Mengejar Cinta Dokter Galak

Mengejar Cinta Dokter Galak
Bab 10


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Jingga langsung segera berendam di bathub karena tubuhnya sudah terasa sangat lengket. Kebetulan di rumah hanya sendiri, membuat Jingga leluasa untuk melakukan apapun.


Lilin aroma terapi yang Jingga nyalakan, membuat tubuhnya menjadi semakin rileks setelah seharian bekerja tanpa lelah. Setelah merasa cukup, Jingga keluar dari kamar mandi.


Rasa kantuk mulai menderanya, sehingga tanpa sadar Jingga sudah terlelap dalam mimpi. Di luar, Haikal terus membunyikan bel rumah, namun tak kunjung ada yang datang untuk membukakan pintu karena asisten rumah tangga juga sudah pulang.


Selama ini, Elia memang hanya menggunakan jasa asisten rumah tangga yang hanya datang untuk bersih-bersih rumah saja. Jadi, mereka pulang jika pekerjaan sudah selesai.


Untuk saat ini, Jingga memang masih tinggal bersama Elia sampai rumah yang di belinya selesai di renovasi. Awalnya Jingga mau tinggal bersama Elia juga karena dia belum menikah lagi, tapi waktu berjalan begitu cepat. Kini Elia sudah menikah lagi, sedangkan dirinya masih saja single.


"Kak Jingga kemana ya? Kok rumah kelihatan sepi begini? Apa jangan-jangan belum pulang? Tapi seharusnya kan sudah sampai. Nggak punya nomornya lagi, mau tanya Simon takut mengganggu lagi!" Haikal terus berbicara sendiri di depan pintu rumah Elia.


Karena tak kunjung ada jawaban, Haikal memutuskan untuk pulang saja. Besok pagi baru dia akan datang ke sini lagi.


...🌷🌷🌷...


Di tempat lain, terlihat seorang pria tengah mondar-mandir di kamarnya dengan menggigit ujung kukunya. Angkasa terus memikirkan siapa pria itu, apakah benar pacarnya? Jika iya, terus pria dan anak kecil itu siapa? Pikiran Angkasa melalang buana terus memikirkan Jingga.


"Ah ... Dari pada mikirin itu terus, lebih baik gue pikirin bagaimana caranya bisa mendapatkan hati Dokter cantik saja! Meskipun dia punya pacar pun tak masalah karena sebelum janur kuning melengkung apa saja bisa terjadi. Bahkan orang menikah saja bisa bercerai, apalagi hanya pacar! "


Angkasa mencoba menyemangati dirinya sendiri agar tidak terus memikirkan sesuatu yang belum terjadi. Karena dadi informasi yang asisten Lim dapatkan, Dokter Jingga masih single dan belum menikah. Jadi, masih banyak kesempatan bagi Angkasa untuk mendapatkannya.


Tiba-tiba ponsel darurat Angkasa berbunyi, memperlihatkan beberapa kode yang sulit di baca bagi orang yang tak faham dengan ilmu coding. Tapi, tidak dengan Angkasa, dia sangat memahami apa isi di dalam kode itu.


Angkasa menaikkan sudut bibirnya.


"Akhirnya kamu masuk juga ke dalam perangkapku tikus tua!" gumamnya.


Lalu Angkasa segera menelpon seseorang.


"Terus awasi dia sampai kita bisa membuka kedoknya yang selama ini di tutupi dengan rapat!"


"Baik bos," jawab seseorang di ujung telepon. Setelah itu, panggilan di matikan.


Selesai mendapatkan informasi itu, tatapan serta raut wajah Angkasa jauh berbeda dari biasanya. Tatapannya terlihat tajam menatap gedung yang menjulang tinggi di balik kaca transparan penthouse pribadinya.


Malam ini, Angkasa tak pulang ke rumah karena ada urusan yang harus dia selesaikan. Lagi pula papanya juga sedang pergi Dinas, sehingga membuat Angkasa bebas pulang atau tidak.


"Jangan pernah meremehkan ku tikus tua! Kita lihat saja, siapa yang akan berhasil dalam permainan ini, dan ... permainan di mulai dari sekarang!" gumam Angkasa bertepatan dengan jarum jam yang berdetak di angka 10 malam tepat.

__ADS_1


...🌹🌹🌹...


Malam yang penuh dengan misteri telah hilang, tergantikan oleh pagi penuh cerita baru. Mendengar alarmnya terus berbunyi, membuat Jingga terperanjat dari tidurnya.


"Astaga! Sudah jam 7 pagi?" sepasang mata Jingga seketika terbuka lebar saat menyadari kalau dia hampir saja terlambat masuk kerja. Jingga segera turun dari ranjang menuju kamar mandinya. Karena waktunya yang terbatas, Jingga mandi dan bersiap-siap secepat kilat.


Setelah semuanya selesai, Jingga segera mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi. Selang beberapa menit, akhirnya dia sampai juga di rumah sakit tempatnya bekerja. Jadwal absen tinggal beberapa menit lagi, membuat Jingga sedikit berlari memasuki rumah sakit.


