Mengejar Cinta Dokter Galak

Mengejar Cinta Dokter Galak
Bab 20


__ADS_3

Untungnya, Hendra masih dalam perjalanan bisnis, sehingga Angkasa masih bisa pulang ke penthousenya untuk segera menyusun strategi agar bisa secepatnya menghabisi si tikus Tua. Dia ingin segera fokus mengurus percintaannya dengan Jingga. Wanita itu, benar-benar sudah membuat Angkasa gila padanya. Padahal, sikapnya selalu galak padanya, namun itu yang justru membuat Jingga beda dari wanita lain dan terlihat istimewa di mata Angkasa.


Sesampainya di penthouse, Angkasa segera membaringkan tubuhnya dia atas kasur yang dua hari ini di pakai Jingga. Aroma Jingga masih menempel di sana, karena seprainya belum di ganti. Mencium aroma jingga yang menempel saja sudah membuat pikirannya tenang, apalagi bisa memeluknya. Pasti akan jauh lebih menenangkan sekaligus menghangatkan.


Ah... Pikiran liar Angkasa mulai datang menghampiri. Dia adalah pria dewasa normal yang kesepian dan belum pernah merasakan hal-hal seperti itu. Jadi, pantas saja jika dia membayangkan dan penasaran bagaimana rasanya memiliki seseorang yang selalu ada menemaninya.


Sekarang hanya bisa memeluk guling, semoga tidak lama lagi bisa memeluk istri.


Tak butuh waktu lama, Angkasa sudah tertidur pulas menyelami alam mimpi. Karena dia benar-benar lelah selama dua hari ini terus mengatur rencana menghancurkan tikus tua sekaligus mengurus Jingga, namun dia tak mengeluh ataupun menyesal. Justru merasa Tuhan sangat baik karena sudah memberikan waktu yang membuatnya lebih dekat dengan sang pujaan hati.


...🌳🌳🌳...


Sang surya mulai menghilang, tergantikan malam yang gelap datang menghampiri. Di sebuah kamar, terlihat seorang gadis kecil tengah sibuk membuat sebuah karya di wajah sang Mama angkatnya. Karena beberapa hari lalu, Jingga sempat mengingkari janjinya pada Arsy, membuat gadis kecil itu punya rencana ingin memberi pelajaran.


Merasakan ada sesuatu sedang menyentuh wajahnya, membuat Jingga terbangun dari tidurnya. Ketika sepasang mata itu mulai membuka mata, hal yang pertama kali dia lihat adalah wajah mungil putrinya.


" Arsy," panggil Jingga seraya bangun daei tidurnya, lalu memeluk Arsy. Dia sangat merindukan putri kesayangannya itu.


" Arsy, MaNgga minta maaf ya karena sudah ingkar janji," ucap Jingga yang masih memeluk Arsy.


" Iya, apakah MaNgga sudah sembuh?" tanya Arsy. Sebelumnya, Elia memberi pengertian kepada Arsy bahwa Jingga sedang sakit dan dalam masa pengobatan, maka dari itu dia tidak bisa datang menjemput Arsy.


Jingga melepaskan pelukannya, lalu menganggukkan kepala." MaNgga Sudah sembuh, Kok. Lihat, udah sembuh dan Kembali kuat seperti biasanya, kan?


Arsy mengangguk dan tersenyum menatap Jingga. Tiba-tiba terdengar suara Elia memanggil untuk makan malam.


" Mami udah manggil tu, kita keluar makan yuk, " ajak Jingga yang diangguki Arsy.


Mereka berdua keluar dari kamar, menuju meja makan.

__ADS_1


" Astagfirullah!" teriak Elia ketika melihat wajah Jingga penuh dengan lukisan abstrak tak berbentuk.


" Kamu kenapa, El? Kok seperti melihat setan saja! " cetus Jingga yang masih belum sadar jika wajahnya memang terlihat seperti hantu atau badut. Sedangkan Arsy hanya bisa menahan senyum dengan menutup mulutnya.


Simon yang baru saja datang dari toilet, tiba-tiba ikut terkejut." Astagfirullah, setan! " pekik Simon yang langsung jujur. Simon ikut mengelus jantungnya yang hampir saja copot karena melihat wajah Jingga.


" Kalian berdua kenapa, sih?" Jingga semakin di buat bingung sendiri dengan kedua sahabatnya itu.


" Mbak, apakah mau mau cosplay halloween?" tanya Simon.


