MENGEJAR CINTA ANITA

MENGEJAR CINTA ANITA
Pergi ke kebun


__ADS_3

Hari yang ditunggu - tunggu akhirnya tiba,hari Minggu pagi,Rohan mengajak sopir kantornya turut serta,karena banyaknya barang yang dibawa.


Barang -barang yang dibawa dimasukan dalam mobil yang akan dikendarai pa Didi, sopirnya,sedangkan Rohan akan bawa menyetir sendiri,Ratih,Rico dan Anita bersamanya.


Setelah persiapan dirasa sudah cukup dan mencek adalah barang yang tertinggal mereka segera berangkat.Namun belum mobil Rohan keluar dari halaman,tiba tiba Rohan menghentikan mobilnya.


" Ada apa Rohan." tanya Ratih


' Sebentar ma,.....ada yang tertinggal,Rohan ambil dulu." Rohan bergegas turun dari mobil berbalik masuk ke dalam rumah,setelah menunggu agak lama tampak Rohan keluar dari rumah dengan membawa senjata sejenis senapan.


" Rohan..... untuk apa kau bawa itu.?"


tanya Ratih setelah Rohan menyimpannya di bagasi.


" Tidak apa.ma,buat jaga diri aja." kata Rohan.


Ratih dan Anita saling berpandangan mereka berdua duduk di kursi belakang,sedangkan Rico didepan bersama dengan yang menyetir.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sudah berada dijalan menuju arah luar kota.


Anita melihat pemandangan sepanjang jalan, berbeda dengan Ratih yang sudah tertidur sesaat setelah satu jam berlalu.


Sama halnya Rico yang sedari mulai mengantuk, Anita membenarkan posisi Rico yang tertidur.


Rohan melirik ke arah Anita yang memperbaiki posisi Rico,dengan mengurangi kecepatannya agar Anita bisa menyeimbangkan dirinya.


Setelah dirasa sudah pas Anita memundurkan tubuhnya kembali duduk di samping Ratih yang masih tertidur.


Rohan menyetir dalam diam,walaupun dia tahu Anita tidak tertidur tapi keheningan meliputi keduanya.


Beberapa kali Rohan melirik Anita melalui kaca spion,tampaknya Anita lebih senang melihat pemandangan sepanjang jalan, seperti tidak menghiraukan Rohan.


Rohan sebenarnya ingin berbicara pada Anita untuk melepaskan kesunyian disekelilingnya,tapi Rohan tidak tahu apa yang akan menjadi topik pembicaraan.


Berbeda dengan Anita yang tampaknya mengagumi pemandangan alam yang dilihatnya sepanjang jalan.


Tidak terasa perjalan yang sudah ditempuh hampir tiga jam,Anita memandang sepanjang perjalanan,yang terlihat lebih banyak pepohonan, rumah penduduk sudah jarang terlihat.


Anita agak bergidik juga melihat sepanjang jalan ,walaupun mereka masih berselisih dengan kendaraan yang berlawanan arah tapi perasaan Anita agak takut juga kalau seandainya mereka ada halangan di jalan .


Anita menggelengkan kepalanya membuang pikrana buruk tadi,dan menghembus napas dengan keras .


Rohan memperhatikan tingkah Anita melalui kaca spion.


" Ada apa Anita,? Apakah ada yang mengganggu?'" tanya Rohan


Anita terkejut mendapat pertanyaan dari Rohan.


"Tidak ada..'. sahut Anita sambil membuang pandangannya ke samping.

__ADS_1


Tapi Rohan masih penasaran dengan Anita.


" Kalau ada sesuatu ,katakan Anita!" kata Rohan dengan masih melihat ke arah spion dan sesekali menatap jalan.


" Tidak ada, hanya aku belum pernah menempuh perjalanan seperti ini." jawab Anita.


Rohan menganggukkan kepalanya, dan kembali memandang jalan di depannya, kendaraannya masih melaju dengan kecepatan sedang, Karena tidak ingin terburu -buru sampai di lokasi.


Berbeda dengan pa Didi,kemungkinan sudah sampai.


Rohan menikmati perjalanan sambil mendengarkan musik.


Jalan yang mereka lalui sudah bagus berbeda dengan saat dua tahun yang lalu mengantar mamanya juga jalan yang dilalui penuh lubang dan belum diaspal.


Sesekali Rohan melirik Anita melalui kaca spion, menatap wajah Anita yang sebenarnya cukup manis,,dengan kedua alis yang tebal, bola matanya yang hitam dan jernih, hanya saja wajah yang tampak dingin selalu menghiasi wajahnya serta bibirnya yang tidak pernah tersenyum.


