
Anita duduk di sisi tempat tidur,rasa jenuh sudah menyerangnya sejak tadi siang,tapi Rohan yang melarangnya untuk melakukan apapun.
Anita menatap langit yang mulai gelap ,malam sudah menjelang,Anita meihat luka cakaran yang ada di bahu dan lengannya yang sudah mulai mengering.
Kembali bayangan tubuh orang utan itu melintas dimatanya,Anita bergidik saat teringat kejadian yang begitu mendadak.
Saat
Anita teringat akan penyebab kemarahan orang utan itu membuatnya merasa sakit,kemarahan induk orang utan karena anaknya dilukai, tentulah dia akan berusaha menyerang orang yang dianggapnya melukai anaknya.
Anita tidak bisa menyalahkan orang utan itu,tapi dia marah dengan keserakahan pemburu yang tidak punya belas kasihan.
Tujuan pemburu itu memisahkan anak orang utan dengan induknya, mereka akan membawa anak orang utan itu.
Untunglah keduanya dapat diselamatkan dan kembali berkumpul.
Anita mengoleskan obat pada lukanya,ketika Rohan memasuki kamar.
" Kenapa tidak memanggilku." kata Rohan langsung mengambil obat ditangan Anita dan mengoleskannya.
" Aku bisa sendiri...." kata Anita.
" Diam lah.... aku akan mengoleskannya untukmu." kata Rohan sambil mengoleskan obat dengan lembut.
Setelah selesai melakukannya,Rohan meletakkan obat di nakas.
" Aku ambilkan makan malam untukmu .....tunggulah sebentar." Rohan beranjak pergi.
Anita masih tidak bisa menerima perlakuan Rohan yang dianggapnya berlebihan tetapi Rohan tampaknya bukan type lelaki yang suka di bantah.
Anita tidak tahu bagaimana keadaannya kedepannya,dia agak bingung bagaimana menghadapi perilaku Rohan. Dengan dirinya sekarang berada dikamar Rohan juga membuatnya tidak bebas bergerak.
Memikirkan itu semua membuatnya sakit kepala,Anita tidak ingin ada masalah kedepannya, tapi melihat keadaannya sekarang tampaknya dirinya sudah memasuki masalah.
Anita berpikir saat dia mengambil keputusan untuk menerima pernikahan ini karena yakin dirinya dan Rohan tidak akan terlibat hubungan apapun,karena keduanya sama sama tidak menginginkannya,Anita melakukannya disamping karena dia menyukai Rico,dia juga perlu status agar tidak ada yang mengganggunya.
" Apakah aku sudah membuat keputusan yang salah?" tanya Anita dalam hati.
Anita mengusap wajahnya, bagaimanapun dia harus mencari jalan keluar dari masalah ini.
Rohan memasuki kamar dengan membawa baki di tangannya,dan meletakkannya di nakas.
" Kemarilah Anita...." Rohan mengambil piring yang berisi makan dari dalam baki.
Anita melihat Rohan yang memegang piring segera mengambilnya.,tetapi ditahan Rohan,
' Diamlah...." Rohan mulai menyuapinya.
" Rohan.....aku bisa sendiri.' kata Anita.
Rohan menggelengkan kepalanya.
"Buka mulutmu."
Anita menatap Rohan dengan pandangan yang sulit diartikan.
" Buka......!"
__ADS_1
Akhirnya Anita membuka mulutnya
Anita makan dalam diam,tidak ada pembicaraan diantara mereka berdua,hanya gerakan tangan Rohan yang sekali sekali membersihkan sisi bibir Anita yang terkena makan dengan tissue.
Sebenarnya Anita agak terkejut dengan perlakuan Rohan yang sangat lembut,berbeda dengan penampilannya yang dingin dan kaku selama ini.
Boleh dikatakan Anita merasa tersanjung,karena mendapat perlakuan yang bagi Anita sangat istimewa.
Anita teringat dengan mantan suaminya Hardi, walaupun mereka saling mencinta tapi Hardi tidak pernah memperlakukan Anita seperti Rohan memperlakukan dirinya.
Bayangan akan suaminya membuat hati Anita terasa sakit, Hardi cinta pertamanya dan Hardi juga yang menoreh luka padanya.
" An.....ada apa?' tanya Rohan sambil merapikan rambut Anita yang terjuntai.
Anita menatap Rohan." Tidak ada apa apa."
" Apa yang kamu pikirkan.....kenapa melamun?' tanya Rohan.
Anita terkejut Rohan mengetahui dirinya sedang melamun.
" Aku memikirkan Rico." jawab Anita dengan wajah memerah.