" Cosplay? Halloween? Apakah kamu ngaco! Sudah tanggal berapa ini? Kenapa masih membahas halloween!" Sungut Jingga.


Bukannya apa, kak. Coba deh ngaca, dan lihat wajah kakak. Apakah ada yang salah atau tidak!" saran Simon.


Karena penasaran, jingga segera berjalan menuju toilet yang tak jauh dadu ruang makan.


...🌳🌳🌳...


Setelah beberapa hari tak ada kabar, Jingga mulai merasa bahwa Angkasa memang tak serius dengan ucapannya. Bahkan, sampai sekarang dia tak pernah muncul di hadapannya lagi.


Dasar pria memang tidak bisa di pegang ucapannya! Katanya mau membuktikan, tapi apa? Menghilang tiba-tiba. Dasar tukang ghosting! Gerutu Jingga.


Setelah jam kerjanya habis, Jingga segera membereskan barang-barangnya. Sebelum keluar dari ruangannya, Jingga segera memakai masker dan juga topi untuk menyamar agar bisa keluar dari rumah sakit ini tanpa di ketahui oleh Haikal.


Beberapa hari ini, Haikal benar-benar membuat Jingga pusing karena dia benar-benar mengejar dirinya secara terang-terangan. Dia terus datang dengan membawakan makanan, atau apalah yang sampai membuat Jingga merasa jengah dan ilfil.


Apalagi kemarin, Haikal juga sempat menyatakan cintanya di depan umum, membuat Jingga malu sekali. Dia yang ingin hidup tenang, tiba-tiba hancur seketika. Karena selalu menjadi trending topik, bahkan sampai mendapat teguran dari direktur rumah sakit.


" Jingga!" panggil Haikal.

__ADS_1


Jingga menghembuskan nafas panjang, ketika dia masih saja ketahuan oleh Haikal. Jingga terus saja berjalan, namun tangannya sudah di cekal oleh Haikal.


" Mau kemana?"


"Lepaskan, Kal!" titah Jingga dengan menghentakkan tangannya secar kasar agar terlepas dari genggaman tangan Haikal.


" Bisakah kita bicara sebentar?"


Jingga membalikkan tubuhnya untuk menatap ke arah Haikal.


" Apa yang mau di bicarakan lagi? Apakah belum cukup yang kemarin, huh?" Jingga sudah mulai tak sanggup.menghadapi sikap Haikal. Andai saja dia bukan sahabat simon, pasti sudah di habisi daei kemarin.


" Apakah kamu sebenci itu denganku?" tanya Haikal dengan wajah sendu.


Jingga menaikkan sudut bibirnya. " Awalnya aku tidak membencimu, tapi kamu sendiri yang membuat aku membencimu!" tukas Jingga dengan penuh penekanan.


" Aku hanya ingin kamu membuka hati untukku, bukan benci. Apakah kamu tahu? Hatiku juga sakit karena kamu terus menolak, tapi bodohnya aku masih sangat mencintaimu sampai hampir gila!"


Jingga menyeringai." Kamu bukan mencintaiku, Kal. Melainkan obsesi semata! Kamu hanya tidak bisa menerima jika aku terus menolak cintamu. Kamu tahu apa itu cinta? Cinta tidak akan membuat orang yang di cintainya merasa terbebani dengan kehadirannya. Dia akan selalu membuat orang itu merasa nyaman berada di dekatnya, rindu jika jauh, dan merasa kehilangan jika dia tak di sampingnya. "


" Kamu adalah pria baik, tapi masih labil. Caramu mengejar cintaku, hanya bisa membuat aku merasa ilfil. Karena kamu tidak terlalu mengerti orang seperti apa aku inj, dan bagaimana karakterku! Aku bukanlah tipe wanita yang suka menjadi pusat perhatian, Bukan juga seperti gadis remaja yang suka jika ada seorang pria menyatakan cintanya dengan sangat romantis di depan umum. Itu semua bukan aku, karena aku lebih suka dengan pria yang bisa menyentuh hatiku dengan sikap dan perlakuannya. "


"Jadi, renungkanlah, dan tanyakan pada hatimu sendiri. Apakah benar jika kamu mencintaiku? Bukan hanya obsesi atau lainnya?" tandas Jingga. Setelah itu, Jingga pergi meninggalkan Haikal yang masih diam mematung.


Haikal berusaha untuk mencerna semua perkataan yang Jingga ucapkan tadi. Apakah benar dia seperti yang Jingga katakan?


...****************...


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya.

__ADS_1


__ADS_2