Selama tinggal bersama Rohan tidak pernah melihat Anita tersenyum apalagi sampai tertawa.yang ada hanya tatapan dingin dan datar .


Rohan tidak habis pikir apa kelebihan dari Anita sehingga membuat Rico dan mamanya begitu menyukainya,dan juga lelaki yang bernama Ilham tidak pernah berhenti mengejarnya.


Beberapa hari yang Rohan juga mendapat kabar kalau mantan suaminya masih mengharapkan mereka rujuk kembali.


Rohan juga masih tidak mengerti kenapa Anita juga mau menikah dengannya .


Untuk menanyakan langsung rasanya mustahil, karena Anita jarang bicara dan kalaupun ditanya ,belum tentu Anita mau menjawab.


Rohan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Anita menegakkan duduknya untuk melihat lebih jelas lagi,suasana pedesaan yang tentram dan damai.Anita melihat anak anak yang bermain dihalaman rumah tampak gembira.


Rohan yang melihat gerakan Anita sengaja memelankan kendaraannya.


" Kita masih melalui kampung lain,sesudah kampung ini." kata Rohan sambil melirik Anita.


Anita masih memperhatikan rumah -rumah sederhana yang terbuat dari kayu dan dengan atap dari nipah.


Sepertinya Anita sangat kagum dengan apa yang dilihatnya.


" Apakah banyak orang yang tinggal di daerah ini?" tanya Anita pada Rohan.


" Banyak juga.'


" Tapi jumlah rumah sangat sedikit?' tanya Anita .


" Karena kita hanya melewati,kalau masuk ke kampung kamu akan lihat banyak rumah,apalagi kalau mereka mengadakan acara ,satu kampung kumpul semua.." Kata Rohan menerangkan pada Anita.


" O..... aku tidak tahu ' kata Anita


" Tapi kalau pada siang hari,keadaan kampung akan terasa sunyi,karena para pria pergi ke ladang." lanjut Rohan.

__ADS_1


Rohan memperhatikan Anita yang tampak menyimak apa yang dikatakannya.


" Mereka akan terlihat saat sore hari pulang dari ladang." lanjut Rohan.


Anita mengangguk kepalanya sambil matanya tak lepas dari melihat sekelilingnya.


" Sebentar lagi kita akan sampai." ucap Rohan sambil melirik Anita melalui kaca spion.


Anita diam ,tapi Rohan tahu Anita mendengarkan apa yang dikatakannya.


Mereka kemudian memasuki jalan tanah yang ,Anita melihat disepanjang jalan hanya banyak pepohonan ,tidak terlihat lagi rumah penduduk.


Anita melihat hp nya dan melihat waktu yang tertera dilayar Handphonenya, waktu sudah menunjukkan pukul sebelas lewat empat puluh menit.


Anita melihat ke arah ibu mertuanya yang tampaknya terlelap,dan melihat kepada Rico yang sama sekali tidak bergerak.


Rohan menyetir sangat bagus,jadi selama dalam perjalanan tidak ada sama sekali goncangan yang membuat keduanya bisa terbangun.


"Kita hampir mendekati lokasi." kata Rohan sambil menoleh ke belakang melihat Anita.


" Ya." sahut Anita datar.


Tidak beberapa lama mereka memasuki halaman luas dengan beberapa bangun yang tampak berdiri di atas tanah tersebut.


"Kita sudah sampai.Anita." kata Rohan setelah memarkirkan kendaraannya,


Tidak jauh dari mereka berada tampak P.pa Didi yang sudah lebih dahulu sampai.


Kelihatannya pa Didi sedang ngobrol dengan beberapa orang di sana.


" Ma...... Anita menyentuh tangan ibu mertuanya,kita sudah sampai "kata Anita membangunkan ibu mertuanya .


Ratih membuka matanya,dan melihat sekelilingnya,. " Ya....kita sudah sampai.' katanya lagi.


Anita membuka pintu mobil dan segera turun.Matanya memandang alam sekitar yang penuh dengan pepohonan.


Ratih juga segera turun dari mobil dan menuju ke arah pa Didi dan beberapa orang yang ada di sana.


Anita membangunkan Rico


" Sayang......kita sudah sampai." Anita mengelus pipi Rico dengan lembut.


Rico membuka matanya,sambil menggosok - gosok dengan salah satu tangannya.


" Kita sudah sampai kah ma? "


" Ya,.....kita sudah sampai."


Rico turun dari mobil,keduanya berjalan menuju ke tempat Ratih dan lainnya berada.

__ADS_1


\*\*\*\*


__ADS_2