" Ada apa dengan Rico, bukankah Rico baik baik saja, kamu melihatnya sendirilah." kata Rohan menatap Anita yang tertunduk di depannya.
" Ya....tapi ... aku masih khawatir dengan keadaan Rico." kata Anita.
" Sudahlah jangan dipikir lagi." Rohan meletakkan piring yang telah kosong ke dalam baki,dan mengambil gelas yang berisi air minum.
" Minumlah.....'
Rohan berdiri mengangkat baki dan berjalan keluar.
Anita menatap punggung Rohan yang meninggal kamar.
Pikiran Anita jadi buntu, untuk sementara ini dia tidak bisa berpikir.
Anita berdiri merapikan tempat tidur yang sejak semalam ditidurinya,Anita melihat sekeliling kamar Rohan yang lebih luas dari kamar yang ditempati.
Baru sekarang dia bisa memperhatikan isi kamar Rohan,karena sejak pagi dirinya hanya berbaring dan sekali sekali bangun,itupun tidak juga memperhatikan keadaan sekelilingnya.
Anita menatap dinding kamar yang dicat dengan warna putih bersih ,tidak ada satupun hiasan ataupun foto yang menggantung di sana, benar benar bersih,perabotan yang ada lemari pakaian ,sofa,dan bufet untuk meletakkan televisi yang sepertinya tidak pernah sama sekali digunakan,karena masih terlihat mulus dan masih dilindungi dengan plastik .
Ada tambahan meja rias Anita yang tidak jauh dari sofa.
Anita menarik napas sejenak.
" Apa yang diinginkan Rohan dariku." gumam Anita.
Anita melihat jam dinding waktu menunjukan pukul delapan malam,masih terlalu sore untuk tidur.
Anita berjalan ke arah sofa.
Anita duduk di sofa,sambil meluruskan kaki dan menyandarkan tubuhnya pada sofa.
Anita memejamkan matanya.
Anita tidak menyadari kalau Rohan sudah memasuki kamar .
__ADS_1
Rohan yang melihat bersandar di sofa segera mendekatinya.
" An....tidur di ranjang.... jangan di sini." kata Rohan sambil mengusap kepala Anita.
Anita membuka matanya melihat Rohan berdiri disisinya.
" Masih terlalu sore untuk tidur....aku ingin melihat acara televisi,aku agak bosan." kata Anita menengadahkan wajahnya pada Rohan yang berdiri didekatnya.
Roham menganggukan kepalanya dan mengambil remote tv kemudian menghidupkannya.
" Pilih yang kamu suka," Rohan menyerahkan romote tv pada Anita dan duduk disampingnya.
Anita menatap Rohan,kemudian mengambil remote dan mulai mencari channel yang diinginkannya.
Rohan melihat Anita sejenak saat mengetahui apa yang ditonton Anita.
Anita tampak serius memperhatikan acara yang ditontonnya ,setengah jam sudah berlalu Anita masih setia menatap layar televisi.hingga membuat penasaran Rohan.,karena yang ditonton Anita bukan sinetron atau drama Korea yang lagu ngetrend, melainkan ilmu pengetahuan yang sebagian orang sangatlah membosankan.
" Apakah kamu tidak menyukai sinetron An?"
Anita menggelengkan kepalanya.
" Aku tidak suka ."
"Kenapa?'"
Anita menggelengkan kepalanya,
" Terlalu banyak masalah di dunia ini,aku tidak ingin melihat semuanya." kata Anita dengan nada datar.
" Tapi ada waktunya kita.juga perlu hiburan kan?'
" Iya."
" Apa yang kamu sukai."
" Film India atau film fiksi ilmiah." jawab Anita,tanpa mengalihkan pandangannya dari tv.
Rohan menatap Anita dengan pandangan penuh arti.
" Belum ngantuk?" tanya Rohan.
Anita menggelengkan kepalanya.
" Sini aku carikan film yang kamu sukai." kata Rohan meraih remote.
Anita hanya diam membiarkan
Rohan mengganti acara televisi.
Sebenarnya Rohan tidak terlalu suka melihat acara televisi,dia lebih suka menenggelamkan dirinya dalam pekerjaan,tapi entah kenapa saat ini dia ingin bersama Anita menonton film yang disukai Anita.
Anita menatap Rohan kemudian memalingkan wajahnya pada layar televisi.
Film yang dipilihkan Rohan sudah pernah ditonton Anita,dia sudah tahu jalan ceritanya,tetapi film tersebut tidak pernah membuatnya bosan.
***
__ADS_1