karena rasa lelah dan kantuk yang sudah menyerang akhirnya Rohan tertidur dengan posisi memeluk Anita.
**
Saat tengah malam,
Ratih terbangun karena rasa lapar yang menyerangnya.Ratih segera keluar kamar menuju dapur dan ternyata masih ada makan di kulkas, Ratih segera menghangat kan makanan tersebut.
Setelah kenyang Ratih bermaksud kembali ke kamar,tapi matanya beralih ke kamar Rohan yang pintunya tampak terbuka,Ratih berjalan ke arah kamar Rohan.
Ratih berdiri di pintu kamar Rohan yang terbuka.
Ratih menutup mulutnya untuk tidak bersuara, pemandangan yang dilihatnya sangat mengejutkan dirinya,. beberapa kali di mengucek matanya,tapi pemandangan itu tidak hilang.
' Ini nyata." gumam Ratih.
Ratih melihat bagaimana Rohan memeluk Anita dalam tidurnya .
Ratih segera berlalu takut membangunkan keduanya.Ratih tersenyum kecil dan melangkah ringan menuju kamarnya untuk melanjutkan tidur yang tertunda karena rasa lapar yang menyerang.
\*\*\*
__ADS_1
Rohan sudah bersiap berangkat ke kantor, matanya melihat pada Anita yang masih tidak bergerak,rasa khawatir menyelimuti,tapi tadi setelah menelpon Fras kini dia merasa tenang.
Rohan duduk disisi ranjangnya,memandang Anita.
Rohan melihat ada gerakan pada tangan Anita ,Rohan menyentuh tangan Anita, berharap Anita segera sadar.
Anita membuka matanya dan langsung bertatapan dengan Rohan yang menatapnya dengan rasa khawatir.
"Akhirnya kamu sadar ,Anita." kata Rohan pelan sambil menarik napas lega.
Anita bermaksud bangun ,tapi ditahan Rohan.
" Istirahatlah dulu....aku ambilkan makanan , jangan ke mana mana." Rohan beranjak dari kamar.
Anita menatap kepergian Rohan dengan bingung., melihat' keberadaan dirinya yang tidak berada di kamarnya sendiri melainkan di kamar Rohan.
Anita berusaha mengingat apa yang terjadi,Anita melihat dirinya yang sudah memakai piyama tidur,timbul pertanyaan siapa yang menggantikan pakaiannya,
" Apa mama yang menggantikan? " tanya Anita dalam hati.
Rohan memasuki kamar dengan membawa baki yang berisi susu dan makanan .
" Sarapan dulu Anita,... dari kemarin kamu belum makanlah." kata Rohan meletakkan baki di nakas dan susu di tempat tidur dekat Anita berbaring.
" Iya..... terimakasih....maaf jadi merepotkan." kata Anita sambil duduk .
Anita bermaksud meraih piring yang berisi makanan tetapi dihalangi Rohan
" Biar aku suapi."
" Jangan.... aku bisa makan sendiri." kata Anita datar.
" Sudahlah jangan membantah ....." kata Rohan yang langsung menyuapkan makan pada Anita.
Mau tidak mau Anita akhirnya membuka mulut dan membiarkan Rohan menyuapinya hingga habis.
Rohan terlihat puas karena Anita menghabiskan malamnya dan meminum susu yang di bawanya tadi.
" Sekarang kamu istirahat, aku mau ke kantor dulu, menemui.pa Joko .setelah selesai aku langsung pulang. " kata Rohan.
" Tapi ..aku sudah tidak apa apa.aku kembali ke kamarku." kata Anita.
Rohan menatap Anita dengan tajam.
" Kamarmu di sini." kata Rohan datar.
Anita terkejut mendengar perkataan Rohan, tapi karena tubuhnya masih lemah dia tidak ingin membahasnya.
Anita diam tidak menjawab.
Rohan berdiri membawa baki keluar kamar.
Anita menghembuskan napasnya kembali memejamkan matanya.
Saat Rohan kembali ke kamar dilihatnya Anita sudah tertidur.
__ADS_1
Rohan kembali keluar kamar dan bermaksud berangkat ke kantornya.
\*\*\*