
Hari demi hari,minggu demi Minggu berganti,tak terasa waktu berlalu.Tidak terasa sudah hampir dua bulan Anita bersama ibunya, aktifitas sehari harinya kembali seperti dahulu sebelum bekerja di hotel milik Hardi dan sebelum menjadi istri Hardi.
Anita membantu usaha ibunya dirumah dan tampaknya usaha ibunya sangat lancar terbukti hampir tidak ada waktu istirahat bagi Anita dan dua karyawan lepas yang membantu ibunya.
Rupanya selama ini langganan ibunya bertambah banyak
Anita tersenyum mungkin inilah yang membuat ibunya tidak menerima tawaran Anita untuk tinggal bersamanya sewaktu Anita masih menjadi istri Hardi.
Dan tampaknya ibu Lasmi sangat menyayangi dua karyawannya.
Saat Anita menanyakan alasan kenapa ibu Lasmi sangat memperhatikan karyawannya seperti anaknya sendiri,Anita dikejutkan dengan jawaban ibu Lasmi yang menyatakan karyawannya keduanya adalah single parent,Wati berusia Tiga puluh tahun ditinggal suaminya menikah dengan perempyan selingkuhannya,meninggalkan Wati dengan kedua anaknya, hidup Wati yang selama ini hanya bergantung pada suaminya menjadi hancur,untunglah ibu Lasmi dengan tangan terbuka membantunya,menawarkan pekerjaan sehingga Wati bisa menghidupi kedua anaknya dan masih bisa menyekolahkan kedua anaknya.
Sama halnya dengan Wati,Indah juga mengalami hal yang sama,hanya saja Indah menikah karena dijodohkan dan ternyata suaminya seorang yang kejam,kerjanya setiap hari hanya minum,dan Indah sering mendapat perlakuan yang tidak senonoh ,dipukul sampai babak belur membuat Indah kabur dari rumah , membuat Indah trauma,usia Indah sudah dua puluh tujuh tahun .Semenjak bekerja dengan ibu Lasmi sedikit demi sedikit Indah mulai tenang dan rasa traumanya juga mulai berkurang.
Anita yang mendengar penuturan ibunya tentang dua karyawan yang membantu ibu Lasmi selama ini ,hatinya terasa perih,biar bagaimanapun dirinya masih dikatakan sangat beruntung tidak mengalami hal yang dialami Wati dan Indah,Anita tidak bisa membayangkan kalau kejadian itu menimpa dirinya.
"Nak , semua orang pasti mengalami kejadian yang menyakitkan yang kadang tidak bisa diterima dirinya,tapi setiap kejadian yang menimpa itu sudah disesuaikan dengan kemampuan pelakunya masing masing,jadi jangan pernah berkecil hati." ucap Lasmi menasehati Anita.
Memang beberapa hari ini Lasmi sempat mendengar Anita yang disindir sindir tetangganya yang mengatakan Anita dicerai suaminya karena tidak bisa jadi istri yang baik,dan segala macam perkataan yang tidak pantas.
Hal itulah membuat Lasmi menceritakan tentang keadaan dua karyawan nya supaya Anita tidak bersedih ataupun menanggapi omongan tetangganya yang tidak mengerti permasalahannya.
Anita tersenyum,mengerti maksud ibunya.
"Ibu jangan khawatir,Anita tidak marah ataupun benci pada mereka,Anita tidak perduli omongan mereka Bu."
"Syukurlah kalau memang begitu,ibu lega mendengarnya."
"Anita diam dirumah membatu ibu,sambil menunggu kalau ada balasan dari lamaran yang Anita kirim ke beberapa perusahaan."
Anita telah mengirim beberapa lamaran kerja,namun hingga hari ini belum dapat jawabannya,padahal Lina berkali kali membujuknya untuk bekerja di boutique tapi ditolak Anita,karena tidak enak sudah banyak merepotkan Lina selama ini.
Anita masih membuatkan desain untuk Lina bila Lina memintanya,itu semua dilakukannya sekedar untuk menyalurkan hobinya,Anita juga tidak sekolah yang mengkhususkan belajar desain,Anita hanya belajar secara otodidak dan sebenarnya Anita sangat berbakat.
"Sabar aja,mungkin belum waktunya."ucap Lasmi pelan.
"Ibu mau belanja bahan dulu,tolong kamu bantu Wati dan Indah ,karena beberapa pesanan harus diantar hari ini sebelum jam tiga sore." ucap Lasmi sambil berdiri dari duduknya.
__ADS_1
"Baik Bu."
Anita menatap kepergian wanita yang melahirkannya dengan perasaan kagum,bagi Anita ibunya adalah pahlawannya,yang selalu memberinya motivasi, dan selalu memberikan kekuatan baik pada dirinya maupun orang yang dekat pada dirinya .
