Mengejar Cinta Dokter Galak

Mengejar Cinta Dokter Galak
MCDG ~ Bab 66


__ADS_3

Selesai latihan, Angkasa segera pamit pulang karena dia harus segera me jemput sang Istri. Setelah menikah, Angkasa memang sudah seperti supir yang antar jemput sang istri, bapak rumah tangga sekaligus suami romantis. Itu semua Angkasa lakukan agar kemandirian sang istri sedikit melebur.


" Apakah sudah menunggu lama?" ucap Jingga yang baru saja masuk ke dalam mobil. Kemudian, seperti biasanya dia akan mencium tangan Angkasa sebagai hormat seorang istri pada suami.


Meskipun Angkasa lebih muda darinya, dia tetap pemimpin dalam rumah tangganya dan wajib di hormati. Tidak memandang usia siapa yang lebih tua dan muda.


" Kita langsung pulang aja, ya,"ajak Angkasa dan di angguki oleh Jingga.


Pekerjaan di rumah sakit hari ini cukup banyak sehingga membuat Jingga terasa lelah dan ingin segera mandi dan istirahat.


Sesampainya di rumah, Jingga langsung berjalan masuk ke kamarnya. Baru saja ingin melepas pakaian, tiba-tiba Angkasa sudah memeluk dari belakang.


" Sayang ... aku masih bau," ucap Jingga yang merasa kurang nyaman saat Angkasa menciumi dirinya dalam kondisi masih bau keringat.

__ADS_1


" Aku juga, kalau gitu kita mandi bareng ya ...," pinta Angkasa. Setelah latihan, Angkasa memang sengaja tidak mandi seperti biasanya karena dia ingin mandi bersama sang istri di rumah.


" Tapi sayang ...," ucapan Jingga terhenti tatkala Angkasa sudah menggendong tubuhnya ala bridal style memasuki kamar mandi.


Terjadilah acara mandi plus-plus dari pasangan suami istri itu.


Keluar dari kamar mandi, Jingga langsung menuju ranjangnya tanpa berganti pakaian terlebih dahulu. Matanya sudah terasa sangat mengantuk, serta tubuhnya juga semakin lelah akibat mandi plus-plus yang memakan waktu cukup lama.


" Sayang ... Nanti kamu masuk angin loh tidur masih pakai jubah mandi," nasehat Angkasa saat melihat Jingga sudah berbaring di atas kasur tanpa ganti baju dulu.


" Kamu lemas? Mau aku bantu memakai baju?" tawar Angkasa dengan tersenyum licik.


Mendengar perkataan Angkasa yang akan membantunya untuk mengganti pakaian, membuat Jingga segera beranjak bangun dari tidurnya. Meskipun sudah ngantuk berat dan lemas, Jingga tetap memaksa tubuhnya untuk bangun, sekalipun berjalan dengan mata yang terbuka tinggal 5 watt. Sipit sekali ...

__ADS_1


Menikah dengan Angkasa, membuat Jingga mulai tahu apa arti sebenarnya dari perkataan itu. Jingga merasa heran, kenapa suaminya itu masih terlihat bugar dan semangat sekali jika urusan begituan?


Apa permainan mereka di kamar mandi tadi belum cukup? Kenapa dia itu cukup lama puasnya jika soal begituan. Apakah dia punya tenaga badak yang tak kenal lelah? Entahlah, hanya suaminya yang tahu itu.


Melihat Jingga yang segera bangun dan berlari kecil menuju walk in closet, membuat Angkasa tertawa kecil.


" Jingga ... Jingga ... Kenapa kamu begitu menggemaskan, huh?" ucap Angkasa seraya memandangi tubuh istrinya yang sudah menghilang.


Angkasa tahu bahwa Jingga bertingkah seperti itu karena takut jika dirinya akan meminta tambah lagi. Padahal, Angkasa hanya menakut-nakuti saja karena dia juga sudah lelah. Bahkan, persendiannya mulai terasa linu sekarang. Mungkin efek terlalu banyak mengeluarkan mayonise jadi ia butuh nutrisi yang banyak dan bergizi agar bisa kembali bugar seperti biasa.


Semoga kecebong milikku bisa segera membuahkan hasil! Gumam Angkasa yang memang sudah ingin memiliki anak.


Angkasa dan Jingga memang tidak menunda soal momongan karena keduanya sudah sama-sama siap dan menginginkan ada buah hati di antara mereka. Oleh karena itu, Angkasa gencar sekali untuk menyirami rahim istrinya dengan bibit-bibit kecebong miliknya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2