"Pagi Dokter Jingga," sapa seorang perawat, dan di sapa dengan senyuman tipis dari Jingga.


Melihat tatapan aneh dari para perawat lain, membuat Jingga menyipitkan matanya.


Apakah ada yang salah dengan penampilanku? Batin Jingga.


"Akhirnya anda datang juga, Dok. Kenapa telat?"tanya Lili asisten perawatnya.


" Telat bangun! "jawab Jingga ketus.


Ketika akan memasuki ruangannya, langkah Jingga terhenti di depan pintu. Matanya terbuka lebar. Saat melihat ruangannya penuh dengan hadiah mahal dan juga bunga mawar merah, seperti sedang melakukan jumpa fans.


" Lili! "


"Ini apa?" Jingga menunjuk ke arah meja kerjanya.


"Oh, itu tadi dari seorang pria tampan yang sedang mengejar anda," jawab Lili.


Jingga mengerutkan keningnya.


"Apa? Siapa? Terus dimana dia sekarang?" rentetan pertanyaan langsung terucap dari bibir Jingga.


"Sudah pergi, Dok."


Jingga menepuk keningnya yang terasa sedikit pusing. Kemarin makanan misterius, sekarang hadiah mahal dan juga bunga. Apakah dia sedang membuka toko di ruangan Jingga?


Pantas saja para perawat tadi memandangnya begitu aneh, ternyata ini penyebabnya. Pasti sudah menjadi tranding topik di rumah sakit ini. Ingin rasanya Jingga menenggelamkan tubuhnya ke dasar laut untuk menutupi rasa malunya.


"Anda tidak apa-apa, Dok?" tanya Lili saat melihat Jingga memijat keningnya.


" Tolong kamu bantu saya bereskan itu semua, sebelum pasien datang!"

__ADS_1


"Baik, Dok! Tapi, mau di taruh di mana?" tanya Lili yang bingung harus memindahkan barang-barang itu ke mana.


"Ruang istirahat!"


"Nanti kalau hilang gimana? Ini barang mahal-mahal loh, Dok. Pasti akan banyak yang menginginkannya!"


"Biarin aja, lagian bukan saya yang beli!" tukas Jingga yang sudah bingung sekaligus kesal. Sedangkan Lili hanya bisa geleng-geleng kepala melihat Jingga yang tidak peduli dengan barang mahal.


Mungkin sudah punya banyak! Makanya sombong seperti itu! Batin Lili


Pagi ini, moodnya sudah sangat buruk sekali. Bangun telat, sampai rumah sakit dapat kejutan yang tidak dia suka. Mungkin wanita lain akan merasa iri dengan Jingga karena baru beberapa hari kerja di sini sudah mempunyai penggemar rahasia yang begitu loyal. Namun, berbeda dengan Jingga, dia justru tak menyukai ini semua.


Jingga paling tidak suka dengan penggemar rahasia, apalagi sampai mengganggu ketenangannya seperti ini. Itu akan membuatnya ilfil, karena dia menyukai pria cuek dan cool.


...🌷🌷🌷...


Di dalam mobil mewah, terlihat seorang pria tampan tengah tersenyum bahagia. Dia tengah membayangkan bagaimana reaksi Jingga yang begitu bahagia saat melihat begitu banyak hadiah mahal dan bunga di atas meja kerjanya.


"Lo memang jenius A! Pasti Dokter cantik itu sangat bahagia mendapatkan kado darimu karena itu adalah barang-barang kesukaan para wanita!" gumam Angkasa yang memuji dirinya sendiri.


Andai saja asisten yang menyebalkan ini tidak menyuruhnya cepat pergi, pasti Angkasa ingin menunggu sampai Jingga datang, dan melihat secara langsung bagaimana ekspresi bahagia itu tercetak jelas di wajah cantiknya Dokter Jingga.


"Pasti dia semakin terlihat cantik dan menggemaskan!" lirihnya.


"Sepertinya Anda sedang dalam kondisi mood yang baik, Tuan," ujar Asisten Lim yang duduk di samping supir.


"Tidak juga! Andai kamu tadi tidak menyuruhku cepat-cepat pergi, pasti aku akan semakin bahagia!"


"Tapi, anda ada hari ini harus mengikuti meeting penting, Tuan. Jadi, tidak oleh telat berangkat ke kantor kalau tidak__"


"Sudah cukup!" sela Angkasa. "Saya pusing terus-terusan mendengarkan ancaman darimu dan papa! Buat mood semakin buruk saja!" tandasnya seraya menatap kesal ke arah jendela mobil.


...****************...


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya ya...


Maaf kalau jarang update, tapi cerita ini akan terus lanjut kok sampai tamat tenang saja. Sambil. Menunggu jingga update, kalian bisa mampir ke novel author yang lainnya, dan jangan lupa tinggalkan jejak di sana ya...


__ADS_1



__ADS_2