\*\*\*\*\*
Anita sedang bersandar pada bantal sambil menonton berita di salah satu siaran televisi.
Terdengar ketukan di pintu..
Waktu menunjukan pukul sembilan malam.
"Siapa ya malam malam begini bertamu."gumam Anita.
Anita melangkah menuju pintu,ibunya Lasmi sudah tidur setelah sholat isya tadi.
Anita tidak ingin membangunkannya,karena tahu ibunya sudah sangat lelah hari ini,sama halnya dengan dirinya juga,tapi Anita tidak bisa memejamkan matanya.
Anita pelan pelan membuka sedikit pintu karena takut yang mengetuk orang yang tidak dikenalnya,dengan menaruh salah satu kakinya untuk menahan pintu.
Anita mengintip disela sela pintu,tetapi setelah mengetahui siapa yang bertamu Anita langsung membukanya.
"Maafkan mbok, malam malam bertamu,mengganggu istirahat Mba Anita.' ucapnya tertunduk sedih.
"Tidak apa,saya juga belum tidur,ada apa mbok,kenapa mbok kelihatan sedih?"tanya Anita.
"Saya mau minta tolong sama mba Anita itupun kalau mba Anita bersedia."ucap mbok Har dengan ragu ragu.
"Minta tolong apa mbok,kalau saya bisa saya akan bantu." sahut Anita.
"Begini Mba,orang tua mbok sakit dikampung,mbok diminta pulang untuk merawatnya paling tidak satu bulan sambil menunggu saudara mbok pulang yang jadi TKW di luar negri."
Anita diam mendengar penuturan mbok Har yang tampaknya terdiam sejenak seperti berat untuk mengatakannya.
"Apa yang bisa saya bantu mbok,?"tanya Anita pelan.
Anita melihat mbok Har tampak ragu untuk mengatakannya,takut permintaannya akan ditolak Anita.
__ADS_1
"Katakanlah mbok,selama saya masih bisa membantu mbok,saya akan bantu."ucap Anita pelan.
"Begini Mba Anita,selama ini mbok bekerja di sekolah dasar PERMATA KECUBUNG yang tidak jauh dari tempat tinggal kita ini" tutur mbok Har pelan.
Anita tahu sekolah Dasar tersebut sekolah swasta yang termasuk sekolah yang diimpikan banyak orang tua yang ingin anak mereka sekolah disana.
Banyak anak anak dari kalangan orang berada yang menitipkan anak mereka disekolah tersebut,karena mereka bahkan n jadwal orang tua mereka yang padat kebanyakan anak mereka setelah pulang sekolah masih dititipkan di sekolah hingga jam lima sore
"Iya mbok,terus apa yang bisa saya bantu mbok?!"
"Maukah mba Anita menggantikan mbok sementara waktu selama satu bulan karena mbok harus merawat orang tua mbok dulu."
ucap mbok Har lirih.
Anita memandang wanita paruh baya didepannya,antara mengiyakan atau tidak.
"Kalau boleh tahu apa yang akan saya lakukan disana bila menggantikan mbok."tanya Anita dengan hati hati.
"Pekerjaan mbok disana mengurus anak anak yang dititipkan orangtuanya,sampai mereka dijemput pulang,mengawasi mereka jangan sampai keluar dari lingkungan sekolah,dan untuk makan siang mereka sudah disiapkan." ucap mbok Har.
Anita menatap sejenak pada mbok Har.""Saya akan bantu mbok,tapi apakah anak anak itu mau menerima saya ,dan juga pihak sekolah.?"
"Mbok sudah beritahukan masalah ini kepada pihak sekolah,mereka menyerahkannya pada mbok dan mempercayakan mbok untuk mencari pengganti mbok selama sebulan."
Anita diam menatap mbok Har.
"Apakah Mba Anita bersedia membantu mbok?" tanya nya.
"Saya akan bantu mbok,tapi saya harus memberitahu ibu dulu besok pagi,kalau sekarang ibu sudah tidur mbok." sahut Anita datar.
"Terimakasih mba Anita, mbok pulang dulu,maaf sudah mengganggu,besok pagi pagi mbok mampir sebelum berangkat ke sekolah." ucap mbok Har senang langsung berdiri.
Anita mengangguk itu berdiri dan berjalan mengikuti langkah mbok Har.
"Mbok permisi dulu mba Anita, Assalaam ualaikum."
"Ya mbok,waalaikum;salam." Anita menutup pintu,dan beranjak ke kamarnya untuk istirahat.
__ADS_1
\*\*"\*\*'\*\*"\*\*